Se connecterQing Lan secara khusus meninggalkan pesan pada Hakim Yun bahwa ini bukan masalahnya sendiri melainkan masalah Wen Xing juga. Hakim Yun mungkin tidak terlalu menghormatinya tetapi jika menyangkut Wen Xing maka Hakim Yun pasti tidak akan berani menganggap masalah ini remeh. “Kalau begitu maka biarkan orang orang untuk menjemput Nyonya Lu dan menginterogasinya. “ Ucap Hakim Yun. “Aku akan pergi. “ Balas Qing Lan dengan acuh tak acuh . Qing Lan naik ke atas kereta kuda dan berjalan beriringan dengan Petugas Mahakamah Agung yang ditugaskan untuk menangkap Lu Jiangniang. Qing Lan menatap nanar ke arah depan dan menyadari bahwa selama ini dia selalu meremehkan Nyonya Lu. Berpikir bahwa kejahatannya hanya berada di lingkup keluarga atau bahkan hanya untuk mengendalikan keluarga. Namun, pemikiran ini benar benar salah besar karena Nyonya Lu sesungguhnya memiliki kemampuan yang jauh dibandingkan dengan prediksinya. Sesampainya di Kediaman Perdana Menteri, para Petugas Mahakamah Agung la
Qing Lan kembali ke rumahnya dengan perasaan yang campur aduk, benar benar dengan hati yang sangat kacau sekali sebelum akhirnya kereta kuda yang mengantarnya kembali dicegat oleh Xingyue. “Nona, Nona! “ Seru Xingyue dengan panik merangsek naik ke atas kereta kuda Qing Lan. “Apa yang terjadi? “ Tanya Qing Lan. Xingyue mengeluarkan surat dari dadanya dan membacanya dengan hati hati sementara Xingyue mulai meneteskan air matanya dan tidak bisa menahan tangisannya. Qing Lan yang membaca surat itu juga berubah menjadi hampa karena tidak menyangka dengan apa yang terjadi saat ini. Di surat itu tertulis laporan laporan medis Nyonya He sebelumnya dan dikatakan bahwa dia hanya memiliki radang dingin yang tidak parah. Kemudian radang dingin ini pun langsung diobati, jadi tidak mungkin bisa sampai menyebabkan kematian.Belum lagi dengan laporan pembelian Nyonya Lu yang setiap bulannya dibeli dan jika dilihat dari takarannya maka itu tidak sesuai. Itu akan berubah menjadi racun belum lagi
Maka… hanya ada satu orang lagi, yaitu Lu Jiangniang, Nyonya Lu! Lu Jiangniang juga termasuk orang tuanya secara hukum. Qing Lan mengerutkan dahinya, mungkinkah Nyonya Lu orangnya? Qing Lan tidak bisa tidak curiga pada Lu Jiangniang mengingat seluruh perilaku jahatnya selama ini. Maka hal yang harus dia lakukan adalah menyelidiki keterlibatan Kediaman Lu pada Kediaman Putri Huayue. Karena dirinya sudah memiliki garis besar tentang arah penyelidikannya maka Qing Lan sudah tidak ragu lagi. “Aku mendengar bahwa kamu bertengkar dengan Wen Xing karena perempuan pelayan lama Ibunya. “ Ucap Kaisar dengan agak mabuk. Qing Lan terdiam dan agak terkejut juga , informasi yang didapatkan oleh Kaisar benar benar sangat cepat. “Jangan pikir aku tidak tahu, jika aku tidak mendapatkan validasi dari kalian semua maka aku terpaksa mencari validasi atas kesetiaan kalian sendiri. “ Balas Kaisar. Qing Lan menganggukkan kepalanya, Kaisar memang terlihat akan melakukan hal yang semacam ini. Qing Lan
Sejujurnya Qing Lan sangat terkejut ketika mendengar bahwa Kaisar tidak menyalahkan dirinya, awalnya dia sudah siap untuk menerima hukuman namun sekarang Kaisar berkata bahwa tidak ada hukuman yang menunggu dirinya. Qing Lan tidak tahu apakah Kaisar hanya ingin mengujinya atau memang tidak berniat untuk menghukumnya sehingga dia tidak berani banyak berbicara. Hanya saja jika Kaisar memang tidak berniat untuk menghukumnya lalu kenapa Kaisar mengundangnya ke Istana? Bahkan terkesan terburu buru untuk mengundangnya ke Istana, hal ini tentu saja membuat Qing Lan merasa resah. Hari ini tubuhnya benar benar diuji sampai ke batasnya, seluruh hal penting dikumpulkan untuk dikeluarkan pada hari ini. Bagi Qing Lan… hari ini benar benar sangat berat, awalnya dia sangat bahagia hari ini karena bagaimanapun Li Xuan akan dihukum mati. Setelah merasakan kebahagiaan yang tak terbatas, kesedihan bertubi tubi menghantam dirinya dalam satu hari. Putra Mahkota di bunuh, Wen Xing mengundurkan diri
Qing Lan kembali ke Kediamannya dan berusaha untuk menghubungi Ayahnya mengenai kebenaran dari perkataan ini. Tetapi pada akhirnya yang terjadi adalah Qing Lan tiba tiba menerima panggilan dari Istana. Belum sempat berganti pakaian dengan baik, Qing Lan pun pergi dengan pakaian acak acakan nya. Qing Lan menghela napas ketika berada di Kereta Kuda Istana yang diperintahkan secara pribadi oleh Kasim Zhong yang merupakan tangan kanan Kaisar. Qing Lan menyandarkan kepalanya di dinding kereta kuda yang megah ini dan tiba tiba merasa sangat lelah. Hari ini benar benar sangat banyak terjadi kejadian yang mengejutkan, mulai dari penyergapan yang menyebabkan kematian Putra Mahkota, lalu kejadian Wen Xing dan pelayan Ibunya dan sekarang Kaisar memanggilnya ke Istana. Firasat Qing Lan kurang baik, mungkinkah dirinya akan menerima hukuman juga atas kematian Putra Mahkota? Wen Xing telah mengundurkan diri dari posisinya sementara dirinya tidak tahu apakah akan diasingkan atau dihukum dengan
Seluruh bawahan telah diusir dan hanya menyisakan Qing Lan dengan Wen Xing di ruangan yang tiba tiba terasa dingin dan mencekam ini. Qing Lan merasa bahwa telinganya berdengung dan otaknya bergemuruh, dia ingin tidak mempercayai kata kata pelayan tua itu tetapi dia tiba tiba teringat satu hal. Jika Ayahnya memang tidak memiliki hubungan apapun dengan Putri Huayue lalu mengapa membangun hubungan yang sangat dekat dengan Li Xuan? Mungkinkah benar benar ada hubungan? Sementara Wen Xing mengguncang guncang tubuh pelayan tua itu, tapi apa gunanya lagi? Orang itu sudah tiada dengan informasi yang tidak lengkap. Bahkan tidak bisa menyebutkan nama seseorang dengan jelas. Sekarang Qing Lan duduk di dinding dengan mata terbuka dan tatapan kosong. Tidak! Bahkan jika Ayahnya memiliki hubungan dengan Putri Huayue maka mustahil bagi Ayahnya untuk mencelakai seorang pejabat baik. “Qing Lan, aku mungkin harus memeriksa Ayahmu untuk saat ini karena inilah satu satunya petunjuk yang tersisa. “ U







