Share

Bab 37

Author: Elenor
Begitu melihat Clara, semua orang tampak kagum.

Bahkan, ada salah satu karyawan bangkit berdiri penuh antusias ingin menjadi penanya pertama. “Pak Dylan, apa cewek cantik ini karyawan baru di sini?” tanyanya.

“Wah, wah, cepat sekali informasinya beredar,” canda Dylan sembari tersenyum. Dia lantas memperkenalkan Clara, berkata, “Perkenalkan, dia Clara, dia adalah …”

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara Rendi menyela, “Oh, jadi karena dia, Pak Dylan menolak juniorku?”

Dylan tertegun, lalu mengangguk berkata, “Ya.”

“Mengenai masalah itu, aku akan memberikan sebuah …”

Sebelum Dylan sempat menyelesaikan lagi ucapannya, Rendi kembali menyela sambil menatap Clara, “Tahun ini, juniorku mendapatkan gelar doktor dari universitas top dunia di usia baru menginjak dua puluh lima tahun. Karena bisa menyingkirkan juniorku masuk ke sini, pastinya Bu Clara punya riwayat pendidikan yang luar biasa, bukan?”

Vanessa mengatakan penolakan Dylan terhadapnya murni karena alasan prib
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (49)
goodnovel comment avatar
Siti M
kenapa nggak bilang langsung sih kalau Clara sebenarnya yang ikut merintis muak deh jadinya
goodnovel comment avatar
Erin Imaniar
Lama bgt nunggu clara sama edward cerai. kalo udh cerai kan enak. clara bs meneruskan hidupnya dan menata masa depannya. kelamaan jd membosankan ceritanya.
goodnovel comment avatar
Yuniartin Basri98
mulai bosan membacanya, terlalu bertele tele
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 638

    Clara membantu Gunawan?Bantuan macam apa yang mungkin diberikan Clara kepada ayahnya?Gunawan belum pernah menceritakan hal itu, jadi Doni tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Bantuan apa?"Gunawan mengerutkan bibir. "Bukan urusanmu."Doni tertegun.Saat itu, terdengar suara mobil dari luar.Selain Bu Agustin, istri dari Gunawan Wijaya, yang baru saja pulang kerja, Prof Nian dan Henry Listanto juga tiba.Ini adalah pertemuan pertama Clara dengan Bu Agustin.Clara dan Dylan berdiri untuk menyambut mereka.Meskipun ini juga adalah pertemuan pertama Bu Agustin dengan Clara, namun dia sudah hampir tahu segala hal tentang Clara.Dia tersenyum dan menepuk tangan Clara, lalu berkata dengan lembut, "Aku selalu ingin bertemu denganmu sejak suamiku cerita tentangmu. Hari ini akhirnya aku bisa bertemu langsung denganmu. Aku nggak menyangka ternyata kau aslinya jauh lebih cantik daripada di TV."Clara merasa sedikit malu dan berkata, "Anda terlalu memuji."Doni kembali mengerutkan kening.Dia

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 637

    Saat itu, Dylan mencondongkan tubuh untuk berbicara dengan Clara dan tanpa sengaja melihat pesan yang dikirim Edward.Dia terkejut. "Jangan bercerai? Apa maksudnya?"Edward tidak ingin bercerai dengan Clara?"Bukan." Clara tahu apa yang dipikirkan Dylan dan berkata dengan suara datar, "Ini demi Elsa.""Apa dia sudah tahu tentang perceraian kalian?""Bukan begitu ...." Clara menjelaskan singkat situasinya.Dylan terdiam lama. "Terus, bagaimana denganmu? Apa pendapatmu?"Sejujurnya, dia cukup terkejut bahwa Edward bisa menunda perceraian mereka demi perasaan Elsa.Sepertinya Edward benar-benar peduli pada anak mereka.Jika Edward bisa menunda perceraian mereka demi Elsa, dia tentu saja bisa melakukan hal yang sama.Tetapi ....Dia sempat ragu sejenak sebelum membalas pesan Edward.[Aku akan pikirkan dulu.]Edward segera membalas pesannya.[Iya.] Sekitar tengah hari, Clara dan Dylan menerima pesan dari Prof Nian yang mengatakan bahwa Gunawan Wijaya ingin mengundang mereka makan bersama

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 636

    Edward harus mengejar jadwal pesawat.Setelah pertemuan orang tua dan guru selesai, Edward dan Clara bersiap untuk pergi.Elsa melambaikan tangan dengan gembira. "Ayah, Mama, dadah!"Melihat Elsa bermain dengan gembira bersama teman-teman sekelasnya, Clara dan Edward mengangguk, lalu berbalik dan pergi berdampingan.Baru berjalan sebentar, ponsel Edward berdering.Tadi pagi, Clara datang dengan mobil Edward, namun dia sudah meminta supir untuk membawakan mobil Clara ke sekolah.Ketika Edward selesai menelepon, Clara sudah berjalan langsung ke mobilnya dan bersiap masuk.Saat itu, Edward berkata kepadanya, "Sampai jumpa lagi." Clara sedikit mengerutkan kening, dia tidak menyahut, lalu masuk ke mobil dan pergi....Saat tiba di kantor, Dylan bertanya, "Apa pertemuan di sekolah Elsa sudah selesai?""Iya." Dylan masih ada jamuan bisnis, jadi tidak mengobrol lama dengan Clara dan langsung pergi.Clara hendak kembali ke ruangannya ketika bertemu dengan Gery.Gery menyapanya, "Halo, Bu Clar

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 635

    Hari Senin.Clara dan Elsa baru saja selesai sarapan dan sedang mengemasi barang-barang mereka ketika mendengar suara mobil di luar.Edward telah tiba.Elsa berlari keluar dengan gembira. "Ayah, Ayah sudah datang!""Iya." Edward mengangguk kepada Clara. "Selamat pagi, ayo kita berangkat sekarang."Clara tidak mengatakan apa-apa, dia masuk ke mobil bersama Elsa.Di dalam mobil, karena insiden yang agak tidak menyenangkan ketika Clara meninggalkan rumah lama hari itu, Clara dan Edward tidak banyak berbicara.Ketika tiba di sekolah, setelah keluar dari mobil, Elsa langsung menarik Clara menuju ruang kelas, sementara Edward berjalan diam-diam di sebelah kiri Clara.Matahari bersinar terang hari itu, tetapi angin bertiup agak kencang. Clara membungkukkan bahu, dan Edward menoleh. "Dingin? Di mobil ada ...."Clara malah berkata dengan tenang, "Nggak dingin."Dia tidak sedang berpura-pura, dia memang benar-benar tidak merasa kedinginan.Edward menatapnya diam-diam selama beberapa detik. Setel

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 634

    Clara dan Edward berjalan berdampingan. Saat mengantar Clara sampai ke mobilnya, Edward bertanya, "Apa kau punya waktu Senin pagi?"Clara hendak menjawab ada ketika Edward melanjutkan, "Sekolah Elsa mengadakan pertemuan orang tua dan guru, sekolah mewajibkan kedua orang tua untuk hadir."Clara berpikir sejenak, lalu berkata, "Oke, aku bisa." Dia menambahkan, "Sorenya aku juga bisa sekalian izin.""Tapi, aku harus pergi ke Kota Hambulos jam satu siang."Clara mengerutkan kening. "Apa nggak bisa diubah waktunya?"Edward menjawab, "Maaf."Clara mengatupkan bibir tanpa berkata apa-apa, dia berbalik dan masuk ke mobil.Edward menatapnya. "Hati-hati di jal ...."Sebelum selesai bicara, Clara sudah membanting pintu mobil, lalu menginjak pedal gas dan melaju pergi.Edward memperhatikan mobilnya yang menjauh, dia tersenyum tipis, lalu berbalik dan masuk ke rumah.Waktu sudah larut malam. Nenek Anggasta sudah pergi ke kamarnya untuk beristirahat, tetapi Sinta dan Maya masih berada di ruang tamu.

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 633

    Selama dua tahun terakhir, Elsa semakin menjauh dari Clara, bahkan cenderung membencinya, dan itu adalah sesuatu yang telah mereka saksikan sendiri.Mereka mengira ketidaksukaan Elsa terhadap Clara akan berlanjut hingga ibu dan anak itu benar-benar menjadi terasing.Tetapi mereka tidak menyangka .…Awalnya mereka tidak tahu kalau Clara bekerja di Morti Group, tetapi sekarang reputasi Morti Group sedang melambung tinggi baik di dalam maupun luar negeri, sulit bagi mereka untuk mengabaikannya.Mereka tidak menduga bahwa Clara bukan hanya menepati janjinya dengan meninggalkan Anggasta Group, namun sekarang dia juga sangat berkembang dan sukses di Morti Group.Adapun hubungannya dan Dylan .…Melihat Clara duduk satu meja dengan Edward tanpa sekalipun meliriknya, sikapnya yang acuh tak acuh menunjukkan bahwa dia benar-benar telah melupakan Edward sepenuhnya.Ketika mereka pertama kali mendengar tentang hubungannya dan Dylan, mereka sebenarnya tidak terlalu percaya.Gimanapun, mereka tahu be

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status