Partager

Bab 415

Auteur: Elenor
Dokter Agustina juga mengenal Nenek Anggasta.

Setelah menyapa Nenek Anggasta, dia menatap Clara dan bertanya sambil tersenyum, "Apa kamu Clara?"

Ini adalah pertama kalinya Clara bertemu Dokter Agustina.

Dia menjawab dengan hormat, "Iya, Dok."

Dokter Agustina mengangguk puas dan memujinya, "Kamu sangat cantik."

Dokter Agustina sudah tahu tentang kondisi Indri sebelum tiba di rumah sakit.

Namun, dia tidak tergesa-gesa membuat rencana perawatan khusus, melainkan berencana untuk mengamati dan memaha
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (245)
goodnovel comment avatar
Tuti Putri Jhaisar
kamu pasti bahagia clara, dani atau richar sama" hebat.. kamu pasti dihargai saat bersama mereka..tapi gery kek nya ngk usah deh
goodnovel comment avatar
Amy Syarle
dari selama ini baca gue ga begitu kesel sama Vanessa in the gengs, lebih kesel dan jijik sama Edward nya sih,, kek ga punya hatii.. jahat bgt
goodnovel comment avatar
Elsa muthia Handini
da tau ibunya Clara sakit knp lo g usahain untuk menyembuhkan
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 879

    Vanessa penasaran apakah Edward sudah mendengar tentang putusan pengadilan terkait perusahaan keluarganya ....Sambil memegang ponsel, Vanessa menatap nomor Edward cukup lama sebelum akhirnya meneleponnya.Tetap saja, tidak ada jawaban.Melihat Vanessa mencoba menghubungi Edward, anggota Keluarga Gori dan Sanjaya lainnya langsung terdiam, menatapnya dengan penuh harap.Ketika jelas bahwa Edward tidak mengangkat panggilan Vanessa, mata Diana menjadi semakin merah. "Dia tetap nggak jawab. Sebenarnya apa maksudnya Kak Edward?"Yang lain pun memikirkan hal yang sama.Namun, sekarang bukan saatnya untuk mengeluh.Ekspresi Rita tetap tenang dan dingin. "Diana, jangan ganggu sepupumu."Diana menyeka air matanya. "Maaf, Tante. Aku cuma ... merasa sangat takut."Jika Edward benar-benar memutuskan untuk lepas tangan, maka kedua keluarga itu tidak akan memiliki apa-apa lagi.Terbiasa hidup dalam kemewahan sejak kecil, membayangkan bahwa keluarganya akan menghadapi kebangkrutan dan utang yang menu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 878

    Sekalipun Gery tidak mengatakan apa pun, Anggi sendiri juga tidak berniat membahas masalah itu.Belajar dari pengalaman sebelumnya, dia sudah tidak berniat untuk ikut campur dalam urusan orang lain lagi.Mendapat jaminan dari Anggi, Gery tidak berkata apa-apa lagi lalu berbalik pergi.Saat Gery berlalu, pandangan Anggi beralih ke arah Clara yang berdiri tidak jauh dari sana. Melihat Clara menjauh dari kerumunan, dia pun menghampiri. "Bu Clara."Clara terhenti, dengan ekspresi tetap datar. "Ada urusan apa, Bu Anggi?"Sambil menundukkan kepala, Anggi berkata dengan sopan, "Aku sudah gagal menilai watak orang yang sebenarnya, dan akhirnya menimbulkan masalah buatmu. Itu kesalahanku … aku minta maaf."Clara menatapnya lalu menjawab dengan nada datar, "Oh ya?"Tanpa sepatah kata pun, Clara langsung berbalik dan melangkah pergi.Melihatnya menjauh, Anggi berseru lagi, "Aku minta maaf."Clara tidak berhenti, dan tidak pula menoleh ke belakang.Dylan memperhatikan interaksi tersebut. Setelah C

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 877

    Setelah berkata demikian, tuan rumah acara menoleh ke arah Joseph dan menambahkan, "Pak Joseph, mereka berdua adalah Pak Dylan dan Bu Clara dari Morti Group."Joseph mengangguk lalu menjabat tangan Dylan dan Clara. "Pak Dylan, Bu Clara … saya sudah sering mendengar tentang kehebatan kalian berdua.""Anda terlalu sungkan, Pak Joseph."Setelah berbasa-basi sejenak, Joseph berkata, "Perusahaan saya memiliki sebuah proyek yang ingin saya kerjasamakan dengan kalian berdua. Apakah kalian ada waktu untuk kita bicara lebih lanjut tentang hal ini?"Dylan menjawab, "Tentu saja bisa."Melihat mereka hendak membahas urusan bisnis, tuan rumah acara tersebut pun mencari alasan untuk pamit.Joseph membawa serta seorang ilmuwan dari perusahaannya. Setelah perkenalan singkat, Clara dan Dylan mulai berbincang dengan ilmuwan tersebut. Joseph kabarnya tidak memiliki latar belakang di bidang Kecerdasan Teknologi, sehingga dia hanya menyimak dari samping dan sesekali menyela pada poin-poin penting, meskipun

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 876

    Mengingat kembali ekspresi acuh tak acuh Joseph Darmana, Vanessa menggelengkan kepala dan berkata, "Kami hanya pernah bertemu sekali, nggak bisa dibilang sudah saling mengenal."Sudah lebih dari setengah bulan sejak pertemuan terakhir mereka. Dia mengira Joseph sudah meninggalkan ibu kota, jadi Vanessa tidak menyangka akan berpapasan dengannya lagi di sini.…Malam itu, setelah selesai bekerja, Clara dan Dylan menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh salah satu mitra bisnis mereka.Begitu berada di dalam mobil, Clara memijat pelipisnya. Dia menyadari bahwa selama dua minggu terakhir, dirinya begitu sibuk dengan penelitian dan pengembangan proyek baru perusahaan hingga jarang sekali berkomunikasi dengan Elsa. Dia pun memutuskan untuk menelepon putrinya.Meskipun Elsa juga jarang menghubunginya selama dua minggu terakhir, dia langsung mengangkat panggilan telepon dari ibunya. "Halo, Mama."Senyum tersungging di wajah Clara. "Halo. Kau sudah makan malam?""Sudah," jawab Elsa. "Mam

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 875

    Clara mengangguk lalu berkata, "Aku pergi dulu. Tolong sampaikan ke Elsa kalau dia bangun nanti."Edward menatapnya dan bertanya, "Iya. Nggak mau sarapan dulu sebelum pergi?""Nggak usah."Edward tidak mendesak. Dia berdiri dan berkata, "Biar kuantar sampai depan.""Nggak perlu repot-repot."Edward tidak menjawab, tetapi dia tetap mengikuti Clara untuk mengantarnya sampai ke pintu. Baru setelah mobil wanita itu benar-benar meninggalkan halaman, dia berbalik dan kembali masuk ke rumah.Sekitar sepuluh menit kemudian, Elsa terbangun. Saat turun ke lantai bawah, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Edward berkata, "Mamamu ada urusan, jadi dia harus pulang dulu.""Oh ...."Begitu bangun dan tidak melihat Clara di sisinya, Elsa sebenarnya sudah bisa menduga hal itu.Elsa mengerucutkan bibir dan tidak berkata apa-apa. Dia lalu berjalan ke ruang makan untuk menyantap makanannya.Edward duduk di sampingnya dan mengulurkan tangan untuk memeriksa dahinya. "Demamnya sudah benar-benar reda. Ap

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 874

    Edward mengambil mangkuk dari tangan Clara lalu menyuapkan beberapa sendok bubur kepada Elsa. Setelah itu, dia menoleh ke arah Clara dan berkata, “Sepertinya ada makanan lain yang disiapkan di dapur. Bagaimana kalau kau turun dan makan dulu?”Sebenarnya, Clara tidak merasa lapar.Namun, dia dan Edward memang tidak memiliki topik apa pun untuk dibicarakan. Bahkan, akan lebih baik jika mereka tidak berada di ruangan yang sama saat berada di dekat Elsa.Clara mengangguk dan berkata kepada Elsa, “Elsa, Mama mau turun dulu untuk makan sebentar. Nanti Mama kembali lagi.”Elsa menjawab dengan patuh, “Iya, Ma.”Tanpa berkata apa-apa lagi, Clara berbalik dan melangkah turun.Begitu sosok Clara menghilang di balik pintu, Elsa pun mengalihkan pandangannya. Senyum di wajahnya lenyap saat menatap Edward.Menyadari ada sesuatu yang mengganjal di pikiran putrinya, Edward mengusap sudut mulut Elsa lalu bertanya, “Ingin bicara apa?”Elsa mengerucutkan bibirnya dan mencengkeram selimut dengan kedua tang

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status