Share

Bab 189

Author: Ratih Larasati
Melihat Jeffry masih duduk diam di sofa tanpa bergerak, Nenek Mina langsung melototinya.

“Tidak usah.” Shelly sudah keburu masuk dan meletakkan keranjang buah di atas nakas samping ranjang.

“Bukannya beberapa hari lagi sudah boleh pulang?”

Sudah lewat beberapa hari, tetapi Jeffry masih meminta pakaian ganti dibawakan.

Artinya, Kakek Yanto jelas masih harus dirawat beberapa hari lagi.

Tatapan penuh ketidakpuasan dari kedua orang tua itu langsung tertuju pada Jeffry bersamaan.

“Beberapa indikator
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 730

    Johan menatap dengan sorot mata yang tiba-tiba berubah gelap dan penuh ancaman. "Jalan!"Sopir menginjak gas dalam-dalam. Mobil pun melesat seperti anak panah yang lepas dari busurnya.Saryna yang masih mencengkeram jendela mobil tak mau melepaskan genggamannya, tapi gaya inersia menyeretnya sejauh 2 meter, dan akhirnya dia terbanting keras ke aspal."Saryna!"Shelly memaku pandangannya pada kaca spion belakang.Rendy dan Diana berlari menghampiri, membantu Saryna berdiri. Meski kulit di lengannya sudah sobek dan berdarah, Saryna tetap memaksakan diri bangkit dan hendak mengejar."Nggak usah dikejar. Nggak bakal terkejar."Diana menatap luka di lengan Saryna. Wajahnya pucat pasi ketakutan. "Kita cari cara lain untuk selamatkan dia, ya? Tapi, obati lukamu dulu!"Mobil membelok di ujung jalan. Bayangan ketiga orang itu perlahan lenyap dari kaca spion.Hati Shelly serasa diremas hingga mengerut. Dia menggigit rahangnya rapat-rapat, memaksa dirinya tetap tenang, sama sekali tidak boleh men

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 729

    "Nona, tolong jaga Nyonya sebentar!"Melihat Shelly menyusul, pelayan langsung menghentikan langkahnya dan menghadang jalan. "Itu ibu kandung Anda. Kalau sampai terjadi apa-apa … ah!"Shelly tak bisa melewatinya. Tanpa pikir panjang, dia mengangkat tangan dan menampar keras pipi pelayan itu."Awas!"Pelayan itu sempoyongan, menutup wajah dengan kedua tangan sambil mundur terhuyung.Shelly tak memberinya kesempatan untuk bereaksi. Dia langsung berbalik hendak berlari kembali ke parkiran. Pada saat itulah, dia melihat Maxwell datang sambil menggendong Nana.Sang sopir, dengan satu mata tertutup dan satu kaki yang pincang, mengejar dari belakang.Di sisi lain, Saryna berlari besar-besar menghampiri Maxwell, meraih Nana dari pelukannya."Nana, sayang, ibu sudah di sini. Ini semua salah ibu. Ibu sudah bikin kamu ketakutan begini!"Nana langsung menghambur ke pelukan ibunya. Semua rasa takut dan kesedihan yang tertahan seketika meledak. Dia menangis sampai seluruh wajahnya memerah.Sopir itu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 728

    Shelly melirik sekilas, lalu mengirimkan nomor plat mobil Johan kepada Maxwell lewat pesan singkat.Maxwell langsung paham maksudnya. Tanpa suara, tanpa tanda-tanda mencurigakan, dia menyelinap keluar dari kerumunan dan pergi.Johan punya rencana cadangan. Hasil pemungutan suara hari ini sangat mungkin berbalik arah dan Keluarga Gunawan bisa jatuh ke tangan Shelly. Tapi bahkan kalau itu terjadi pun, Johan tidak akan semudah itu menepati janjinya, tidak akan semudah itu mengembalikan Nana.Nana adalah kartu trufnya untuk mengendalikan Shelly.Shelly tak punya selera untuk mendengarkan basa-basi orang-orang di sekelilingnya. Dalam hatinya berdoa keras-keras, semoga Maxwell berhasil menyelamatkan Nana.Pemungutan suara dimulai. Semua orang menuliskan nama pilihan mereka di selembar kertas kecil, melipatnya, lalu memasukkannya ke dalam sebuah kotak. Pada akhirnya, kepala Keluarga Gunawan yang menjabat saat ini, yaitu Gavin, yang akan membacakan hasilnya.Ruang leluhur yang luas itu hening

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 727

    Pemilihan ahli waris Keluarga Gunawan dilangsungkan di dalam aula leluhur Keluarga Gunawan.Keluarga Gunawan bermukim di pegunungan Tonha, Kota Sentara. Puluhan rumah memenuhi seluruh lembah itu dan semuanya milik keluarga besar mereka.Pagi-pagi sekali, deretan mobil mewah berdatangan dari segala penjuru, memadati lereng bukit. Tempat yang biasanya sunyi senyap itu mendadak riuh dan penuh geliat.Atas desakan Shelly, Nana ikut bersamanya.Si kecil duduk di pangkuan Shelly. Lehernya menjulur panjang memandang ke luar jendela. "Ibu, Ibu Angkat cari Ibu.""Nana, sayang. Sebentar lagi setelah ibu angkat menyelesaikan urusan di sini, kita langsung cari ibumu, ya."Shelly mengelus kepala si kecil itu. Suaranya datar dan tenang.Mereka duduk di minibus tujuh kursi. Johan duduk bersebelahan dengan Shelly, kaki menyilang santai, mata terpejam seperti orang tidur siang."Nanti dia nggak boleh turun dari mobil."Begitu mendengar suara Johan, Nana langsung menyusup lebih dalam ke pelukan Shelly.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 726

    "Semalam dia rewel hampir sepanjang malam, tadi pagi-pagi sekali juga sudah bangun dan hampir nggak makan apa-apa. Ini baru saja tertidur sebentar, kemungkinan masih bakal tidur agak lama," bisik Agnes seraya merendahkan suaranya.Shelly melangkah mendekat, merapikan selimut Nana, lalu menepuk-nepuk lembut punggung bocah itu."Nana, anak pintar, Ibu Angkat ada di sini. Jangan menangis."Isakan lirih Nana perlahan reda. Kerutan di kening kecilnya pun ikut mengendur.Agnes masih berdiri di sana. Setelah terdiam sejenak, dia berucap, "Pemungutan suara besok sangat penting. Kemampuanmu jauh melampaui Saryna, peluangmu untuk membalikkan keadaan sangat besar. Ayahmu juga sudah menghubungi beberapa pihak secara diam-diam. Asal kamu bisa merebut kembali hak waris Keluarga Gunawan, dia akan melepaskan Nana. Aku rasa pihak Diana juga akan merelakan hak waris itu.""Aku paham. Kamu keluar saja." Shelly sama sekali tidak menatapnya.Agnes sempat mematung sejenak sebelum akhirnya melangkah keluar d

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 725

    "Lalu Bu Shelly? Dan Jery?"Maxwell baru tersadar, Johan membawa Nana pergi semata-mata untuk menekan Shelly."Dia sudah kembali ke rumah keluarga Gunawan," jawab Jeffry singkat. "Jery ikut aku.""Aku … aku langsung temui Rendy sekarang. Pastikan dia nggak bikin masalah lagi!"Maxwell menutup telepon dan langsung bergegas mencari Rendy.…Sementara itu, di dalam mobil yang melaju pulang, Rendy duduk di belakang kemudi dengan Diana di kursi penumpang. Kabin mobil membisu seperti kubur, Rendy menatap lurus ke depan, Diana membuang pandang ke jendela, tidak satu kata pun terucap sepanjang jalan.Sesampainya di depan rumah, Maxwell sudah berdiri menunggu di pintu. Rendy menyuruh Diana masuk duluan.Setelah Diana menghilang ke dalam, Rendy melangkah mendekat dengan kepala tertunduk."Pasti Pak Jeffry yang suruh kamu ke sini."Maxwell mengangguk pelan. "Pak Rendy, di momen sepenting ini kita nggak boleh sampai tersandung."Kemenangan sudah di depan mata. Johan sudah kehilangan harapan untuk

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status