Share

Bagian 15

"Ra ...." Nur dan Endang menyapa bersamaan ketika melihatku hendak menuju kamar. Kamarku memang terletak berhadapan dengan ruang tengah di mana barang-barang dagangan disimpan. Sehingga jika aku ingin ke sana, pasti akan melewati mereka.

Sorot mata mereka iba kepadaku. Kubalas dengan senyuman.Tidak ingin iba mereka berkelanjutan. Bagiku, seseorang boleh bersimpati dan berempati , tetapi jangan sampai kasihan. Simpati dan empati dapat menambah kekuatan, sedangkan kasihan justru melemahkan.

"Hai," balasku dengan logat biasa saja. Kini ekspresi mereka bertukar melongo. Sepertinya semakin bingung. Selama ini aku memang tidak pernah bercerita sedikut pun permasalahan intern rumah tanggaku kepada mereka. Sangat wajar jika mereka merasa heran mengapa tiba-tiba aku diantar ke rumah ini, dan semakin heran karena reaksiku yang seperti tidak ada masalah apa-apa.

Bagiku, tidak elok membuka rahasia keluarga kepada orang lain. Rumah t

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
ARLAN DJAAFAR
mantap Thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status