LOGINKonon, di jaman Kerajaan Kahuripan ada seorang pangeran dari Sunda Galuh yang melepaskan haknya sebagai Putra Mahkota dan memilih menjadi seorang Wiku, kemudian mengembara ke Kahuripan. Sepanjang pengembaraannya, ia lebih suka memberi pertolongan kawulo alit dengan kemampuannya menyembuhkan berbagai penyakit dengan ramuan dedaunan tanpa mau menerima upah. Karena kebersihan dan kesucian hatinya, hatinya diibaratkan sangatlah putih dan suci. Ia mempunyai adik seperguruan. Seorang putri Mahkota Kahuripan yang karena situasi sedari kecil sudah dikepung bahaya maka dididik keras agar memiliki ilmu untuk membela diri dan berpakaian seperti laki-laki sampai remaja. Ternyata ia sangat berbakat menjadi orang sakti Mandraguna dan sedari kecil sudah menunjukkan keberaniannya. Karena ia seorang yang berani maka diibaratkan ia berjiwa merah. Pada jilid-jilid awal ditunjukkan mereka baru pulang dari Sunda Galuh menuju ke padepokan gurunya dan bermalam di sebuah kabuyutan. Mulai dari sana mereka menjumpai peristiwa yang menyingkap gerombolan besar yang akan memberontak kepada kerajaan. Apalagi kemudian ada utusan dari kerajaan yang hendak menjemput kepulangannya. Ternyata dari penuturan sang putri mahkota mengisyaratkan bahwa hati mereka sudah saling tertarik semenjak menerima pelajaran di kelas. Hanya karena sang putri mahkota belum jujur bahwa ia seorang wanita maka perasaan mereka masih terpendam. Apakah sang putri mahkota akan mengungkap jati diri yang sebenarnya?
View MoreRing, Ring. Hey, Get up or you’re going to be late.
She groans as she slams her hand down on the counter looking for her phone to turn off the Alarm, She pulls her phone to her face to see it better and She sighs. It’s 7 am, She sits up slowly rubbing her eyes with a yawn getting off the bed to go to the bathroom. She brushes her teeth and fixes her long strawberry blonde hair, today was bound to be a good day.
At least she hoped it would be. As it's the first day back to school.
This is Sophie, She’s a Sophomore at Beverly Hills. She currently is entering Junior Year along with her twin brother Casper.
[7:30 am]
Sophie makes her way downstairs ready for school and she’s smelling the result of eggs and bacon being cooked, there’s a smile on her face as she makes her way to the kitchen. “Hola Sophie, Good morning.” She nods her head to the maid “Hola Gloria, good morning.” She greets back seeing her mother’s back as she was facing the stove. “Is that my Sophie?”
“Yes, it’s me mama.” Sophie speaks softly. “Good morning honey!” Her mother spoke proudly, earning a smile from her “Good morning mom, where’s dad?”
“Sweetie he wanted to be here, but he got caught up in some business. He’ll be home for your birthday though I promise.” She says and Sophie couldn’t help the sigh that left her lips, it’s not a surprise. Sophie nodded her head at that but didn’t say anything sitting by the table, a few moments later she’s being served food cooing at her younger sister Chloe “Who’s a good girl? You are. You are!” She smiles seeing her sister clap her hands enthusiastically and babble to her, “You’re definitely a weirdo.” she’s poked and she turns around to see her twin brother and she rolls her eyes playfully.
This is Casper, her twin brother who always uses the 5 minutes older thing against her. Not that she minds.sometimes.
“Oh Casper, don’t be mad at me because you are not as smart.” Sophie teases and Casper rolls his eyes sitting down at the table, their mom serving him too. “I’m not mad about that, you know why?” He asked letting their younger sister chew on his finger “Why?” Sophie asks expecting a genuine explanation, Casper poked his bacon with a fork motioning it towards her “Simple really, I’m older than you.” He says and right then Sophie’s eyes narrowed and she just stared at him.
He smirks laughing softly. He always does this, uses his 5 minutes of being older to pounce on her about it. Sophie doesn’t mind but she walked straight into this one.
How could she not have seen this coming? She should've been alert, But Casper always seems to catch her off guard.
She shakes her head as she gave him this win, both her and her brother going back to eating their food so they could leave for school. Their mom sits down with them to drink some coffee and feed Chloe in her high chair, Sophie finished her food placing her bowl in the sink followed by Casper. Both kids kissed Chloe on the head and Casper also leaned in to give his mother a kiss on her head “Bye mom we love you.” He says for the both of them earning a smile from Sophie.
No matter what people tried to say about Casper, they couldn't say that he wasn't a complete sweetheart.
"Bye kids! Be good, I love you too." She says softly and they closed the door behind them, Casper made his way to his car and Sophie followed behind him, hopping into the car. She turned the radio on and Butter comes on, they smile at each other as the music starts to play.
"Smooth like butter, like a criminal under cover. Gonna pop like trouble, breaking into your heart like that." Sophie starts to sing and Casper smiles hyping her up "cool shade stunner, yeah I owe it all to my mother. Gonna pop like trouble, making you sweat like that."
“Ain’t no other that can sweep you up like a robber, straight up I got you. Yeah we’re making you sweat like that. Break it down.” Casper sung and Sophie giggles softly knowing he’s giving her the attention to sing “Ooh when I look in the mirror, I’ll melt your heart into two. I got that superstar glow so oooooh, do the boogie like.” She sings happily.
“Slide step right left to my beat, high like the moon rock with me baby.” Casper sings as he drives them to school, “Know that I got that heat, let me show you cuz talk is cheap.” Sophie continues.
“Slide step right left to my beat, get it let it roll!” They sung in unison before simultaneously laughing in sync, Sophie smiles afterwards as her brother turns on to the lane of their school. If there was one thing she was beyond certain of, Casper was her best friend. She couldn’t picture a world without her literal other half. Casper pulls up to their school and he parks the car, Sophie gets out grabbing her book bag and he grabs his bag locking the car and closing the roof.
Sophie gets out and she waves to her brother as they both head to their respective first period class “I’ll see you at practice Casper!” She calls over her shoulder at her brother who nods his head with a smile “Have fun today Soph!” He calls back and she smiled entering her class just as the bell rang “Good morning class and welcome to English class.” Her teacher spoke and she got settled in her chair as the rest of the kids poured into the class.
It was Time to start the first day of school. Sophie hoped that like she said, it would go good.
"Maksudku, Kangmas Gesang Suci harus tahu titipan bekal yang besar dari ibundanya itu.""Tentu," sahut ki Patih Narotama. "Hal itu harus segera disampaikan kepada Pangeran muda itu. Biarkan dia bebas menentukan buat apa saja bekal uang dari ibundanya itu. Kita tidak wenang mencampurinya."Demikianlah, beberapa saat kemudian mereka memasuki kabuyutan ketika fajar menyingsing. Angin pagi terasa segar sesudah memeras tenaga dan justru ingin segera bertemu air untuk segera mandi. Ketika kaki mereka sampai di gapura rumah Ki Buyut tiba-tiba langkah mereka merandek . Telinga mereka yang tajam masih mendengar percakapan antara Pendeta Sung Tulodo dan Gesang Suci di pringgitan. Ki Patih berbisik ditelinga Mahesa Barak. "Kita langsung ke rumah kidul saja biar tidak mengganggu penghuni lainnya."Rumah kidul artinya rumah milik Ki Buyut yang sekarang seolah dipakai markas yang berada di sebelah utara. Mahesa Barak mengangangguk setuju."Tetapi aku ingin ganti baju," ujar Mahesa Barak tiba-tiba "
Pada saat itu, lamat-lamat dari kabuyutan terdengar ramai ayam berkokok untuk yang terakhir kali di bawah Gunung Pundhak menandakan sebentar lagi fajar akan datang. Dinginnya hawa pagi membantu mengeringkan keringat di tubuh keduanya. "Luar biasa gusti putri sekarang," Ki Patih Narotama mengangguk hormat. "Selayak nya saat ini ganti pamanda yang berguru."Mahesa Barak tertawa. Meskipun seolah tidak setuju tetapi dalam hati sebenarnya bangga. Apalagi yang memuji seorang paman yang pertama kali mengajari satu dua jurus langkah awal pengenalan ilmu kanuragan."Bukan kemampuaku semata paman. Tapi, sekedar pinjaman dari dewata," jawab Mahesa Barak tiba-tiba timbul senyum kemanjaannya. "Kalau aku kemudian menyimpang dari jalan benar maka sebaiknya dicabut saja pinjaman ini""Benar sekali apa kata gusti putri," sambung ki Patih."Hampir pamanda juga hendak mengatakan bahwa apa yang menjadi kekuatan ilmu kita sebenarnya sekedar pinjaman. Kita tidak boleh mengaku bahwa dengan kemampuan itu menj
"Baiklah, anakmas. Pamanda sangat senang mendengar angger membantu kesembuhan prajurit itu,” ki Patih mengangguk hormat. "Selanjutnya, ijinkan pamanda pergi dengan gusti Rakyan Hino.”"Silahkan gusti patih,” Gesang Suci ganti membalasnya tidak kalah hormatnya."Tapi Kangmas, tidurnya jangan terlalu malam," sambung Mahesa Barak tiba-tiba. "Besuk pagi-pagi kita pergi melanjutkan perjalanan untuk segera bertemu dengan guru di padepokan."Gesang Suci termangu-mangu. Rencana ini-pun baru disampaikan adik seperguruannya itu. Tapi memang tujuan semula adalah pulang ke Bukit Buthak, Padepokan gurunya. Agaknya Ki Patih-pun sudah menyetujui untuk menunggu sehari dua hari di Kabuyutan itu sebelum mereka ke Kota Raja Kahuripan."Kaupun jangan terlalu banyak pamer tenaga," Gesang Suci menjawab acuh. "Segala yang pernah dilatih, dipertontonkan sampai lupa waktu."Mahesa Barak-pun tak kuasa untuk tertawa berderai layaknya tawa seorang laki-laki. Untung ki Patih segera menggamitnya. Demikianlah ketik
Sementara, pada malam hari itu juga di Pendapa sebuah Rumah Joglo milik Ki Buyut almarhum di Kabuyutan Claket, tampak Ki Patih Narotama dihadap oleh beberapa tetua kabuyutan, dua senopati prajurit, beberapa prajurit pengawal, Pendeta Sung Tulodo dan di sebelah kanan adalah Mahesa Barak dan Gesang Suci.Semua orang terutama yang belum pernah mengenal keluarga Raja Airlangga sekali lagi diperkenalkan bahwa Mahesa Barak adalah putra Mahkota kerajaan Kahuripan yang baru pulang dari lawatannya ke Kerajaan Sunda Galuh.Dan Gesang Suci adalah kakak seperguruannya dari Bukit Buthak, sebuah padepokan di seberang Hutan Gembolo.Pendeta Sung Tulodo dan semua tetua Kabuyutan ketika melihat Mahesa Barak sekali-kali mencuri pandang tapi tidak satupun berani menyatakan sesuatu. Namun, agaknya ada sesuatu yang mereka sepakati bersama dan akhirnya hanya tersimpan dalam hati. Karena apabila dinyatakan, maka akan dianggapnya deksura."Mohon maaf, Gusti Rakyan Hino, hamba segera memulai," sembah kipatih h
Sesaat kemudian mulut Gendon ternganga dan kalau ada nyamuk memasuki mulut itu pasti tak disadarinya sebab kuda besar dan tegar berwarna merah sedang keluar sambil mengangguk-anggukan kepalanya."Sekarang menari," ujar Mahesa Barak tersenyum kepada Turangga Rekta. Anehnya kuda itu lalu menggoyang-g
"Maaf kangmas aku mau meneruskan mimpi," sambung Mahesa Barak cepat-cepat dengan wajah cemberut . "Selamat malam "Gesang Suci ingin menjawab bahwa tadi itu kasihan melihat adiknya sudah tidur dan apalagi tidak berani membangunkan. Namun ketika dilihatnya Mahesa Barak sudah membelakanginya lagi sa
Seorang perempuan tua menyuguhkan satu ceret wedang sereh dan semangkok singkong rebus panas."Waduh jangan repot-repot nek," ucap Gesang mengangguk hormat. Ditatapnya nenek tua itu sejenak dan kemudian beralih ke singkong yang masih mengepul. "Terima kasih. Singkongnya tampak manis dan empuk”"Sil
"Hari respati, malam sukro," desis Mahesa Barak sekali lagi sambil memandang pintu-pintu rumah sudah tertutup rapat-rapat. Malam di mana konon roh para leluhur pulang menunggu doa dari sanak keluarga dan jika tidak ada satupun yang bangun untuk berdoa maka mereka akan bertangisan di kuburan. Namun
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.