PAIGE: Diary of a lost teen.

PAIGE: Diary of a lost teen.

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2022-08-02
โดย:  Sapphire_nationจบแล้ว
ภาษา: English
goodnovel16goodnovel
10
2 การให้คะแนน. 2 ความคิดเห็น
93บท
4.7Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

คำโปรย

As a billionaire's daughter, I changed school a lot, for secrecy's sake. I never had the chance to socialize. I had guidelines on how to live my life -- rules made by my dad. I had my own trauma, though no one cared. At seventeen, I had to change -- I guess that's part of growing up. I fell in love. I wish I didn't. Breaking boundaries really is dangerous, I didn't acknowledge that. He had to die cause of my disobedience. Being a public figure sometimes can be a curse. It was for me. Years later, when I thought I'd forgotten him, I met someone else, just like my Damien. I believed it was Damein. Who knows? I had to keep him safe. I'll definitely break boundaries but this time, as a wounded dog who is back for a big fight. I'll fight for my freedom. No matter what it takes.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

One

🌹🌹🌹

"Na, Kamu bisa ya, bertahan dengan pria seperti Marvel itu!" celetuk sahabat Riana saat melihat gadis itu masih bertahan pada cinta yang begitu menyakitinya. 

"Memangnya ada apa, Jen?" 

"Kamu itu kena pelet atau gimana sih, Na! Coba buka matamu lebar-lebar untuk melihat keadaan!" sungut Jeni semakin kesal melihat sikap Riana yang biasa saja itu. 

Gadis yang bernama Riana hanya tersenyum kecil dan menggedikkan bahunya.

Jeni makin kesal melihat tingkah Riana.

"Coba buka matamu, Na! Dengan santainya Marvel menggandeng seorang cewek dan lewat di depanmu! Kamu punya rasa gak sih!" cerocos Jeni makin tak mampu menahan diri. 

Riana menarik nafas dalam dan berkata 

"Terus aku harus gimana, Jen! Haruskah aku ngamuk di depannya dan mengacak-acak rambut wanita itu!" 

"Setidaknya kamu bertindak, Na! Jadi wanita jangan lemah dong!" 

Riana tertawa mendengar ucapan konyol sahabatnya. Ia hanya ingin menjadi kekasih yang baik, tak ingin mengekang pasangannya. Selama itu di batas kewajaran ia akan diam saja.

Sedang Jeni semakin tak abis pikir apa sebenarnya yang ada dalam pikirannya Riana mengapa selalu diam dan diam saat Marvel bergonta ganti pasangan dan yang paling menyakitkan Marvel segaja memanas-manasi perasaan Riana. Andai ia jadi gadis itu ingin rasanya ia rebus hidup-hidup si Marvel itu.

"Hatimu sudah kaya batu ya, Na!" gemes Jeni saat sahabatnya kembali berkutat pada buku bacaannya. 

"Riana ....!" Jeni menarik buku yang ada di tangan Riana dan menangkupkan di wajah sahabatnya.

"Huh bikin kesel aja!" dengkusnya dan segera meninggalkan Riana yang hanya diam mematung melihat kepergiannya.

"Perempuan kok lemah gitu!" omel Jeni di kejauhan. Riana hanya menanggapi dengan tawa kecil.

Entahlah apa yang dicari oleh Marvel dengan bergonta-ganti pasangan. Sedang Riana selalu setia dan selalu ada saat pria itu membutuhkannya. Riana gadis tinggi semampai dengan kulit kuning Langsat dan lesung pipit menambah kecantikannya namun tak membuat seorang Marvel puas memilikinya. 

Dan Riana bukanlah gadis bodoh seperti yang dikatakan sahabatnya. Ia hanya ingin berkomitmen pada satu pria dan menjaganya hingga takdir Tuhan menyatukan. Baginya mencintai cukup sekali saja dan itu hanya untuk satu pria. Dan cinta itu sudah jatuh kepada Marvel pria play boy di kampusnya. Riana tak menyesali semua itu bahkan cintanya buat Marvel kini semakin besar.

Cinta itu buta

"Na, Kamu bisa ya, bertahan dengan pria seperti Marvel itu!" celetuk sahabat Riana saat melihat gadis itu masih bertahan pada cinta yang begitu menyakitinya. 

"Memangnya ada apa, Jen?" 

"Kamu itu kena pelet atau gimana sih, Na! Coba buka matamu lebar-lebar untuk melihat keadaan!" sungut Jeni semakin kesal melihat sikap Riana yang biasa saja itu. 

Gadis yang bernama Riana hanya tersenyum kecil dan menggedikkan bahunya.

Jeni makin kesal melihat tingkah Riana.

"Coba buka matamu, Na! Dengan santainya Marvel menggandeng seorang cewek dan lewat di depanmu! Kamu punya rasa gak sih!" cerocos Jeni makin tak mampu menahan diri. 

Riana menarik nafas dalam dan berkata 

"Terus aku harus gimana, Jen! Haruskah aku ngamuk di depannya dan mengacak-acak rambut wanita itu!" 

"Setidaknya kamu bertindak, Na! Jadi wanita jangan lemah dong!" 

Riana tertawa mendengar ucapan konyol sahabatnya. Ia hanya ingin menjadi kekasih yang baik, tak ingin mengekang pasangannya. Selama itu di batas kewajaran ia akan diam saja.

Sedang Jeni semakin tak abis pikir apa sebenarnya yang ada dalam pikirannya Riana mengapa selalu diam dan diam saat Marvel bergonta ganti pasangan dan yang paling menyakitkan Marvel segaja memanas-manasi perasaan Riana. Andai ia jadi gadis itu ingin rasanya ia rebus hidup-hidup si Marvel itu.

"Hatimu sudah kaya batu ya, Na!" gemes Jeni saat sahabatnya kembali berkutat pada buku bacaannya. 

"Riana ....!" Jeni menarik buku yang ada di tangan Riana dan menangkupkan di wajah sahabatnya.

"Huh bikin kesel aja!" dengkusnya dan segera meninggalkan Riana yang hanya diam mematung melihat kepergiannya.

"Perempuan kok lemah gitu!" omel Jeni di kejauhan. Riana hanya menanggapi dengan tawa kecil.

Entahlah apa yang dicari oleh Marvel dengan bergonta-ganti pasangan. Sedang Riana selalu setia dan selalu ada saat pria itu membutuhkannya. Riana gadis tinggi semampai dengan kulit kuning Langsat dan lesung pipit menambah kecantikannya namun tak membuat seorang Marvel puas memilikinya. 

Dan Riana bukanlah gadis bodoh seperti yang dikatakan sahabatnya. Ia hanya ingin berkomitmen pada satu pria dan menjaganya hingga takdir Tuhan menyatukan. Baginya mencintai cukup sekali saja dan itu hanya untuk satu pria. Dan cinta itu sudah jatuh kepada Marvel pria play boy di kampusnya. Riana tak menyesali semua itu bahkan cintanya buat Marvel kini semakin besar.

"Sampai kapan kamu akan bertahan, Na! Aku muak dengan kesabaranmu itu!" cetus seorang pria yang tiada lain adalah Marvel. 

Pria itu sebenarnya sudah bosan dengan Riana, hingga ia selalu bergonta-ganti pasangan. Namun untuk memutuskan begitu saja ia berat hati, baginya Riana adalah wanita yang kuat menghadapi sikap brutal dan keras kepalanya. 

"Sebenarnya apa yang kamu lihat dariku, Na! Aku hanya akan menyakitimu saja! Karena aku tidak mencintaimu sedikitpun!" ucapnya kasar dan berjalan meninggalkan ruangan Riana. 

"Bruuuk ...." Satu sosok menubruknya dan seketika membuat Marvel terkejut.

"Pakai matamu kalau jalan!" sungut Marvel dengan kesal.

Jeni mencibir dan tak mengacuhkan kekesalan Marvel. 

Marvel menggertakkan giginya ingin sekali ia menampar gadis di hadapannya itu namun segera ia urungkan saat melihat banyak mahasiswa yang menatap ke arah mereka berdua. 

"Kali ini kamu selamat, lain kali kuinjak tubuh jelekmu itu!" Marvel segera meninggalkan tempat itu.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

ความคิดเห็น

Awo
Awo
Love this book...
2026-01-22 22:35:55
0
0
Queenebunoluwa15
Queenebunoluwa15
First Reviewer as always, Yay! The book is pretty emotional. I love the writing style and the way the story is going! it's just too amazing! Awaiting more chapters! Keep Writing, Author.....
2021-11-26 16:22:42
2
0
93
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status