Share

Bab 108

Author: yourayas
last update publish date: 2026-06-25 17:36:11

Malam sudah semakin larut di Kawasan Uluwatu. Seraphine duduk bersandar di kepala ranjang yang empuk. Kakinya yang jenjang diselonjorkan ke depan, tertutup separuh oleh selimut tebal bernuansa putih bersih. Ia baru saja mengoleskan pelembap di kedua tangannya. Pakaian tidurnya malam ini hanya berupa slip dress berbahan sutra lembut berwarna champagne yang jatuh pas di tubuhnya.

Jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul sepuluh malam sebelum keheningan itu dipecahkan oleh suara kenop pintu yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 164

    Sudah empat hari berlalu sejak kepulangan Seraphine dari Nagoya. Empat hari yang diisinya tanpa jeda. Segala ppekerjaannya mulai dari tanda tangan puluhan berkas, laporan audit keuangan hingga rapat bersama jajaran direksi dari Seraphine Aesthetic Group—anak perusahaan dibawah Kirana Group yang ia kelola penuh.Seraphine duduk di tegak di balik meja kerjanya. Kacamata berbingkai tipis berwarna rose gold bertengger di pangkal hidungnya, memantulkan pendar biru dari layar monitor iPad Pro dan lembaran dokumen fisik di hadapannya.Ketukan pintu kayu jati tebal di ujung ruangan memecahkan keheningan, disusul oleh derit halus saat daun pintu itu terdorong terbuka.Adrian Baskara Kirana—CEO Kirana Group, melangkah masuk. Pria tegap berusia tiga puluh lima tahun itu sudah menanggalkan jas resminya, menyisakan kemeja putih dengan lengan yang tergulung hingga ke siku.“Sera,” panggil Adrian.Seraphine tidak langsung mendongak. Ia membubuhkan tanda tangan elektronik di atas iPad sebelum akhirny

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 163

    Bab 163Pagi itu, Seraphine adalah yang pertama kali terbangun. Ia berkedip pelan, menundukkan pandangannya sedikit ke arah pinggangnya sendiri. Ada rasa hangat di sekitar pinggangnya yang sangat dipeluk erat oleh dua lengan kokoh milik suaminya.Samudera benar-benar tidak melepaskannya semalam. Fakta yang membuat Seraphine berdesir hangat karena sudah lama tidak merasakan pelukan suaminya, tetapi gengsi seolah tidak membiarkannya runtuh dalam sekejap.Seraphine mencoba menggeser lengan besar suaminya. “Sam,” panggil Seraphine dengan suara serak khas orang bangun tidur. “Lepasin. Udah pagi.”Bukannya melepaskan kuncian lengannya, Samudera justru mengerang rendah di balik leher Seraphine. Pria alpha yang pada dasarnya belum sepenuhnya tersadar dari tidur lelapnya itu malah makin mengeratkan dekapan tangannya, menarik pinggul Seraphine semakin menempel rapat pada tubuhnya yang panas."Sebentar lagi, Sayang," gumam Samudera dengan suara bariton yang sangat berat dan parau, membenamkan hi

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 162

    “Asal kamu tahu,” ujar Seraphine dengan suaranya yang mulai merendah. "Aku gak cuma marah gara-gara cemburu. Aku ini perfeksionis. Di dalam bisnis, aku gak pernah mau ngasih hasil kerja yang bernilai B atau C. Aku selalu ngasih standar A plus. Dan di dalam hubungan kita... hal yang paling bikin aku muak dan takut adalah... fakta kalau aku gak bisa bikin kamu puas."Samudera tertegun. Kelopak matanya membelalak lebar dalam kegelapan. Ia mematung, seolah otaknya butuh waktu beberapa detik untuk mencerna kalimat yang baru saja meluncur dari bibir istrinya."Kamu ngomong apa, Sayang...?" bisik Samudera tak percaya.Seraphine tetap mempertahankan posisinya. "Kamu denger dengan jelas omongan aku, Samudera," jawab Seraphine datar dan tanpa basa-basi. "Aku ini amatir. Sebelum nikah sama kamu, aku gak tahu apa-apa soal seks. Semua hal yang aku lakuin di atas kasur sama kamu... itu cuma hasil dari aku yang berusaha nyesuaiin diri sama dominasi kamu. Dan setiap kali aku nginget kalau kamu pernah

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 161

    Waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam lewat lima belas menit. Seraphine baru saja keluar dari walk-in closet setelah mengganti pakaiannya dengan piyama panjang berbahan sutra tebal berwarna krem gading. Mendengar langkah kaki Seraphine, Samudera mendongakkan kepalanya. "Sayang..." panggil Samudera dengan suara parau yang sangat bergetar. Seraphine mengangkat alis menatap suaminya. “Kenapa belum tidur? Besok kamu harus packing ke Fukuoka, kan?” Samudera menatap kasur utama kemudian beralih menatap wajah Seraphine dengan wajah memohon. “Sayang… malam ini malam terakhir kamu di Nagoya. Besok pagi kamu udah mau pulang ke Jakarta dan kita bakal pisah lagi berminggu-minggu.” Samudera menghela napas panjang, dadanya terasa sesak. “Boleh nggak, aku tidur sama kamu malam ini?” bisik Samudera. "Aku mohon, Sayang... Cuma tidur di kasur yang sama... Aku gak bisa tidur di kasur extra bed itu sambil ngebayangin besok pagi kamu udah gak ada di samping aku..." Seraphine menatap suaminya d

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 160

    Setelah menyelesaikan konser Day 2 di Vantelin Dome selama tiga jam lebih, Samudera tidak menunggu para membernya selesai makan. Setelah mandi singkat dan ganti baju di venue, Samudera langsung bergegas menuju hotel tempat istrinya menginap.Pintu utama suite mendadak berbunyi klik, disusul oleh derit halus saat daun pintu kayu jati tebal itu terdorong terbuka. Samudera melangkah semakin dalam, menangkap sosok istrinya yang sedang berdiri di dekat meja makan.“Sayang…” panggil Samudera dengan suara baritonnya yang parau dan amat rendah.Pria itu melangkah cepat, mengikis jarak di antara mereka. Ia menghentikan langkahnya tepat satu meter di depan Seraphine. Mengingat batasan ketat yang dipasang sang istri sejak pagi tadi, Samudera menahan jemari besarnya agar tidak langsung meraih pinggang Seraphine, meski seluruh sel tubuhnya berteriak ingin memeluk wanita itu erat-erat.Seraphine membalikkan tubuhnya anggun. Ia menatap suaminya dari atas ke bawah dengan mata hazelnya yang tajam dan

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 159

    Selama tiga jam berikutnya di pusat perbelanjaan Sakae, Seraphine benar-benar melampiaskan seluruh gejolak emosi di kepalanya melalui aksi shopping spree yang fantastis.Ia melangkah masuk dari satu boutique mewah ke boutique mewah lainnya—mulai dari Hermès, Chanel, Cartier, hingga toko perhiasan berlian ternama di Nagoya. Setiap kali memilih barang, Seraphine tidak pernah menanyakan harga. Ia hanya menunjuk dua set gaun malam haute couture, tiga tas kulit exotic, dan satu set kalung berlian berpotongan emerald yang bernilai miliaran rupiah.Dan setiap kali membayar di kasir, Seraphine selalu menyerahkan Centurion Black Card atas nama Samudera Adikara Wicaksana.Bip!Transaction Approved: ¥ 4,500,000 (Hermès Sakae)Bip!Transaction Approved: ¥ 12,000,000 (Cartier Nagoya)Bip!Transaction Approved: ¥ 8,200,000 (Chanel Boutique)Di area backstage Vantelin Dome Nagoya, suasana di ruang ganti Motion13 sedang sibuk-sibuknya jelang persiapan rehearsal panggung terakhir untuk Konser Day 2.S

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 79

    Suasana di kamar itu masih dipenuhi dengan keheningan. Samudera masih mengusap lembut lengan istrinya dengan gerakan yang ritmis, sesekali mengecup pucuk kepala istrinya dengan sayang, membuat Seraphine yang bersandar di dada bidang suaminya menikmati momen ini sambil memejamkan mata. Tetapi, sema

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 77

    Samudera sampai rumah tepat saat waktu menunjukkan pukul 17.30. Ia langsung berjalan cepat menuju kamar utama. Senyumannya mengembang hanya dengan membayangkan ada istri cantik yang menunggunya. Begitu pintu kamar terbuka, pandangan Samudera langsung terkunci pada sosok wanita yang sedang bersandar

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 58

    Setelah liburan singkat bersama Adrian dan keluarganya. Seraphine jauh lebih stabil dalam melakukan pekerjaannya. Wanita cantik itu kembali memimpin rapat dengan tenang dan berhasil membuat suatu keputusan yang menguntungkan banyak pihak. Sore itu, di sebuah studio pilates privat di Kawasan Senopat

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 41

    Paris, pukul 22.15 malam. Udara di luar Accor Arena menusuk hingga ke tulang, mencapai titik di bawah 5°C. Di dalam gedung, energi ribuan orang baru saja meledak dan menyisakan keheningan yang mendengung di telinga para member Motion13. Samudera baru saja menyelesaikan lagu penutup, encore yang pe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status