Share

Bab 11

Penulis: Sweety
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-18 08:01:30

Di jam istirahat, meja kerja Ellena berubah jadi ruang kecil yang lebih personal. Gadis itu membuka kotak bekal sederhana yang dibawanya dari rumah sakit.

Meski hidup Ellena susah, dia masih bersyukur dianugerahi tetangga kontrakan yang begitu baik. Bu Tari dengan senang hati menjaga nenek Ellena kalau gadis itu sibuk, lalu di awal pagi tadi, Bu Tari menyiapkan bekal untuk Ellena.

Makanan yang saat ini Ellena suap pelan-pelan secara bergantian. Ada beberapa potong sosis ber
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 175. Kamu Jahat, Reon

    Ellena berdiri di tepi balkon, membiarkan angin menerpa wajahnya. Matanya naik memandang langit luas dan di sela cahaya matahari yang hampir tenggelam, ada semburat sinar keemasan menembus celah awan. Hangat. Seperti tangan tak terlihat yang menenangkan bahu Ellena."Apa aku yang terlalu sensitif?" tanya Ellena pada dirinya sendiri. Suaranya bergetar. Tangannya terangkat membawa helai rambutnya yang tertiup angin ke belakang telinga. Helaan napas panjang keluar dari bibirnya disusul matanya yang terpejam beberapa lama. Dia harus bicara langsung dengan Reon mengenai foto-foto yang dia terima itu. Ellena harus mengkonfirmasi sendiri. Apalagi foto yang dia kira Reon berciuman dengan Sherine itu tidak menunjukkan bibir suaminya disentuh oleh bibir Sherine. Ellena membuka matanya perlahan. Bisa saja memang mereka tidak ciuman dan sudut pengambilan fotonya yang memperlihatkan Reon dan Sherine berciuman. Setelah perasaannya sedikit

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 174. Kena Kamu, Ellena

    Di mejanya, Sharron menerima sebuah file foto yang dikirim oleh Diana. Senyum tipis yang tajam tersungging di bibir merah wanita itu. Dia kemudian menyesap teh melati yang baru saja disajikan oleh asisten pribadinya. "Hmm… sangat nikmat."Sharron kemudian beranjak dengan anggun dari kursinya dan berjalan menuju sisi jendela tinggi. Wajahnya yang tampak jauh lebih muda dari usianya memantul di kaca. Dia melipat satu tangan di atas perut. Tangannya yang satu naik menempelkan hape ke telinga. Dia sedang menelepon Diana dan tidak lama panggilannya terjawab. "Aku sudah menerima foto yang kamu kirimkan, Diana," kata Sharron. "Aku juga sudah menerima foto dari kamu, Kak Sharron," balas Diana di seberang sana. "Sejauh ini, rencana kita berjalan dengan mulus.""Iya, Kak Sharron. Kita tetap harus berhati-hati agar semuanya tampak bersih.""Tentu, Diana.""Aku menantikan update terbaru dari Kak Sharron."

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 173. Kedatangan Sherine di Kantor Baru Reon

    Di ruangan meeting di kantor barunya, Reon mengakhiri sesi rapat dengan tim barunya yang baru direkrut. Setelah keluar dari ruangan itu, resepsionis menghampirinya. "Permisi, Pak Reon, ada yang ingin bertemu dengan Bapak. Katanya urusan pribadi."Alis Reon berkerut tipis. "Siapa?""Dia tidak menyebutkan janji temu, Pak, tapi… sepertinya mengenal Bapak."Reon tidak suka dengan pertemuan tiba-tiba yang berlabel urusan pribadi, tapi dia tetap melangkah keluar. Langkah lelaki itu terhenti sepersekian detik begitu melihat sosok yang berdiri di area lobby depan kantor startup-nya.Di antara dinding marmer putih dan logo perusahaan yang menyala, seorang gadis tersenyum padanya. Itu Sherine. Gaun biru muda lembut membingkai tubuhnya. Dia langsung menghampiri begitu melihat Reon. Di sisi lain, Reon menghela napas kasar dengan  rahangnya yang mengeras. Entah ada urusan apa perempuan itu datang kemari. Dia bi

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 172. Kolaborasi SS Jewel Co dan Star Games

    Kenapa Areksa ada di kantor Ellena? Ellena menghentikan langkah untuk beberapa saat. Lelaki itu terlihat berbincang dengan Sharron. Namun, ketika menyadari kehadiran Ellena, mereka berhenti dan menoleh ke arah gadis itu. "Ini dia desainer baru yang saya rekomendasikan," sahut Sharron. Ellena menyunggingkan senyum profesional, dia lalu melangkah mendekat. Bersamaan dengan itu, Areksa beranjak dari sofa dan menjulurkan tangan saat Ellena tiba di depannya. "Areksa, direktur kreatif Star Games," kata Areksa penuh percaya diri. Ellena menerima uluran tangan besar itu dan menjabatnya singkat. "Ellena, desainer SS Jewel Co."Areksa tersenyum tipis yang menunjukkan jejeraan gigi putihnya yang rapi, lalu kembali duduk. Ellena juga menyusul menurunkan badan di sofa seberang. Sharron kemudian menyahut. "Walaupun masih baru, tapi saya bisa menjamin Ellena sangat cocok untuk kolaborasi ini. Desainnya baru-baru ini ter

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 171. Akhirnya Dipilih

    Tak terasa satu minggu berlalu, hari presentasi desain untuk koleksi terbaru SS Jewel Co untuk perayaan anniversary ke-50 akhirnya tiba. Di balik pintu kaca buram ruangan presentasi, para desainer lainnya duduk menunggu giliran. Ada yang memejamkan mata mengulang kalimat pembuka dalam hati. Ada juga yang menatap tablet sambil merapalkan kalimat inti presentasi mereka. Sementara itu, Ellena hanya duduk sambil menautkan tangan di atas pangkuannya. Pendingin ruangan menyala stabil, tapi telapak tangan gadis itu basah. Detak jantungnya memompa kuat seperti mau loncat keluar.  Ellena mencoba memeriksa ulang materi presentasi di tablet, tapi tetap saja napasnya tidak seimbang. Dia coba menarik dan mengeluarkan udara perlahan, tapi dadanya tetap terasa sempit. "Hai, Ellena," sapa seorang rekan kerjanya—bernama Paulina—desainer berusia dua puluh delapan tahun. Ellena menoleh saat wanita itu duduk di sebelahnya sambil menyilangkan kaki.

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 170. Masalah Reon

    Sewaktu menjadi sekretaris Reon, Ellena hampir tiap hari tahu hal yang dialami suaminya itu tanpa harus bertanya. Namun sekarang, mereka sudah bekerja di bidang yang berbeda. Kali ini, Reon tampak tidak baik-baik saja, meskipun sejak tadi dia memasang senyum tipisnya yang menawan itu. Di dalam mobil, Ellena menoleh pada suaminya yang fokus mengemudi, dia berniat membuka pembicaraan, tapi Reon lebih dulu bersuara. "Bagaimana hari pertama kerja sebagai jewelry designer, sayang?" tanya lelaki itu lembut, dia menoleh sebentar ke Ellena lalu memusatkan pandangan ke jalanan. Ellena bersandar sambil mendekap tas dan papan sketsanya. "Semuanya lancar, sayang. Aku sampai diajak ikut acara lelang tadi.""Kamu senang?" tanya Reon. Ellena menyunggingkan senyum dan mengangguk tipis. "Senang, di hari pertama kerja sebagai jewelry designer aku langsung dapat pengalaman yang keren.""SS Jewel Co juga mau rilis koleksi baru dan semu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status