Share

Bab 50

Author: Caca
last update publish date: 2026-07-13 17:01:35

**Batas yang Mulai Retak, Bagian 1**

"Mom... Mommy," Aixa tergagap, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu tak beraturan.

Sesaat, tak ada jawaban.

Sovia hanya berdiri di tempatnya, menatap Aixa dalam diam. Tak ada sedikit pun penghakiman di matanya, tetapi tatapannya juga tidak bergeming. Sorot mata yang lembut itu justru jauh lebih sulit dihadapi daripada kemarahan.

Aixa yang lebih dulu menundukkan kepala.

Ia tak sanggup lagi menatap mata ibu mertuanya.

Jari-jarinya mencengkeram uj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 100

    Penyesalan Abadi** Hujan turun deras saat Aixa berdiri di depan gedung pengadilan. Tetesan air menderas dari tirai langit yang kelam, menghantam pelataran beton bertulang yang dingin. Suara gemuruh petir menyapu angkasa, beradu dengan bisingnya roda-roda kendaraan yang melintas cepat di jalan raya utama. Langit seolah meratapi kehancuran dari sebuah takdir yang dipaksa patah di tengah jalan. Di tengah guyuran badai yang membasahi gaun sederhananya, Aixa berdiri mematung. Tubuhnya yang mungil tampak teramat rapuh di antara megahnya pilar-pilar batu gedung pengadilan agama dan hukum keluarga tersebut. Dokumen perceraian berada dalam genggamannya. Kertas tebal berlapis sampul resmi itu terasa begitu berat, seolah menopang seluruh beban penderitaan yang harus ia tanggung sendirian. Tinta hitam yang mencantumkan nama Fernando Castello dan namanya tertera sangat jelas, mengesahkan bahwa ikatan ikrar suci yang pernah terucap di hadapan Tuhan kini telah runtuh secara hukum dan moral. Ta

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 99

    Tanda Tangan dan Rahasia Terbongkar** Keesokan paginya, langit kota tertutup kabut tebal yang dingin. Belum sempat matahari menembus pekatnya awan, berita baru mengguncang publik dengan skala yang jauh lebih masif daripada hari sebelumnya. *Fernando Castello Resmi Mengajukan Gugatan Cerai terhadap Istrinya.* Skandal itu meledak lebih besar. Jagat maya gempar, media televisi menayangkan liputan khusus secara maraton, dan berbagai spekulasi liar bermunculan di setiap sudut kota. Keputusan cepat sang miliarder dinilai oleh publik sebagai bentuk pengakuan tidak langsung atas kebenaran video skandal tersebut. Langkah ekstrem yang diambil Fernando alih-alih meredakan situasi, justru makin memicu gejolak liar di pasar finansial. Saham Castello Group kembali merosot tajam. Grafik merah merosot ke titik terendah dalam lima tahun terakhir, memicu kepanikan massal di kalangan investor minoritas. Namun kali ini, Fernando tidak menunjukkan reaksi apa pun. Pria itu duduk membisu di bali

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 98

    Batas Akhir Sebuah Pilihan** Dunia Aixa runtuh dalam sekejap. Setiap sudut ruangan tempat ia berdiri mendadak terasa begitu asing dan menekan. Rasa sakit yang menjalar dari dadanya melumpuhkan seluruh inderanya, menyisakan kehampaan yang luar biasa dingin. Ia menggeleng pelan, seolah berusaha menolak kenyataan bahwa pria yang dicintainya sepenuh hati justru menjadi sosok yang menancapkan belati paling dalam di dadanya. Tatapan matanya dipenuhi luka—sebuah penderitaan yang begitu jernih dan jujur, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa iba. "Setelah semua yang terjadi..." bisik Aixa dengan suara yang nyaris tak terdengar. Suaranya gemetar, tertahan di antara napasnya yang patah-patah. "Aixa," panggil Fernando. Suara pria itu berat, tersendut oleh keraguan yang terus berkecamuk di dalam dadanya. "Setelah semua yang kulalui bersamamu..." lanjut Aixa, memotong ucapan Fernando. Kata-katanya menuntut sebuah pengakuan, sebuah pembelaan, atau sekadar genggaman tangan yang mampu

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 97

    Keputusan yang Meremukkan** Di rumah utama keluarga Castello, Aixa duduk sendirian di ruang tamu yang teramat luas. Keheningan di dalam ruangan itu terasa begitu memekakkan telinga, berbanding terbalik dengan kebisingan yang sedang membakar dunia di luar sana. Cahaya redup dari layar televisi besar menjadi satu-satunya sumber penerangan yang menyinari wajah pucatnya. Pandangan kosongnya tertuju ke layar televisi. Berita demi berita terus berganti, namun topik utamanya tetap sama. Gambar dirinya—beberapa diambil secara sembunyi-sembunyi dari masa lalu, dan beberapa lainnya dipotong dari rekaman video yang dimanipulasi—terpampang jelas di hadapan jutaan pasang mata. Ia mendengar namanya disebut berkali-kali. Disertai hinaan. Fitnah. Penilaian dari orang-orang yang bahkan tidak mengenalnya, orang-orang yang tidak pernah tahu sejengkal pun tentang kehidupannya, rasa sakitnya, atau pengorbanannya. Bagi para komentator TV dan netizen di media sosial, Aixa hanyalah seorang wani

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 96

    Gelombang Fitnah dan Keraguan** Pagi itu, nama besar keluarga Castello mendadak menjadi sasaran empuk koran nasional dan tabloid daring. Foto-foto gedung megah Castello Group disandingkan dengan potret buram Aixa dan sebuah rekaman layar yang menyebarkan rasa jijik. Judul demi judul bermunculan tanpa ampun, mencoreng kehormatan yang telah dibangun selama berpuluh-puluh tahun dalam hitungan jam. *Istri Fernando Castello Terlibat Skandal dengan Keponakannya Sendiri.* *Video Intim Menyeret Nama Besar Castello Group.* *Krisis Kepercayaan Menghantam Keluarga Castello.* Pengait narasi di media sosial bergerak cepat ibarat api menyambar jerami kering. Tagar mengenai skandal tersebut memuncaki daftar tren, memicu jutaan komentar yang menghakimi. Meskipun tim teknologi informasi dan tim peretas internal Fernando telah menemukan indikasi kuat bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital tingkat tinggi, penyelidikan lengkap untuk membongkar berkas sumber membutuhkan waktu yang ta

  • Obsesi Terlarang Menikah Kontrak Dengan Pama   Bab 95

    Janji Fernando Fernando terdiam. Aixa akhirnya menoleh. Mata mereka bertemu. "Aku tidak pernah mengkhianatimu." Tatapan Fernando melembut sesaat. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, ponselnya berdering. Sebuah pesan masuk—laporan awal dari timnya. Fernando membaca isi pesan itu dengan wajah berubah dingin: Terdapat indikasi kuat bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital. Sumber penyebaran pertama sedang dilacak. Tatapan Fernando perlahan terangkat menuju Aixa. Perempuan itu masih duduk dengan mata sembap. Lelah. Terluka. Tetapi tetap berusaha mempertahankan martabatnya. Fernando menggenggam ponselnya erat. Sesuatu yang menyerupai amarah mulai tumbuh dalam dirinya. Bukan kepada Aixa, melainkan kepada siapa pun yang telah menyeret nama istrinya ke dalam lumpur. "Aixa." Perempuan itu tidak menjawab. Fernando melangkah mendekat. "Kau tidak perlu keluar rumah besok." Aixa tertawa pelan tanpa humor. "Karena kau malu?" Fernando menggeleng. "Karena aku tidak i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status