Share

Chapter 111 - Ide Jahat

Author: Nyx
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-12 22:36:37

Qing Lan membenamkan wajahnya ke ranjang dan berteriak sekuat tenaga sampai sampai membuat burung burung kecil di halamannya kabur.

Ingatan yang semakin ingin dia lupakan justru semakin terukir dalam ke dalam ingatannya, terus berputar putar di kepalanya tanpa memberikannya celah untuk bernapas.

Kakak, kamu tampan sekali!

Membayangkan hal ini saja sudah membuat seluruh wajah Qing Lan terasa terbakar oleh rasa malu.

Sekarang, Qing Lan benar benar tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapi We
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dennis Yoseph
kehidupan perempuan zaman dulu, kasihan sekali, hidup mereka hanya untuk bertarung dengan sesama jenis kelamin
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 248 - Ming Hao dan Ming Na

    Satu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 247 - Hari Pernikahan

    Upacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 246 - Maharani

    ‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 245 - Kain Putih

    Sesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 244 - Li Qinglan

    Di Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 243 - Perpisahan

    “Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 204 - Pejabat Setia

    Setelah tiba di Mahakamah Agung, tentunya semua kerapuhan dan kelemahan yang dia tunjukkan tadi secara sekilas telah menghilang sepenuhnya dan tidak menyisakan apapun. Hanya wajah tegas dan dingin yang terpampang di wajahnya pada saat ini, membuat orang lain akan merasa sungkan ketika melihat diri

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 203 - Hari yang Berat

    Sesampainya di depan , Nyonya Besar dengan baju tidurnya tampak menghentikan langkah Qing Lan dan Xingyue. “Lan'er, aku mendengar bahwa kamu menuntut Lu Jiangniang di Mahakamah Agung. Apakah kamu tahu bahwa hal ini akan merusak reputasi Kediaman Perdana Menteri kita? “ Tanya Nyonya Besar. Qing La

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 202 - Bukti

    Qing Lan secara khusus meninggalkan pesan pada Hakim Yun bahwa ini bukan masalahnya sendiri melainkan masalah Wen Xing juga. Hakim Yun mungkin tidak terlalu menghormatinya tetapi jika menyangkut Wen Xing maka Hakim Yun pasti tidak akan berani menganggap masalah ini remeh. “Kalau begitu maka biark

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 201 - Kejutan Lainnya

    Qing Lan kembali ke rumahnya dengan perasaan yang campur aduk, benar benar dengan hati yang sangat kacau sekali sebelum akhirnya kereta kuda yang mengantarnya kembali dicegat oleh Xingyue. “Nona, Nona! “ Seru Xingyue dengan panik merangsek naik ke atas kereta kuda Qing Lan. “Apa yang terjadi? “ T

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status