Mag-log inLouise bingung saat melihat ada sosok yang masuk lalu keluar lagi dari ruang operasi.Namun, karena memang wajahnya sungguh viral, hanya dengan sekilas saja semua sudah tahu siapa orang itu. “Buset! Nggak salah tuh!” “Gila tu cewek! Nggak salah dia ajak pacarnya datang?” “Mantan! Dah mantan!” “Lah itu! Muncul lagi? Kenapa nggak sekalian aja dia pasang kamera, gila pansos banget sih!” Ucapan sumbang itu segera membuat Louise segera turun menuju ruangan operasi, mungkin Adrian tersesat, mungkin Adrian ada perlu penting, yang pasti bukan Jessica yang mengundang pria itu datang. Louise sangat mengenal sahabatnya itu. Jessica bingung saat perawat senior mendekatinya. “Maaf, sepertinya kamu harus keluar sekarang,” ucap wanita beruban itu dengan suara berbisik namun mendesak. “Hah, kenapa?” tanya Jessica dengan terkejut. Wanita beruban itu melirik pintu seakan memberi tanda sehingga Jessica melirik ke pintu dan terkesiap saat mengenali bagian belakang seseorang. Hanya dengan meliha
“Sebenarnya menang aneh. Kenapa bisa mereka yang masuk? Kan nggak ada hubungannya?” desis suara di balik tembok. “Bener! Ini kan urusan dokter bedah, kenapa malah mereka yang dokter jantung malah masuk? Itu kan jatahnya residen bedah toraks dong!” jawab suara sumbang yang lain. Mereka saling sikut saat menonton operasi yang belum dimulai. “Ada yang mau protes malah, tapi percuma sih protes kan operasinya sekarang? Emang bisa diulang?” sembur yang satu lagi dengan penuh emosi. “Kapan sih kita bisa dapat adil, itu perempuan kan emang diratukan di mana-mana mentang- mentang pacar… eh… mantan artis itu, cih jangan-jangan dia emang mo jadi artis juga!” desis temannya sambil mendesah pelan. “Kalo liat gayanya yang sok cakep itu sih, kayaknya sih bisa-bisanya nanti jadi artis, jadi dokter otaknya nggak nyampe, jadi artis deh,” ucap lawan si sinis dengan jahat. Louise pura-pura tak dengar semua itu, dia harus sabar agar tidak merusak kesempatan Jessica dan Joe. Memang sejak d
Jika ada pribahasa sudah jatuh tertimpa tangga maka hal itu terjadi pada Adrian saat ini juga. Publikasinya hancur, Adrian terkenal menjadi pria mabuk- mabukan yang senang main dengan berbagai wanita sekaligus. Wajahnya yang tak sadarkan diri muncul di halaman tabloid dan menjadi bahan cemooh wartawan berhari-hari. Mereka juga mencemoh Adrian yang begitu patah hati ditinggal Jessica. Tapi semua itu tidak Adrian pedulikan. Dunianya seakan tak diberi waktu untuk berpikir. Memang dunia entertainment sungguh aneh, setelah kasus mabuk itu, Adrian kena marah besar oleh Lionel dan pria itu yakin kalau dia akan diputus kontrak. Tapi nyatanya, Adrian naik menjadi orang yang paling dicari dalam satu negara, dan malah menjadi no 3 yang dicari dari seluruh dunia. Publikasi buruk malah menaikkan peringkat Adrian, dan banyak sponsor iklan yang mau memakai Adrian sebagai modelnya. Lionel pun juga bingung, jadwal Adrian penuh untuk iklan dan bintang tamu dalam acara TV. Sedangkan pendapat net
Adrian dengan susah payah melepaskan diri dari rombongan stylish dan tentunya Edo. Tapi pria bertubuh gempal itu sangat senang karena hasil konferensi pers sehingga terus berbicara dengan wartawan yang menempel padanya dari awal acara. Adrian sangat senang saat Edo masuk ke van tanpa menyadari Adrian belum masuk. Pria itu dengan cepat menyelinap ke ruang makeup wanita tapi sudah kosong. Napasnya beruap karena udara dingin, Adrian mengigil karena tak mengenakan mantel. “Dimana dia,” desahnya sambil mengatupkan kedua tangannya untuk menghangatkan tubuh dan melihat ke sekelilingnya.Pria itu lalu menyadari kalau Jessica tadi dijemput, berarti dia akan pulang naik bus atau taxi. Dengan secepat kaki panjangnya bisa berlari, Adrian segera ke depan gedung untuk mencari Jessica. Napasnya beruap terengah-engah saat dia berlari ke depan dan tersenyum senang saat melihat Jessica masih berdiri di depan. Rambut keemasannya berkilau di bawah lampu jalan. Adrian baru mau berteriak saat melihat
Jantung Jessica berdebar sangat kencang karena melihat fotonya di layar. Ada foto saat makan bersama Joe, saat Joe mengantar pulang, dan yang paling mengerikan adalah foto tadi pagi, saat Joe menanyakan keadaannya. Dari foto- foto itu, memang terlihat dia dan Joe memang pacaran. Tapi nyatanya tidak, bagaimana bisa cara mengambil foto itu seakan memang Jessica sedang berselingkuh? Bagaimana Jessica tak sadar kalau selama ini dia diikuti? Blitz membutakan matanya, jemari para wartawan bekerja dengan cepat, seakan sedang melaporkan keadaan ini ke seluruh dunia. Namun, tiba- tiba pria di sebelahnya menggenggam tangannya. Jessica seakan baru teringat kalau Adrian ada di sampingnya. Pria itu tersenyum dan hati Jessica seketika terasa takut kehilangan pria itu. “Aku nggak…” bisiknya sambil menatap Adrian. “Aku tau.” Pria itu tersenyum lalu berbicara lantang membela Jessica. Begitu saja. Dia sangat tampan dengan kemeja dan celana bahan yang senada dengan yang Jessica kenakan juga. L
Ruangan konferensi pers kali ini lebih mewah dari sebelumnya, dan juga wartawan yang ikut lebih banyak dari yang kemarin karena gosip yang baru muncul. Pangeran kesayangan negeri diselingkuhi, sang dokter beralih hati. Adrian menatap kecut berita di layar tab-nya. Pantas semua bersikeras untuk melakukan konferensi pers. Ternyata beritanya semakin tak terkendali. Namun, yang membuat perut Adrian semakin melilit adalah karena ada foto Jessica yang jelas bersama pria itu. Dari awal Adrian tahu kalau hubungan Jessica dan Joe bukan hubungan sembarangan. Mereka sahabat lama, sehingga pria itu pasti memiliki satu bagian di hati Jessica. Walau wanita itu mengatakan kalau mereka hanya sahabat, tapi foto yang ada menyatakan lain. Walaupun sudah menghabiskan bersama dengan Adrian, Joe jelas tetap ada bersama dengan Jessica. Selalu ada, sedangkan Adrian malah menghilang. Walau sebenarnya Adrian lebih tepat dikatakan didorong agar menjauh, tapi ya, Adrian jelas tak ada di sisi Jessica sekar







