Beranda / Romansa / Obsesi Tuan Kaivan / Bab 30 Kabar Baik dari Rumah Sakit

Share

Bab 30 Kabar Baik dari Rumah Sakit

Penulis: Ibu3Dara
last update Tanggal publikasi: 2026-08-11 23:00:23

Alesha segera mengangkat panggilan itu dengan tangan yang sedikit gemetar, menempelkan ponsel ke telinganya sementara semua orang di ruangan menatapnya dengan napas tertahan, mencoba menebak kabar apa yang akan mereka dengar selanjutnya.

"Halo, ini dengan siapa?" tanya Alesha cepat dengan suara tegang. Berbagai kemungkinan langsung muncul di pikirannya.

Suara di seberang

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 33 Langkah Mundur

    Alesha yang masih berdiri di balik kaca jendela merasakan dadanya semakin sesak mendengar permintaan mendesak Kaivan untuk bertemu dengannya. Air mata yang sejak tadi sudah menggenang kini mengalir semakin deras, membasahi pipinya tanpa bisa ia tahan lagi. Ia mundur perlahan dari jendela itu, tidak sanggup lagi menyaksikan pemandangan yang begitu menyayat hatinya sendiri.Alesha bergegas melangkah menjauh dari ruang ICU, langkahnya semakin cepat seiring dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti, seolah setiap detik yang ia habiskan di lorong rumah sakit itu membuat dadanya semakin terasa sesak dan sulit bernapas."Alesha!" Suara Reyhan yang kebetulan sedang berjalan di lorong yang sama memanggil namanya, membuat langkah Alesha sedikit terhenti meski ia tidak sepenuhnya menoleh ke arah suara itu.Reyhan segera menghampiri Alesha yang tampak begitu terburu-buru, wajahnya menunjukkan kekhawatiran begitu melihat kondisi gadis itu yang basah oleh air mata dan terlihat begitu ingin se

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 32 Nama yang Terus Dipanggil

    Adrian dan Lavienna bergegas mengikuti perawat itu menuju ruang ICU dengan langkah cepat, jantung mereka berdebar kencang antara rasa lega dan cemas yang bercampur menjadi satu. Alesha yang tadinya ikut melangkah mendadak berhenti di depan pintu, memilih untuk tidak masuk dan hanya mengintip dari balik kaca jendela ruang ICU yang tidak sepenuhnya tertutup tirai."Kaivan! Anakku!" seru Lavienna begitu masuk ke dalam ruangan, langsung menghambur mendekati ranjang tempat Kaivan terbaring dengan mata yang kini terbuka meski masih terlihat lemah.Kaivan menoleh perlahan ke arah suara itu, matanya yang sayu mencoba fokus menatap sosok ibunya yang berdiri dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi membasahi wajahnya."Mama..." lirih Kaivan dengan suara serak, jelas masih begitu lemah setelah sekian lama tidak sadarka

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 31 Kenangan yang Terlupakan

    Alesha terdiam sejenak mendengar pertanyaan Lavienna, matanya menerawang jauh mengenang kembali kejadian yang sudah begitu lama ia coba kubur dalam-dalam, kejadian yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun sejak dulu. Ia menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian untuk akhirnya membuka luka lama yang selama ini ia simpan sendirian."Sebenarnya, ada satu hal yang belum pernah aku ceritakan pada siapa pun, Tante," ucap Alesha pelan, suaranya mulai bergetar menahan emosi yang tiba-tiba begitu besar menguasainya.Lavienna dan Adrian saling bertukar pandang cemas, keduanya mendekat sedikit ke arah Alesha, menunjukkan perhatian penuh yang begitu tulus untuk mendengarkan apa pun yang akan disampaikan gadis itu selanjutnya."Ceritakan saja, Alesha. Kami akan mendengarkan," ucap Lavienna lembut, tangannya terulur menggenggam tangan Alesha yang mulai terasa dingin karena kecemasan yang begitu besar.Alesha menarik napas panjang, mencoba menguatkan dirinya sendiri sebelum akhi

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 30 Kabar Baik dari Rumah Sakit

    Alesha segera mengangkat panggilan itu dengan tangan yang sedikit gemetar, menempelkan ponsel ke telinganya sementara semua orang di ruangan menatapnya dengan napas tertahan, mencoba menebak kabar apa yang akan mereka dengar selanjutnya."Halo, ini dengan siapa?" tanya Alesha cepat dengan suara tegang. Berbagai kemungkinan langsung muncul di pikirannya.Suara di seberang telepon terdengar tenang, jauh dari nada panik yang biasanya menandakan kabar buruk, membuat Alesha sedikit menghela napas meski tetap waspada mendengarkan setiap kata yang disampaikan."Kami dari pihak rumah sakit, ingin memberi tahu keluarga pasien Kaivan Adhitama agar segera datang ke rumah sakit. Ada perkembangan penting mengenai kondisinya," ucap suara di seberang telepon, tidak memberikan detail lebih lanjut yang membuat Alesha semakin penasar

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 29 Sedikit Kelegaan

    Adrian menempelkan ponsel ke telinganya dengan tangan yang masih sedikit gemetar, menunggu jawaban dari sekretaris Kaivan dengan hati yang berdebar kencang. Semua orang di ruangan itu menahan napas, menatap Adrian dengan penuh harap sambil menunggu kabar yang akan menentukan nasib perusahaan yang selama ini mereka bangun bersama."Sita, tolong cepat cek arsip dokumen Kaivan. Apa ada tanda tangan dia di dokumen investasi atau pengalihan saham baru-baru ini?" tanya Adrian tegas, suaranya berusaha terdengar tenang meski dadanya sendiri berdebar begitu keras menunggu jawaban itu.Suara di seberang telepon terdengar sedikit gugup, jelas ikut merasakan ketegangan yang tersirat dari nada bicara Adrian yang begitu mendesak itu."Baik, Pak. Saya cek dulu sebentar," ucap Sita cepat, terdengar suara kertas yang dibolak-balik dengan tergesa-gesa di seberang telepon, membuat semua orang di ruangan itu semakin menahan napas menunggu kepastian.Beberapa detik yang terasa begitu panjang berlalu, hing

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 28 Rencana Pengambilalihan

    Bimo membuka lembar dokumen terakhir itu dengan hati-hati, menyerahkannya kepada Adrian yang segera menerimanya dengan tangan yang mulai terasa dingin membayangkan kebenaran apa lagi yang harus ia hadapi setelah ini. Seisi ruangan itu kembali hening, hanya diselingi suara detak jam dinding yang terasa begitu keras di tengah ketegangan yang menyelimuti semua orang."Silakan dibaca sendiri, Pak Adrian. Saya rasa Bapak perlu melihat langsung bukti-bukti yang telah saya kumpulkan ini," ucap Bimo serius, matanya mengamati reaksi Adrian yang mulai membaca dokumen itu dengan raut wajah yang perlahan berubah semakin tegang.Adrian membaca dokumen itu dengan seksama, rahangnya semakin mengeras di setiap barisnya, hingga akhirnya ia menghela napas panjang dan menatap Bimo dengan mata yang penuh amarah yang begitu besar."Jadi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status