Se connecterSaat Edward kembali bersaksi membela Clara, Gading, Vanessa, dan Rita menjadi semakin terkejut.Vanessa memandang Edward dengan tatapan kosong.Anggi memandang Edward dengan ekspresi kaget. Dia tidak pernah menyangka Edward akan berdiri di pihak Clara pada saat kritis seperti ini.Namun ....Entah apa yang dia pikirkan, Anggi lalu memandang ke arah Clara dan tiba-tiba tersenyum. Dia bertepuk tangan dengan ekspresi kagum dan berkata dengan nada sinis, "Aku sempat bingung kenapa kau tiba-tiba memanggil anak itu datang ke sini. Ternyata kau sedang memanfaatkan anak itu untuk mengendalikan situasi, ya? Kau bahkan tega menggunakan putrimu sendiri sebagai alat. Bu Clara memang sangat pandai dalam hal bersiasat dan tak punya perasaan. Aku benar-benar salut, hahaha!"Begitu Anggi mengucapkan kalimat itu, semua orang segera mengerti apa yang dia maksudkan.“Jadi, alasan Pak Edward tiba-tiba membela Clara karena putri mereka ada di sini?”"Sepertinya begitu. Kudengar Pak Edward sangat menyayangi
Saat Anggi melangkah maju, Clara sudah tahu apa yang ingin dia katakan.Ekspresinya selalu tenang sejak awal. Bahkan ketika Anggi ingin bicara pun, Clara tidak berniat menghentikannya sama sekali, bahkan terlalu malas untuk mendengarkan. Dia memandang Elsa yang tiba-tiba muncul. Ketika Anggi sedang berbicara di depan semua orang, dia membungkuk dan berkata dengan tenang kepada Elsa, "Elsa, di sini agak berisik. Bagaimana kalau kau pulang dulu?"Elsa datang di pertengahan acara dan tidak tahu pasti apa yang terjadi. Dia sebenarnya hanya paham setengah-setengah tentang ucapan Anggi dan bisik-bisik di sekitarnya.Mendengar perkataan Clara, dia menggelengkan kepala. "Ma, aku nggak mau pergi. Kalau pestanya selesai, aku mau pulang bersama Mama."Clara mengerutkan kening.Pikiran Elsa sudah tidak lagi tertuju pada Clara. Melihat Dylan sedang menatapnya, Elsa menatap balik Dylan.Tentu saja, dia juga pernah bertemu dengan Dylan, hanya saja itu sudah lama sekali ....Melihat pemandangan itu, C
Setelah mendengarkan perkataan Anggi, Richard memang sedikit terkejut.Hanya saja ....Mendengar kata-kata Agra, dia mengalihkan pandangannya dan berkata, "Aku baik-baik saja."Agra memandangnya dan berbicara dengan hati-hati, "Richard, mmm, sebenarnya ....""Aku tahu apa yang ingin kau katakan." Richard menyelanya dengan nada tenang, “Tapi aku masih percaya pada karakternya.”Agra tertegun sejenak. "Hah?"Setelah semua ini, dia masih percaya dengan karakter Clara?Ini ....Bagaimana mungkin dia tidak tahu kalau sahabatnya itu sedang jatuh cinta?Doni yang berada di samping langsung memasang wajah muram. "Richard ...."Di sisi lain, Gery juga tertegun setelah mendengar perkataan Anggi.Dia tidak menyangka cerita antara Clara dan Edward akan ... seperti ini.Mungkin melihat keterkejutan Gery, Anggi menatap sinis padanya, seolah berkata, “Sudah kubilang dari awal, masih banyak hal menjijikkan yang sudah dia lakukan, tapi kau saja yang nggak tahu!”Gery memandang Clara.Clara berdiri sete
"Ada orang yang terus berusaha untuk menindas dan menekan orang yang sangat mereka sukai, dan sekarang malah merasa bangga mengklaim dirinya sebagai istri sah. Kalau bicara soal nggak tahu malu, siapa yang bisa menandingi orang itu?"Setelah Anggi selesai berbicara, suasana kembali heboh."Apa Clara benar-benar naik ke posisi ini dengan cara seperti itu? Berarti, walaupun Bu Vanessa adalah selingkuhan, tapi dia ... sepertinya masih bisa dimaafkan?""Ternyata begitu, ya. Pak Edward sama sekali nggak menyukainya. Dia yang menggunakan trik kotor untuk memaksa Pak Edward menikahinya. Pak Edward menyukai Bu Vanessa dan ingin bercerai agar bisa bersama Bu Vanessa secara terbuka. Tapi ada orang yang nggak tahu malu dan menolak untuk bercerai. Kalau situasinya begitu, apa yang bisa dilakukan Pak Edward dan Bu Vanessa?""Iya, benar. Aku pikir Pak Edward sangat baik kepada Bu Vanessa karena merasa kasihan atas statusnya sebagai wanita simpanan, jadi ingin memberikan kompensasi lebih padanya."“P
Melihat Vanessa tetap diam, Dylan pun tersenyum. Dia lalu menatap Edward dan bertanya, "Karena Bu Vanessa nggak mau bicara, bagaimana kalau Anda saja, Pak Edward, yang memberi tahu semua orang apakah saya tadi berbohong?"Semua orang yang hadir menunggu jawaban Vanessa dan Edward.Mendengar hal tersebut, semua orang menoleh ke arah Edward.Vanessa juga menatap Edward.Di bawah tatapan semua orang, Edward berkata, "Nggak." Begitu suara Edward terdengar, semua orang yang hadir langsung merasa terkejut."Ternyata benar. Mereka benar-benar belum bercerai!""Tadi Pak Dylan menyuruh orang yang di atas panggung untuk bertanya jika merasa nggak percaya. Meskipun dia nggak bertanya, tapi Bu Vanessa juga nggak membantah kata-kata Pak Dylan. Itu berarti dia sebenarnya tahu sejak awal kalau Pak Edward belum bercerai? Dia sengaja menjadi pelakor padahal sudah tahu? Ya Tuhan, dia sungguh wanita nggak tahu malu!""Kalau dia punya rasa malu, dia nggak akan pernah menjadi selingkuhan. Lagipula, dia ba
Setelah Dylan selesai berbicara, suasana di lokasi acara kembali menjadi gempar.Doni langsung terpaku, kepalanya terasa berdengung hebat, dia bahkan sempat curiga sudah salah dengar.Bukankah Clara ... adalah mantan istri Edward?Mengapa tiba-tiba menjadi belum bercerai?Nyatanya, dia belum melupakan perkataan Richard barusan, bahwa Clara belum resmi bercerai.Namun, dia sepertinya pernah mendengar bahwa Edward sudah lama bercerai.Oleh karena itu, ketika mengetahui bahwa ibu kandung putrinya Edward adalah Clara, Doni bereaksi sama seperti orang lain, langsung menyetujui prasangka bahwa Clara adalah mantan istri Edward yang tidak pernah ingin dia ceritakan.Terlebih lagi, hubungan Edward dan Vanessa sepertinya sudah berjalan selama sekitar tiga tahun.Jadi, bagaimana mungkin Clara bukan mantan istrinya Edward?Bagaimana mungkin mereka masih belum bercerai?Jika mereka belum bercerai, maka itu artinya Vanessa dan Edward ....Doni tertegun dan menatap Vanessa dengan perasaan tak percaya







