Share

Bab 52. PERGI

Author: Thaya nika
last update Last Updated: 2026-02-07 11:27:38

"Pagi dek !" Sapa Arumi dengan senyum manisnya. Tadi malam memang Arumi merasakan kenyamanan saat bersama Adrian dan keluarganya.Dia merasa sangat di hargai mengingat orang tua Arman tidak pernah menyayanginya. Hal itu yang menjadikan pertimbangan Arumi untuk menerima Adrian. Ya, tadi malam secara langsung di hadapan ibunya, Adrian menyatakan perasaannya kepada Arumi.

"Pagi kakak, sepertinya kakak bahagia sekali."ucap Ajeng kemudian meminum jus mangga nya. Arumi duduk di depan Ajeng kemudian
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 52. PERGI

    "Pagi dek !" Sapa Arumi dengan senyum manisnya. Tadi malam memang Arumi merasakan kenyamanan saat bersama Adrian dan keluarganya.Dia merasa sangat di hargai mengingat orang tua Arman tidak pernah menyayanginya. Hal itu yang menjadikan pertimbangan Arumi untuk menerima Adrian. Ya, tadi malam secara langsung di hadapan ibunya, Adrian menyatakan perasaannya kepada Arumi. "Pagi kakak, sepertinya kakak bahagia sekali."ucap Ajeng kemudian meminum jus mangga nya. Arumi duduk di depan Ajeng kemudian tersenyum lebar. "Tadi malam Adrian nembak kakak di hadapan ibunya. Dan kakak akui Ibu Adrian sangat baik dan lembut. Dari matanya kakak yakin beliau orang baik." tukasnya. "Dan kakak terima Adrian ?" Tanya Ajeng dengan senyum kecutnya."Iya, kakak terima dia. Karena tidak ada salahnya kakak mencoba lagi untuk berumah tangga. Lagipula Arman gak bisa seenaknya sama kakak jika Ada Adrian." ucap Arumi dengan senyum tipis nya. Ajeng hanya bisa tersenyum dan mengangguk walau di hatinya merasa

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 51

    "Kakak mandi dahulu ya ." Ucap Arumi setelah menyadari kekeliruannya. "Ya !" jawab Ajeng dengan nafas tertahan, karena dia berusaha meredam detak jantungnya. Arumi memejamkan matanya untuk menutupi kebodohannya. Kemudian dia berlalu dan masuk ke kamarnya. "Kamu sungguh bodoh Arumi. Apa yang kamu lakukan !" rutuknya Arumi masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Dia merasa otaknya sudah tidak beres. Tak ingin berlama lama di kamar mandi karena dia harus pergi ke rumah Adrian. Arumi keluar dari kamar, dan Ajeng sudah tidak ada di kamarnya. Arumi membuka lemari dan mengambil baju dan bersiap untuk berangkat ke rumah Adrian. Arumi hanya mengenakan dress di bawah lutut, dia berdandan sesimple mungkin. Arumi berjalan keluar kamar dan mencari keberadaan Ajeng. Dia menemukan gadis itu sedang berdiri di balkon menghadap taman. "Dek, kakak berangkat ya. Kamu mau di bawain apa ?" Tanya Arumi. "Ajeng gak mau apa-apa. Hati hati ya kak. oh ...ya, kesana mau b

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 50

    Arumi memandang keluar jendela sambil memainkan ponselnya. Chat dari Adrian membuatnya agak resah. Bukan apa apa sebenarnya, hanya Adrian ingin Arumi datang ke rumahnya untuk makan malam. Lebih tepatnya Ibu Adrian ingin mengundang Arumi makan malam. Adrian banyak bercerita tentang Arumi kepada Ibunya. Dan ibunya merasa tertarik dengan Arumi. Selain mencari menantu, dia juga ingin mencari ibu bagi cucu semata wayang nya. "tok...tok....!" "masuk!" ucap Arumi kemudian dia duduk di kursinya. "Ajeng, tumben kesini. Apa gak ada kelas ?" tanya Arumi sambil kembali berdiri menyambut Adeknya. "Gak ada kak. Hari ini Dosennya sakit. Hanya kasih tugas saja." jawab Ajeng sambil bergelayut manja di lengan Arumi. "Kamu udah makan ?" Ajeng menggeleng sambil menggembungkan pipinya, hal itu membuat Arumi menjadi gemas. Tanpa aba aba Arumi langsung mencium pipi Ajeng. Keduanya kaget, jika Ajeng kaget di sertai degupan di dada ya,sedangkan Arumi merasa menyesali apa yang dia lakukan. Dia h

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 49

    Jantung Ajeng berdebar dengan kencang tatkala Arumi mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Ajeng. Bukan apa, sebenarnya Arumi hanya menggoda Ajeng,dan membuktikan apakah apa yang dia pikirkan adalah sama. ''Le..lebih baik Kakak sarapan, nanti keburu siang !'' ucap Ajeng gugup''Tolong ambilkan kakak nasi ya !'' ucap Arumi sambil berbisikAjeng hanya diam saja,karena lidahnya kelu untuk menjawab perkataan Arumi.''Assalamualaikum.....!''''Waalaikumsalam....!" jawab keduanyaArumi segera melepaskan tangannya dari pinggang Ajeng,karena Yudha sudah datang untuk menjemput mereka. Sebenarnya Yudha juga tahu apa yang Arumi dan Ajeng lakukan.''Kita sarapan sama-sama Yud, setelah itu kita berangkat !'' pinta Arumi''Iya, terima kasih Bu."Yudha begabung dengan mereka untuk sarapan.Setiap Yudha datang, terkadang ajeng merasa kurang senang karena Ajeng tahu kalau Yudha mencintai Arumi. Setelah semua beres,mereka berangkat. Ajeng ke kampus pagi karena ada urusan dengan Dosen. Sedang

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 48

    Arumi pulang bersama Yudha,sedangkan Adrian masih di pesta tersebut. Arman mendekati Adrian yang sedang berdiri di balkon. ''Kamu menyukai Arumi ? lebih baik kamu jauhi dia,karena Dia milikku !" ucap Arman''Bukankah anda sudah menceraikannya, kenapa anda dengan bodohnya melepas wanita seperti Arumi. Kamu tidak berhak melarang saya mendekati Arumi karena dia wanita bebas. "Ucap Adriansambil menenggak minumannya.Adrian hendak meninggalkan Arman, tapi diamenghentikanlangkahnyakemudian kembali mendekati Arman."Oh..iya satu lagi. Saingan anda bukan hanya Saya,tapi juga Yudha. terlebih lagi dia punya adek yang begitu dia sayangi. Jadi jangan banyak berharap.''Setelah berkata demikian, Adrian meninggalkan Arman. Dia juga memutuskan untuk pulang karena putri kecilnya sudah menunggu di rumah. Ya, Adrian sudah memiliki seorang putri dari almarhum istrinya.Dan dia membesarkan anak nya bersama dengan Ibunya.Sedangkan di perjalanan, Yudha melihat Arumi yang tampak melamun sambil melihat k

  • PELITNYA SUAMIKU   Bab 47

    Arumi menikmati perjamuan pesta beserta para pengusaha juga kontraktor lainnya. Walaupun Arumi masih tergolong baru sebagai seorang kontraktor tapi hasi kerjanya tidak di ratusan lagi. Tim yang berkomitmen juga tenaga kerja yang royal membuatnya mudah mengerjakan proyeknya . Setiap perbuatan pasti ada timbal baliknya, seperti halnya yang Arumi lakukan, dia juga royal kepada pagawainya. "Halo Nyonya Arumi, apa kabar ?" Suara itu begitu mengejutkan telinga Arumi, karena saat ini Arumi berada di keramaian. Firasatnya bertemu dengan Arman ternyata tepat. Arumi tidak mau ada keributan sehingga merusak acara pesta. Yudha dengan sigap berada di depan Arumi dan menghalangi Arman mendekat. "Maaf, beliau sedang tidak mau di ganggu. Jika ada yang ingin di bicarakan lebih baik jangan di sini." "Kenapa, apa kamu takut Arumi jika saya permalukan ?" "Sepertinya anda yang akan malu sendiri nanti, lebih baik Anda menjauhi beliau."pinta Yudha "Siapa kamu berani beraninya mencampuri u

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status