Compartir

Pengakuan Anna

Autor: Adelia17
last update Fecha de publicación: 2026-09-20 22:48:07

Sikap Anna tidak bisa dibiarkan! Zayn bergegas mengejar sepasang kekasih itu hingga mereka berdua merasa kesal.

“Apa kamu ingin mencari masalah dengan kami? Apa yang sebenarnya kamu inginkan?” tanya Didi geram.

Zayn tertawa sumbang sembari memutar bola matanya malas. Namun, itu hanya sesaat, karena dengan cepat dia kembali menatap Anna lurus-lurus dan berkata, “Emiko hilang demi menemui klien palsu kamu.”

Didi yang hendak memukul Zayn segera dicegah oleh kekasihnya.

“Jangan menuduh sembarangan!
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • One Two Three and Action   Jawaban Pesan

    “Apa maksudmu? Aku hanya bergerak refleks demi menyelamatkan diri.” Emiko memberi alasan setelah berhasil menahan degup jantung yang masih tidak beraturan.Zayn bergeming seraya menatap Emiko selama beberapa saat hingga tiba-tiba tangannya bergerak cepat seakan dengan sengaja ingin memukul wajah gadis itu.Emiko yang terkejut dengan cepat menutup kedua matanya sembari menahan napas. Sedangkan genggaman tangan Zayn berhenti persis di depan hidung gadis itu.“Ck! Seharusnya kamu menghindar, bukan menutup mata seperti itu,” ujar Zayn yang perlahan menurunkan tangannya dan kembali bersandar.Dia menghela napas pelan sembari berpikir bahwa kecurigaannya tidak memiliki dasar. Tidak mungkin Emiko yang selama ini selalu menjadi incaran laki-laki berhidung belang mendadak jago bela diri.Emiko membuka sebelah matanya sebelum kedua matanya terbuka lebar dan melotot ke arah laki-laki di sebelahnya.“Hei! Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu hendak memukulku seperti itu?!” Emiko protes dengan nada

  • One Two Three and Action   Refleks

    Zayn berlari ke arah Emiko yang sudah jatuh akibat didorong oleh seorang laki-laki yang kebetulan sedang berjalan kaki bersama anjing peliharaannya.“Emiko! Apa kamu baik-baik saja?” tanya Zayn seraya menolong gadis itu bangkit. Jantungnya seolah sudah melayang jauh ketika melihat laju motor yang terlalu kencang ke arah putri tunggal Kirani itu.“Iya, aku baik,” jawab Emiko dengan nada suara bergetar. Tentu itu bukan jawaban yang sebenarnya karena suasana hatinya berada di antara rasa lega, takut, sedih, dan syok. Pun sekujur tubuhnya terasa nyeri.“Cokelat! Berhentilah!” Selagi Zayn menolong dan berbincang dengan Emiko, seorang laki-laki yang kebetulan lewat tadi berusaha menarik anjing peliharaannya yang sudah menyerang seorang pengendara motor hingga jatuh dari kendaraannya.Zayn dan Emiko baru sadar ketika mendengar suara anjing menggeram. Mereka menoleh ke arah sumber suara, di mana Tama bersama para pengawal sudah membantu pengendara motor yang terluka cukup parah itu bangkit.M

  • One Two Three and Action   Lari

    Tindakan Emiko memberikan kejutan yang membuat seseorang itu seketika tidak berkutik dan hanya bisa bertanya-tanya di dalam benaknya.Emiko dengan sigap membuka ikatan di matanya dan lompat dengan cepat, menaiki punggung seorang laki-laki itu hingga kedua kakinya dapat menggantung di bahu orang yang di dalam ingatan gadis itu adalah pembunuh Felix.Belum sempat Emiko bertindak lebih lanjut, tiba-tiba Pino yang sebelumnya memiliki nama samaran Viki tertawa terbahak-bahak.“Ah! Kamu ingin memimpin permainan awal kita? Boleh!” ujar Pino.Emiko memutar bola matanya malas. Gadis itu lantas bertanya, “Apa kamu tidak penasaran dengan sikapku ini?”“Tidak perlu penasaran! Seseorang yang sudah bernafsu kadang suka melakukan sesuatu di luar nalar. Jadi, santai saja! Aku bisa mengikuti permainanmu,” jawab Pino.“Pria gila!” ujar Emiko geram.Tanpa menunggu lebih lama, Emiko memutar tubuhnya ke depan seakan sengaja hendak menjatuhkan dirinya sendiri, tetapi dengan kedua kaki yang masih melilit le

  • One Two Three and Action   Tidak Disangka

    Setelah memberikan posisi dan penjelasan singkat mengenai penemuan kendaraan milik Emiko, Dhefin memutuskan sambungan telepon.Benar! Seseorang yang menelepon adalah Dhefin, sahabat Zayn.“Ada apa? Siapa yang menelepon?” Anna bertanya ketika melihat Zayn meletakkan laptop begitu saja di atas bangku penumpang di sebelahnya dan buru-buru melajukan kendaraan.“Seorang pengawal menemukan mobil milik Emiko. Sebelum menyusul mereka, sebaiknya aku mengantarmu ke unit apartment milik Tante Kirani,” jawab Zayn.“Biarkan aku ikut denganmu!” ujar Anna.“Tidak! Aku tidak ingin semua fokus kita ke posisi terakhir Emiko sebelum diculik.” Zayn menegaskan.“Aku akan menemani Anna sampai bertemu dengan Tante Kirani. Lalu, aku akan ikut denganmu,” sahut Didi menengahi.Zayn yang masih merasa kesal dengan sikap Didi dan Anna di awal pertemuan mereka tadi memilih untuk diam. Pasalnya, alasan perempuan yang mengaku sebagai sahabat Emiko itu tetap tidak bisa masuk di akalnya.Ada begitu banyak cara bagi An

  • One Two Three and Action   Pengakuan Anna

    Sikap Anna tidak bisa dibiarkan! Zayn bergegas mengejar sepasang kekasih itu hingga mereka berdua merasa kesal.“Apa kamu ingin mencari masalah dengan kami? Apa yang sebenarnya kamu inginkan?” tanya Didi geram.Zayn tertawa sumbang sembari memutar bola matanya malas. Namun, itu hanya sesaat, karena dengan cepat dia kembali menatap Anna lurus-lurus dan berkata, “Emiko hilang demi menemui klien palsu kamu.”Didi yang hendak memukul Zayn segera dicegah oleh kekasihnya.“Jangan menuduh sembarangan! Klien palsu siapa yang kamu maksud?” Anna menjawab sengit.“Menurut informasi yang aku dapatkan dari Tante Kirani, Emiko mendapatkan pesan dari kamu yang menyuruh dia untuk pergi menemui seorang klien, karena kamu harus menghadiri acara keluarga. Namun, hingga sekarang dia tidak bisa dihubungi.” Zayn menjelaskan.Anna meraih ponselnya dari dalam tas selempang berukuran kecil. Dia lantas membuka layarnya dan memeriksa isi pesan.Masih dengan raut wajah bingung, Anna menyerahkan ponselnya sambil

  • One Two Three and Action   Anna Menghindar

    “Bagaimana, Tante? Emiko pergi? Dengan siapa?” tanya Zayn mengulangi perkataan Kirani karena suasana rumah Oma Rosa sedang ramai. Dia hanya ingin memastikan pendengarannya.“Tadi Emiko mendapatkan pesan dari Anna agar menemui kliennya di salah satu tempat makan. Dia sudah berusaha menghubungimu untuk mendapatkan pengawalan, tetapi sepertinya belum berhasil. Anak itu terlalu terburu-buru dan memutuskan untuk pergi begitu saja. Tante sangat khawatir karena belum ada kabar sampai sekarang,” jawab Kirani putus asa.Zayn tidak memberikan jawaban dan hanya melihat layar ponselnya untuk sesaat. Dia lantas kembali mendengarkan suara Kirani yang terus mengutarakan ketakutannya.“Baik, Tante. Aku akan mengerahkan semua pengawal untuk mencari Emiko. Ingat! Jangan bukakan pintu untuk siapa saja selain aku!” ujar Zayn.Firasat laki-laki itu memang hampir tidak pernah meleset. Dia pernah berpikir bahwa akan ada satu waktu di mana Emiko akan dipaksa keluar dari unit apartment oleh musuh mereka, sehi

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status