Teilen

Bab 226

Elenor
Elsa melihat lagi, dan setelah memastikan Clara tidak ada di sana, dia pergi bersama Vanessa.

Menatap punggung mereka saat pergi, Doni hendak pergi ketika dia melihat Clara berdiri tidak jauh di samping.

Dia berhenti sejenak.

Setelah itu, dia memutuskan untuk tidak peduli dan hendak pergi, tetapi dia melihat tatapan Clara tertuju pada Vanessa dan Elsa.

Saat itu, wajah dan tatapan Clara terlihat sangat dingin.

Dia merasa bahwa Clara memandang Vanessa seolah-olah dia sedang melihat musuh.

Dilihat
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (25)
goodnovel comment avatar
Etik Fidiati
si Doni ini bahaya kalau dibiarin makin ngelunjak, dasar gak tau malu
goodnovel comment avatar
Mita Azahra
inginnn ku berkata kasarrrr
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
heh..Doni ngga tahu malu udah dikasih peluqng kerjasama oleh Clara masih aja negativ sama Clara. Si Doni kudu dikasih bogem
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 805

    Dylan pertama-tama menyerahkan ponsel kepada sekretarisnya, lalu seolah-olah baru mendengar lelucon, dia menatap Rendi dan berkata, "Pak Rendi, kau terlalu banyak berpikir. Hanya karena Bu Vanessa yang kau kagumi itu adalah orang licik, bukan berarti semua orang seperti dia." Mendengar penghinaan Dylan yang tanpa ragu terhadap Vanessa, Rendi tersadar kembali ke kenyataan. "Kau …." Namun, Dylan tidak berniat mendengarkan kalimatnya.Dia langsung menyela, tiba-tiba berkata, "Kau tadi bilang kalau kau dan Bu Vanessa ini sama-sama bergabung dengan Morti Group karena bahasa pemrograman CUAP milik kami, kan? Banyak orang yang berpikir kalau akulah yang sudah mengembangkan CUAP, tapi aku ingat dulu pernah bilang padamu kalau itu bukan ciptaanku."Rendi terkejut. "Iya, Anda memang pernah bilang begitu …."Dia tidak mengerti mengapa Dylan tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan ke hal tersebut.Tiba-tiba, sebuah pikiran terlintas di benaknya.Dalam sekejap, dia langsung mengerti maksud Dylan.

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 804

    Kerumunan di aula pun berseru takjub."Kalau apa yang dikatakan Pak Dylan benar, maka itu sama saja seperti air susu dibalas dengan air tuba!""Tepat sekali! Sudah baik hati membantu dan mendukung teman, tapi malah dibalas dengan khianat, sampai menyebabkan keluarga orang itu hancur. Dan, setelah bertahun-tahun kemudian, masih merusak pernikahan cucu perempuan keluarga itu … Keluarga ini benar-benar seperti sarang ular berbisa yang bisa menelan manusia tanpa sisa!""Mereka mungkin merasa berhasil saat aksi pertama kali. Jadi saat melihat Bu Clara menikah dengan kalangan elit, mereka menjadi iri dan kembali menggunakan trik lama. Lagipula, kalau bukan karena menempel pada Pak Edward, keluarga mereka bahkan nggak memenuhi syarat untuk berada di sini malam ini. Mereka benar-benar tega melakukan segala macam cara hanya demi panjat kelas sosial dan popularitas.""Aku pernah makan malam dengan Pak Edward, Bu Vanessa, dan Bu Clara sebelumnya. Waktu itu, Bu Vanessa duduk di sebelah Pak Edward

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 803

    Anggi sangat terkejut hingga pikirannya menjadi kosong. "A … apa yang kau katakan?" Rendi, Doni, dan Gery pun bereaksi serupa, wajah mereka juga dipenuhi rasa tidak percaya.Gading dan Dani bahkan lebih terkejut daripada Anggi dan Rendi.Setelah Dylan selesai berbicara, mereka butuh waktu lama untuk pulih dari keterkejutan, lalu menatap Edward dengan ekspresi tak percaya.Vanessa dan Clara … ternyata saudara tiri?Terlebih lagi, ibunya Vanessa sebenarnya adalah seorang wanita simpanan yang demi naik posisi tega membuat ibunya Clara hingga menjadi gila?Sebenarnya, mereka tahu mengenai kondisi ibunya Clara, tetapi mereka tidak pernah membayangkan bahwa orang yang sudah membuat ibunya Clara gila adalah ibunya Vanessa .…Edward tidak pernah menceritakan hal ini pada mereka.Jika kata-kata Dylan benar, maka …. Melihat reaksi Anggi dan Rendi, Dylan tersenyum, tetapi sorot matanya sangat dingin. "Dilihat dari ekspresi kalian berdua yang sangat terkejut, sepertinya Bu Vanessa belum mencerit

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 802

    Sebelum Clara dan Dylan sempat berbicara, Anggi sudah kembali mencibir Clara dan berkata, "Tapi Bu Clara, keadilan pasti akan menang. Nggak akan ada lagi yang percaya pada tipu dayamu, jadi sebaiknya hemat saja tenagamu itu. Bukannya lebih baik mempertahankan sisa harga dirimu itu?"Mendengar hal tersebut, Clara tidak bereaksi. Tetapi Dylan tertawa, menatap Anggi dan berkata, "Benar sekali, 'keadilan memang pasti akan menang'!" Kemudian, dia melirik ke arah Rendi di atas panggung. "Tindakan mulia kalian berdua dalam membela teman sungguh patut dikagumi. Tapi, yang paling aku kagumi sebenarnya adalah Bu Vanessa."Saat berkata itu, pandangannya tertuju pada Vanessa. "Bu Vanessa, aku lihat Pak Rendi dan Bu Anggi, yang satu sangat mengagumimu, dan yang satu lagi benar-benar menganggapmu sebagai teman. Tapi, kau malah menipu mereka seperti ini. Apa hatimu nggak merasa bersalah?"Sebelum Vanessa sempat berkomentar, Dylan terkekeh lagi. "Oh iya, aku lupa, kau itu kan sama sekali nggak punya h

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 801

    Saat Edward kembali bersaksi membela Clara, Gading, Vanessa, dan Rita menjadi semakin terkejut.Vanessa memandang Edward dengan tatapan kosong.Anggi memandang Edward dengan ekspresi kaget. Dia tidak pernah menyangka Edward akan berdiri di pihak Clara pada saat kritis seperti ini.Namun ....Entah apa yang dia pikirkan, Anggi lalu memandang ke arah Clara dan tiba-tiba tersenyum. Dia bertepuk tangan dengan ekspresi kagum dan berkata dengan nada sinis, "Aku sempat bingung kenapa kau tiba-tiba memanggil anak itu datang ke sini. Ternyata kau sedang memanfaatkan anak itu untuk mengendalikan situasi, ya? Kau bahkan tega menggunakan putrimu sendiri sebagai alat. Bu Clara memang sangat pandai dalam hal bersiasat dan tak punya perasaan. Aku benar-benar salut, hahaha!"Begitu Anggi mengucapkan kalimat itu, semua orang segera mengerti apa yang dia maksudkan.“Jadi, alasan Pak Edward tiba-tiba membela Clara karena putri mereka ada di sini?”"Sepertinya begitu. Kudengar Pak Edward sangat menyayangi

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 800

    Saat Anggi melangkah maju, Clara sudah tahu apa yang ingin dia katakan.Ekspresinya selalu tenang sejak awal. Bahkan ketika Anggi ingin bicara pun, Clara tidak berniat menghentikannya sama sekali, bahkan terlalu malas untuk mendengarkan. Dia memandang Elsa yang tiba-tiba muncul. Ketika Anggi sedang berbicara di depan semua orang, dia membungkuk dan berkata dengan tenang kepada Elsa, "Elsa, di sini agak berisik. Bagaimana kalau kau pulang dulu?"Elsa datang di pertengahan acara dan tidak tahu pasti apa yang terjadi. Dia sebenarnya hanya paham setengah-setengah tentang ucapan Anggi dan bisik-bisik di sekitarnya.Mendengar perkataan Clara, dia menggelengkan kepala. "Ma, aku nggak mau pergi. Kalau pestanya selesai, aku mau pulang bersama Mama."Clara mengerutkan kening.Pikiran Elsa sudah tidak lagi tertuju pada Clara. Melihat Dylan sedang menatapnya, Elsa menatap balik Dylan.Tentu saja, dia juga pernah bertemu dengan Dylan, hanya saja itu sudah lama sekali ....Melihat pemandangan itu, C

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status