Share

58. Berduaan di Kamar

Penulis: VERARI
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-25 13:05:10

“Lepaskan aku, Jordan Reed,” geram Luna sambil melirik ke sekitar.

“Kalau kamu tidak ingin menarik perhatian orang, diam dan tenanglah sampai tujuan,” balas Jordan datar.

Luna ingin berteriak meminta pertolongan sekuriti. Namun, saat ini mereka ada di kota industri yang sebagian besar dikuasai Reed Group. Dibanding merusak citra diri sendiri, dia terpaksa mengikuti Jordan. Apa pun yang akan Jordan lakukan padanya nanti, dia bersumpah akan melawan dengan keras, bahkan tak akan peduli kalaupun dia melukai Jordan.

Sayangnya, semua bayangan cara melindungi diri itu tak lagi berarti ketika mereka sampai di kamar Jordan. Di bawah cahaya lampu terang dalam kamar, wajah Luna terlihat lebih jelas, pipinya merah madam.

Luna sempat mengira Jordan sedang membutuhkan wanita di saat tidak sedang bersama istrinya dan hanya membuat-buat alasan untuk mengajaknya ke kamar. Jordan pernah melakukan kesalahan keji sekali, tidak mustahil dia bisa melakukannya kembali.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   79. Calon Papa Baru

    “Benar, tapi saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kata dokter, informan ganda yang juga bekerja untuk Jordan dari seberang telepon.Olivia langsung kembali ke rumah, menyingkirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan racun atau apa pun benda yang pernah dia pakai untuk meracuni Jordan. Meskipun dia sudah melenyapkan sebagian besar bukti itu, tetapi dia tidak bisa tenang sebelum memastikan berulang-ulang tidak ada bukti yang tertinggal.Selama ini dia tidak terlalu waspada dan terkesan santai karena menganggap Jordan pria bodoh yang tidak peka dengan sekelilingnya. Namun, jika Jordan menjalani pemeriksaan lengkap dan dokter menemukan sisa racun dalam darahnya, orang yang pertama kali dicurigai mungkin adalah dirinya. Dengan tubuh lemas, Olivia akhirnya selesai memeriksa seluruh rumah, lalu duduk di lantai bersandar dinding. “Empat tahun … cukup lama …. Seharusnya aku tidak membiarkanmu hidup selama itu, Jordan.”***Di kantor Aura Tech, Carl langsung memeluk kaki Luna begit

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   78. Olivia Panik

    Jordan Reed menyeringai saat melihat Clara dan Carl keluar terburu-buru dari kamarnya. Dia tidak mendengar ucapan Luna di telepon, namun yakin kalau Luna menolak dan meminta Clara untuk segera pergi dari tempat itu.Setiap kali membayangkan Luna menolak segala sesuatu yang berhubungan dengannya, Jordan justru semakin bersemangat sampai denyut jantungnya berdetak cepat. Kehidupan Jordan yang selalu dijalani dengan serius sampai tidak memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang, kini terasa lebih hidup dan menyenangkan.‘Rasanya seperti memancing seekor ikan yang berusaha keras menolak umpan, namun pada akhirnya dia akan menggigit umpan dengan keras jika kelaparan,” gumam Jordan.Sementara itu, Carl yang sudah berada di halaman rumah sakit, sekali lagi melihat sosok wanita yang disebut istri Jordan. Tatapan mereka sempat bertemu. Bulu kuduknya meremang saat Olivia menyunggingkan senyuman dari jauh.Olivia menatap kepergian Clara dengan sinis. Dia sempat menelepon Mark dan mengatakan t

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   77. Mamamu Ingin Bertemu Denganku

    Carl mencebik dengan kening berkerut, menatap Clara seperti sedang menyalahkannya. Memang benar dia yang membujuk Clara untuk menjenguk Jordan, tetapi dia tidak terima dianggap mengkhawatirkan pria itu.“Aku tidak khawatir! Aku cuma mau robot yang katanya mau dibelikan Paman Jordan!” Kalimat spontan itu mengingatkan alasan Carl ingin menemui Jordan. “Apa kamu pergi bersama mamaku kemarin?”“Carl,” bisik Clara. “Kenapa cara bicaramu tidak sopan seperti itu?”Clara melirik Jordan dengan waswas. Khawatir ucapan Carl akan menyinggung Jordan.Jordan malah tersenyum dan wajahnya tampak berseri-seri. Jordan mengulurkan tangan, refleks mengusap-usap rambut Carl. Tidak menutupi rasa bahagia dan bangga karena putranya mulai menumbuhkan kasih sayang padanya.Carl langsung memundurkan badan selagi menepis kasar tangan Jordan. Namun, perbuatan Carl itu tidak membuat Jordan kecewa. Jordan hanya menganggap Carl masih malu mengakui perasaannya dengan jujur.“Aku baik-baik saja, Carl. Tapi, kamu boleh

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   76. Takut Tanpa Sebab

    Olivia mengernyit tak suka dalam beberapa detik dan tidak disadari oleh Clara. Dia sudah mendengar nama Clara Moore dari Mark, tetapi belum pernah melihat wajahnya. Olivia pun waktu itu tidak terlalu fokus saat membicarakan Clara karena dia percaya Mark bisa mengatasinya.‘Siapa wanita asing ini? Mustahil dia hanya rekan bisnis biasa kalau Jordan sampai memberi tahu keadaannya, sampai nomor kamar ini,’ batin Olivia.Dan kini, melihat ada seorang wanita cantik datang menjenguk suaminya, di mana keluarga mereka merahasiakan tentang kondisi Jordan, firasat buruk mengusik Olivia dalam sekejap. Dia merasa terancam oleh kehadiran wanita yang mungkin dapat mengguncang posisinya.Jordan tidak mencintainya dan Olivia tahu itu. Bisa jadi, Jordan memiliki wanita simpanan tanpa sepengetahuannya.Pada kenyataannya, bukan Jordan yang memberi tahu Clara, melainkan Liam Sanders. Asisten pribadi Jordan itu pun tidak pernah mengira jika Clara tiba-tiba akan datang tanpa memberi kabar

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   75. Menjenguk Paman Pengkhianat

    “Kalau aku pun bahagia bisa membantu Jordan, maka perkembangan janin dalam kandunganku pasti akan semakin sehat, ‘kan? Lagi pula, aku hanya membantu urusan sepele, bukan mau ikut campur menangani proyek besar yang harus dikendalikan Jordan sendiri.”Olivia tersenyum bak malaikat tanpa dosa kepada ibu mertua. Senyuman itu biasanya selalu membuat Evelyn luluh, apalagi ketika Olivia menyinggung bayi dalam kandungannya.Mertua Olivia tentunya tergerak oleh permintaan mulia itu. Namun, mereka tetap tidak mau melihat si menantu kelelahan. Urusan perusahaan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Jordan, bukan istrinya yang sedang mengandung.Dengan tatapan menyesal, Evelyn mengatakan, “Kamu sedang mengandung dan tidak seharusnya bekerja. Kalau kamu sudah melahirkan nanti, kami tidak akan melarangmu melakukan apa pun yang kamu mau, asalkan kamu tidak mengabaikan peranmu sebagai ibu.”Meski kesal dengan penolakan Evelyn, Olivia tetap mengulas senyum. Sehalus apa pun Olivia merayu atau memberi

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   74. Serakah

    Olivia menarik tangan Jordan, mengamati bibir suaminya. “Apa mulutmu terasa sakit atau kering? Mau aku ambilkan air minum?”Jordan akhirnya sadar dari kenangan malam kemarin. Saat ini, dia sedang bersama dengan wanita yang berbahaya dan tidak seharusnya menunjukkan emosi mencurigakan sekecil apa pun.“Tidak.” Dia enggan menatap Olivia terlalu lama, kembali melihat ke arah luar jendela.“Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Jordan? Kenapa kamu tiba-tiba sakit parah seperti ini?” Olivia kembali memerankan istri yang sangat mengkhawatirkan suaminya.“Entahlah ….”Tatapan Jordan menerawang. Wajahnya sengaja didandani agar terlihat lebih pucat dan cara bicaranya yang enggan pun tampak lemas. Dengan kondisi Jordan seperti itu, Olivia bersorak dalam hati.Selama tiga hari ini, Olivia terus memantau kondisi Jordan melalui dokter kenalannya. Dia tidak tahu jika Jordan bekerja sama dengan dokter itu untuk mengelabui Olivia. Dokter itu terus memberi tahu Olivia, bahwa ko

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status