Share

Permainan

Author: Adelia17
last update publish date: 2026-10-10 15:54:41

Tidak ada seorang pun yang berkomentar tentang pil KB. Pun Oma Rosa yang memiliki riwayat hubungan kurang baik dengan Juli di masa lalu lebih memilih untuk diam. Lagi pula, wanita yang sudah memasuki usia lanjut itu merasa informasi jauh lebih mudah diperoleh. Beliau tidak akan terlalu ikut campur bila tidak dimintai pendapat.

Krik krik krik …

Suasana canggung menguasai ruangan sejenak, sampai Eleni memutuskan untuk mengambil alih kesempatan untuk bicara.

“Letakkan piringmu di dapur, Nathan! Ki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • One Two Three and Action    Pentingnya Menjaga Jarak

    Di unit apartment milik Kirani.“Tante Rosa membawakan banyak sekali makanan. Nanti kalian bawa saja lebihnya, biar tidak perlu memasak lagi!” ujar Kirani menatap bingung isi tas yang penuh dengan aneka lauk pauk.“Oma sudah menyediakan satu tas yang lain untukku dan Emiko. Mama tidak perlu khawatir!” jawab Zayn seraya melirik ke arah Emiko yang masih berbaring di atas sofa, mengabaikan kehadirannya.“Mama bukan khawatir kalian tidak mendapat bagian, melainkan jumlahnya ini terlalu banyak. Kita makan saja bersama-sama malam ini!” Kirani bergegas mengatur meja makan.“Aku juga ingin menikmati masakan Mama,” ujar Zayn.Kirani seketika menghentikan aktivitasnya dan tersenyum lebar. Menantunya itu memang baik hati. Di rumah Oma Rosa ada begitu banyak makanan lezat, tetapi dia tetap menginginkan masakannya. Beliau lantas berkata, “Sudah ada telur ikan goreng beserta sambal resep rahasia Mama yang menjadi kesukaanmu! Silakan dihabiskan!”“Ah! Ajarkan padaku resep rahasia itu, Ma!” sahut Zay

  • One Two Three and Action   Nasihat Oma Rosa

    “Apa alasannya, Oma? Mama bersikap demikian sejak pertama kali bertemu Emiko,” tanya Zayn penuh penekanan.Laki-laki itu tidak bisa memberi jawab ketika istrinya bertanya. Tentu dia ingin tahu pendapat orang tua papanya, yang telah turut berpartisipasi atas kehidupannya.Mungkin selama ini Zayn terlihat mandiri. Akan tetapi, dia sangat menghormati Oma Rosa dibandingkan orang tuanya sendiri. Tentu saja, nasihat beliau akan sangat berarti di situasi seperti sekarang.“Ini hanya prediksi Oma, tapi kemungkinan besar benar. Hm ….” Oma Rosa sedikit ragu mengungkapkannya.“Katakan saja Oma! Barangkali alasan itu bisa membantuku menjadi jembatan di antara Mama dan Emiko,” ujar Zayn memaksa.“Ck! Tidak perlu menjadi pahlawan! Ingat perkataan Oma yang satu ini! Jangan pernah berusaha menjadi jembatan karena kamu hanya akan diinjak-injak berbagai pihak yang sedang berselisih! Pengorbananmu akan sia-sia bila mereka tak kunjung berdamai.” Oma Rosa berkata.“Baiklah! Setidaknya, alasan itu mungkin

  • One Two Three and Action   Cerita Oma Rosa

    Sejak kecil, Zayn memang tinggal dengan Oma Rosa dan tidak mengenal mamanya. Walaupun pada akhirnya, alam semesta mempertemukan mereka, tetapi hubungan antara putra dan ibunya itu masih berjarak. Apalagi, Juli tinggal di pulau Bali.Manusia memang memiliki sisi baik dan buruk. Akan tetapi, bagi Zayn, rasanya begitu mengejutkan ketika mengetahui sisi lain dari karakter Juli yang selama ini selalu lembut padanya. Tidak heran kalau Emiko menjadi begitu sensitif.Perkataan Juli tidak salah, karena orang tua selalu mengajarkan bahwa sebagai seseorang yang lebih muda, seharusnya menyapa seseorang yang usianya lebih tua terlebih dahulu. Bahkan ada keluarga yang menerapkan aturan, ketika makan bersama, seseorang yang lebih muda tidak boleh menyentuh makanan, sampai seseorang yang usianya lebih tua mulai makan terlebih dahulu.Intinya, masing-masing keluarga memiliki standar sendiri mengenai sopan santun.Pasalnya, zaman sudah berubah. Kini, siapa saja dapat menaruh hormat terlebih dahulu. Jus

  • One Two Three and Action   Berbincang dengan Juli

    Seburuk-buruknya sikap Juli, Emiko tidak pernah sekali saja menyinggung atau menumpahkan isi hatinya pada Kirani.Perempuan itu berpikir cukup panjang. Dia tidak ingin Kirani ikut merasa kesal pada mertuanya, karena mereka yang mendengar cerita, biasanya akan lebih benci daripada orang yang mengalami masalah itu sendiri.Bagaimanapun pernikahan untuk seumur hidup. Emiko tidak bisa membayangkan bila Kirani menaruh kebencian pada Juli karena dirinya.Pasalnya, perempuan manis itu lupa kalau mamanya adalah orang tua, yang lebih dulu menjalani lika liku hidup dan memiliki pengalaman di dalam pernikahan. Ditambah, ikatan batin yang cukup kuat untuk merasakan kesedihan putrinya.“Mama bisa merasakan sejak hari pernikahan kalian. Cara Juli melihatmu dan raut wajahnya sudah memancarkan aura buruk yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Kirani yang tidak tahan mendapat tatapan putrinya.Emiko menghela napas pelan dan melanjutkan makannya.“Mama Juli tidak pernah memperlakukan aku

  • One Two Three and Action   Pulang

    Emiko menghela napas pelan dan tetap menikmati sarapannya seolah-olah tidak mendengar pembicaraan antara Zayn dengan mamanya. Perempuan itu memang menyukai semua menu makanan jenis mie, termasuk misoa dan bihun. Meskipun demikian, telinganya tetap saja terarah pada celoteh yang terus menorehkan luka di hatinya.“Seandainya ada waktu, cobalah untuk mampir ke rumah Oma Rosa. Mama masih ingin bertemu denganmu. Mungkin sebentar lagi Mama akan mengurut punggung Davina agar kondisinya lebih baik,” ujar Juli.Zayn melirik ke arah istrinya yang sedang fokus makan, lalu menjawab, “Hari ini, aku akan menemani Emiko beristirahat di apartment.”“Oma Rosa berkata, dia akan membuat masakan special kesukaanmu dan Nathan. Kami tunggu kedatanganmu! Mama tutup dulu teleponnya. Ini Axelle mengajak main,” ujar Juli yang lagi-lagi bersikap tidak peduli pada Emiko.“Iya, Ma,” sahut Zayn.Tanpa memberi respons balasan, Juli sudah memutuskan sambungan telepon.Zayn melirik ke arah istrinya yang sudah hampir

  • One Two Three and Action   Sakit

    Kesempatan? Kesempatan apa yang dimaksud Zayn? Bahkan di saat pertemuan pertama, Juli sudah memandang tidak suka ke arahnya. Mereka tidak pernah berkomunikasi, tetapi tiba-tiba wanita paruh baya itu menelepon hanya untuk bertanya tentang hadiah yang seharusnya bersifat pribadi. Semua orang tentu paham tata krama untuk yang satu itu. Belum lagi sikapnya yang baru saja terkesan baik, kemudian di kesempatan lain bisa tiba-tiba membanding-bandingkan kedua menantunya. Bagaimana cara memberi kesempatan pada orang yang sudah berburuk sangka padanya? Emiko yang rasanya ingin protes hanya mampu berkata di dalam hati.Hening untuk beberapa saat lamanya. Hingga Zayn bertanya, “Apa ada yang ingin kamu katakan?”Emiko hanya menggeleng sambil menatap suaminya.“Apa kamu bisa memberi waktu untuk Mama dan dirimu sendiri?” tanya Zayn lagi.Emiko mengangkat sebelah bahunya, lalu berbaring terlentang menghadap ke langit-langit kamar.“Sudah malam. Mari kita mengakhiri pembicaraan ini,” ujar Emiko sesuda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status