共有

Bab 240

作者: Ratih Larasati
Dulu, Shelly melamar pekerjaan di Grup Dominion hanya untuk bisa sedikit lebih dekat dengan Jeffry.

Kemudian setelah menjadi sekretaris Jeffry, jarak di antara mereka semakin dekat.

Meski tidak bisa dibilang sengaja menyusun rencana untuk mendekati Jeffry, setiap langkah karier yang dia ambil memang kurang lebih demi Jeffry.

Namun sekarang, justru demi menjauh darinya, dia mulai merencanakan semuanya dengan matang.

Tidak ada yang lebih penting dibandingkan anak yang ada di dalam kandungannya.

Me
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 252

    “Kamu turun dulu. Di pusat perbelanjaan sebelah ada toko es krim. Aku belikan yang baru untukmu, tapi cuma boleh yang ukuran kecil ….”Saryna berjalan mendekat, menghalangi pandangan Shelly sambil mengetuk dua kali kaca mobil.Melihat Shelly tidak turun, Saryna langsung membuka pintu dan menariknya keluar.Shelly yang tidak siaga pun langsung ikut tertarik turun.Tatapannya melewati bahu Saryna dan masih mengarah ke tempat tadi.Di bawah pohon besar di sudut kompleks apartemen, bayangan Jeffry yang berdiri di sana beberapa saat lalu masih terasa begitu jelas.Pemandangan itu membuatnya teringat suatu hari ketika Jeffry pernah datang menjemputnya di tempat ini.Saat itu musim dingin. Ranting-ranting pohon yang kering dipenuhi salju dan embun beku.Jeffry mengenakan mantel hitam panjang dan berdiri diam menunggunya turun.Kenangan itu seolah bertumpuk dengan pemandangan sekarang.Hanya saja, sosok di bawah pohon sudah menghilang.Daun-daun yang rimbun menutupi cahaya matahari, membentuk

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 251

    Shelly tidak melihat siapa pun di luar. Dengan hati-hati, dia membuka sedikit celah.“Taraaa!”Saryna menyembulkan kepala sambil mengangkat dua es krim di tangannya. “Mau makan?”“Kenapa kamu datang?”Shelly membuka pintu sepenuhnya, menerima es krim itu, lalu berkata, “Bukannya kamu bilang aku nggak boleh makan yang beginian?”“Nggak boleh terlalu banyak. Sesekali nggak masalah.”Saryna masuk ke dalam rumah dan langsung menarik koper Shelly. “Kamu sedang hamil. Mana mungkin aku tega membiarkanmu beres-beres sendirian? Ayo, aku jemput kamu pulang.”Dia memberi isyarat agar Shelly segera mengganti sepatu.Setelah berganti sepatu, Shelly membawa es krimnya dan mengikuti Saryna turun.Dia menggigit sedikit demi sedikit. Rasa dingin dan manis perlahan meleleh di dalam mulutnya.Matanya tanpa sadar menyipit penuh kepuasan.“Tadi aku menemani Nana tidur sebentar, jadi sekarang tenagaku penuh lagi. Nanti kita cari tempat makan, ya?”Saryna memasukkan koper Shelly ke bagasi mobil.Shelly membu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 250

    Garis rahang Jeffry tampak tegas. Urat-urat di tangan yang bertumpu di tepi meja terlihat menonjol, sementara ujung jarinya masih sedikit basah oleh teh yang tumpah.“Siapa orang yang baru saja kamu temui?”Herman duduk di hadapannya. “Oh, aku sampai lupa. Itu sekretarismu. Seharusnya tadi aku memanggilnya masuk untuk menyapamu.”Napas Jeffry seketika tertahan.Alisnya yang semula hanya sedikit berkerut kini mengatup rapat.Shelly?Hamil 22 minggu?Perkembangan janin lebih kecil dari seharusnya?Trimester akhir sama sekali tidak boleh melakukan hubungan suami istri?Soal pengetahuan kehamilan, Jeffry tidak tahu apa pun.Dari percakapan yang barusan didengarnya, satu-satunya hal yang terasa akrab hanyalah suara Shelly.Semua yang lain terdengar asing. Begitu asing hingga dia merasa wanita itu bukan Shelly, melainkan hanya seseorang yang memiliki suara serupa.Namun ….Bagaimana mungkin dia salah mengenali suara yang begitu dikenalnya?“Aku dengar dia akan dipindahkan ke luar kota karena

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 249

    Ruang VIP itu terbagi menjadi dua bagian. Pintu ruangan di bagian dalam terbuka setengah.Herman duduk di depan meja berbentuk persegi. Tangannya menyeduh teh dengan gerakan terampil.“Dokter Herman.” Shelly melangkah masuk.“Maaf sudah merepotkan Nona Shelly datang sejauh ini.”Herman mengangkat tangannya sedikit, memberi isyarat agar Shelly duduk.Shelly tidak melihat berkas rekam medisnya. Dengan sopan dia berkata, “Aku nggak ingin mengganggu waktu Anda. Tolong berikan berkasnya saja.”“Maaf, berkasnya ada di mobil. Aku sudah meminta pelayan untuk mengambilnya.”Herman mendorong kacamatanya ke atas pangkal hidung, lalu menuangkan teh hingga memenuhi cangkir di depan Shelly.“Mohon tunggu sebentar. Tenang saja, teh ini aman untuk ibu hamil. Kebetulan ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan.”Dari ruangan di balik pintu yang terbuka setengah itu terdengar suara pelan.Sepertinya ada seseorang di dalam. Mungkin tamu yang sebelumnya diundang Herman.Shelly tanpa sadar mengernyitkan al

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 248

    Jeffry tidak menghentikan gerakannya yang mendorong pintu.“Sesama pria, kenapa banyak sekali drama? Kalau kamu berani membohongiku, aku habisi nyawamu.”Nada bicaranya terdengar santai. Ini menunjukkan keyakinannya terhadap persahabatan mereka, sekaligus kepercayaannya kepada Herman.Herman kembali duduk di kursinya.Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum pahit.Setelah lama terdiam, sorot matanya perlahan berubah semakin dalam dan suram.Elora, tunggu saja!…Sehari sebelum akhir pekan, Shelly menerima pesan dari Herman yang mengajaknya bertemu di sebuah kafe di pinggiran kota keesokan harinya.“Dia mengajakmu bertemu?”Begitu mendengar cerita itu, Saryna hampir meloncat dari tempat tidur. “Dia tertarik padamu? Aku yang sudah punya anak saja sudah terdengar nggak masuk akal, apalagi kamu yang sedang hamil!”Shelly mematikan layar ponselnya, lalu menepuk pelan kepala Saryna.“Dia hanya ingin memberikan berkas rekam medisku.”Saryna mengusap dahinya. “Oh ….” Lalu kembali menjatuhkan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 247

    Elora menarik napas dalam-dalam. Jangan-jangan … dia benar-benar dipermainkan oleh Herman?“Silakan berbaring. Jangan tegang. Ini hanya pemeriksaan biasa.”Dokter asing itu mendorong kacamatanya ke atas pangkal hidung.Elora tetap berdiri di tempat.Secara refleks dia meraba kantong bajunya, tetapi kantong itu kosong.Tasnya berada di tangan Jeffry dan ponselnya ada di dalam tas itu.Dia ingin menelepon Herman untuk memastikan semuanya, tetapi .…“Nona Elora, tidak perlu terlalu gugup.” Melihat Elora tetap tidak bergerak, dokter asing itu menepuk pelan ranjang pemeriksaan. “Silakan berbaring dulu, ya? Masih ada pasien lain yang sedang menunggu di luar.”Elora menarik napas panjang.Dengan susah payah dia menahan keinginan untuk berlari keluar dari ruangan, lalu perlahan berbaring di atas ranjang.“Tolong angkat bajunya.”Dokter asing itu menyiapkan alat pemeriksaan.Melihat Elora masih diam, dia kembali mengingatkan.Elora menggenggam ujung bajunya erat-erat.“Dokter … tiba-tiba saya t

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 201

    Dokter Joko melihat perut Shelly yang masih belum terlihat membesar, lalu berulang kali mengingatkannya untuk lebih berhati-hati.Di perjalanan pulang, Shelly menelepon Saryna dan menceritakan kejadian saat bertemu Jeffry.“Ya ampun, Tuhan benar-benar mau bikin perjalanan kehamilanmu lengkap dengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 200

    “Bukan.”Shelly menyangkal dengan sangat cepat. Detak jantungnya melonjak begitu kencang.Jeffry terus menatapnya.“Kalian saling kenal?”Herman tampak berusia sekitar tiga puluhan.Kulitnya pucat dingin dengan sepasang mata yang tajam.Rambut belah tengahnya tampak bervolume dan rapi.Tubuhnya kuru

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 199

    Perawat itu sempat ragu sebelum berkata, “Karena dokter ini baru kembali dari luar negeri, banyak pasien datang khusus mencarinya. Kalau berkas Anda dipindahkan sekarang, beliau akan memprioritaskan pemeriksaan Anda. Nanti saat kontrol berikutnya, Anda nggak akan kesulitan mendapatkan nomor antrean.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 197

    Tatapan Jeffry langsung jatuh tepat pada Kevin.Namun, respons yang keluar dari mulutnya hanyalah, “Oh, ya? Nggak tahu.”Setelah mengatakan itu, dia langsung berjalan keluar.“Seluruh perusahaan sudah membicarakannya, masa Kak Jeffry belum tahu?”Elora buru-buru mengikuti langkah Jeffry.Namun tidak

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status