Share

Bab 12

Penulis: Caca
last update Tanggal publikasi: 2026-07-13 05:40:26

**"Jadi... pernikahan mereka hanyalah pernikahan kontrak..."**

Suara itu terdengar sangat pelan dari lorong servis yang terhubung dengan balkon belakang kamar utama.

Wanita itu sebenarnya sama sekali tidak berniat menguping percakapan Aixa dan Fernando. Awalnya, ia hanya ingin mengetuk pintu kamar Fernando. Namun sebelum sempat melakukannya, ucapan Fernando tentang pernikahan kontrak membuat tubuhnya membeku karena terkejut.

Ia hanya bisa berdiri di sana sambil menahan napas, mata membelalak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 98

    Batas Akhir Sebuah Pilihan** Dunia Aixa runtuh dalam sekejap. Setiap sudut ruangan tempat ia berdiri mendadak terasa begitu asing dan menekan. Rasa sakit yang menjalar dari dadanya melumpuhkan seluruh inderanya, menyisakan kehampaan yang luar biasa dingin. Ia menggeleng pelan, seolah berusaha menolak kenyataan bahwa pria yang dicintainya sepenuh hati justru menjadi sosok yang menancapkan belati paling dalam di dadanya. Tatapan matanya dipenuhi luka—sebuah penderitaan yang begitu jernih dan jujur, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa iba. "Setelah semua yang terjadi..." bisik Aixa dengan suara yang nyaris tak terdengar. Suaranya gemetar, tertahan di antara napasnya yang patah-patah. "Aixa," panggil Fernando. Suara pria itu berat, tersendut oleh keraguan yang terus berkecamuk di dalam dadanya. "Setelah semua yang kulalui bersamamu..." lanjut Aixa, memotong ucapan Fernando. Kata-katanya menuntut sebuah pengakuan, sebuah pembelaan, atau sekadar genggaman tangan yang mampu

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 97

    Keputusan yang Meremukkan** Di rumah utama keluarga Castello, Aixa duduk sendirian di ruang tamu yang teramat luas. Keheningan di dalam ruangan itu terasa begitu memekakkan telinga, berbanding terbalik dengan kebisingan yang sedang membakar dunia di luar sana. Cahaya redup dari layar televisi besar menjadi satu-satunya sumber penerangan yang menyinari wajah pucatnya. Pandangan kosongnya tertuju ke layar televisi. Berita demi berita terus berganti, namun topik utamanya tetap sama. Gambar dirinya—beberapa diambil secara sembunyi-sembunyi dari masa lalu, dan beberapa lainnya dipotong dari rekaman video yang dimanipulasi—terpampang jelas di hadapan jutaan pasang mata. Ia mendengar namanya disebut berkali-kali. Disertai hinaan. Fitnah. Penilaian dari orang-orang yang bahkan tidak mengenalnya, orang-orang yang tidak pernah tahu sejengkal pun tentang kehidupannya, rasa sakitnya, atau pengorbanannya. Bagi para komentator TV dan netizen di media sosial, Aixa hanyalah seorang wani

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 96

    Gelombang Fitnah dan Keraguan** Pagi itu, nama besar keluarga Castello mendadak menjadi sasaran empuk koran nasional dan tabloid daring. Foto-foto gedung megah Castello Group disandingkan dengan potret buram Aixa dan sebuah rekaman layar yang menyebarkan rasa jijik. Judul demi judul bermunculan tanpa ampun, mencoreng kehormatan yang telah dibangun selama berpuluh-puluh tahun dalam hitungan jam. *Istri Fernando Castello Terlibat Skandal dengan Keponakannya Sendiri.* *Video Intim Menyeret Nama Besar Castello Group.* *Krisis Kepercayaan Menghantam Keluarga Castello.* Pengait narasi di media sosial bergerak cepat ibarat api menyambar jerami kering. Tagar mengenai skandal tersebut memuncaki daftar tren, memicu jutaan komentar yang menghakimi. Meskipun tim teknologi informasi dan tim peretas internal Fernando telah menemukan indikasi kuat bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital tingkat tinggi, penyelidikan lengkap untuk membongkar berkas sumber membutuhkan waktu yang ta

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 95

    Janji Fernando Fernando terdiam. Aixa akhirnya menoleh. Mata mereka bertemu. "Aku tidak pernah mengkhianatimu." Tatapan Fernando melembut sesaat. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, ponselnya berdering. Sebuah pesan masuk—laporan awal dari timnya. Fernando membaca isi pesan itu dengan wajah berubah dingin: Terdapat indikasi kuat bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital. Sumber penyebaran pertama sedang dilacak. Tatapan Fernando perlahan terangkat menuju Aixa. Perempuan itu masih duduk dengan mata sembap. Lelah. Terluka. Tetapi tetap berusaha mempertahankan martabatnya. Fernando menggenggam ponselnya erat. Sesuatu yang menyerupai amarah mulai tumbuh dalam dirinya. Bukan kepada Aixa, melainkan kepada siapa pun yang telah menyeret nama istrinya ke dalam lumpur. "Aixa." Perempuan itu tidak menjawab. Fernando melangkah mendekat. "Kau tidak perlu keluar rumah besok." Aixa tertawa pelan tanpa humor. "Karena kau malu?" Fernando menggeleng. "Karena aku tidak i

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 94

    Batas Datar dan Dingin Malam itu, Fernando berada di ruang kerjanya. Layar laptop menampilkan video yang sama berkali-kali. Dengan ekspresi datar, ia memperhatikan setiap detail: gerakan mata, bayangan cahaya, perpindahan sudut kamera. Sesuatu terasa tidak tepat. Fernando mengambil ponselnya. "Hubungi tim digital forensik." Pria di seberang telepon langsung menjawab, "Baik, Tuan." "Aku ingin hasil secepat mungkin." "Apakah ada tenggat waktu?" Fernando memandang layar laptop. "Dalam dua puluh empat jam." Setelah panggilan berakhir, Fernando bersandar di kursinya. Tatapannya kosong. Ia teringat wajah Aixa saat berkata bahwa dirinya tidak bersalah. Air mata perempuan itu. Nada suaranya yang bergetar. Dan pertanyaan sederhana yang belum dijawabnya: Apa kau meragukanku? Fernando menutup laptop. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia menyadari sesuatu. Jika benar video itu palsu, maka Aixa sedang menghadapi penghinaan yang luar biasa. Dan selama ini... ia harus menghadapinya

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 93

    Kepuasan Semu Ketegangan antara Fernando dan Elio semakin membakar udara. Aixa menundukkan kepala. Ia terlalu lelah untuk menjadi alasan pertengkaran baru di antara mereka. Sementara itu, di sisi lain kota, Valeria tersenyum puas melihat kekacauan yang baru saja diciptakannya. "Aku ingin melihat berapa lama Fernando tetap mempertahankannya," ujarnya sambil menyeruput kopinya. Catalina terkekeh kecil. "Video itu sudah tersebar ke mana-mana. Wajah Aixa pasti sangat menyedihkan sekarang." Catalina menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Bagaimana kalau Fernando tetap percaya padanya?" Senyum Valeria perlahan memudar. "Itu tidak akan terjadi." "Terlalu yakin?" Valeria meletakkan cangkirnya. "Laki-laki bisa memaafkan banyak hal. Tapi penghinaan terhadap harga dirinya adalah pengecualian." Catalina tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita lihat saja." Namun tak satu pun dari mekeka menyadari bahwa badai yang mereka ciptakan mulai berbalik arah. Lampu-lampu gantung kristal di dalam penthouse

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status