Share

Bab 11

Author: Caca
last update publish date: 2026-07-13 05:38:21

Suara langkah kaki itu semakin mendekat.

Setiap bunyi sepatu yang menghantam lantai koridor terdengar seperti palu yang memukul jantung Aixa.

Aixa tetap membeku di samping tempat tidur, tepat di tempat ia berdiri saat berbicara dengan Elio beberapa saat yang lalu. Sementara itu, pikirannya berputar liar tanpa kendali.

Elio baru saja pergi. Baru saja. Jika Fernando masuk saat ini, bagaimana ia harus menjelaskan semuanya?

Tanpa sadar, kedua tangannya mengepal erat karena frustrasi. Keringat dingi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 93

    Kepuasan Semu Ketegangan antara Fernando dan Elio semakin membakar udara. Aixa menundukkan kepala. Ia terlalu lelah untuk menjadi alasan pertengkaran baru di antara mereka. Sementara itu, di sisi lain kota, Valeria tersenyum puas melihat kekacauan yang baru saja diciptakannya. "Aku ingin melihat berapa lama Fernando tetap mempertahankannya," ujarnya sambil menyeruput kopinya. Catalina terkekeh kecil. "Video itu sudah tersebar ke mana-mana. Wajah Aixa pasti sangat menyedihkan sekarang." Catalina menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Bagaimana kalau Fernando tetap percaya padanya?" Senyum Valeria perlahan memudar. "Itu tidak akan terjadi." "Terlalu yakin?" Valeria meletakkan cangkirnya. "Laki-laki bisa memaafkan banyak hal. Tapi penghinaan terhadap harga dirinya adalah pengecualian." Catalina tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita lihat saja." Namun tak satu pun dari mekeka menyadari bahwa badai yang mereka ciptakan mulai berbalik arah. Lampu-lampu gantung kristal di dalam penthouse

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 92

    Pertanyaan Tanpa Jawaban Aura dingin Fernando langsung memenuhi ruangan. Tatapannya berpindah dari Elio menuju Aixa, lalu berhenti pada ponsel yang masih berada dalam genggaman istrinya. "Kalian sudah melihatnya?" tanyanya datar. Nada suaranya terlalu tenang. Justru itu yang membuat Aixa semakin takut. Fernando melangkah mendekat. "Siapa yang menyebarkannya?" Aixa membuka mulut, tetapi tidak ada suara yang keluar. Elio maju selangkah. "Kemungkinan besar Valeria dan Catalina." Tatapan Fernando berubah tajam. "Apa kau punya bukti?" "Belum." Fernando mengalihkan pandangan kepada Aixa. "Kau menontonnya?" Aixa menggigit bibir. "Hanya beberapa detik." "Dan?" "Itu video rekayasa." Keheningan memenuhi ruangan. Fernando tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Pria itu hanya berdiri tegak dengan sorot mata yang sulit dibaca. "Apa kau meragukanku?" tanya Aixa pelan. Fernando tidak segera menjawab. Hening itu terasa begitu menyiksa, sampai akhirnya pria itu berkata, "Aku tidak mengambil

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 91

    Gelombang Fitnah Ponsel Aixa bergetar tanpa henti di atas meja dapur. Satu pesan masuk. Lalu dua. Kemudian puluhan notifikasi membanjiri layar. Dahinya berkerut. Ada sesuatu yang tidak biasa. Grup keluarga yang biasanya sunyi mendadak ramai. Bahkan beberapa nomor yang tidak dikenalnya ikut menghubunginya. Dengan jantung berdegup tidak menentu, Aixa membuka salah satu pesan. Sebuah video—disertai kalimat singkat: "Ternyata begini wajah asli menantu keluarga Castello." Tubuh Aixa membeku. Tangannya gemetar saat menekan tombol putar. Beberapa detik pertama membuat napasnya tercekat. Wajah perempuan dalam video itu adalah dirinya, sementara pria di sampingnya tampak seperti Elio. Aixa langsung menghentikan tayangan itu sebelum berlanjut lebih jauh. "Apa ini..." bisiknya pelan. Wajahnya memucat. "Itu bukan aku." Air matanya hampir jatuh. Ia mengenali tubuhnya sendiri sebagai hasil manipulasi. Gerakan bibir, sudut wajah, bahkan pencahayaan dalam video itu tampak janggal jika diperh

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 90

    Bab 90: Tawa Pertama Malam harinya, suasana mansion Castello tenggelam dalam kesunyian yang mendalam. Jarum jam dinding menunjuk ke angka dua pagi ketika Aixa perlahan terbangun karena rasa haus yang mengeringkan tenggorokannya. Kesadaran yang perlahan terkumpul membuatnya bergerak hendak turun dari tempat tidur. Namun saat meraba area di sebelahnya, ia menyadari sisi ranjang Fernando kosong dan sudah terasa dingin. Dengan rasa penasaran dan keheranan yang menyelimuti pikirannya, Aixa bangkit, membenahi gaun tidurnya, lalu melangkah keluar dari kamar utama dengan jejak kaki yang hampir tak terdengar. Koridor panjang lantai atas tampak remang-remang, hanya diterangi oleh lampu-lampu dinding yang redup. Namun di ujung lorong, garis cahaya kuning keemasan menerobos dari balik pintu yang sedikit terbuka. Lampu ruang kerja Fernando masih menyala terang. Aixa melangkah mendekat, berdiri sejenak di depan pintu kayu tebal itu sebelum memajukan tangannya untuk mengetuk pelan. "Masuk." Suara

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 89

    **Bab 89: Bayangan Masa Lalu** Tidak semua orang merasakan kegembiraan dan kehangatan yang sama. Sementara kehangatan dan harapan baru menyelimuti seluruh sudut mansion Castello, mendung tipis dan bayangan masa lalu justru menggelayut di kediaman lain yang berjarak tak jauh dari sana. Elio berdiri di balkon kamarnya sambil menatap lurus ke arah taman belakang. Angin sore yang berhembus lembut meniup pelan helai-helai rambutnya, namun tatapannya tetap kosong, menembus jauh ke hamparan rumput hijau yang tak lagi mampu menyegarkan matanya yang redup. "Jadi kau hanya akan menyerah begitu saja?" Suara Catalina memecah kesunyian yang hening, membuat Elio menoleh pelan dengan gerakan lambat. Perempuan itu berdiri anggun di ambang pintu balkon, menyilangkan kedua tangannya di dada dengan tatapan menuntut yang dipenuhi ketidakpuasan. "Apa maksudmu?" tanya Elio pendek, suaranya terdengar serak, berat, dan menyimpan keletihan jiwa yang teramat sangat. Catalina melangkah mendekat, menghentak

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 88

    **Bab 88: Pengakuan di Ruang Kerja** Sementara itu, di ruang kerja pribadinya yang didominasi warna kayu mahoni gelap dan pencahayaan temaram dari lampu meja bergaya klasik, Fernando duduk memandangi hasil pemeriksaan kehamilan Aixa. Foto cetakan USG berukuran kecil dengan latar hitam dan pola abu-abu itu terletak tepat di sebelah dokumen investasi bernilai miliaran rupiah yang baru saja selesai ia tinjau. Usia kandungan Aixa masih sangat muda, hanya berupa titik kecil yang belum berbentuk sempurna sebagai manusia. Namun fakta sederhana bahwa ada sebuah kehidupan baru yang tumbuh dan berkembang karena dirinya membuat sesuatu yang sangat mendasar dalam diri Fernando berubah secara perlahan. Pria yang selama ini menyandarkan seluruh hidupnya pada logika dingin, kalkulasi angka-angka finansial, dan kendali mutlak atas segala situasi, kini harus berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar jangkauan kontrolnya: sebuah keajaiban alam bernyawa yang dipanggil keluarga. Fernando menyan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status