Share

15. Uang Tiga Puluh Juta (Bagian B)

15. Uang Tiga Puluh Juta (Bagian B)1

Kami semua mengangguk paham, dan saling berpandangan dalam rasa haru dan juga bahagia yang tidak terkira. Allah benar-benar baik, dan aku jadi merasa malu karena sudah sering melupakan-Nya.

Aku duduk di kamar Aina setelah kami selesai makan bersama, gulai ayam kampung yang tadi aku bawa menjadi menu utama selain sayur asam ikan mas yang dimasak oleh Emak. Rasa kekeluargaan yang begitu kental, benar-benar membuat aku terharu.

"Jangan melamun saja, Mbak!" Aina yang duduk di depan jendela sambil memainkan ponsel menegurku, wajahnya melihat ke arahku dengan pandangan geli. "Karena sekarang punya uang banyak, terus bingung mau ngabisin buat apa, ya?" tanyanya dengan jahil.

Aku melempar bantal ke arahnya, dan langsung mengenai wajahnya dengan telak. Aku menjulurkan lidah mengejek, sedangkan dia hanya terkekeh.

"Beli skincare kak, kan sudah dikasih Emak uang yang banyak, beli motor juga!" ujar Aina tiba-tiba.

"Memang kenapa? Nggak pakai skincare saja Mbak
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status