/ Romansa / Om Duda! 2 / Chapter 13: Caffe E-Go 2 ( Tidak Akan Berjuang? )

공유

Chapter 13: Caffe E-Go 2 ( Tidak Akan Berjuang? )

작가: Anaa
last update 게시일: 2023-09-01 16:27:02

"Saya tidak pantas berjuang untuk kembali menjadikan kamu istri saya, Sya."

Lelaki itu mengatakan dengan nada sangat lirih, menatap Disya yang sedari tadi hanya diam menundukkan wajahnya.

"Saya jahat sekali ya... bahkan harusnya saya tidak pantas berada di depan kamu saat ini."

"Kamu pantas mendapatkan lelaki yang lebih baik, yang lebih bisa menghargai dan mencintai kamu, yang paling penting lelaki itu harus bisa selalu membahagiakan kamu... selalu."

Semangat juga tekad yang sangat berkobar ket
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Dominika Tabita
lanjut..lanjut..lanjut.. Thor
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Om Duda! 2   Chapter 81: Masalah Pernikahan

    Tentang Layla dan bayinya yang ada di kediaman Gina, dan Disya yang bertanya apakah Devan akan meninggalkannya jika terjadi hal buruk dalam pernikahan Samudra dan Naya—Tidak salah kan kalau Devan menyangkut pautkan semuanya? "Bayi itu... anak Samudra?" Disya menggeleng cepat. Segera merogoh handphonenya di dalam tas, tangannya dengan cepat mencari file dokumen hasil tes DNA yang pernah dikirim oleh Alif dan juga Naya. "I—ini, ini Naya sama Alif yang ngirim bukti ini ke Disya," kata Disya sembari menyodorkan handphonenya kepada Devan, kedua pipinya basah, matanya memerah karena masih menangis. Devan segera menerima handphone untuk membaca file tersebut, wajahnya tampak serius, dingin—Selama keduanya kembali bersama, Disya baru melihat ekspresi wajah Devan yang seperti itu, lagi. "Ada jaminan ini dokumen asli?" Disya menunduk dalam, meremas dressnya kuat, berusaha untuk menahan isak tangisnya. "Naya datang

  • Om Duda! 2   Chapter 80: Orang Asing

    Suasana di rumah ini sangat ramai dan hangat terlebih karena kehadiran bayi dalam gendongan Gina. Bahkan Ayah dan Bunda Disya juga sesekali berekspresi lucu untuk mendapat tawa dari bayi kecil itu, ini adalah kali pertama terdengar ada tawa bayi di dalam keluarga—Kai dulu hadir di keluarga ini saat berusia lima tahun, bukan bayi—mereka tampak senang seolah ini adalah pengalam pertama. Disya melirik Naya yang duduk di sampingnya, ikut tersenyum melihat bayi dalam gendongan Gina. Bergantian, menatap Samudra yang duduk di samping Naya, lelaki itu juga terlihat menyunggingkan senyumnya beberapa kali ketika si bayi tertawa. Satu-satunya orang yang tidak ikut terbawa suasana hangat di ruang tengah ini adalah Disya. Perempuan itu bangun dari duduknya, menjauh dari perkumpulan, tidak ada yang menyadari, pun ia tidak mengatakan akan pergi ke mana. Memilih ke luar dari dalam rumah untuk duduk di kursi taman sembari menunggu kedatangan suaminya. Acara dinner akan dilangsungkan setelah kedatan

  • Om Duda! 2   Chapter 79: Ulang Tahun Mamah Gina

    "Belum selesai juga ketawa-ketawanya, sayang?" tanya Devan menatap sang Istri yang masih asyik menatap layar handphone dengan tawa yang tidak kunjung berhenti sedari tadi."Habisnya ini lucu banget Pak Devan," kata Disya menanggapi, mengusap pelan sudut matanya yang sudah berair.Devan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, naik ke atas kasur lalu duduk setengah berbaring di samping Disya. "Sudah malam ini, ayo kita tidur! Besok pagi katanya akan ke rumah Mamah Gina." Devan mengelus bagian atas rambut Disya dengan lembut."Hehehe oke...."Disya segera menyimpan handphonenya di atas nakas, menyamankan posisi berbaringnya, menjadikan dada suaminya sebagai bantalan. "Kayanya kalau fotonya dicetak tambah lucu deh, nanti kita pajang di sini—"Devan mengernyit, sepertinya lelaki itu tidak setuju. "Aneh sekali nanti kalau ada foto si kembar di dinding kamar kita, Sya."Disya kembali terkekeh. "Iya juga ya...."Disya benar-benar mengerjai si kembar, tadi. Selain menyuruh si kembar memakai paka

  • Om Duda! 2   Chapter 78: Ngidam-II

    "Muka sumringah amat tuh Bang, kaya habis dikasih jatah aja sama Disya." Devan dan Disya langsung saling menatap satu sama lain ketika Gio baru saja menyambut kedatangan keduanya di depan pintu rumah. Gio mengernyit, memperhatikan pasangan suami istri di depannya. Dia hanya asal berbicara, tetapi ekspresi keduanya tampak mencurigakan— "Anjir beneran habis dikasih jatah sebelum ke sini?" tanya Gio heboh. Disya diam, wajahnya benar-benar tidak bisa berbohong kalau ia sedang gugup, sedangkan Devan masih bisa mengontrol ekspresi wajahnya dengan ekspresi datar. Gio tertawa, tangannya dengan refleks memukul lengan Disya. "Muka lo ngga bisa bohong, Sya. Ya ampun!" Tawa Gio perlahan mereda ketika dia diberi tatapan tajam dari Devan karena berani memukul bagian lengan Disya, walaupun sebenarnya pukulan tanpa tenaga yang Gio berikan, tetapi tetap saja hal itu membuat Devan kesal. Devan merangkul pundak Disya lembut. "Masalah untuk kamu jika kami bercinta?" tanyanya dengan nada yang terden

  • Om Duda! 2   Chapter 77: Ngidam - I

    Devan kira meskipun Disya sedang dalam mode kesal, bayinya juga akan merasakan hal yang sama. Tetapi, ternyata tidak sama sekali— "Peluk dulu!" pinta Disya, nadanya sedikit merengek tetapi terkesan seperti perintah. Devan menuruti ucapan Disya, lelaki itu mendekap Disya dari belakang—istrinya memilih tidur membelakanginya. "Huh... adik bayinya ngga bisa diajak kerja sama," lirih Disya. Devan tidak bisa menahan untuk senyum ketika mendengar ucapan Disya. Memang, selama masa kehamilan Disya jauh lebih sangat manja kepadanya, ingin selalu menempel dengannya, saat akan tidur harus dan wajib untuk dipeluk, maka dari itu selama masa kehamilan Disya, Devan berusaha menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, tidak boleh sampai lembur—Disya tidak bisa tidur kalau tidak dipeluknya terlebih dahulu. Bisa dibilang ini adalah pertengkaran pertama kalinya selama Disya hamil—tetapi sepertinya itu tidak akan bertahan lama. Istrinya saja tidak bisa tidur jika tidak dipeluk olehnya. "Good job adik ba

  • Om Duda! 2   Chapter 76: Pengaruh Cinta

    Walaupun ragu, tangan kanan Devan pada akhirnya mengetuk pelan pintu kamarnya. Satu... dua... tiga detik berlalu, masih menunggu balasan, bahkan berharap istrinya di dalam mempersilahkannya untuk masuk—tetapi tidak, tidak ada balasan sama sekali. "Sya... saya masuk ya," katanya yang langsung membuka handle pintu. Disya menatapnya dengan kening mengernyit, selimut sudah menutupi sebagian tubuhnya yang berada di atas kasur. "Memang Disya ngijininin Pak Devan masuk?" "Saya hanya ingin menjelaskan—" "Memang Disya minta penjelasan?" tanya Disya cepat memotong ucapannya. "Saya minta maaf jika diary itu membuat kamu tidak nyaman. Tentu ada tujuan khusus saya membuatnya, saya ingin mengabadikan setiap momen tumbuh kembang Kailash sedari masih di dalam kandungan." Walaupun Disya tidak meminta penjelasan, lelaki itu tetap menjelaskan, bahkan sekarang kedua kakinya sudah dibawa melangkah me

  • Om Duda! 2   Chapter 71: Titik Terang

    "Yakin tidak papa jika saya berangkat kerja, sayang?" tanya Devan, ini adalah pertanyaan kesekian yang lelaki itu berikan kepada istrinya. Yang semulanya Disya menjawab 'Tidak papa' perempuan itu kini menatap Devan dengan bibir yang ditekuk sembari menampilkan puppy eyesnya. "Kamu ingin saya tidak

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Om Duda! 2   Chapter 66: Bucin

    Disya mengerjapkan matanya perlahan, menatap jam yang sudah menunjukkan pukul satu siang, bukannya bangun dari tidurnya Disya malah semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Devan, semakin menyamankan posisi tidurnya. "Sudah siang sayang," ucap Devan mengecup bagian atas rambut Disya. "Disya lapar,

    last update최신 업데이트 : 2026-04-01
  • Om Duda! 2   Chapter 68: Berita Baik?

    "Tokcer juga ya Pak Devan," ucap Fani menatap lembaran hasil USG milik Disya dengan senyuman lebar menghiasi bibirnya. "Iyalah tokcer! Kamu ngga lihat Pak Devan tuh aura-auranya hyper—" "Al!" Yumna menyenggol lengan Alya, memperingati agar ia berhati-hati dengan ucapannya. Tidak masalah jika hanya m

    last update최신 업데이트 : 2026-04-01
  • Om Duda! 2   Chapter 63: Disetujui

    Devan menatap gaun pengantin di depannya dengan binar bahagia. Semoga gaun itu tidak lama lagi hanya akan terpajang di balik etalase ruang wardrobe kamarnya saja, tetapi akan dipakai oleh Disya di acara pernikahannya nanti.Lelaki itu tersenyum, kembali menatap cermin untuk melihat penampilannya, mem

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status