แชร์

Bab 102

ผู้เขียน: Caca
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-27 08:57:09

Pengakuan Elio

Beberapa orang di sekitar mulai melirik ke arah mereka. Ketegangan yang memancar kuat dari sudut ruang tunggu VIP itu terlalu menusuk untuk diabaikan. Pasangan pengusaha yang duduk tak jauh dari sana menghentikan obrolan bisik-bisik mereka, sementara petugas bandara yang bertugas di area bar hanya bisa menelan ludah, bingung apakah harus campur tangan atau berpura-pura tidak melihat percekcokan dua pria berpengaruh dari keluarga Castello tersebut.

Namun Elio tidak peduli.

D
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 103

    Kebenaran yang Terungkap Kenangan demi kenangan berkelebat di benak Elio. Bayangan masa lalu menari-nari di ingatan Elio seperti potongan rol film tua yang menyiksa. Ia teringat hari pertama perempuan itu menginjakkan kaki di kediaman utama keluarga Castello. Di tengah kemewahan yang berdingin salju dan tatapan tajam nan sinis dari setiap anggota keluarga, Aixa berdiri dengan keteguhan yang langka. Saat pertama kali melihat Aixa tersenyum tulus meskipun diperlakukan dingin oleh keluarga Castello, Elio tahu ada sesuatu yang berbeda dari perempuan itu. Senyum itu tidak memiliki kepalsuan—sebuah hal yang sangat asing di dalam lingkaran sosial mereka yang dipenuhi topeng keserakahan. Saat perempuan itu diam-diam membantunya melewati masa sulit. Ketika Elio terpuruk akibat kegagalan proyek pertamanya dan dijauhi oleh seluruh paman serta sepupunya, hanya Aixa yang menyeduhkan teh hangat, duduk di sampingnya dalam diam, dan membisikkan kata-kata penyemangat tanpa menuntut imbalan apa

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 102

    Pengakuan Elio Beberapa orang di sekitar mulai melirik ke arah mereka. Ketegangan yang memancar kuat dari sudut ruang tunggu VIP itu terlalu menusuk untuk diabaikan. Pasangan pengusaha yang duduk tak jauh dari sana menghentikan obrolan bisik-bisik mereka, sementara petugas bandara yang bertugas di area bar hanya bisa menelan ludah, bingung apakah harus campur tangan atau berpura-pura tidak melihat percekcokan dua pria berpengaruh dari keluarga Castello tersebut. Namun Elio tidak peduli. Dunia di sekitarnya seolah menguap, meninggalkan hanya dirinya dan sosok paman yang selama ini ia segani sekaligus ia takuti. Rasa takut itu telah lenyap sepenuhnya, berganti menjadi keberanian nekat yang dipicu oleh rasa sakit hati dan penyesalan yang membakar dada. "Selama ini aku selalu menghormatimu," lanjutnya, suaranya kini terdengar lebih bergetar namun sarat akan penekanan yang dalam. "Kau membesarkanku. Kau memberiku tempat di keluarga ini. Kau mengajariku cara mengelola bisnis, cara b

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   bab 101

    Pengasingan di Bandara Bandara internasional tampak sibuk seperti biasa. Di balik dinding-dinding kaca tebal yang menjulang tinggi, kesibukan dunia seolah bergerak tanpa henti. Suara pengumuman penerbangan bergema secara bersahut-sahutan dalam berbagai bahasa, bercampur dengan derak roda koper di atas lantai marmer yang mengkilat, riuh rendah langkah kaki, serta isak tangis perpisahan dan tawa kehangatan dari orang-orang yang saling memeluk. Ada yang bersiap menjelajahi dunia, ada yang kembali ke pelukan keluarga, dan ada pula yang terburu-buru mengejar jadwal penerbangan mereka. Semua orang bergerak menuju takdir masing-masing dengan membawa harapannya sendiri. Namun di salah satu ruang tunggu VIP yang terisolasi dari keramaian umum, suasana terasa jauh lebih mencekam. Di dalam ruangan berdinding kayu mahoni bernuansa redup itu, udara dingin dari pendingin ruangan terasa menusuk hingga ke tulang. Tidak ada kehangatan, tidak ada gelak tawa, dan tidak ada harapan. Yang ada hanyalah

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 100

    Penyesalan Abadi** Hujan turun deras saat Aixa berdiri di depan gedung pengadilan. Tetesan air menderas dari tirai langit yang kelam, menghantam pelataran beton bertulang yang dingin. Suara gemuruh petir menyapu angkasa, beradu dengan bisingnya roda-roda kendaraan yang melintas cepat di jalan raya utama. Langit seolah meratapi kehancuran dari sebuah takdir yang dipaksa patah di tengah jalan. Di tengah guyuran badai yang membasahi gaun sederhananya, Aixa berdiri mematung. Tubuhnya yang mungil tampak teramat rapuh di antara megahnya pilar-pilar batu gedung pengadilan agama dan hukum keluarga tersebut. Dokumen perceraian berada dalam genggamannya. Kertas tebal berlapis sampul resmi itu terasa begitu berat, seolah menopang seluruh beban penderitaan yang harus ia tanggung sendirian. Tinta hitam yang mencantumkan nama Fernando Castello dan namanya tertera sangat jelas, mengesahkan bahwa ikatan ikrar suci yang pernah terucap di hadapan Tuhan kini telah runtuh secara hukum dan moral. Ta

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 99

    Tanda Tangan dan Rahasia Terbongkar** Keesokan paginya, langit kota tertutup kabut tebal yang dingin. Belum sempat matahari menembus pekatnya awan, berita baru mengguncang publik dengan skala yang jauh lebih masif daripada hari sebelumnya. *Fernando Castello Resmi Mengajukan Gugatan Cerai terhadap Istrinya.* Skandal itu meledak lebih besar. Jagat maya gempar, media televisi menayangkan liputan khusus secara maraton, dan berbagai spekulasi liar bermunculan di setiap sudut kota. Keputusan cepat sang miliarder dinilai oleh publik sebagai bentuk pengakuan tidak langsung atas kebenaran video skandal tersebut. Langkah ekstrem yang diambil Fernando alih-alih meredakan situasi, justru makin memicu gejolak liar di pasar finansial. Saham Castello Group kembali merosot tajam. Grafik merah merosot ke titik terendah dalam lima tahun terakhir, memicu kepanikan massal di kalangan investor minoritas. Namun kali ini, Fernando tidak menunjukkan reaksi apa pun. Pria itu duduk membisu di bali

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 98

    Batas Akhir Sebuah Pilihan** Dunia Aixa runtuh dalam sekejap. Setiap sudut ruangan tempat ia berdiri mendadak terasa begitu asing dan menekan. Rasa sakit yang menjalar dari dadanya melumpuhkan seluruh inderanya, menyisakan kehampaan yang luar biasa dingin. Ia menggeleng pelan, seolah berusaha menolak kenyataan bahwa pria yang dicintainya sepenuh hati justru menjadi sosok yang menancapkan belati paling dalam di dadanya. Tatapan matanya dipenuhi luka—sebuah penderitaan yang begitu jernih dan jujur, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa iba. "Setelah semua yang terjadi..." bisik Aixa dengan suara yang nyaris tak terdengar. Suaranya gemetar, tertahan di antara napasnya yang patah-patah. "Aixa," panggil Fernando. Suara pria itu berat, tersendut oleh keraguan yang terus berkecamuk di dalam dadanya. "Setelah semua yang kulalui bersamamu..." lanjut Aixa, memotong ucapan Fernando. Kata-katanya menuntut sebuah pengakuan, sebuah pembelaan, atau sekadar genggaman tangan yang mampu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status