Share

Bab 208 Anak Pakde

Penulis: Er_Su
last update Tanggal publikasi: 2026-09-13 10:08:13

Pak RT datang, ada juga Wawan dan Danang yang ikut menenangkan situasi. Mereka masuk ke rumah Danu yang kursinya sudah disusun dengan sangat rapi.

Danu duduk di sisi kanan dengan Susan dan gadis lain, Silvy duduk di sisi kiri bersama om Edo dan Baron yang masih sungut meminta pertanggung jawaban sejak tadi. Tak ada yang mau mengalah.

“Jadi, coba ceritakan bagaimana permasalahan awalnya. Saya minta yang jelas, dan tidak ada yang menutupi apapun.” Pak Rt angkat bicara.

Lily angkat tangan, dan Dan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 277 Dijebak, Tapi Suka

    “Loh, Ibu kenapa?” tanya Fatma yang dengan cepat datang dan menghampiri Diana di sofa.Ia cepat ikut sedih, ai raih tangan Diana dan ia genggam dengan erat sebagai bentuk dari empati sesama wanita. Entah kenapa, hati Fatma ikut pilu meski ia tak tahu masalahnya apa.“E-nggak papa, Bu Fatma. Maaf, saya tadi kecolok kuku sendiri sampai keluar airmata sangking sakitnya.”Mau percaya, tapi Fatma tidak bisa percaya begitu saja. Ia tatap Danu, tapi pria itu tak memberi konfirmasi apapun selain mengedikan bahu pura pura tak tahu.Tapi, Fatma juga tidak memiliki feeling buruk terhadap Danu. Apalagi tentang hal yang mungkin kurang baik diantara keduanya.“Yasudah, kalau gitu. Fatma dan Pak Danu, pulang dulu ya, Bu? Besok, kita ketemu lagi. Mungkin juga, akan lebih sering ketemu nanti, kalau proyek sudah deal.” Fatma tersenyum manis sekali.Diana mengangguk. Ia tak antar mereka ke depan, dan diwakilkan oleh asistennya.Tiba di mobil, Fatma rebut kunci yang ada di tangan Danu. “Biar saya yang n

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 276 Pertemukan Saya Dengan Lily

    Obrolan mulai serius pada pekerjaan, dan Danu juga terlihat fokus dengan semua presentasi serta ajakan kerjasama dari tim Maju Jaya.“Bagaimana, apakah kalian bisa pasok barang dari Pabrik? Kami tidak minta diskon terlalu besar yang mungkin akan memberatkan kalian. Beri saja harga normal.” Diana memulai pembicaraan.“Untuk ini, masih harus kami pertimbangkan, Bu. Tawarannya sangat menarik. Apalagi jika sudah mulai, Ibu pasti juga akan promokan barang kami untuk jangkauan yang lebih luas.” Danu menjawab dengan sangat bijak, karena semua keputusan itu bukan hal yang bisa diambil secara tiba tiba.“Oke, that’s right. Jadi, kira kira kapan, bisa kita ketemu lagi?” tanya wanita itu padanya.“Kita atur lagi ya, Bu? Pak Danu kita ini, termasuk salah satu orang kepercayaan Om Bondan. Jadi, memang beliau sedikit sibuk.” Fatma menyahut.“Wah, hebat. Padahal, yang saya dengar, Pak Danu belum lama masuk ke pabrik. Rupanya, sudah berhasil mencuri perhatian bos.” Diana mengangkat cangkir teh, memi

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 275 Diperebutkan Para Wanita

    Danu berangkat lagi ke pabrik, dan di sana Fatma sudah menunggu dengan dressnya setelan yang sangat rapi serta anggun. Kecantikannya jelas sudah tidak diragukan lagi.“Bu Fatma sudah siap? Saya kelamaan, ya?” tanya Danu, tak enak hati.“Enggak, Pak. Saya aja kayaknya, yang nggak sabaran buat pergi sama Bapak.” Gadis itu langsung menggandeng tangannya dan pergi ke mobil pak Bondan yang di pabrik.“Tapi, nanti mampir ke POM dulu, ya? Bensinnya abis,” pinta Fatma.Danu mengangguk dan segera nyalakan mobil itu ke satu persatu tempat yang mereka tuju.Pertama adalah pom bensin. Sedang tidak terlalu ramai, dan Danu mendapat posisi paling depan saat kosong. Ia turun, sementara Fatma duduk anteng di tempatnya sembari memesan.“Full ya, Mbak. Ini uangnya,” ucap gadis itu, memberikan beberapa lembar merah pada petugas yang sedang bekerja.Danu membuka tangki, dan ia berdiri dengan santai sandaran mobil mewah itu. Hingga beberapa detik kemudian, ia mendengar suara familiar yang memanggilnya.“Pa

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 274 Pakde Aroma Cewek

    “Ketemuan sama orang dari PT Maju Jaya, Pak. Ada Bu Diana dan suaminya, pak Jaya Pratama.”Deg!Degup jantung Danu mendadak menguat ketika mendengar nama itu disebut, dan ia memejamkan mata dengan rasa kecewa.Ini memang takdir, ia akui itu. Tapi, bisakah datang tidak beruntun seperti ini dan ia selesaikan masalahnya satu persatu dulu. Ia lelah.“Pak, kok diem?” tanya Fatma yang menaruh tangan di pahanya.“Ya, Bu? Maju Jaya, ya? Memangnya, dia bergerak di bidang apa?” tanya Danu padanya.“Oh, mereka itu bidang Developer. Kabarnya sekarang mereka sedang membangun sebuah perumahan di sebuah perkampungan. Sudah banyak yang boking malah. Jadi, mereka mau kerjasama sama kita buat isi bahan.”Danu tidak bisa abai. Kerjasama ini adalah jangka panjang dan mereka akan sering bertemu setelahnya. Tidak mungkin juga ditolak hanya karena kepentingan pribadi Danu, karena ini sangat berpengaruh pada pabrik keramik yang ia masuki.“Jam… berapa? Sore lagi, kah?” tanyanya dengan nada ragu.Fatma mengan

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 273 Takdir Kembali Bergerak

    "Wah, butik Kak Susan makin maju aja. Design dan semuanya bagus banget, Lily suka!" Gadis itu berseru ketika ia masuk ke dalam butik dan ia kagumi semuanya.Susan yang berjalan di belakangnya, tersenyum dan kemudian menaruh tasnya di meja kasir yang sangat rapi."Bu," sapa Lala, salah satu anak buah kepercayaannya."Ya, Lala. Udah beberesnya?" Susan membalas sapaan itu."Ya, Bu. Ini catatan yang kemarin, dan ramai sekali. Kami sampai kewalahan. Mau minta Ibu datang, tapi Ibu sibuk." Gadis itu memberikan laporannya pada Susan.Dengan serius Susan langsung periksa semua catatan itu. "Dek, kalau mau keliling, ikut Lala, ya? Lala, bawa Lily lihat lihat. Nanti dia akan jadi teman kerja kamu." Susan memberi instrsuksi, dan saat itu juga mereka turuti.Setelah Lily dan Lala pergi, Susan fokus lagi dengan semua data yang harus ia periksa. Apalagi beberapa hari ini memang butik ramai, sampai ia sering kehabisan stok meski sebenarnya barang baru belum lama sampai. Susan kadang berfikir, harus

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 272 Itu Anak Saya!

    “Eh, Om. Anu, bukan gitu maksudnya!” Fatma seketika gugup dan wajahnya langsung memerah seperti kepiting baru matang.“Keponakan om, sepertinya sudah mulai dewasa, ya? Mulai… jatuh cinta?” goda pak Bondan padanya.“Iih, Om Bondan!” rengek Fatma, tapi pak Bondan justru tertawa ngakak mendengarnya.Pak Bondan kemudian meraih rokok yang ada di meja, kemudian ia menyulutnya. Setelah Ia sandarkan punggung di bahu sofa, ia hisap rokok itu kuat dan asapnya ia bumbungkan ke udara.“Dia itu pria baik, om tahu karena kami kawan lama. Hanya saja, memang sempat salah pilih jalan hanya gara gara cinta. Dia jadi miskin begini, ya karena itu.”Fatma terdiam menundukkan kepala. Kata ‘Miskin’ seolah menekan sebuah perbedaan jauh terhadap mereka berdua.“Tapi, dia pasti berubah, kan? Toh, dia juga sebenarnya pekerja keras. Hanya nasibnya saja yang apes.” Fatma menimpali.“Ya, kita sama sama tahu saja. Tapi, kamu yakin dengan perasaanmu sendiri? Pilihan masih sangat banyak, dan om tahu orang orang yang

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 1 Pakde, Bude Selingkuh!

    “Selamat pagi, Pakde. Rajin bener, pagi-pagi udah beberes.” Salah satu anak kost Melati menyapa Danu di pagi hari sambil berjalan keluar gerbang.Danu tengah bersenandung sembari menyapu halaman kostnya tempatnya mencari nafkah. Ia sangat rajin saat bekerja, akrab juga dengan para penghuni kost yan

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 7 Kami Pelindung Pakde!

    “Apa kamu bilang, Mas? Kamu berani tolak aku, Mas?” tukas Tina pada suaminya itu.Wanita dengan tubuh cukup berisi tapi padat itu tampak meradang mendengar penolakan yang diberikan oleh sang suami. Wajahnya terlihat sangat marah dan tangannya mengepal sejak tadi.Saat tahu Tina akan masuk, Silvy m

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 6 Wong Banyak Yang Merawat

    Pagi harinya, Danu bangun dari tidur dengan tubuh yang sudah mendingan Untungnya para gadis itu merawatnya dengan sangat baik hingga sakit yang ia rasakan tidak semakin menjadi.Sejak meminum obat yang diberikan oleh Ane tadi malam, ia tenang dan tidur sangat nyenyak. Hingga saat bangun, ia juga l

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 5 Astaga, Pakde!

    Danu mengangkat kedua tangannya saat itu, berusaha untuk tak balik memeluk Amy yang tengah ketakutan. Ia menarik napas beberapa kali sembari terus melirik kanan kiri.Entah bagaimana Danu harus menyikapi hal ini. Harusnya ia sedih, tapi justru mendapat rejeki nomplok. Bergemuruh di hati Danu. Takut

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status