공유

Bab 88

작가: Kharamiza
last update 게시일: 2026-05-29 12:50:28

Arina sialan.

Di saat dirinya sedang dipermalukan seperti ini, dia malah sempat-sempatnya mengejek.

Dengan dada yang bergejolak menaham amarah, jempol Eca bergerak cepat di atas layar.

[Eca: Kamu ngechat cuma buat ngetawain keadaan aku?]

[Eca: Dasar nggak jelas!]

Dan, tak butuh waktu lama, pesan balasan dari Arina kembali masuk.

[Arina: Lah, aku turut prihatin loh.]

[Arina: Mamah juga kelihatan syok banget setelah dikabarin sama mertua kamu.]

Deg.

Kening Eca berkerut seketika. Ternyata mertuany
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
hati hati ya Eca .Ihsan..siapa pria tsb..jangan jangan suruhan juragan Dasim atau asih
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 120

    Sekitar tiga puluh menit menghabiskan waktu di kamar mandi, Eca akhirnya keluar dengan tubuh yang jauh lebih segar.Rambutnya masih sedikit lembap ketika ia melangkah keluar sambil mengeringkannya dengan handuk.Matanya refleks menyapu seisi kamar, mencari sosok Ihsan. Namun, pria itu ternyata sudah tidak ada.“Mana Kang Ican?”Eca mengernyit pelan, tetapi tidak terlalu memikirkannya.Ia beralih mengambil hairdryer lalu mulai mengeringkan rambutnya.Saat tak sengaja melirik ke arah balkon, barulah ia melihat Ihsan di sana.Pria itu tampak duduk santai sambil membaca buku dan menyeruput kopi.Eca langsung mendecih.Tadi di kamar mandi seperti singa kelaparan.Sekarang malah duduk kalem seperti tak pernah terjadi apa-apa.Setelah merasa cukup rapi, barulah Eca turun dari lantai dua.Udara sore langsung menyambutnya begitu kakinya akhirnya menapaki teras rumah.Seharian berada di dalam rumah, embusan angin hangat sore itu terasa menyenangkan di kulitnya.Eca menarik napas panjang sebelum

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 119

    Tanpa menunggu lama, pria itu mulai menggerakkan pinggulnya. Maju mundur dengan ritme yang lambat namun menghujam dalam. Setiap kali ihsan menghantam ke dalam, Eca hanya bisa mendesah hebat, kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, menikmati rasa penuh yang menjalar di perut bawahnya. “Ahhh ... ahh ... Kang Ihsan … pelanghh!”Namun, Eca merasa Ihsan seperti tak lagi benar-benar mendengarkan. Gerakannya kian tak terkontrol, seolah menahan sesuatu yang sudah di ambang batas.Tempo unggahannya semakin cepat. Suara decakan basah akibat penyatuan keduanya sampai terdengar memenuhi ruangan.Eca hanya bisa menggigit bibirnya, napasnya tersengal ketika kulit keduanya terus beradu, menciptakan suara tamparan daging yang makin cepat dan liar.Eca kelabakan, tubuhnya seolah kehilangan pijakan, mengikuti setiap tarikan dan gerakan Ihsan yang tak memberinya ruang untuknya benar-benar berpikir jernih.Tangannya memeluk leher ihsan semakin erat ketika bagian bawahnya terus dihantam sensasi panas

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 118

    Mature Content (21+)Ihsan tidak menjawab.Namun, tatapan pria itu yang mulai menggelap sudah cukup membuat jantung Eca berdebar kencang.Padahal tadi, ia hanya berniat mencari kenyamanan dalam pelukan suaminya.Tetapi, memang sejak semalam, ada sesuatu yang berubah di antara mereka.Kini, setiap kali Ihsan memandangnya seperti itu, Eca tidak lagi merasa ingin menghindar.Sebaliknya, ada kehangatan yang perlahan memenuhi dadanya saat menyadari betapa diinginkannya dirinya oleh sang suami.Detik berikutnya, bibir hangat Ihsan sudah mendarat di atas bibirnya yang sedikit terbuka.Kali ini Eca tidak lagi terkejut seperti semalam.Ia bahkan mendongak sedikit, membiarkan Ihsan memperdalam ciuman itu sambil memejamkan mata perlahan.Kehangatan yang mengalir di antara mereka rasanya begitu akrab sekarang.Eca merasa seluruh tubuhnya perlahan ikut melunak.Di tengah ciuman yang semakin dalam itu, tangan Ihsan mulai bergerak menyentuhnya.“Emh ….”Desahan tertahan lolos dari bibir Eca saat ciu

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 117

    Hari itu, keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, seolah benar-benar ingin menikmati hari libur berdua. Matahari sudah bergeser cukup jauh ketika Eca akhirnya menyerah menatap layar laptopnya. Sejak tadi ia memang duduk di atas karpet ruang keluarga sambil menonton drama terbaru yang sedang ramai dibicarakan orang. Namun, entah kenapa, ia mulai merasa bosan. Sambil menghela napas panjang, Eca menutup laptopnya lalu meletakkannya di atas meja. Matanya beralih ke belakang. Ihsan masih berbaring santai di sofa panjang sambil menatap ponselnya dengan ekspresi serius. Dari suara yang samar terdengar, sepertinya pria itu sedang menonton sesuatu tentang politik lagi. Eca mengangkat bahunya santai, sambil menghela napas panjang. Kalau dipikir-pikir, nonton politik seperti itu jauh lebih membosankan daripada drama yang baru saja ia tinggalkan. Dasar pria. Setelah beberapa saat berlalu, entah dapat keberanian dari mana, Eca akhirnya bangkit dari tempatnya duduk. Ia m

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 116

    Cahaya matahari sudah menyusup dari sela-sela gorden saat Eca membuka matanya keesokan pagi. Ia berkedip beberapa kali. Butuh beberapa detik baginya untuk mengingat apa yang terjadi semalam. Lalu, ketika ingatan itu datang begitu saja. Eca spontan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Astaga. Rasanya ia ingin segera menghilang saja ke balik bantal. Pada akhirnya, selimut itu malah ia tarik sampai menutupi sebagian wajahnya sendiri. Tak lama kemudian, matanya melirik ke sisi ranjang. Kosong. Ihsan sudah tidak ada di sana. Eca mengerjap pelan. Pagi-pagi sekali pria itu pergi ke mana? Namun, ia tak terlalu memikirkannya. Cuma mengembuskan napas pendek sebelum akhirnya memaksa dirinya bangun dari ranjang. Hanya saja, baru saja kedua telapak kakinya menyentuh lantai, Eca langsung meringis tipis. Apa yang terjadi semalam rupanya masih meninggalkan bekas di tubuhnya. Tidak terlalu sakit, tetapi cukup membuat langkah pertamanya terasa sedikit aneh. Eca berdiri b

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 115

    Tanpa menunggu lebih lama, Ihsan langsung membopong tubuh Eca dan membawanya ke dalam kamar tidur mereka. Kasur di bawah punggungnya berayun pelan saat Ihsan membaringkannya dengan sangat hati-hati, membuat Eca sesaat lupa pada rasa gugup yang sejak tadi mengikat dadanya.Ihsan segera menyusul, merengkuh tubuh Eca dalam pelukan yang hangat. Cara Ihsan memandangnya membuat Eca sulit menahan gemetar yang perlahan menjalari tubuhnya.Entah sejak kapan, pakaian yang semula melekat di tubuh keduanya kini telah terlepas sepenuhnya, menyisakan kulit yang saling bersentuhan tanpa pembatas.Eca bisa mendengar napas mereka yang semakin tidak teratur di antara sunyinya kamar.Meski sudah hampir dua bulan menikah, ini tetap yang pertama bagi mereka.Gerakan Ihsan terasa lambat dan hati-hati, seolah pria itu sengaja memberinya waktu untuk menyesuaikan diri. Eca sempat menggigit bibirnya menahan pe

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 20

    Setelah panggilan dengan ibunya itu berakhir, Eca hanya berdiri di tempat, menatap lurus tanpa benar-benar melihat apa pun.Angin siang berembus pelan, menyibakkan sedikit rambut ke sisi wajahnya.Napasnya dihela pelan. Jujur saja, semakin mendekati hari lamaran, kepalanya justr

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 19

    Eca tak menduga reaksi ibunya akan seheboh itu mendengar kabar lamarannya, bahkan teriakan barusan masih seperti menggema di telinganya. Eca sampai menjauhkan ponsel sedikit dari telinga sambil meringis pelan. “Mamah kenapa, sih, kaget begitu, ih?”Di seberang, terdengar helaan napas panjang.

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 18

    Tubuh Eca sontak menegang di tempat. Beberapa detik ia hanya berdiam diri, sebelum akhirnya menarik gagang pintu agak kasar sambil mengomel. “Ada apa lagi sih kam—” Ucapannya terhenti. Tadi, ia sempat berpikir yang datang itu Juragan Dasim atau orang-orangnya yang sengaja ingin mengganggunya l

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 17

    Eca susah payah menahan tawa mendengar Bi Lastri mengomel seperti itu. Agaknya Bi Lastri juga sudah muak dengan tingkah juragan mesum itu.“Ih, Bibi jangan ngomong begitu, ah,” katanya sambil menutup mulut. “Nanti kalau kedengaran, bisa-bisa kita diusir dari Mekarluyu.”“Kejam pisan itu orang, Neng

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status