Home / Mafia / PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA / BAB 285 MENCARI JALAN PULANG

Share

BAB 285 MENCARI JALAN PULANG

Author: sugi ria
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-07 20:18:20

"Digugurkan," gumam Valin.

Dia masih ada di balkon. The Palace benar-benar tempat yang menawarkan ketenangan yang hakiki. Tidak berisik tapi tetap memberi kesan hangat.

Meski sepi tapi nyaman untuk ditinggali. Ditambah hamparan hutan pinus di depan sana. Valin seperti diajak healing tiap saat.

Perasaan itu membuat suasana hati Valin terasa lebih baik. Pikirannya jernih meski kelebatan bayangan Zen selalu muncul di benaknya.

Di mana dia? Pertanyaan itu datang silih berganti di benaknya. Pria itu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
sugi ria
sabar kak, sabar wk wk wk
goodnovel comment avatar
Lilyan
up lg dong, nunggu cerita kian & jody
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 312 ZIVAYA AMAREA ARCHLIGHT, MY RE

    Kian. Nama itu memunculkan sensasi aneh di dada Zen. Dia diberitahu kalau pria itu tangan kanannya. Orang kepercayaannya. Namun sekarang ada alarm yang berbunyi kencang di kepalanya.Seolah dia bisa meraba kalau ada sesuatu yang tidak beres soal nama itu. Atau dia cemburu pada Kian."Apa dia salah satu dari mereka yang menyukaimu. Mereka bilang kamu punya banyak penggemar rahasia."Zen mengajukan pertanyaan setelah semua orang pergi. Di sana tinggal dia dan Valin."Kayak dia enggak saja. Yang mengejarmu juga tidak sedikit. Cuma yang agak gila satu. Untungnya sudah diikat sama Yuan."Valin membalas sambil menggendong putrinya setelah selesai menyusu. Perempuan sudah bisa duduk, sudah bisa berjalan meski pelan. Hanya saja Valin masih merasa lemas. Jadinya dia belum banyak bergerak. Kecuali ke kamar mandi.Lagi-lagi Zen dibuat menganga. Apa Valin sejak dulu seseksi itu. Kalau iya, pantas dirinya cinta mati pada sang istri. Siapa juga yang rela berbagi jika Valin memenarik itu.Bersamaan

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 311 VERSI PEREMPUAN DALAM KEMASAN SACHET

    "Untung semua aman."Perkataan Sylus nyaris seperti gerutuan. Dia benar-benar tak habis pikir dengan Zen. Nekad sekali orang itu. Nasib baik tak ada saraf atau otot yang robek saat pria itu memaksakan diri berjalan tanpa bantuan.Yang dimarahi hanya nyengir lebar. Tanpa dosa, tanpa merasa bersalah telah membuat semua orang cemas juga takut.Ditambah dia mengamuk saat Valin dioperasi. Siapa yang tidak makin ngeri waktu melihat atau bertemu Zen."Kan sudah kubilang. Aku bisa.""Buktikan kalau begitu. Tapi memang kamu seharusnya bisa jalan. Orang habis caesar itu pulihnya lama. Gak kayak orang lahiran normal. Dia perlu bantuan buat ngurus anak kalian.""Kata siapa?" Zen menyanggupi tantangan Sylus. Dia perlahan berdiri. Perlu beberapa kali percobaan sampai dia akhirnya bisa melakukannya. Dua staf tampak berjaga di sisi kiri dan kanan Zen. "Kata mereka. Aku tidak tahu, aku belum pernah mengalaminya.""Otewe kalau begitu." Zen meringis ketika merasakan seluruh ototnya meregang karena tin

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 310 MANTAN GADIS

    "Jangan lihat mereka. Pandang saja aku," bisik Zen ketika sayatan pertama Paula lakukan.Tidak ada perih yang terasa. Dokter anastesi melakukan tugasnya dengan baik. Satu-satunya lelaki selain Sylus yang akhirnya diizinkan masuk. Mereka kehabisan waktu, hingga Zen tak punya pilihan selain mengizinkan dokter anastesi pria membantu persalinan Valin.Ruangan itu kemudian hanya diisi oleh suara alat bedah yang bekerja. Bisturi atau pisau bedah/scalpel. Lalu gunting metzenbaum, gunting mayo, pinset, retraktor berurutan digunakan.Hingga ketika bisturi atau scalpel alias pisau bedah kembali digunakan. Banjir langsung terjadi di bawah sana.Ketuban Valin berhasil dirobek. Beberapa klem arteri digunakan untuk mengontrol aliran darah selama fase operasi. Paula dan Sissy sesaat bertatapan. Sebelum dengan perlahan mereka mendapatkannya.Semua orang menahan napas. Ketika tangis kencang memenuhi ruangan itu. Sissy bahkan sampai berkaca-kaca ketika dia menangani bayi cantik bermata biru tersebut.

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 309 BISTURI

    Detik berlalu berubah jadi menit. Menit menjelma jadi jam. Selama itu Zen terus mendampingi Valin yang sedang berusaha menahan kesakitan guna melahirkan anak mereka.Hampir enam jam proses itu berlangsung. Dengan pembukaan tujuh sebagai hasilnya. "Tidak ada masalah bukan?" Sylus kembali bertanya."Tidak ada. Tiap proses melahirkan memang berbeda. Tak semua sama. Sissy bilang, tidak ada masalah waktu pemeriksaan terakhir. Dia sudah mengirimkan hasilnya padaku.""Bahkan USG-nya sampai paling detail. Valin ingat Tristan terlilit tali pusat meski cuma satu lilitan.""Lalu apa masalahnya?" Sylus tampak bingung."Tidak ada. Hanya belum waktunya. Lagi pula kondisi Valin dan bayinya terpantau masih aman. Air ketubannya masih cukup. Masih bagus untuk melindungi bayinya.""Sudah bagus dia lahir sekarang. HPL-nya sudah lewat empat hari. Sissy bilang kasih waktu seminggu. Kalau bayinya belum juga lahir. Terpaksa harus di-SC."Sylus menghela napas. "Sayang sekali Sissy sedang menangani kasus ibu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 308 NO SENSOR

    Sesuatu dalam diri Zen seperti menyala. Perlahan membakar semangatnya. Rintihan kesakitan Valin dan kebingungan Sylus membuat dia seperti terpacu untuk bergerak.Seluruh otot dan saraf di tubuhnya meregang. Merespon keinginan kuat Zen untuk bisa berdiri tanpa bantuan apapun. Dia menyeret kakinya. Coba menggerakkannya. Meski kemudian rasa sakit menyengat tulang belakang Zen.Tidak! Dia tidak mau menyerah. Kali ini mencoba sebelah kakinya yang lain. Rasanya sama nyerinya. Keringat bercucuran di sekujur raganya. Zen bertekad memaksa dirinya sampai ke batas maksimal. Dia harus sembuh. Dia yakin juga mampu.Di sana, di ambang pintu ada Valin yang mengerang menahan sakit. Sylus jelas tak berani berbuat banyak selagi Zen ada di sana."Zen, dia sepertinya mau melahirkan."Teriakan Sylus membuat Zen mengetatkan rahang. Tangannya terkepal penuh tekad. Dia perlahan melangkah."Zen, sakit."Panggilan Valin membuat Zen makin terpacu."Tidak, Zen. Jangan dipaksa. Fatal akibatnya."Sylus bingung an

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 307

    "Yang di Valley of Death sudah dimusnahkan. Mereka malah nyusul kemari. Cari mati mereka!"Mark menggeram penuh kemarahan. Dia dan yang lain sedang berada di depan ruang operasi. Tembakan tadi menembus leher Kian. Urat nadi di lehernya terkoyak. Para dokter di dalam sana sedang bertarung dengan waktu juga takdir Kian."Tenang saja. Orang-orang kita pasti akan segera menangkapnya." Shane membalas sambil menoleh ke arah Jody yang menangis dalam pelukan Ivone."Kita akan membuat mereka membayar sepuluh kali lipat." Mark tampak emosi sekali.Kian itu paling jarang terluka. Karena dia memang tidak dinas di lapangan. Fokus Kian adalah menghandle urusan administrasi. Tapi sekalinya terluka sampai membuat semua orang panik. Untung saja kejadian tadi tepat di parkiran rumah sakit. Hingga cepat dapat penanganan. Jika tidak, nyawa Kian bisa saja tak tertolong."Bagaimana keadaannya?" Lexi bertanya sambil mengedikkan kepala.Mark dan Shane pilih menyingkir ketika mereka kedatangan Lexi dan Caleb

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 62 OBAT BAD MOOD

    "Suka?" Kutip Valin sambil mengerutkan dahi. Wanita itu lantas melihat ke arah Zen. Lelaki yang sejak tadi mengikuti tanpa sepatahkatapun terucap."Iya, Kakak suka tidak padanya?" Suara Vante membuat Valin kembali melanjutkan langkah. Dengan Zen lagi-lagi membuntuti."Tidak tahu," balas Valin akhir

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 55 TIDAK BERGUNA

    "Bagus kalau kalian saling kenal. Aku tidak perlu mengenalkan kalian lagi," seloroh dokter Keith, pria itu kembali ke kursinya."Papa, dia yang kuceritakan waktu itu," kata Alvin."Papa?" Valin merespon tidak percaya."Iya, dia papaku," aku Alvin sambil menggaruk kepala. "Tapi di rumah sakit ini ti

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 61 RASA INGIN TAHU

    "Terima kasih."Kata Valin setelah menerima satu cup besar es krim rasa strawberry. Langkahnya pelan menuju sebuah ayunan. Tempat Valin jajan memang berada di kawasan sekolah taman kanak-kanak.Area itu dekat dengan pemakaman. Lokasi yang baru dikunjungi Valin beberapa menit lalu. Dia duduk di ayun

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 59 PAKET KERIWEUHAN

    "Kau yakin dia tidak akan buka suara?"Mark bertanya sambil memperhatikan Valin yang sejak tadi tergelincir waktu memegang benda yang ada di sekitarnya. Tidak jarum, tidak stetoskop, tidak gunting bedah. Apapun itu, Valin terlihat sekali jika sedang tidak fokus."Aku yakin dia akan diam. Kalaupun d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status