Accueil / Romansa / Pacarku, Artis / Ch. 89 Selamat Tinggal Jessica

Partager

Ch. 89 Selamat Tinggal Jessica

Auteur: Pinnacullata
last update Date de publication: 2026-05-01 17:04:04

Jantung Jessica berdebar sangat kencang karena melihat fotonya di layar.

Ada foto saat makan bersama Joe, saat Joe mengantar pulang, dan yang paling mengerikan adalah foto tadi pagi, saat Joe menanyakan keadaannya.

Dari foto- foto itu, memang terlihat dia dan Joe memang pacaran. Tapi nyatanya tidak, bagaimana bisa cara mengambil foto itu seakan memang Jessica sedang berselingkuh?

Bagaimana Jessica tak sadar kalau selama ini dia diikuti?

Blitz membutakan matanya, jemari para wartawan bekerja
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pacarku, Artis   Ch. 111 Pemilik Saham

    Jessica memandang penunjuk lantai di atas kepalanya. Entah kenapa rasanya lift hari ini berjalan lambat sekali. Dia tak ingin terus berdekatan dengan Ryan. Walau rasanya tak mungkin karena hari ini, Jessica tetap harus bersamanya, bahkan sampai besok pagi karena mereka jadwal jaga bersama. “Aku akan tinggal di rumahku, dan mencari kehangatan sendiri. Kamu juga boleh, asal pake pengaman ya, jangan ada anak lain selain dari aku. Oke sayang?” ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat Jessica semakin mual.Tiap kata yang keluar dari mulut Ryan entah kenapa semakin absurd. “Plis Ryan, kita nggak usah ngomongin ini semua. Aku pusing,” ucap Jessica sambil mengangkat tangannya. Pria itu meraih tangan Jessica yang terangkat dan mengecupnya dengan ringan. Bekas kecupan itu segera terasa terbakar. Jessica menarik tangannya dengan cepat.“Oke sayang. Hanya saja, kapan lagi kita cuma berdu

  • Pacarku, Artis   Ch. 110 Hanya Akting

    Jessica memperhatikan Adrian yang sedang syuting bersama Miranda. Ada yang aneh dengan film ini, bukannya temanya kedokteran, tapi kenapa malah mereka sedang duduk santai di ruang dokter bercanda sambil bergelayutan begini?Kemarin Jessica kan sudah memberi tahu tentang teknis kedokteran, apakah hari ini Jessica harus memberitahu kalau nggak ada dokter yang bisa sesantai itu seharian?“Apaan tuh tangannya sampe pegang-pegang muka segala, Dokter itu nggak boleh pegang sembarangan,” pikir Jessica saat melihat Miranda dengan seenaknya meraba dada Adrian lalu meraih wajah pria itu. Ada perasaan aneh di perut Jessica.“Ini hanya akting, kenapa aku jadi gelisah sih? Sepertinya AC di sayap kiri ini masih butuh perbaikan, kenapa jadi panas begini?&rdquo

  • Pacarku, Artis   Ch. 109 Foto Kelima

    Adrian seakan baru ditampar. Kenapa selama ini dia berpikir kalau Jessica adalah seorang dokter miskin yang tak berdaya.Setelah dipikir-pikir, komplek apartemen yang mereka tempati, adalah komplek apartemen yang cukup mahal. Adrian memang menempati penthouse, tapi Jessica juga menempati apartemen yang cukup luas, dan seingat Adrian, wanita itu selalu bilang kalau itu adalah apartemennya, bukan sewa.Jessica juga ada pekerja yang membersihkan apartemennya, suatu kemewahan bagi seseorang yang ada di negara mereka. Jessica memiliki mobil, yang walaupun bukan baru, tapi juga tidak bobrok.Jessica adalah anak orang berada, berbeda dengan Adrian yang memiliki semua itu karena fasilitas manajemennya, tapi Jessica memang memiliki semua itu karena memang dia anak orang berada.

  • Pacarku, Artis   Ch. 108 Anak Petinggi

    Ryan sedang duduk dan makan chips di meja dokter saat Jessica datang. Pria itu tersenyum lebar melihat kedatangan Jessica. Sejak kejadian waktu itu, Jessica dan Louise tidak pernah meremehkan Ryan lagi. Bahkan sekarang pria itu seakan ketua dari mereka dibandingkan Joe.“Torakosentesis-nya Ben sudah dilakukan,” ucapnya seakan laporan. Ben memiliki riwayat yang sama seperti Nico pasien Jessica, sehingga Jessica menjadi lebih nyaman mengawasinya.“Oh, baguslah,” jawab Jessica sambil menaruh tasnya.“Dapat 20ml doang tapi,” ucap Ryan sambil kembali mengambil chips dan memasukkannya ke dalam mulut.“Yah dia baru 3 tahun.” Jessica mengingat-ingat kasus Nico di dalam k

  • Pacarku, Artis   Ch. 107 Jessica Lagi

    Jason segera mendekati Miranda. Dia sudah menemani Miranda untuk mempersiapkan syuting hari ini. Jadi dia tahu wanita itu bisa mengamuk kalau tiba- tiba syuting dibatalkan. Miranda juga sudah sengaja memundurkan jadwal syuting iklannya, agar hari ini bisa syuting film.“Ada kesalahan dalam script yang harus diperiksa, pengambilan gambar yang kemarin- kemarin juga harus di cek, untung aja Dokter Jessica di sini, mau kasih tau aku, makasi ya dok!” ucap Bob sambil menepuk pundak Jessica dengan hangat.Miranda menatap Jessica dengan tatapan jijik. “Wanita ini lagi, kenapa sih semua cowok tergila-gila sama dia!” pikir Miranda dengan kesal. Dia menatap Jason dengan penuh arti agar pria itu memihaknya.

  • Pacarku, Artis   Ch. 106 Restitusi Vs Resusitasi

    Dulu, Jessica berpikir membuat film adalah seperti jalannya cerita, tapi ternyata sepotong demi sepotong sesuai dengan ketersediaan aktor dan lingkungannya. Jadi walau mengawasi film, Jessica tidak bisa mendapati kisah utuh dari film tersebut. Jadi seperti syuting hari ini, tiba- tiba saja Adrian menangisi salah satu aktor muda, sepertinya sih anak muda itu ternyata sakit parah, dan Adrian gagal menyembuhkannya, Jessica tidak tahu pasti karena dia enggan bertanya. Cuma ada yang aneh, kalau sudah meninggal tak akan bisa lagi pakai alat kejut, Jessica mengerutkan keningnya karena merasa kewajibannya untuk memberitahu. “Maaf, menggunakan alat pacu kejut saat monitor jantung menunjukkan garis datar (asistol). Padahal kejut listrik hanya untuk irama jantung tertentu seperti ventrikel fibrilasi,” ucap Jessica sambil mendekati sutradara yang sedang mengawasi Adrian.“Eh…” Pria itu menoleh dan memperhatikan Jessica dengan tatapan tengganggu. “Siapa dia?” tanya Robert Vlack dengan kasar

  • Pacarku, Artis   Ch. 3 Pangeran Tampan Dan Putri Embun

    "HAH! Kamu mau cerita apa?" tanya Jessica dengan tatapan tidak rela acaranya akan Adrian rusak. Pria itu memandang dokter mungil di hadapannya. Sebenarnya wanita itu cukup cantik, matanya besar bewarna biru laut dengan bulu mata lentik. Hidungnya tinggi tapi mungil sama seperti bibirnya. Sayang,

  • Pacarku, Artis   Ch. 6 Pelakor

    "Pacar Adrian?" tanya Jessica bingung sambil menatap Adrian. "Kenapa, apakah harus...?" tanya dokter itu lagi kali ini sambil menggeleng, hati Adrian sedikit kesal karena Jessica menolak. "Sepertinya dalam kasus seperti ini, pers tidak akan melepaskan Anda sampai ada kejelasan antara hubungan and

  • Pacarku, Artis   Ch. 5 Pacarku Artis

    Jessica mengikat rambut panjangnya menjadi satu lalu berlari keluar dari lobi apartemen. Sudah menjadi jadwalnya tiap pagi untuk berlari sekeliling halaman apartemen, namun baru pintu apartemen terbuka, rombongan wartawan langsung mengelilinginya. "Bagaimana tanggapan anda terhadap tuduhan Miranda

  • Pacarku, Artis   Ch. 4 Pesona Artis

    "Mobilmu yang mana?" tanya Adrian sambil memakai ulang kaca mata hitam, masker dan topi. Karena memang dia sangat tampan dan tinggi, Jessica sempat terdiam terpesona."Itu!" jawab Jessica setelah menggigit bibirnya agar dia sadar diri lalu membuka kunci pintu mobil, namun terkejut saat Adrian menuj

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status