Home / Rumah Tangga / PELITNYA SUAMIKU / Bab 04 . Yuni berulah

Share

Bab 04 . Yuni berulah

Author: Thaya nika
last update Last Updated: 2024-10-02 18:50:00

"Assalamualaikum...!'' ketuk seseorang dari luar.

"Waalaikumsalam " jawab arumi sambil membuka pintu

"Yuni, ada apa ?'' tanya Arumi lagi

"Mbak, hari ini Yuni pinjam motor nya. Yuni ada keperluan sebentar masalah kuliah. Kalau Yuni naik angkot takut terlambat. Ada tugas yang harus Yuni kerjakan, Ini deadline mbak. Tolongin Yuni Mbak,kalau sudah selesai nanti Yuni balikin motor nya."

"Ya sudah pake saja, tapi nanti sore balikin.Mbak mau pake. Ini Kontak nya." ucap Arumi sambil menyerahkan Kontak motor nya.

"Maksih mbak.Nanti Yuni balikin.'' ucap nya langsung menaiki motor Arumi.

Ada rasa gak rela sebenar nya di hati Arumi.Tapi dia juga gak tega jika itu usrusan kuliah. Biarlah kali ini dia pinjamkan motornya kepada adek ipar nya itu. Arumi kembali melanjutkan pekerjaan rumah ya, jadi saat suaminya pulang semuanya sudah terlihat rapi.

Masih ada waktu satu jam sebelum kepulangan suaminya,Arumi mengambil ponselnya dan melanjutkan pekerjaannya. Setengah jam Arumimenyelesaikan pekerjaannya ,kemudian dia membuka aplikasi perpesanan berwarna hijau. Matanya melotot saat melihat Story milik Yuni. Di sana terlihat yuni sedang duduk dimotor nya dan bercaption "Keren dengan motor baru, siap siap untuk jalan jalan nyoba motor baru.''

Arumi menelpon Yuni tapi panggilannya di rijek oleh adek ipar nya itu. Arumi melihat story Yuni yang lain,ternyata dia sedang nongkrong dengan teman temannya di kafe. Arumi kesal karena Yuni berbohong padanya.

"Assalamualaikum...!''

" Waalaikumsalam...!" jawab arumi,suaminya sudah pulang untuk makan siang.

"Kenapa cemberut begitu ?'' tanya Arman

"Motordi pinjam Yuni,kataya buat ngerjain tugas tapi kenyataannya buat main sama teman temannya. Apa kamu gak lihat SW nya ?''

"Iya, Aku lihat. Maklum aja ya sayang, dia pingin motor tapi aku belumbisa belikan,ibu juga belum bisa belikan dia motor." ucap Arman santai

"Pinjam sih gak apa. Tapi gak usah bohong juga.'' ucap Arumi

"Iya, Mas tahu. Apa gini aja. Motor kamu biar Yuni pake terus nanti kamu mas belikan motor baru. gimana ? dia kan juga perlu motor buat kuliah nya Rum.'' ucap Arman lagi

"Kapan mas mau belikan Arumi motor baru, besok ?'' tanya Arumi tegas

"Ya gak besok juga Rum,mas kumpulin uang dulu buat beli motor. kalau uang nya cukup pasti mas belikan. Dan motormu itu biar Yuni yang pake.''

"Kumpulin uang dulu ? kalau gitu biar Yuni yang nunggu mas kumpulin uang buat beli motor dia.Arumi gak mau, itu motor Arumi . Bisa bisa lebaran monyet baru di belikan motor."

"Kamu ngertiin mas dong rum. Yuni tadi merengek agar motor kamu buat dia, dan kamu beli motor lagi. Mas sudah janji sama dia ngomong sama kamu biar motor kamu buat dia.''

"Terus kalau aku beli motor lagi pake uang siapa ?''

"Ya uang kamu dulu kalau kamu punya. nanti mas ganti. kalau kamu punya uang dikit kita kredit aja. kamu bayar DP sepero harga nanti sisa nya mas yang angsur."

"Ya salam.....sekali gak ya enggak.Arum tidak mau tahu.nanti sore motor harus balik ke sini. Mas ngomong sama Yuni. Arum gak mau tahu."

Arum meninggalkn suaminya ke kamar. Biar diamakan siang sendiri. Arman tak mengerti dirinya sama sekali. Dia hanya mementingkan keluarga nya saja tanpa tahu bagaimana perasaannnya.

Arman makan siang sendiri, setelah itu berangkat kembali ke kantor. Arumi sengaja tidak menemaninya. Dia sudah dongkol kenapa Arman begitu mementingkan adek nya tanpa tahu perasaannya. Setelah suami nya berangkat kerja, Arumi keluar dari kamar nya, Dia malas berdebat tapi hasil nya sia sia.

Dengan wajah cemberut YUni datang mengantarkan motornya. Tanpa permisi dia hanya memarkirkan motor nya di teras kemudian pulang begitu saja. Arumi tidak perduli jika nanti mertuanya marah padanya. Selang bebrapa menit Bu Ida menelpon nya,dia sangat marah dengan Arumi karenaArumi tidak mau memberikan motor nya kepada Yuni.

"Halo Assalamualaikum !" jawab Arumi dengan sopan

"Waalaikumsalam, Kamu ini benar benar pelit ya Rum. Motor hanya di pinjam Yuni saja kamu marah sama Arman. Suami mu itu hanya ingin mengambil jalan tengah. Motormu buat Yuni ,biar nanti kamu di belikan motor sama Arman. Kamu malah dapat yang baru sedangkan motormu jika di pakai Yuni kan sudah bekas nama nya."

''Bukan begitu Bu. Jika mas Arman mau belikan motor Arum ya segera. Arum susahjgagak ada motor jika mau kemana-mana. Jika mas Arman sanggup belikan aku motor besok,maka motor Arum bisa Yuni pake." Jawab nya.

"Ya gak gitu Rum,Kamu gakkasihan Arman.Kasih waktu buat dia buat belikan motor. Lagi pula kamu hanya di rumah, paling hanya ke pasar bisa naik ojek. Sedangkan Yuni butuh buat kuliah. Kamu istri Arman,harus bisa ngertiin dia dong,harus bantu dia juga termasuk keuangan jadi jangan hanya di rumah menghabiskan uang Arman. Jangan marahi Arman hanya gara gara motor." Omel nya panjang kali lebar

''Astagfirullah......Mas Arman ngadu sama Ibu ?''

''Ya wajar dia ngadu ke Ibu. Lagian kamu gak bisa ngertiin dia.''

Arum memijit kening nya sambil istigfar di dalam hati. Suami nya selain pelit ternyata tukang ngadu.

"Sudah ya Bu,Arum tutup telponnya. Arumi mau mandi. Assalamualaikum.''

Arumi masuk ke kamar mandi untuk mandidan mendinginkan kepala, diasengaja memutus telponnya agar dia tidak tambah berdosa kepada Ibu mertuanya karena dia juga manusia biasa yang punya batas sabar.

Lepas magrib Arman sampai di rumah,tapi dia hanya diamseribu bahasa saat melihat Arumi. Dia hanya berlalu ke kamar mandi tanpa mengucapkan apapun. Arumi tahu bahwa suaminya sedang marah. Arumi pergi ke dapur dan menyiapakan kopi juga makan malam untuk suami nya.

"Makanan nya sudah aku siapin. Setelah Sholat kita makan sama sama.'' ucap Arumi lembut

''Aku mau pergi lagi. Aku tidak makan di rumah,kamu makan aja sendiri dan jangan tunggu aku pulang. Aku tidak tahu pulang jam berapa." ucap Arman datar

"Mas mau pergi ke mana ?''

"Ke rumah Mbak sinta. Aku di suruh ke sana ,Ibu juga Yuni ke sana.''

Arumi marah sebenar nya, dia sebagai istri tidak di ikutkan dalam acara keluarga. Tapi dia berusaha sabar dan diam.

"Ya sudah hati-hati. Besok kita pulang ke rumah ibu ya. Ibu kangen sama aku,mau ke sini belum ada waktu.'' ucap Arumi

"Aku gak bisa,karena besok aku harus antar mbak Sinta ke pantai. Dia minta aku antar mereka, anak nya kan ulang tahun.''

Arum mengangkat sebelah alis nya,jadi malam ini mau rayakan ulang tahun keponakannya tapi Arman tak mengajak dirinya.

"Ya sudah hati-hati. Aku besok ke rumah ibu sendiri." ucap Arumi kemudian berlalu meninggalkan suaminya ke kamar. Ada setitik air disudut matanya. Arumi akan lihat sejauh mana suami nya seperti itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 52. PERGI

    "Pagi dek !" Sapa Arumi dengan senyum manisnya. Tadi malam memang Arumi merasakan kenyamanan saat bersama Adrian dan keluarganya.Dia merasa sangat di hargai mengingat orang tua Arman tidak pernah menyayanginya. Hal itu yang menjadikan pertimbangan Arumi untuk menerima Adrian. Ya, tadi malam secara langsung di hadapan ibunya, Adrian menyatakan perasaannya kepada Arumi. "Pagi kakak, sepertinya kakak bahagia sekali."ucap Ajeng kemudian meminum jus mangga nya. Arumi duduk di depan Ajeng kemudian tersenyum lebar. "Tadi malam Adrian nembak kakak di hadapan ibunya. Dan kakak akui Ibu Adrian sangat baik dan lembut. Dari matanya kakak yakin beliau orang baik." tukasnya. "Dan kakak terima Adrian ?" Tanya Ajeng dengan senyum kecutnya."Iya, kakak terima dia. Karena tidak ada salahnya kakak mencoba lagi untuk berumah tangga. Lagipula Arman gak bisa seenaknya sama kakak jika Ada Adrian." ucap Arumi dengan senyum tipis nya. Ajeng hanya bisa tersenyum dan mengangguk walau di hatinya merasa

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 51

    "Kakak mandi dahulu ya ." Ucap Arumi setelah menyadari kekeliruannya. "Ya !" jawab Ajeng dengan nafas tertahan, karena dia berusaha meredam detak jantungnya. Arumi memejamkan matanya untuk menutupi kebodohannya. Kemudian dia berlalu dan masuk ke kamarnya. "Kamu sungguh bodoh Arumi. Apa yang kamu lakukan !" rutuknya Arumi masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Dia merasa otaknya sudah tidak beres. Tak ingin berlama lama di kamar mandi karena dia harus pergi ke rumah Adrian. Arumi keluar dari kamar, dan Ajeng sudah tidak ada di kamarnya. Arumi membuka lemari dan mengambil baju dan bersiap untuk berangkat ke rumah Adrian. Arumi hanya mengenakan dress di bawah lutut, dia berdandan sesimple mungkin. Arumi berjalan keluar kamar dan mencari keberadaan Ajeng. Dia menemukan gadis itu sedang berdiri di balkon menghadap taman. "Dek, kakak berangkat ya. Kamu mau di bawain apa ?" Tanya Arumi. "Ajeng gak mau apa-apa. Hati hati ya kak. oh ...ya, kesana mau b

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 50

    Arumi memandang keluar jendela sambil memainkan ponselnya. Chat dari Adrian membuatnya agak resah. Bukan apa apa sebenarnya, hanya Adrian ingin Arumi datang ke rumahnya untuk makan malam. Lebih tepatnya Ibu Adrian ingin mengundang Arumi makan malam. Adrian banyak bercerita tentang Arumi kepada Ibunya. Dan ibunya merasa tertarik dengan Arumi. Selain mencari menantu, dia juga ingin mencari ibu bagi cucu semata wayang nya. "tok...tok....!" "masuk!" ucap Arumi kemudian dia duduk di kursinya. "Ajeng, tumben kesini. Apa gak ada kelas ?" tanya Arumi sambil kembali berdiri menyambut Adeknya. "Gak ada kak. Hari ini Dosennya sakit. Hanya kasih tugas saja." jawab Ajeng sambil bergelayut manja di lengan Arumi. "Kamu udah makan ?" Ajeng menggeleng sambil menggembungkan pipinya, hal itu membuat Arumi menjadi gemas. Tanpa aba aba Arumi langsung mencium pipi Ajeng. Keduanya kaget, jika Ajeng kaget di sertai degupan di dada ya,sedangkan Arumi merasa menyesali apa yang dia lakukan. Dia h

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 49

    Jantung Ajeng berdebar dengan kencang tatkala Arumi mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Ajeng. Bukan apa, sebenarnya Arumi hanya menggoda Ajeng,dan membuktikan apakah apa yang dia pikirkan adalah sama. ''Le..lebih baik Kakak sarapan, nanti keburu siang !'' ucap Ajeng gugup''Tolong ambilkan kakak nasi ya !'' ucap Arumi sambil berbisikAjeng hanya diam saja,karena lidahnya kelu untuk menjawab perkataan Arumi.''Assalamualaikum.....!''''Waalaikumsalam....!" jawab keduanyaArumi segera melepaskan tangannya dari pinggang Ajeng,karena Yudha sudah datang untuk menjemput mereka. Sebenarnya Yudha juga tahu apa yang Arumi dan Ajeng lakukan.''Kita sarapan sama-sama Yud, setelah itu kita berangkat !'' pinta Arumi''Iya, terima kasih Bu."Yudha begabung dengan mereka untuk sarapan.Setiap Yudha datang, terkadang ajeng merasa kurang senang karena Ajeng tahu kalau Yudha mencintai Arumi. Setelah semua beres,mereka berangkat. Ajeng ke kampus pagi karena ada urusan dengan Dosen. Sedang

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 48

    Arumi pulang bersama Yudha,sedangkan Adrian masih di pesta tersebut. Arman mendekati Adrian yang sedang berdiri di balkon. ''Kamu menyukai Arumi ? lebih baik kamu jauhi dia,karena Dia milikku !" ucap Arman''Bukankah anda sudah menceraikannya, kenapa anda dengan bodohnya melepas wanita seperti Arumi. Kamu tidak berhak melarang saya mendekati Arumi karena dia wanita bebas. "Ucap Adriansambil menenggak minumannya.Adrian hendak meninggalkan Arman, tapi diamenghentikanlangkahnyakemudian kembali mendekati Arman."Oh..iya satu lagi. Saingan anda bukan hanya Saya,tapi juga Yudha. terlebih lagi dia punya adek yang begitu dia sayangi. Jadi jangan banyak berharap.''Setelah berkata demikian, Adrian meninggalkan Arman. Dia juga memutuskan untuk pulang karena putri kecilnya sudah menunggu di rumah. Ya, Adrian sudah memiliki seorang putri dari almarhum istrinya.Dan dia membesarkan anak nya bersama dengan Ibunya.Sedangkan di perjalanan, Yudha melihat Arumi yang tampak melamun sambil melihat k

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 47

    Arumi menikmati perjamuan pesta beserta para pengusaha juga kontraktor lainnya. Walaupun Arumi masih tergolong baru sebagai seorang kontraktor tapi hasi kerjanya tidak di ratusan lagi. Tim yang berkomitmen juga tenaga kerja yang royal membuatnya mudah mengerjakan proyeknya . Setiap perbuatan pasti ada timbal baliknya, seperti halnya yang Arumi lakukan, dia juga royal kepada pagawainya. "Halo Nyonya Arumi, apa kabar ?" Suara itu begitu mengejutkan telinga Arumi, karena saat ini Arumi berada di keramaian. Firasatnya bertemu dengan Arman ternyata tepat. Arumi tidak mau ada keributan sehingga merusak acara pesta. Yudha dengan sigap berada di depan Arumi dan menghalangi Arman mendekat. "Maaf, beliau sedang tidak mau di ganggu. Jika ada yang ingin di bicarakan lebih baik jangan di sini." "Kenapa, apa kamu takut Arumi jika saya permalukan ?" "Sepertinya anda yang akan malu sendiri nanti, lebih baik Anda menjauhi beliau."pinta Yudha "Siapa kamu berani beraninya mencampuri u

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status