Teilen

140. Mencari Rasa Benci

last update Veröffentlichungsdatum: 23.03.2026 22:23:37

Carl akhirnya percaya dengan penjelasan Jordan. Cara bicara Jordan lebih meyakinkan daripada Luna yang ragu-ragu.

Secerdas apa pun anak itu, dia belum benar-benar memahami hubungan orang dewasa. Rose pun sudah mengatakan bahwa Jordan adalah keluarga jauhnya. Carl tidak perlu lagi mewaspadai niat Jordan kepada ibunya.

“Karena itu, Carl. Cobalah bantu aku meringankan rasa sakitku ini,” pinta Jordan, lalu terbatuk-batuk.

Melihat Jordan memaksakan batuk, Carl kembali khawatir dengan kondisinya. “Ap
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   207. Keluarga Utuh

    Aroma bunga mawar putih memenuhi setiap sudut ruangan, menciptakan atmosfer yang begitu khidmat sekaligus menyesakkan. Luna berdiri di depan cermin besar setinggi langit-langit, menatap bayangannya sendiri yang hampir tidak dia kenali. Gaun pengantin berwarna putih dengan potongan off-shoulder itu melekat sempurna di tubuhnya. Dihiasi sulaman tangan yang rumit dan ribuan manik-manik kecil yang berkilau setiap kali dia bergerak. ​Tangan Luna gemetar saat dia menyentuh kalung mutiara di lehernya. Hari yang dia pikir akan dia lalui dengan kepala dingin sebagai transaksi kontrak, nyatanya justru membuat jantungnya seolah ingin melompat keluar dari tulang rusuk. ​Pintu kamar pengantin terbuka pelan. Bukan sosok pria dewasa yang muncul, melainkan Carl. Anak itu berdiri di sana dengan setelan jas paling rapi. Matanya yang cerdas menatap sang ibu tanpa berkedip. “Mama.” Suara Carl memecah keheningan. Dia melangkah mendekat, menggenggam tangan Luna yang dingin. “Ayo. Papa sudah menung

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   206. Menyerahkan Diriku Seutuhnya

    ​Kesimpulan Jordan tidak meleset. Meski Robert kini mengetahui kekejaman Nancy terhadap Liana di masa lalu, cintanya pada Nancy ternyata lebih besar daripada rasa keadilannya. Dan Olivia? Wanita itu akan tetap menjadi putri kesayangan yang suci di matanya, terlepas dari semua perbuatan jahatnya.Kenyataan bahwa Robert sendiri yang memutuskan bermain api di belakang Liana dia lakukan penuh kesadaran. Dia mencintai Liana, tapi tidak bisa membendung keinginan besar untuk memiliki Nancy.Seperti yang pernah dikatakan Rose, Robert punya seribu kesempatan untuk menyelidiki kejanggalan kematian Liana, tapi dia memilih menutup mata. Dia terlalu takut menghadapi kenyataan jika Nancy bersalah, maka dia akan kehilangan wanita terakhir yang ada di sisinya.​Luna selalu mengingatkannya pada Liana. Dari sikapnya, caranya bicara, bahkan tatapan matanya yang tajam namun terluka. Robert tidak membenci Luna. Dia hanya tidak sanggup menatap mata itu terlalu lama, karena setiap detik yang dia habiskan

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   205. Salah Menilai

    Langkah kaki Jordan bergema pelan di koridor rumah sakit yang dingin. Dia akhirnya memutuskan untuk menjenguk Robert seorang diri. Di parkiran bawah, Luna bersikeras tetap di mobil. Sorot matanya yang kosong sudah cukup menjelaskan bahwa luka di hatinya belum mengizinkannya untuk menghirup udara yang sama dengan sang ayah.Saat pintu kamar bangsal terbuka, bunyi ritmis monitor menyambut Jordan. Kondisi Robert tampak mengenaskan. Tubuh yang dulunya gagah itu kini terlihat rapuh, terimpit di antara selang oksigen dan berbagai kabel medis yang menempel di dadanya.Robert menoleh pelan. Matanya yang sayu membelalak saat mendapati sosok Jordan berdiri di ambang pintu. Sejak siuman, ruangannya sunyi dari kehadiran keluarga. Hanya ada beberapa penyidik berpakaian sipil yang datang silih berganti, melontarkan pertanyaan yang menguras energi.Pihak rumah sakit sengaja menyembunyikan kabar mengenai persidangan Olivia dan Nancy untuk menjaga stabilitas jantungnya. Namun, Robert tidak bodoh. In

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   204. Tidak Mau Bertemu

    Olivia tidak tahu jika harapan mendapatkan kebebasan dari pengadilan telah tertutup rapat. Untuk mencegah pengacara Olivia menggunakan trik gangguan kejiwaan, Jordan dan Harvey mengutus orang kepercayaan mereka untuk ‘berbincang’ dengan David.Proses persidangan pun dilakukan lebih cepat atas tekanan Harper dan Rose. Selagi mempersiapkan pernikahan, Luna dan Jordan harus menghadiri sidang untuk menjadi saksi.Olivia tidak berkutik di depan hakim yang telah mengubah statusnya menjadi terdakwa. Setelah beberapa kali persidangan, hakim akhirnya membacakan hukuman.“Setelah Majelis Hakim menimbang seluruh fakta di persidangan, memperhatikan kekejaman Terdakwa yang meracuni suaminya selama empat tahun, serta tipu muslihat Terdakwa dalam merugikan mitra bisnis dan perusahaan, maka dengan ini Majelis Hakim memutuskan untuk menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada Terdakwa Olivia Carter.”Berbanding dengan Luna dan Jordan yang bertatapan sambil tersenyum lega, Olivia m

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   203. Kejahatan yang Menggunung

    “Apa …?” Air mata Olivia semakin deras mengalir. “... apa maksudmu? Kenapa mama bisa dirawat di rumah sakit kepolisian?”“Terjadi kecelakaan saat Nyonya Nancy hendak menjenguk Tuan Robert. Dan pihak Tuan Jordan telah memasukkan bukti-bukti tentang kejahatan Nyonya Nancy di masa lalu sehingga statusnya sekarang menjadi tersangka.”Nyawa Olivia seakan keluar dari tubuhnya. Tenaganya seperti terkuras habis. Hanya Nancy yang bisa dia andalkan walaupun dia sempat kecewa karena sang ibu justru mencari jalan keluar untuk dirinya sendiri sebelumnya. “Lalu … bagaimana denganku? Aku butuh pengacara yang lebih baik darimu!”Pengacara yang bernama David itu masih tenang meski Olivia sering meremehkannya. “Berkat status kehamilan Anda, saya bisa mengusahakan Anda menempati klinik rumah tahanan dan tidak bercampur di blok khusus wanita.”Olivia meneriaki David tepat di depan wajah pria itu, memaki dengan seluruh tenaga sampai suaranya serak. Dua orang polisi masuk setelah men

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   202. Dilarang Berciuman!

    Luna sontak mendorong Jordan walau dia sendiri yang terhuyung mundur. Jordan menangkap pinggangnya agar tidak terjatuh.“Kami tidak melakukan apa pun. Hanya membicarakan masalah …”Derapan langkah kecil Carl begitu mantap saat mendekat. Dia bersedekap penuh penghakiman.“... orang dewasa,” imbuh Luna. Carl tidak akan percaya lagi dengan alasan sepele. Tetapi, seperti kata Jordan, Carl tidak boleh ikut campur urusan mereka. Lebih baik Carl marah karena menyangka mereka sedang bermesraan.“Paman tidak boleh mencium Mama sebelum menikah!”“Aku tidak–”“Dan setelah menikah, kalian tetap dilarang berciuman,” potong Carl tegas.Jordan tertawa tanggung. Dia menginginkan Luna seutuhnya, menciumnya setiap saat. Dan kini, Carl menuntut pengecualian yang bisa membuatnya menderita seumur hidup.“Katamu tadi, kamu mau menuruti semua permintaanku, ‘kan? Aku tidak mau punya adik. Aku mau jadi satu-satunya anak Mama.”Semua pemikiran itu karena hasutan Harvey. Sang paman pernah menakuti bahwa Carl a

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   132. Perhatian Anak

    Baru setelah melihat Carl, Rose tersenyum lembut. “Kami tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama. Bukan berarti hubungan kami buruk.” Bagaimanapun, Rose telah membuat kesepakatan rahasia dengan Jordan dan sudah berjanji akan membantunya. Dia tidak mungkin mengatakan jika keluarga Jordan secara ti

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   128. Jordan Sakit?

    “Ayo, Nyonya.” Carl menarik tangan Evelyn.Luna mengikuti keduanya berkeliling rumah kaca yang sangat luas itu. Evelyn menjelaskan setiap kali dia menunjukkan tanaman unik. Carl pun tampak mendengarkan dengan sungguh-sungguh.Tanpa terasa, waktu cepat berlalu. Seperti terhubung benang merah ikatan

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   127. Ikatan Darah

    Evelyn sangat suka merawat tanaman di kebun setiap kali ada kesempatan. Semakin menua dan tidak banyak lagi kegiatan di luar, dia kembali menekuni hobinya, mengoleksi tanaman-tanaman yang disukainya.Harper Reed menghadiahkan rumah kaca agar istrinya tidak bosan di rumah, menemaninya setelah pensiu

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   126. Kenangan Serupa

    Evelyn Reed telah mendengar gosip yang beredar di rumah sakit tentang kunjungan Luna beberapa hari lalu saat dia menemani Jordan. Ketika dia bertanya, Jordan hanya menjawab sekenanya, Luna menjenguk tanpa maksud apa pun. Namun, Evelyn merasa ada sesuatu yang berbeda dari putranya ketika dia membica

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status