แชร์

Bab 83

ผู้เขียน: Elenor
Dani tidak mengatakan apa-apa, jadi Gading mengira bahwa Dani masih belum mendapatkannya, jadi belum mau bercerita.

Dia pun tahu tidak ada gunanya bertanya lagi kepadanya, jadi dia tersenyum, berjongkok, dan bertanya kepada Tania, "Tania, sudah berapa kali kamu ketemu tante yang makan siang bersamamu tadi siang? Apa kamu tahu namanya?"

Genggaman Dani pada gelasnya tiba-tiba mengencang, "Gading!"

Tania tidak mengerti apa yang dipikirkan orang dewasa. Dia tidak mengenal Gading. Namun, ketika dia
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (47)
goodnovel comment avatar
Sri Mulyanti
lama² jadi malas bacanya, gak ada perkembangan terlalu bertele²terlalu banyak mencefitakan kelakuan vanesa dan kluarganya
goodnovel comment avatar
Ratna Mega
makin gak jelas aja...tertindas kok terus
goodnovel comment avatar
Siti M
ih sumpah rasanya ingin ngeracun si Edward kok ada laki macam begituan nggak punya hati sama sekali setidaknya sedikit ingat sama istrinya Napa semoga dia cepat kena karma
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 755

    Saat itu, siaran langsung acara penyerahan penghargaan tepat sedang menayangkan segmen di mana Prof Nian memberikan penghargaan kepada Clara.Melihat Prof Nian mengakui bahwa dia sengaja menghadiri acara itu karena Clara, dan melihat mata Clara yang berkaca-kaca, Diana mencibir, "Dia pasti merasa senang dan tersanjung sekarang, kan? Gimanapun, Prof Nian dan dia sebenarnya juga nggak sedekat itu!""Prof Nian melakukan semua itu hanya karena Dylan benar-benar percaya kalau Clara adalah talenta yang penuh potensi!""Tapi lihat gayanya itu? Cara dia memandang Prof Nian, orang yang nggak tahu pasti akan berpikir kalau Prof itu benar-benar gurunya yang telah membimbing selama delapan atau sepuluh tahun. Seolah-olah Clara pernah menyia-nyiakan bimbingannya, tapi sekarang akhirnya kembali ke jalan yang benar …. Issh, dia benar-benar dramatis, pandai sekali berakting!"Vanessa yang berdiri di samping, sedang minum teh dengan kepala tertunduk, dia sengaja tidak melihat ke arah layar untuk bebera

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 754

    Sambil menatap Dylan yang duduk di antara penonton, Clara berkata, "Saat ini, aku ingin sekali mengatakan banyak hal, walaupun mungkin kau merasa ini nggak perlu, tapi yang paling ingin kukatakan adalah terima kasih. Terima kasih atas semua dukungan dan pengertian yang kau berikan selama ini. Terima kasih karena apa pun masalahnya, kau selalu mengutamakanku. Terima kasih karena kau tak pernah ragu dan selalu percaya padaku ...." Saat Clara berbicara, sorotan kamera di layar besar juga fokus pada sosok Dylan.Dylan yang berada di antara penonton terlihat bertepuk tangan untuk Clara dengan ekspresi penuh kegembiraan. Dylan benar-benar sangat bahagia untuk Clara dan merasa bangga dengan pencapaiannya saat ini.Penonton pun seketika bertepuk tangan dengan antusias.Acara penyerahan penghargaan di dalam aula tetap berlanjut, tetapi di luar sana, Keluarga Sanjaya dan Gori pada awalnya tidak terlalu memahami seberapa penting penghargaan yang diterima Clara.Namun, setelah berita tentang Clar

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 753

    Prof Nian tentu saja hadir untuk membantu memperkenalkan Clara dan Dylan kepada jaringan relasinya.Meskipun teman-teman Prof Nian tidak akan mengabaikan Clara dan Dylan walaupun dia tidak datang secara langsung, namun kehadirannya tetap memberi kesan berbeda.Edward tahu Prof Nian juga hadir di sana, namun sengaja tidak menghampiri untuk menyapanya. Baru setelah kebetulan berpapasan dengan Prof Nian saat akan meninggalkan acara pada siang harinya, Edward menyapanya dengan sopan, "Prof Nian."Prof Nian mengangguk acuh tak acuh, lalu pergi bersama Clara dan Dylan.Sepanjang hari itu, Clara melakukan diskusi akademis yang mendalam dengan beberapa tokoh senior dalam industri ini dan juga menerima beberapa sesi wawancara. Bisa dikatakan, itu adalah hari yang padat dan produktif buatnya.Tak lama kemudian, tibalah saatnya acara malam penyerahan penghargaan.Di dalam aula, Clara dan Prof Nian duduk bersama, yang posisinya tidak jauh dari Edward, tetapi tidak ada interaksi sama sekali di anta

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 752

    Clara dan Edward sama-sama tidak keberatan, mereka bahkan mengajak Gery ikut serta.Setelah masuk ke mobil, petugas itu bertanya kepada Clara sambil tersenyum, "Kenapa Pak Dylan nggak ikut bersama?""Dia sedang dalam perjalanan bisnis, nanti datang agak telat."Sudah cukup larut ketika mereka tiba di hotel. Clara, Gery, dan Edward melangkah masuk ke lift bersama-sama.Kamar Clara dan Edward berada di lantai yang sama, tetapi kamar Gery berbeda.Gery keluar dari lift terlebih dahulu, dan menyisakan Clara dan Edward.Mereka sempat saling melirik. Clara membalas tatapannya, lalu menarik kembali pandangannya. Edward tidak mengatakan apa pun.Namun, saat lift mencapai lantai tujuan dan berjalan keluar, Edward tiba-tiba berkata, "Selamat malam."Clara tertegun diam. Clara tidak menjawab, dia hanya menyeret koper, menggesek kartu aksesnya, dan masuk ke kamar....Pada saat itu, Dylan baru saja turun dari pesawat dan Prof Nian masih memiliki urusan lain. Namun, mereka semua harus menghadiri b

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 751

    Edward sudah mengucapkan selamat kepada Clara, tetapi karena dia bersikap seolah-olah baru saja mengetahui tentang penghargaan yang diterima Clara, maka Clara tidak punya pilihan selain ikut bermain, "Terima kasih.""Sama-sama."Setelah itu, mereka tidak saling mengobrol lagi.Clara dan Edward segera pergi.Melihat Clara dan Edward berinteraksi seperti orang asing, Rendi semakin merasa hubungan mereka mungkin tidak sesederhana yang dia pikirkan sebelumnya.Setelah mereka pergi, saat Pak Yakob hendak berbalik dan kembali ke lantai atas, Rendi tiba-tiba bertanya, "Apa ada karyawan dari Anggasta Group yang memenangkan penghargaan tahun ini?"Jika ada karyawan dari Anggasta Group yang memenangkan penghargaan, maka kehadiran Edward secara langsung di acara penghargaan itu memang akan menjadi cara yang bagus untuk sekaligus mempromosikan produk Anggasta Group.Jika tidak ….Pak Yakob menjawab, "Nggak ada." Kemudian, dia balik bertanya, "Kenapa Anda bertanya begitu?""Nggak apa-apa, cuma ingi

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 750

    Melihat kekaguman semua orang pada Clara, serta senyuman di wajah wanita itu, Rendi merasa sangat kesal.Dia hanya diam, lalu berbalik dan naik ke lantai atas sendirian.Sore itu, Clara dan timnya akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka, dan memperkirakan tidak perlu datang ke Anggasta Group selama dua minggu ke depan.Pak Yakob dari Anggasta Group pun dengan sopan menawarkan untuk mengantar sendiri Clara dan timnya ke lobi.Rendi dan kelompoknya juga kebetulan akan kembali ke perusahaan untuk menangani beberapa urusan, jadi mereka menunggu bersama-sama di pintu masuk lift.Lift tiba dengan cepat. Namun saat pintu terbuka, semua orang langsung tertegun. Pak Yakob dengan cepat bereaksi, dia tersenyum sambil menyapa, "Pak Edward, Pak Aris."Edward mengangguk, pandangannya menyapu pada rombongan yang ada di depannya. Dia dengan santai bertanya, "Kalian mau ke mana?""Strukturnya sudah selesai, jadi Bu Clara dan timnya akan kembali ke Morti Group. Saya mau mengantarkan mereka ke bawah."Ed

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status