Share

Bab 58

Author: yourayas
last update publish date: 2026-05-09 18:33:22
Setelah liburan singkat bersama Adrian dan keluarganya. Seraphine jauh lebih stabil dalam melakukan pekerjaannya. Wanita cantik itu kembali memimpin rapat dengan tenang dan berhasil membuat suatu keputusan yang menguntungkan banyak pihak.

Sore itu, di sebuah studio pilates privat di Kawasan Senopati. Seraphine istirahat sejenak dari rutinitasnya. Sepulang dari kantor, dia langsung menuju kesana. Diiringi oleh aroma esensial peppermint dan leomande yang menyegarkan memenuhi ruangan, Seraphine ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 109

    "Terus gimana jalan-jalannya? Seneng kan bisa quality time sama anak-anak Inner Circle?"Mendengar pertanyaan itu, wajah Seraphine mendadak berubah sedikit pias. Ia teringat kejadian sore tadi. Tangan kanannya secara refleks bergerak ke arah pinggang belakangnya, meremas pelan area panggulnya sendiri."Seneng sih... tapi pas di butik ketiga, tiba-tiba apes," keluh Seraphine dengan bibir sedikit mengerucut.Alis Samudera langsung bertaut. "Apes kenapa?""Tadi pas lagi asik milih-milih baju, mendadak pinggang aku keram banget, Sam. Ngilunya nyetrum sampai ke paha bagian dalam. Sakit banget sampai aku gak bisa jalan dan harus duduk di sofa butik lumayan lama. Untung anak-anak gak nanya yang aneh-aneh," gerutu Seraphine.Mendengar itu, raut wajah Samudera seketika berubah seratus delapan puluh derajat. "Tuh kan! Apa aku bilang, Sera!" suara Samudera meninggi satu oktaf, rahangnya sedikit mengeras menahan panik. "Tadi pagi aku udah larang kamu ikut mereka jalan-jalan! Badan kamu itu belum

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 108

    Malam sudah semakin larut di Kawasan Uluwatu. Seraphine duduk bersandar di kepala ranjang yang empuk. Kakinya yang jenjang diselonjorkan ke depan, tertutup separuh oleh selimut tebal bernuansa putih bersih. Ia baru saja mengoleskan pelembap di kedua tangannya. Pakaian tidurnya malam ini hanya berupa slip dress berbahan sutra lembut berwarna champagne yang jatuh pas di tubuhnya.Jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul sepuluh malam sebelum keheningan itu dipecahkan oleh suara kenop pintu yang diputar. Sosok Samudera melangkah masuk ke dalam kamar, wajahnya tampak sedikit kelelahan.Begitu netra gelapnya menangkap sosok Seraphine di atas ranjang, gurat kelelahan di wajah tampan pria itu seakan menguap begitu saja. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya."Belum tidur, Sayang?" sapa Samudera dengan suara deep baritone-nya yang khas, melangkah perlahan mendekati sisi ranjang.Seraphine meletakkan botol pelembapnya ke atas nakas, lalu menoleh menatap sang suami. "Belum. Nungguin kamu bal

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 107

    Keheningan yang nyaman itu berlangsung selama sekitar sepuluh menit, sampai akhirnya ketenangan mereka terganggu oleh suara getaran konstan yang nyaring dari atas meja nakas.Bzzzz... Bzzzz... Bzzzz...Seraphine menghela napas berat, merasa terganggu karena momen manjanya terusik. Dengan malas, ia mengulurkan tangan kanannya dari balik selimut, meraih ponsel pintarnya yang terus bergetar menampilkan nama 'Valerie Aureliana Hartono' di layarnya."Siapa pagi-pagi udah berisik banget?" tanya Samudera, matanya ikut melirik ke arah layar ponsel istrinya."Valerie," jawab Seraphine singkat. Ia menggeser layar ponselnya, membuka aplikasi pesan singkat yang ternyata sudah dipenuhi oleh puluhan notifikasi dari grup obrolan 'The Inner Circle' mereka.Valerie Aureliana Hartono: SERA!!!! BANGUN WOY!!!Valerie Aureliana Hartono: Gila ya ini anak jam segini belum muncul juga di grup. Pasti masih tepar gara-gara digempur Lider Semalam wkwkwk 🤪Valerie Aureliana Hartono: Ayo keluar jalan-jalan! Gabu

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 106

    Sinar matahari pagi Uluwati perlahan menerobos masuk melalui celah-celah gorden sutra tipis di Vila Cempaka, membangunkan Seraphine yang mulai merasakan pegal yang luar biasa menjalar di sepanjang pinggang, panggul, hingga paha bagian dalamnya.Seraphine menghela napas panjang, berniat membalikkan badannya untuk mencari kehangatan di dada suaminya. Namun, begitu tangannya meraba sisi ranjang di sebelahnya, ia hanya menemukan kekosongan. Kasur di sampingnya sudah mendingin."Sam...?" gumam Seraphine dengan suara yang teramat serak.Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengumpulkan fokus pandangannya. Begitu kepalanya menoleh ke arah sofa panjang di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke laut, sudut bibir Seraphine secara otomatis melengkung membentuk senyuman tipis.Di sana, suaminya sudah berdiri dengan sangat rapi. Pria itu sedang menyesuaikan letak jam tangan mewah pemberian Seraphine tempo hari di pergelangan tangan kirinya. Pagi ini, Samudera terlihat sangat tampan

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 105

    Setelah memastikan tubuh Seraphine bersih dan wangi aroma lavender, Samudera mematikan air. Ia meraih sebuah handuk putih besar yang tergantung di dinding, lalu membungkus tubuh Seraphine dengan rapat dari batas dada hingga ke paha."Sini," Samudera kembali mengangkat tubuh Seraphine ke dalam gendongannya."Kita langsung tidur kan, Sam? Aku bener-bener udah ngantuk banget, mataku udah berat," ucap Seraphine sambil menyandarkan kepalanya di bahu Samudera, matanya sudah setengah terpejam."Iya, langsung tidur. Tapi sprei di kasur harus diganti dulu, Sayang. Gak mungkin kan kita tidur di atas kasur yang basah kayak gitu?" ujar Samudera saat mereka kembali memasuki kamar tidur.Samudera tidak langsung membawa Seraphine ke atas kasur. Ia melangkah menuju sebuah daybed atau sofa panjang yang terletak di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke arah pantai Uluwatu. Ia merebahkan tubuh Seraphine di sana dengan perlahan."Kamu tunggu di sini bentar ya. Aku ganti spreinya dulu. Jangan tid

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 104

    Di dalam kamar mandi yang mewah dengan bathtub besar berbahan marmer, Samudera menurunkan Seraphine dengan sangat hati-hati di atas dudukan wastafel yang luas, sementara ia sendiri mulai menyalakan kran air hangat untuk mengisi bathtub.Seraphine memperhatikan punggung lebar suaminya yang penuh dengan bekas cakaran kemerahan hasil perbuatannya sendiri selama ronde-ronde panas mereka tadi. Rasa bersalah sekaligus bangga anehnya muncul bersamaan di dalam hatinya."Sam..." panggil Seraphine pelan."Ya, Sayang? Bentar ya, airnya lagi diisi," jawab Samudera tanpa menoleh, masih sibuk mengatur suhu air agar pas."Punggung kamu... merah-merah semua. Maaf ya," cicit Seraphine, merasa agak bersalah karena telah melukai kulit mulus suaminya.Samudera menoleh, lalu melihat ke arah punggungnya sendiri melalui cermin besar di depan mereka. Sebuah senyuman penuh arti terukir di wajah tampannya. Ia berjalan mendekati Seraphine, memosisikan dirinya di antara kedua paha istrinya yang menggantung di te

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 77

    Samudera sampai rumah tepat saat waktu menunjukkan pukul 17.30. Ia langsung berjalan cepat menuju kamar utama. Senyumannya mengembang hanya dengan membayangkan ada istri cantik yang menunggunya. Begitu pintu kamar terbuka, pandangan Samudera langsung terkunci pada sosok wanita yang sedang bersandar

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 76

    Jauzan sempat terdiam, namun ia segera menggeleng tegas, tanpa ada keraguan sedikit pun di wajahnya. "Sama sekali enggak, Sam. Pas di Paris tahun lalu, gue bersikap seprofesional mungkin sebagai member Motion13. Gue bahkan sengaja selalu berdiri di barisan belakang tiap kali ada sesi foto atau wawa

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 75

    Tepat pukul 15.50 WIB, Samudera sudah berada di basement apartemen mewah tempat Jauzan tinggal. Samudera tidak langsung turun dari mobil SUV hitamnya, ia menyandarkan kepala sejenak pada sandaran kursi, memejamkan mata untuk mengambil napas panjang berulang kali.Kata-kata Seraphine sebelum ia bera

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 74

    "Sam..." panggil Seraphine lagi, kali ini ini dengan suara yang lebih lembut. Ia menggeser duduknya, merapatkan tubuhnya pada tubuh telanjang dada suaminya, lalu menangkup wajah tampan Samudera dengan kedua tangannya yang hangat, memaksa pria itu untuk menatapnya. Samudera memilih memejamkan mata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status