LOGINOlivya adalah seorang gadis lugu yang masuk dalam kehidupan seorang mafia. Ia terserang oleh obsessi dan cinta dari mafia yang telah menculiknya. Trauma akan mafia, perlahan akan menghilang sejak ia mengenal sosok Madrick Vallencio yang menjabat sebagai mafia kejam. Kehadiran sosok pria yang tak dikenalinya, membuat hidup Olivya berputar jauh delapan puluh derajat. Kehidupan yang semakin membuatnya takut akan semua kegelapan yang nyata, sebuah takdir yang buruk, dan hidup yang nyata penuh dengan musuh. Olivya harus menjalani kehidupannya dengan seorang mafia yang terkenal akan segala kekejamannya. Mengikuti segala alur kehidupannya yang tak seberuntung orang lain. Ia diculik, bukan untuk dijadikan seorang pelacur, tetapi untuk sebuah cinta dan obsesi semata dari seorang mafia. Madrick Vallencio, pria itu selalu kekeuh dengan segala pendiriannya. Tak mengenal lelah ataupun letih. Impian yang sudah impikan harus menjadi kenyataan. Mafia sebagai jabatan yang ia pegang, tak akan bisa memberhentikan segala niat baik maupun buruknya. Tujuh tahun silam, ya, ia mencintai seorang gadis yang ia temui tujuh tahun lalu. Obsesi dan cinta menggebu-gebu dalam dirinya. Mad ingin menjadikan Olivya hanya miliknya seuntuhnya dan selamanya. Penghalang? Tangannya yang kosong akan siap membunuh penghalang itu.
View MoreSetelah makan utama selesai, Olivya melarang mereka untuk beranjak dari tempat. Ia juga memerintahkan maid yang lain untuk membereskan semua sisa makan. Mereka berbincang-bincang di ruang makan sambil melemparkan candaan satu sama yang lain."Kate, dimana pacarmu?" tanya Olivya untuk menggoda anak itu."Hah? Aku tidak punya pacar, aunty. Apakah Allcy mengatakan kepada aunty kalau aku punya seorang pacar?" balas Kate."Tidak, Kate. Aku pikir kamu sudah punya pacar. Kamu cantik, masa iya tidak punya pacar.""Masa sih tan aku cantik?" tanya Kate untuk memastikan.Olivya mengangguk sambil tersenyum."HAHHHH, GUYS, AKU CANTIK MMPH–" Jenny menutup mulut sahabatnya ini saat berteriak cukup kencang, yang membuat seluruh orang kaget.Mereka semua tertawa saat melihat Kate yang berteriak karena baru saja dipuji cantik."Apa sih, Jen? Kamu ga suka kalau aku dipuji cantik? Kamu iri ya?" tanya Kate dengan nada mengejek yang dibuat-buat olehnya."Kak Kate engga cantik. Kalau cantik, berarti kak Kat
Tok tok tokSeseorang mengetuk pintu kamar Olivya. Olivya yang sedang menyisiri rambutnya didepan cermin meja rias pun segera bangkit dan membuka pintunya untuk mengetahui siapa yang telah mengetuk pintunya."Allcy, ada apa?" tanya Olivya. Allcy lah yang telah mengetuk pintu kamar Olivya."Mama, apakah ruang bioskop nya sudah bisa aku gunain?" tanya Allcy."Sudah, sayang. Tapi bentar, sekarang jam berapa?" tanya Olivya.Allcy menatap kearah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "Pukul lima sore, Ma." jawab Allcy."Pukul tujuh harus sudah haru berada di ruang makan ya, bersama ketiga sahabat mu. Kita makan malam bersama."Allcy mengangguk saja dan berpamit untuk pergi. Olivya menutup kembali pintu kamarnya. Ia berjalan menuju sebuah lemari berukuran cukup besar. Ia membuka lemari itu dan mengambil sesuatu di dalamnya. Saat mendapatkan apa yang dia ambil, Olivya kembali menutup pintu lemari besar itu. Ia berjalan menuju meja baca sambil membawa sebuah kotak berukuran panja
Milan, Italy 03.00 PMHampir menjelang sore hari, jalanan kota Milan terus saja ramai kendaraan yang berlalu-lalang. Mulai dari mobil, pejalan kaki, truck besar, sepeda motor, serta kendaraan lainnya.Empat orang gadis cantik yang sedang berada dalam mobil, sedang menikmati hujan di sore hari. Mereka merasa segar, karena baru saja melalukan perawatan wajah dan tubuh. Ditambah udara sejuk di sore hari.Lampu hijau berubah menjadi merah. Kate yang saat ini menggantikan Jenny untuk menyetir mobil milik Jenny. Radio musik di putar dengan cukup kencang.Elizabeth terus menatap jalanan yang ramai. Baru kali ini ia pergi keluar bersama seorang sahabat dan melalukan aktifitas seperti orang normal. Mungkin bagi diri Elizabeth, ini tidak normal. Setiap hari hidupnya selalu diatur dua puluh empat jam.Hari ini ialah hari yang cukup membahagiakan bagi Elizabeth dan juga ketiga sahabatnya. Kesempatan bagi dirinya untuk membebaskan diri."Allcy, apakah kita mampir dulu ke supermarket?" tanya Kate s
Allcy baru saja usai menelpon Mama nya untuk meminta izin jika dia akan pulang lambat. Selain itu, ia juga meminta izin agar diperbolehkan sahabat-sahabatnya ini menginap dirumah. Allcy, Elizabeth, Kate dan Jenny berjalan masuk kedalam mobil milik Jenny. Jenny sengaja menyetir mobil sendiri tanpa menyuruh sopirnya.Elizabeth juga sudah menelpon sopirnya agar datang ke sekolah dengan membawa pakaian ganti Elizabeth untuk menginap dirumah Allcy. Elizabeth juga tak lupa memberikan tas sekolahnya kepada sopirnya dan ia membawa tas yang berisi pakaian ganti yang dibawakan oleh sopirnya.Allcy duduk didepan, disebelah kursi sopir. Sedangkan, Elizabeth dan Kate duduk dibelakang. Jenny memutar musik untuk menghilangkan kesunyian."El, kenapa kamu tidak beli saja pakaian baru di mall nanti? Biar sopirmu tidak perlu membawakan baju ganti mu." tanya Kate yang berada di samping Elizabeth.Elizabeth tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak, Daddy tidak memberikan aku izin."Kate mengerutka
Allcy menggandeng tangan Elizabeth saat semua pandangan tertuju pada gadis berkulit putih pucat itu."Upss, sepertinya ada mayat hidup disini." sindir seorang anak berambut coklat panjang dengan gaya nya yang sangat menjijikan di mata Allcy."Hiraukan saja, dia adalah badut di sekolah ini." ujar Kate
Setelah sarapan pagi, Mad langsung berdiri dari duduknya dan melenggang pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun. Olivya, Zakira dan Jon pun bingung dengan kepergian Mad yang secara tiba-tiba."Apakah kalian bertengkar semalam?" tanya Jon dengan hati-hati. Takut jika terdengar Allcy yang sedang memaka
"Apakah kau akan tetap berdiam disini?" Mad menoleh kearah Polisi di sampingnya. Sedetik kemudian ia menyadari bahwa dirinya telah berada di mansion mewahnya.Mad turun dari mobil dan di susul para Polisi. Pintu mansion terbuka. Reflek mata Mad menatap kearah pintu dan muncul lah sosok pujaan hatinya
Six years later"Momy... Where are you??" teriak seorang anak laki-laki kecil yang berusia enam tahun.Kaki kecilnya berlari kesana-kemari untuk menemukan sosok yang ia cari sejak tadi."Hei, kenapa engkau berlari sayang?" suara seorang wanita yang sudah beranjak usia dua puluh empat tahun."Momy, kak A
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.