Mag-log in“Terima wanita itu sebagai madu atau bercerai!” Kalimat bagai sambaran petir di siang bolong yang dilontarkan Arman. Aisyah, wanita sederhana rela berkorban demi menikahi Arman. Namun, kebahagiaannya diuji ketika ibu mertua dan iparnya, terus merendahkannya karena dianggap tidak bisa memberikan keturunan. Bahkan menuduhnya sebagai pelacur. Tidak berhenti di situ, Aisyah semakin terpuruk dalam pengkhianatan dan penghinaan dengan kehadiran Farah, wanita licik yang menjadi pelakor, memperburuk keadaan. Dengan tipu daya dan manipulasi, Farah berusaha merebut Arman. Aisyah dihadapkan dalam perceraian, lalu beberapa mobil menghampiri dan orang-orang berjas hitam memberi hormat pada Aisyah. Siapa orang-orang itu? Apakah Aisyah akan merebut Arman kembali atau memilih melepasnya?
view moreBab 100. Kebahagiaan Sejati“Rendra, kamu yakin dekorasinya nggak terlalu berlebihan?” Aisyah memandang ruang pesta di ballroom hotel mewah di Jakarta, matanya menyipit meneliti setiap detail. Karangan bunga mawar putih dan emas menghiasi meja-meja bundar, lampu kristal berkilau di langit-langit, dan panggung kecil di ujung ruangan dihiasi tulisan emas: “Ulang Tahun Pernikahan Aisyah & Rendra – 5 Tahun Cinta Abadi.”Rendra, berdiri di sampingnya dengan setelan jas abu-abu yang rapi, tersenyum lebar. Wajahnya yang tampan dengan fitur kebarat-baratan memancarkan kebahagiaan. “Aisyah, ini hari spesial kita. Lima tahun pernikahan bukan waktu sebentar. Biar semua orang tahu betapa aku mencintaimu.”Aisyah tersipu, hijab biru lautnya yang elegan serasi dengan gaun panjangnya. “Kamu selalu tahu cara bikin aku merasa istimewa,” katanya lembut, lalu meraih tangan Rendra. “Tapi aku cuma mau kita rayakan ini bersama keluarga dan teman terdekat.”Ruangan mulai dipenuhi tamu. Ibu Mirna dan Pak Her
Bab 99. Warisan Aisyah“Aisyah, kamu yakin mau buka cabang yayasan di London? Itu langkah besar,” kata Rendra, duduk di sudut ruang kerja Aisyah yang luas, dengan pemandangan kota Jakarta dari jendela kaca besar di belakangnya. Meja kayu mahoni di depannya dipenuhi dokumen dan laptop, tanda kesibukan Aisyah mengelola Yayasan Aisyah yang kini jadi sorotan dunia.Aisyah menoleh dari layar laptopnya, hijab kremnya tersampir rapi di pundak. Matanya yang tegas memandang Rendra dengan penuh keyakinan. “Rendra, aku nggak cuma yakin, aku harus. Banyak wanita di luar sana butuh bantuan kita. London adalah langkah awal untuk go global.”Rendra tersenyum tipis, wajahnya yang tampan dengan rahang tegas sedikit memerah. “Kamu selalu punya visi besar. Aku cuma mau pastikan kamu nggak kelelahan. Yayasan ini sudah besar, Aisyah. Kamu sudah ubah hidup ribuan orang.”“Rendra, aku nggak sendiri. Ada kamu, timku, dan donatur yang percaya sama visiku,” jawab Aisyah, suaranya lembut tapi penuh tekad. “Lagi
Bab 98. Refleksi Masa Lalu“Dulu aku pikir hidupku berakhir saat Arman pergi dengan Farah,” kata Aisyah, suaranya lembut namun penuh makna. Ia duduk di sofa empuk di ruang keluarga apartemennya di Jakarta, memandang foto pernikahannya dengan Rendra yang terpajang di dinding. Hijab kremnya yang elegan membingkai wajah manis dengan kulit kuning langsat, matanya yang tegas kini dipenuhi kedamaian.Rendra, yang duduk di sampingnya dengan kemeja biru tua yang digulung hingga siku, tersenyum kecil. Wajahnya yang kebarat-baratan tampak lembut di bawah cahaya lampu ruangan. “Tapi lihat kamu sekarang, Sayang. Dari wanita yang disia-siakan jadi inspirasi jutaan orang. Aku bangga sekali.”Aisyah menoleh, memegang tangan Rendra. “Aku nggak akan sampai di sini tanpa kamu, Ren. Kamu yang selalu ada, bahkan saat aku hampir menyerah.”Rendra mencium punggung tangan Aisyah. “Dan kamu yang membuatku ingin jadi pria yang lebih baik setiap hari. Kita saling menguatkan.”Ponsel Aisyah bergetar di meja kac
Bab 97. Kemenangan Cinta Aisyah“Kamu tahu nggak, Ren, kalau tiga tahun lalu aku nggak pernah bayangin kita akan berdiri di sini, merayakan ini?” Aisyah berkata, suaranya lembut namun penuh emosi. Ia berdiri di samping Rendra di tepi kolam renang vila mewah di Anyer, mengenakan gaun panjang berwarna emerald dan hijab senada yang membingkai wajah manisnya dengan kulit kuning langsat. Ia menggenggam tangan Aisyah, matanya penuh cinta. “Tiga tahun, Sayang. Dan setiap hari bersamamu rasanya seperti anugerah.”Aisyah tertawa kecil, matanya yang tegas melembut. “Kamu selalu tahu cara bikin aku meleleh. Tapi serius, Ren, setelah semua yang kita lalui—drama dengan Farah, Bella, Hendra—kita masih di sini, lebih kuat.”Rendra mencium kening Aisyah. “Karena kita nggak cuma pasangan, Aisyah. Kita tim. Dan tim kita nggak terkalahkan.”Di belakang mereka, meja makan dihias dengan lilin dan bunga mawar putih. Ibu Mirna dan Pak Hermawan duduk di sana, tersenyum melihat anak dan menantu mereka. Ibu
Bab 93. Reuni dan PenutupanTepuk tangan riuh menggema di ballroom megah. Rendra, CEO muda PT Indomarka, perusahaan pemasok produk, melangkah maju, mengambil mikrofon. “PT Indomarka berkomitmen mendukung misi Amarta Grub. Kami bukan hanya bisnis, tapi juga mitra yang punya tujuan lebih besar.”Di s
Bab 69. Konfrontasi Aisyah dan RendraPagi itu, sinar matahari menyelinap melalui jendela ruang kerja Aisyah di Amarta Grup. Tumpukan dokumen masih menunggunya, tapi pikirannya tidak sepenuhnya pada pekerjaan. Catatan kecil di kotak bekal merah yang ia temukan malam sebelumnya terus menghantuinya.
Bab 66. Drama Perihal Di Nodai Rendra membuka mata, sedikit dipaksakan, rasanya sakit. Sepasang matanya menatap sipit ke arah langit-langit, nuansanya putih. Rendra mengerutkan kening melihat sekitar, tampaknya ia sedang berada di tempat asing, bukan di kamarnya sendiri."Aku ada di mana?" batin R
Bab 61. Mulai Menyelidiki Kehamilan Farah Dua hari kemudian, Farah mendapatkan notifikasi SMS dari seseorang. Ya, benar saja, Hamdan yang berstatus sebagai selingkuhannya mengirim sebuah pesan ke nomor Farah.[Farah, datang ya, lusa om akan melangsungkan pernikahan. Keysa juga pulang untuk melihat






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu