مشاركة

Bab 97

مؤلف: Caca
last update تاريخ النشر: 2026-09-19 05:29:22

Keputusan yang Meremukkan**

Di rumah utama keluarga Castello, Aixa duduk sendirian di ruang tamu yang teramat luas. Keheningan di dalam ruangan itu terasa begitu memekakkan telinga, berbanding terbalik dengan kebisingan yang sedang membakar dunia di luar sana. Cahaya redup dari layar televisi besar menjadi satu-satunya sumber penerangan yang menyinari wajah pucatnya.

Pandangan kosongnya tertuju ke layar televisi.

Berita demi berita terus berganti, namun topik utamanya tetap sama. Gambar d
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 97

    Keputusan yang Meremukkan** Di rumah utama keluarga Castello, Aixa duduk sendirian di ruang tamu yang teramat luas. Keheningan di dalam ruangan itu terasa begitu memekakkan telinga, berbanding terbalik dengan kebisingan yang sedang membakar dunia di luar sana. Cahaya redup dari layar televisi besar menjadi satu-satunya sumber penerangan yang menyinari wajah pucatnya. Pandangan kosongnya tertuju ke layar televisi. Berita demi berita terus berganti, namun topik utamanya tetap sama. Gambar dirinya—beberapa diambil secara sembunyi-sembunyi dari masa lalu, dan beberapa lainnya dipotong dari rekaman video yang dimanipulasi—terpampang jelas di hadapan jutaan pasang mata. Ia mendengar namanya disebut berkali-kali. Disertai hinaan. Fitnah. Penilaian dari orang-orang yang bahkan tidak mengenalnya, orang-orang yang tidak pernah tahu sejengkal pun tentang kehidupannya, rasa sakitnya, atau pengorbanannya. Bagi para komentator TV dan netizen di media sosial, Aixa hanyalah seorang wani

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 96

    Gelombang Fitnah dan Keraguan** Pagi itu, nama besar keluarga Castello mendadak menjadi sasaran empuk koran nasional dan tabloid daring. Foto-foto gedung megah Castello Group disandingkan dengan potret buram Aixa dan sebuah rekaman layar yang menyebarkan rasa jijik. Judul demi judul bermunculan tanpa ampun, mencoreng kehormatan yang telah dibangun selama berpuluh-puluh tahun dalam hitungan jam. *Istri Fernando Castello Terlibat Skandal dengan Keponakannya Sendiri.* *Video Intim Menyeret Nama Besar Castello Group.* *Krisis Kepercayaan Menghantam Keluarga Castello.* Pengait narasi di media sosial bergerak cepat ibarat api menyambar jerami kering. Tagar mengenai skandal tersebut memuncaki daftar tren, memicu jutaan komentar yang menghakimi. Meskipun tim teknologi informasi dan tim peretas internal Fernando telah menemukan indikasi kuat bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital tingkat tinggi, penyelidikan lengkap untuk membongkar berkas sumber membutuhkan waktu yang ta

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 95

    Janji Fernando Fernando terdiam. Aixa akhirnya menoleh. Mata mereka bertemu. "Aku tidak pernah mengkhianatimu." Tatapan Fernando melembut sesaat. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, ponselnya berdering. Sebuah pesan masuk—laporan awal dari timnya. Fernando membaca isi pesan itu dengan wajah berubah dingin: Terdapat indikasi kuat bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital. Sumber penyebaran pertama sedang dilacak. Tatapan Fernando perlahan terangkat menuju Aixa. Perempuan itu masih duduk dengan mata sembap. Lelah. Terluka. Tetapi tetap berusaha mempertahankan martabatnya. Fernando menggenggam ponselnya erat. Sesuatu yang menyerupai amarah mulai tumbuh dalam dirinya. Bukan kepada Aixa, melainkan kepada siapa pun yang telah menyeret nama istrinya ke dalam lumpur. "Aixa." Perempuan itu tidak menjawab. Fernando melangkah mendekat. "Kau tidak perlu keluar rumah besok." Aixa tertawa pelan tanpa humor. "Karena kau malu?" Fernando menggeleng. "Karena aku tidak i

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 94

    Batas Datar dan Dingin Malam itu, Fernando berada di ruang kerjanya. Layar laptop menampilkan video yang sama berkali-kali. Dengan ekspresi datar, ia memperhatikan setiap detail: gerakan mata, bayangan cahaya, perpindahan sudut kamera. Sesuatu terasa tidak tepat. Fernando mengambil ponselnya. "Hubungi tim digital forensik." Pria di seberang telepon langsung menjawab, "Baik, Tuan." "Aku ingin hasil secepat mungkin." "Apakah ada tenggat waktu?" Fernando memandang layar laptop. "Dalam dua puluh empat jam." Setelah panggilan berakhir, Fernando bersandar di kursinya. Tatapannya kosong. Ia teringat wajah Aixa saat berkata bahwa dirinya tidak bersalah. Air mata perempuan itu. Nada suaranya yang bergetar. Dan pertanyaan sederhana yang belum dijawabnya: Apa kau meragukanku? Fernando menutup laptop. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia menyadari sesuatu. Jika benar video itu palsu, maka Aixa sedang menghadapi penghinaan yang luar biasa. Dan selama ini... ia harus menghadapinya

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 93

    Kepuasan Semu Ketegangan antara Fernando dan Elio semakin membakar udara. Aixa menundukkan kepala. Ia terlalu lelah untuk menjadi alasan pertengkaran baru di antara mereka. Sementara itu, di sisi lain kota, Valeria tersenyum puas melihat kekacauan yang baru saja diciptakannya. "Aku ingin melihat berapa lama Fernando tetap mempertahankannya," ujarnya sambil menyeruput kopinya. Catalina terkekeh kecil. "Video itu sudah tersebar ke mana-mana. Wajah Aixa pasti sangat menyedihkan sekarang." Catalina menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Bagaimana kalau Fernando tetap percaya padanya?" Senyum Valeria perlahan memudar. "Itu tidak akan terjadi." "Terlalu yakin?" Valeria meletakkan cangkirnya. "Laki-laki bisa memaafkan banyak hal. Tapi penghinaan terhadap harga dirinya adalah pengecualian." Catalina tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita lihat saja." Namun tak satu pun dari mekeka menyadari bahwa badai yang mereka ciptakan mulai berbalik arah. Lampu-lampu gantung kristal di dalam penthouse

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 92

    Pertanyaan Tanpa Jawaban Aura dingin Fernando langsung memenuhi ruangan. Tatapannya berpindah dari Elio menuju Aixa, lalu berhenti pada ponsel yang masih berada dalam genggaman istrinya. "Kalian sudah melihatnya?" tanyanya datar. Nada suaranya terlalu tenang. Justru itu yang membuat Aixa semakin takut. Fernando melangkah mendekat. "Siapa yang menyebarkannya?" Aixa membuka mulut, tetapi tidak ada suara yang keluar. Elio maju selangkah. "Kemungkinan besar Valeria dan Catalina." Tatapan Fernando berubah tajam. "Apa kau punya bukti?" "Belum." Fernando mengalihkan pandangan kepada Aixa. "Kau menontonnya?" Aixa menggigit bibir. "Hanya beberapa detik." "Dan?" "Itu video rekayasa." Keheningan memenuhi ruangan. Fernando tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Pria itu hanya berdiri tegak dengan sorot mata yang sulit dibaca. "Apa kau meragukanku?" tanya Aixa pelan. Fernando tidak segera menjawab. Hening itu terasa begitu menyiksa, sampai akhirnya pria itu berkata, "Aku tidak mengambil

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status