首頁 / Romansa / Obsesi Tuan Kaivan / Bab 38 Fokus Pemulihan

分享

Bab 38 Fokus Pemulihan

作者: Ibu3Dara
last update publish date: 2026-08-18 13:00:26

Lavienna segera menghampiri anaknya, menahan bahu Kaivan yang sudah setengah bangkit dari ranjang dengan tenaga yang masih begitu terbatas, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang begitu besar melihat tekad anaknya yang begitu terburu-buru itu.

"Kaivan, tenang dulu, Nak. Kondisimu masih belum sepenuhnya pulih, kamu baru saja pulang dari rumah sakit hari ini," ucap Lavienna cemas, tangannya mencoba menahan tubuh Kaiva

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 38 Fokus Pemulihan

    Lavienna segera menghampiri anaknya, menahan bahu Kaivan yang sudah setengah bangkit dari ranjang dengan tenaga yang masih begitu terbatas, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang begitu besar melihat tekad anaknya yang begitu terburu-buru itu."Kaivan, tenang dulu, Nak. Kondisimu masih belum sepenuhnya pulih, kamu baru saja pulang dari rumah sakit hari ini," ucap Lavienna cemas, tangannya mencoba menahan tubuh Kaivan yang masih terlihat begitu lemah untuk memaksakan diri bergerak seperti itu.Kaivan menggeleng keras kepala, matanya menatap ibunya dengan tatapan penuh keteguhan meski tubuhnya sendiri jelas belum siap untuk melakukan aktivitas seberat yang ia inginkan saat itu."Aku tidak peduli, Ma. Aku harus menemuinya sekarang, aku sudah menunggu terlalu lama," ucap Kaivan keras kepala, mencoba kembali bangkit mesk

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 37 Kebenaran yang Terungkap

    Kaivan menatap layar ponselnya yang menampilkan sebuah pesan singkat dari Vanessa, matanya membaca setiap kata dengan dahi yang semakin berkerut, wajahnya berubah pucat seiring dengan makna kalimat itu perlahan meresap ke dalam pikirannya.Pesan itu berbunyi: "Apa kamu memutuskanku karena Alesha yang selama ini menemanimu di rumah sakit, Kai?"Kaivan terdiam mematung menatap layar itu, tangannya yang tadi masih gemetar menahan amarah kini gemetar karena alasan yang begitu berbeda, pikirannya langsung dipenuhi kebingungan yang begitu besar mengingat jawaban yang ia terima dari ibunya beberapa waktu lalu."Ma," ucap Kaivan pelan, suaranya terdengar begitu berat, matanya menatap lurus ke arah Lavienna yang duduk tidak jauh darinya dengan raut wajah yang seketika berubah tegang begitu mendengar nada bicara anaknya itu.

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 36 Kata Putus dari Kaivan

    Kaivan menatap layar ponselnya yang terus bergetar dengan nama Vanessa terpampang jelas, wajahnya seketika berubah dingin dan penuh kebencian. Tangannya yang tadi masih gemetar menahan emosi kini mengepal semakin erat, tidak sanggup lagi menyentuh benda itu meski hanya untuk menolak panggilan."Ma, tolong angkat saja. Aku tidak mau bicara dengannya lagi," ucap Kaivan pelan, suaranya bergetar menahan amarah yang begitu besar, menyerahkan ponselnya kepada Lavienna yang segera menerimanya dengan tatapan penuh kemarahan yang sama besarnya.Lavienna menatap layar ponsel itu sejenak sebelum akhirnya menekan tombol hijau, mengaktifkan mode pengeras suara agar Adrian dan Kaivan bisa mendengar langsung percakapan yang akan terjadi selanjutnya."Halo, dengan siapa ini?" tanya Lavienna dengan nada dingin dan sinis, meski jelas ia sudah tahu betul siapa yang menghubungi ponsel anaknya itu.Suara Vanessa terdengar sedikit terkejut di seberang telepon, jelas tidak menduga akan mendapati suara Lavie

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 35 Kebohongan Putih Seorang Ibu

    Lavienna berdiri mematung mendengar pertanyaan Kaivan, hatinya bergejolak hebat antara keinginan untuk jujur dan janji yang sudah ia buat pada Alesha. Ia menatap wajah anaknya yang begitu penuh harap, dadanya terasa begitu sesak menahan kebohongan yang harus ia ucapkan demi menghormati permintaan gadis yang begitu berjasa bagi keluarganya itu."Tidak, Nak. Alesha tidak pernah datang ke rumah sakit selama kamu koma," ucap Lavienna akhirnya, suaranya berusaha terdengar setenang mungkin meski hatinya sendiri terasa begitu perih mengucapkan kebohongan itu di hadapan anaknya sendiri.Kaivan menatap ibunya lama, dahinya berkerut seolah ada sesuatu yang begitu janggal dari jawaban yang baru saja ia dengar, namun ia tidak bisa membantah lebih jauh mengingat dirinya sendiri memang tidak sadarkan diri selama delapan bulan terakhir ini."Aneh, padahal ingatan terakhirku begitu jelas soal dia yang menolongku keluar dari mobil," gumam Kaivan pelan, matanya menerawang jauh mencoba mengingat kembali

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 34 Urusan yang Sudah Selesai

    Alesha menatap layar ponselnya lama, tangannya masih sedikit gemetar menahan berbagai perasaan yang begitu campur aduk sejak mendengar pertanyaan Lavienna barusan. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri sebelum akhirnya menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan itu."Tante, maaf, tapi jawabanku tetap sama. Aku tidak bisa menemui Kaivan," ucap Alesha pelan, suaranya sudah terdengar jauh lebih tenang dibanding beberapa menit lalu saat ia masih menangis di dalam mobilnya.Lavienna terdengar menghela napas kecewa di seberang telepon, jelas berharap keputusan Alesha bisa berubah demi melihat anaknya yang begitu berharap bisa bertemu dengan gadis yang telah menyelamatkan nyawanya itu."Alesha, Kaivan terus bertanya soal kamu. Tante tidak tega melihatnya seperti itu," ucap Lavienna memohon, suaranya penuh harap meski jelas ia juga mencoba memahami posisi Alesha yang begitu sulit.Alesha memejamkan matanya sejenak, mengumpulkan kekuatan untuk menjelaskan keputusannya dengan l

  • Obsesi Tuan Kaivan   Bab 33 Langkah Mundur

    Alesha yang masih berdiri di balik kaca jendela merasakan dadanya semakin sesak mendengar permintaan mendesak Kaivan untuk bertemu dengannya. Air mata yang sejak tadi sudah menggenang kini mengalir semakin deras, membasahi pipinya tanpa bisa ia tahan lagi. Ia mundur perlahan dari jendela itu, tidak sanggup lagi menyaksikan pemandangan yang begitu menyayat hatinya sendiri.Alesha bergegas melangkah menjauh dari ruang ICU, langkahnya semakin cepat seiring dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti, seolah setiap detik yang ia habiskan di lorong rumah sakit itu membuat dadanya semakin terasa sesak dan sulit bernapas."Alesha!" Suara Reyhan yang kebetulan sedang berjalan di lorong yang sama memanggil namanya, membuat langkah Alesha sedikit terhenti meski ia tidak sepenuhnya menoleh ke arah suara itu.Reyhan segera menghampiri Alesha yang tampak begitu terburu-buru, wajahnya menunjukkan kekhawatiran begitu melihat kondisi gadis itu yang basah oleh air mata dan terlihat begitu ingin se

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status