ホーム / Pendekar / PENDEKAR 7 WARNA / SAKIT DI BAGIAN BAWAH PERUT!

共有

SAKIT DI BAGIAN BAWAH PERUT!

last update 公開日: 2025-02-04 13:20:02

Nada suara Cung Sin terdengar meninggi ketika ia mengatakan itu pada Cang Sin. Cung Sin bersandiwara bahwa ia merasa tersinggung meskipun apa yang dikatakan oleh Cang Sin itu adalah benar adanya.

Namun, karena ia sekarang sedang menjalankan rencana, ia tidak mau siapapun mengetahui apa yang sekarang dilakukannya.

Merasa kakaknya seperti tersinggung dengan apa yang dikatakannya, Cang Sin tersadar, tidak seharusnya ia bersikap demikian.

Bagaimanapun, Cung Sin adalah kakaknya, ia tetap harus bersikap hormat pada pria tersebut meskipun ia sedang marah sekalipun.

"Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya menyampaikan keraguan hatiku saja, aku minta maaf jika itu menyinggung perasaanmu."

Dengan nada suara merendah, Cang Sin mengucapkan kalimat tersebut tapi itu tidak membuat Cung Sin merasa puas, ia merasa perlu memberikan pelajaran pada sang adik agar adiknya itu tidak berani berpikir berlebihan tentangnya.

"Minta maaf boleh, tapi karena kau kurang ajar padaku, maka, kau harus aku berikan pelajaran terlebih dahulu karena semua itu!"

Setelah bicara demikian, Cung Sin menyerang Cang Sin dengan serangan yang sangat gencar. Meskipun tahu ilmu kepandaiannya tidak setara dengan Cang Sin.

Cung Sin tetap melakukan hal itu pada Cang Sin karena ingin bersandiwara penuh dengan memainkan peran bahwa ia kakak yang sedang tersinggung lantaran kesimpulan yang dibuat oleh Cang Sin.

Diserang seperti itu oleh sang kakak, membuat Cang Sin terkejut. Bukan pertarungan yang ia inginkan buah dari apa yang ia pertanyakan tadi, tapi sebuah penjelasan karena ia memang merasa aneh, sang kakak tiba-tiba muncul ketika sang kakak justru ditugaskan ke tempat lain oleh sang ayah.

"Kak! Hentikan pertarungan ini! Kita bisa bicara baik-baik, bukan? Kita tidak perlu melakukan hal ini!" teriak Cang Sin sambil terus menangkis serangan yang dilakukan oleh Cung Sin.

"Bicara baik-baik? Kau tidak sedang melakukan itu, Cang Sin! Kau menghakimiku! Kau itu adik! Walaupun hanya beberapa menit tapi tetap saja kau adik! Kau, tidak boleh bersikap seperti itu pada kakakmu sendiri!"

Cung Sin membalas teriakan Cang Sin dengan teriakan pula. Ia semakin meningkatkan serangannya hingga Cang Sin yang tidak mau meladeni apa yang dilakukan oleh sang kakak terpaksa melakukan serangan balasan meskipun itu tidak memakai kekuatannya secara penuh.

BRUKK!!

Tubuh Cung Sin terpental dan menerobos semak belukar ketika Cang Sin membalas serangan yang dilakukannya beberapa saat yang lalu.

Cang Sin mampu membalikkan serangan sang kakak dalam sekejap setelah tadi ia hanya menghindar dan menangkis saja serangan sang kakak.

Awalnya, Cung Sin ingin segera bangkit ketika ia terpental karena serangan yang dilakukan oleh Cang Sin. Akan tetapi ia tidak mampu hingga ia hanya terbaring sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.

Melihat sang kakak demikian, Cang Sin buru-buru mendekati kakaknya, dan berjongkok di samping sang kakak.

"Kak! Kau tidak apa-apa?" tanya Cang Sin sambil membantu kakaknya untuk bangun.

Cung Sin menepis tangan Cang Sin dari bahunya, tidak mau menerima pertolongan yang dilakukan oleh sang adik.

"Kurang ajar, kau! Sudah menuduh yang tidak-tidak, kau juga menyakitiku!" katanya dengan nada yang terdengar sangat marah.

Kali ini, kemarahan Cung Sin bukan sebuah sandiwara. Tetapi sebuah kenyataan, karena ia memang merasakan sakit akibat serangan yang dilakukan oleh Cang Sin padanya.

"Kak! Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, kau sendiri yang menyerangku secara mendadak, aku hanya mengimbangi, tidak mau melakukan serangan balik, tapi karena tadi kau menyerang titik penting dalam tubuhku, aku terpaksa, Kak...."

BUKKK!!

Tubuh Cang Sin terpental ke belakang ketika dengan penuh perasaan marah, Cung Sin menendangnya meskipun ia sekarang hanya duduk setelah tadi Cang Sin membantunya untuk bangun.

Cang Sin yang tidak siap dengan serangan itu tergeletak di atas tanah berumput. Dadanya berdenyut sakit. Namun bukan itu saja yang dirasakan oleh Cang Sin.

Tiba-tiba saja, bagian bawah perutnya terasa sakit pula padahal tendangan yang dilakukan oleh Cung Sin bukan mengarah ke bagian vitalnya.

"Akh! Kenapa rasanya sangat sakit? Padahal, Kak Cung Sin hanya menendang dadaku, tidak menendang bagian bawah perutku, tapi kenapa rasanya sangat sakit?" gumam Cang Sin sambil berusaha untuk mengerahkan tenaganya agar ia bisa menahan rasa sakit itu sekuat yang ia bisa.

Sementara itu, Cung Sin yang merasa puas sudah membalas serangan yang dilakukan oleh Cang Sin berdiri, walaupun rasa sakit pada bagian dadanya masih terasa, dan setiap ia melakukan pergerakan, rasanya ia sangat sulit untuk sekedar hanya bernapas.

"Bangun! Kita harus pulang sekarang! Ayah sudah menunggu!" teriak Cung Sin pada Cang Sin.

Sebenarnya, Cung Sin masih ingin menghajar Cang Sin karena ada banyak alasan untuknya melakukan itu pada sang adik kembar, tapi ia khawatir jika ia terlalu berlebihan, ayahnya akan curiga hingga rencananya tidak akan berjalan dengan baik.

Sebab itulah, Cung Sin berusaha untuk menahan diri menyalurkan kemarahan untuk adik kembarnya tersebut. Masih ada lain waktu, begitu pikirnya.

Namun, Cang Sin tidak bergerak sama sekali meskipun sang kakak memintanya untuk bangun.

Membuat Cung Sin segera melangkah mendekati sang adik dan berjongkok di samping tubuh adiknya tersebut untuk mengetahui mengapa Cang Sin terlihat sangat kesakitan seperti itu padahal ia tadi tidak terlalu mengerahkan kekuatannya saat ia menendang Cang Sin?

Lagipula, sekelas Cang Sin yang memiliki ilmu kepandaian tinggi, tidak mungkin sangat mudah dirobohkan hanya dengan satu serangan saja, tapi mengapa sekarang Cang Sin seperti kepayahan seperti itu?

"Hei! Kau ini sedang apa? Kau bersandiwara di hadapanku? Apakah kau benar-benar sedang kesakitan?"

Kembali Cung Sin melontarkan pertanyaan, satu tangannya membalik tubuh adik kembarnya, agar ia tahu Cang Sin sedang bersandiwara atau tidak.

Dia punya ilmu kepandaian yang tinggi, jika hanya satu tendanganku saja dia jadi seperti ini, apakah itu berarti, kekuatanku yang bertambah?

Hati Cung Sin bicara demikian sambil terus memperhatikan sang adik yang masih sibuk mengerahkan kekuatannya untuk mengatasi rasa sakit pada bagian bawah perutnya.

"Aku tidak sedang bersandiwara! Aku benar-benar merasa sakit, Kak!" sahut Cang Sin sambil terus menekap bagian bawah perutnya, dan ini membuat Cung Sin semakin heran.

"Aku tadi menendangmu di dada, kau kesakitan di bagian vitalmu, kau sedang mengejekku, Cang Sin?"

Karena merasa apa yang ia lihat tidak masuk akal, Cung Sin justru tersinggung hingga ia emosi kembali setelah tadi ia berusaha untuk menahannya karena ingin menyudahi apa yang ia mulai khawatir Cang Sin curiga.

"Aku tidak sedang berbohong, Kak! Aku merasa sakit di sini, aku tidak bisa bangun sekarang!" kata Cang Sin dan penjelasannya tidak membuat Cung Sin puas.

"Kau benar-benar ingin mengejekku ternyata, kau mau masa depanmu sebagai lelaki aku musnahkan, baik? Aku akan menendangmu di bagian vitalmu itu agar kau puas!"

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • PENDEKAR 7 WARNA    PERMINTAAN CUNG SIN DITOLAK!

    "Pertanyaanmu itu tidak bisa aku pastikan. Tapi kurasa, kecil kemungkinannya untuk melihat Cang Sin lagi. Maksudnya, kecil kemungkinannya dia akan selamat."Lemas seluruh persendian Im Kwan mendengar apa yang dikatakan oleh Pangeran Yuan. Meskipun ia tahu resikonya memang seperti itu untuk mereka yang mengabdikan diri pada negeri, tetap saja Im Kwan tidak bisa menahan rasa sedihnya membayangkan Cang Sin benar-benar mengorbankan diri untuk menyelamatkan semuanya. "Aku bersama Pendekar Lentera Kuning waktu itu, dia mengatakan padaku masih bisa merasakan kehadiran Cang Sin. Tapi setelah wilayah khusus meledak dan amblas ke dalam tanah, keberadaannya tidak bisa dirasakan lagi oleh Pendekar Lentera Kuning. Benarkah Cang Sin sudah tewas karena memusnahkan wilayah khusus tersebut?"Zaiho bicara dan Cang San menatapnya seraya menarik napas panjang. "Anakku seorang pendekar. Resiko gugur memang selalu ada. Aku sebagai ayahnya sangat hancur menerima ini semua. Tapi kita tetap harus membereska

  • PENDEKAR 7 WARNA    CANG SIN TEWAS?

    "Jantung. Dia menggenggam jantung segar. Apakah itu jantung Cang Sin?" ucap Ai Ling dan perkataannya membuat Zaiho geram. Ia ingin mendekati Lien Er tapi terlambat perempuan itu sudah berkelebat pergi sembari membawa jantung itu di tangannya.Ketika Zaiho ingin melontarkan pertanyaan pada Ai Ling, perempuan itu sudah melompat dan menghilang di wilayah khusus yang ada di hadapan mereka. Melihat hal itu, Zaiho tidak mau terlalu banyak berpikir lagi. Ia juga ikut melompat hingga keduanya sama-sama masuk ke dalam wilayah khusus tersebut. Di dalam sana, keduanya disambut oleh serangan para makhluk astral anak buah Lucifer. Mereka sangat buas ingin menghisap dan menggigit Ai Ling juga Zaiho. Keduanya segera menghadapi serangan tersebut tapi mereka tidak melihat Cang Sin di manapun."Cang Sin! Kau di mana?!" teriak Ai Ling seraya terus menghadapi serangan para makhluk astral tersebut.Tidak ada sahutan, hingga Ai Ling meningkatkan serangannya disusul Zaiho yang juga melakukan hal yang sam

  • PENDEKAR 7 WARNA    CANG SIN DIKEPUNG!

    Jantung yang digenggam Cang Sin tidak seperti jantung pada umumnya. Jantung milik Lucifer berwarna merah bercampur sinar perak. Sinar perak itu menyeruak di antara darah yang menyelimuti jantung tersebut. Cang Sin sebenarnya merasa heran dengan kondisi jantung milik Lucifer. Namun, ia tidak punya waktu untuk menyelidiki mengapa jantung itu berbeda. Karena setelah teriakan Lucifer, anak buah Lucifer dari berbagai macam penjuru perbatasan berdatangan dan langsung menyerang Cang Sin. "Cang Sin! Berikan jantung itu padaku!" teriak Lien Er sambil membantu Cang Sin menghadapi serangan para makhluk astral yang datang karena marah melihat Lucifer diperdaya oleh manusia.Cang Sin mendengar apa yang diteriakkan oleh Lien Er. Namun ketika ia ingin melakukan apa yang diminta oleh Lien Er, suara Dewi Lembah Seribu Obat terdengar di telinganya."Jika kau memberikan kristal itu pada Lien Er, maka dia akan menjadi Lucifer selanjutnya, Cang Sin. Perjuanganmu sekarang akan sia-sia!" tegas Dewi Lemba

  • PENDEKAR 7 WARNA    JANTUNG LUCIFER TERLEPAS!

    "Tunggu apalagi? Cepat serang!" teriak suara itu kembali di telinga Cang Sin.Namun, Cang Sin tidak melakukan perintah itu dengan segera melainkan tetap fokus dengan pandangannya ke arah bagian jantung Lucifer untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Lien Er. Darah mengucur deras dari luka di leher Cang Sin. Bersamaan dengan itu, perlahan-lahan, kerangka tubuh Lucifer makin lama makin mulai berbentuk seiring darah Cang Sin terhisap oleh Lucifer.Sementara itu, detak jantung Lucifer perlahan terlihat. Dimulai dari sarafnya sampai kemudian gumpalan itu makin lama makin terlihat dengan detak jantung yang terlihat mata Cang Sin karena permukaan tubuh Lucifer masih belum tertutup daging dan kulit. Karena sudah melihat bagian jantung milik Lucifer, Cang Sin bersiap untuk melakukan apa yang diinginkan oleh Lien Er. Meskipun ia tahu mungkin keputusannya tersebut akan membawa masalah, tapi yang dipikirkan Cang Sin adalah, jika Lucifer tidak dimusnahkan terlebih dahulu, maka iblis itu akan me

  • PENDEKAR 7 WARNA    JANTUNG CANG SIN DIINCAR!

    Suara Lucifer terdengar sangat lantang. Membuat Lien Er untuk sesaat terkesiap. Namun, ia tahu ia tidak boleh terlalu banyak berpikir jika tidak mau Lucifer tahu apa yang sedang ia pikirkan."Aku siap, Tuan. Tapi apakah itu berarti Kristal Keabadian akan diberikan padaku, bukan pada Raja Iblis Bo?" sahut Lien Er pada Lucifer. "Tergantung apakah kau layak menerimanya atau tidak.""Layak atau tidak layak itu yang seperti apa?"Lucifer mengarahkan wajah tengkoraknya pada Lien Er, pertanda ia sedang memeriksa Lien Er. "Mari lakukan ritual persembahan puncak. Jika kau melakukannya dengan baik, maka aku akan mempertimbangkan tentang kau yang mendapatkan Kristal Keabadian itu atau tidak."Lucifer bicara demikian, lalu ia memberikan perintah pada Lien Er untuk memulai ritual puncak yang akan mengorbankan Cang Sin terlebih dahulu baru akan mencari Im Kwan setelahnya. "Dia memiliki beberapa ilmu inti di dalam tubuhnya. Ilmu ini membentengi dirinya, saat aku menyerap daging dan darahnya kau h

  • PENDEKAR 7 WARNA    CANG SIN MENGORBANKAN DIRI

    Sadar dirinya dipandang, Im Kwan tidak mau mengalihkan pandangannya. Ia tetap seperti tadi menatap wajah tengkorak Lucifer, berharap apa yang dikatakannya mampu membuat Lucifer mengurungkan niatnya untuk menjadikan Cang Sin tumbal.Akan tetapi, tidak disangka, Lucifer justru tertawa terbahak-bahak sesaat setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Im Kwan. Ini membuat Im Kwan terkejut karena reaksi iblis itu di luar dugaan."Kau berani mengataiku? Memangnya kemampuanmu setara dengan kemampuanku? Jika aku memakainya sebagai tumbal utuh, artinya orang itu memang sesuai kriteria. Tidak usah mengajariku untuk masalah itu!"Lucifer bicara demikian dan itu membuat Im Kwan semakin tidak paham. "Sesuai kriteria? Artinya, dia masih bersih?" tanyanya seraya melirik ke arah Cang Sin sejenak sebelum memandang Lucifer kembali. "Ya!"Telapak tangan Im Kwan mencengkram erat ujung pakaiannya. Sementara itu Cang Sin diam-diam berharap, apa yang dikatakan oleh Lucifer mampu membuat Im Kwan percaya bahw

  • PENDEKAR 7 WARNA    BERSIAP MENUSUK LEHER IM KWAN

    Sementara itu, mendengar apa yang dikatakan oleh Cung Sin, Lien Er akhirnya mempertimbangkan permintaan kakak kembar Cang Sin tersebut. Ia mengakhiri percakapan batin mereka dan memandang ke arah Raja Iblis Bo yang masih membaca mantra untuk memanggil Lucifer.Benar juga. Aku menikah dengan Boyen

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • PENDEKAR 7 WARNA    MEMULAI RITUAL PERSEMBAHAN

    Serangan yang dilakukan oleh anak buah Raja Iblis Bo terhenti seketika saat Raja Iblis Bo memberikan perintah bahwa mereka harus berhenti.Saat serangan anak buah Raja Iblis Bo dihentikan, Hai Ling dan juga Im Kwan ingin terus melakukan apa yang sudah mereka lakukan agar kastil itu jadi kacau balau

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • PENDEKAR 7 WARNA    MINUM DARAH IM KWAN!

    "Cang Sin, lihat. Kupu-kupu biru itu seperti memberikan isyarat pada kita!" seru Zaiho pada Cang Sin sebelum ia menggebrak kudanya.Cang Sin mengarahkan pandangannya ke depan, di mana kupu-kupu biru itu seperti meminta mereka untuk mengikuti. Zaiho berpaling pada Cang Sin meminta pendapat pada Can

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • PENDEKAR 7 WARNA    SENTUH AKU, CANG SIN!

    Melihat apa yang terjadi pada Raja Iblis Bo, semua yang ada di situ terkejut tak terkecuali Lien Er dan Hai Ling. Berbeda dengan Im Kwan. Perempuan itu berusaha untuk mengerahkan kekuatannya untuk membuat luka di lehernya tidak lagi mengeluarkan darah dan bersiap untuk melakukan serangan. Namun, s

    last update最終更新日 : 2026-04-04
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status