Mag-log inTerima kasih. Shhhhh!" hehehe.
Kai dan Keyla menyelesaikan makan malam romamtis mereka. Gadis muda itu sudah tidak sabar untuk bermain air laut. Dia benar-benar merindukan pantai Indonesia. Kerinduan yang tidak bisa diungkapkan kepada sang suami. “Sayang.” Kai memegang tangan Keyla menghentikan langkah kaki sang istri yang akan semakin masuk ke dalam lautaa.“Ada apa?” tanya Keyla tersenyum pada Kai.“Apa bisa bermain lautnya besok saja?” tanya Kai khawatir.“Aku tidak akan berenang malam-malam. Hahaha.” Keyla tersenyum. Dia menggantungkan tangan di leher Kai dan pria itu mengangkat tubuh istrinya. Kaki Keyla melingkarkan di pinggang Kai.“Bukankah lelah dan butuh istirahat. Jadi, kita kembali ke kamar saja.” Kai menggendong Keyla di depan.“Ya.” Keyla mengecup bibir Kai dan pria itu membalas dengan ciuman.Ciuman hangat bermandikan cahaya bulan yang terang. Malam yang indah dan romantic di pantai. Kai dan Keyla benar-benar bahagia. Mereka adalah pasangan beda usia, tetapi saling mencinta. Tidak ada lagi penggangg
Mata Kai terus memperhatikan rumah yang terasa aneh untukknya. Di matannya itu bukanlah rumah bahkan dijadikan gudang pun tidak layak. Terlalu kecil, sempit dan rendah. Tubuh pria itu sudah basah oleh keringat. Dia kepanasan dan merasa sangat gerah.“Sayang, kapan kita ke hotel? Aku sudah meminta Yibo untuk segera membangun rumah di atas tanah milik nenek kamu,” jelas Kai yang sudah tidak tahan lagi berada di rumah bibi.“Kita pergi sekarang.” Keyla bisa memahami kondisi Kai yang tidak terbiasa dengan lingkungan sederhana dan jauh dari kata mewah.“Ya. Aku keluar dulu.” Kai keluar dari rumah. Dia mencari udara segar. Pria itu mengambil sapu tangan dan menyeka keringat di dahi serta lehernya. Jas telah dilepas dan kancing kemeja teruka dengan lengan di gulung hingga siku.“Pemandangan masih bagus di sini.” Kai tidak sadar bahwa dia menjadi pusat perhatian semua orang. Wajah tampan dengan tubuh tinggi dan bentuk sempurna. Dia benar-benar terlihat seperti actor dari negeri Tirai Bambu yan
Kai menepati janjinya kepada Keyla. Mereka berdua terbang ke Indonesia untuk mencari peninggalkan orang tua istrinya.“Aku tidak punya rumah untuk pulang,” ucap Keyla memeluk Kai di pesawat.“Sayang, ada banyak hotel dan apartemen untuk kita menginap. Apa kamu mau membeli rumah atau mungkin villa di Indonesia?” tanya Kai mencium dahi Keyla.“Ya.” Keyla mengangguk. Dia ingin memiliki rumah yang layak huni dan berlokasi tidak jauh dari pemakaman neneknya.“Baiklah. Yibo akan mengatur semuanya untuk kamu.” Kai tersenyum.“Terima kasih.” Keyla mengecup bibir Kai dengan lembut.“Tidak perlu, Sayang.” Kai mencium bibir Keyla dengan cukup lama. Pria itu tidak peduli dengan penumpang lain. Dia melakukan dengan terang-terangan. “Malu.” Keyla menutup bibir Kai dengan tangannya.“Aku sudah mengajak kamu memakai pesawat pribadi,” bisik Kai.“Terlalu mahal,” ucap Keyla.Pesawat mendarat di bandara internasional Indonesia. Keyla dan Kai memilih penginapan paling dekat dengan lokasi tempat tinggalny
Kai tidak akan menyerahkan Yasmin ke pihak berwajib. Dia sendiri yang mau menghukum wanita yang telah menyakiti Keyla.“Tidurlah dengan nyenyak, Sayang.” Kai mencium dahi Keyla yang sudah terlelap. Pria itu meninggalkan istrinya dengan banyak para penjaga di luar villa. Seorang wanita berada di dalam rumah.Kai mengendarai motor menuju gudang terbengkalai yang dijadikan penjara untuk Yasmin dan Yanti. Pria itu benar-benar bukan tipe pemaaf. Dia harus balas dendam sampai puas.Langkah kaki Kai pelan menuruni tangga menuju penjara yang gelap, lembap, dan penuh tekanan. Dinding batu yang dingin dipenuhi lumut, mengeluarkan aroma tanah basah bercampur karat besi dari jeruji tua. Udara di sana berat, seolah enggan bergerak, hanya menyisakan desahan lembut yang bergema di lorong sempit.“Tuan Kai,” sapa Yanti menyadari kedatangan Kai.“Tolong Yasmin. Dia sakit. Luka pada kepala dan perutnya sudah infeksi.” Yanti berdiri di pintu penjara.“Pikirkan Nasib kamu.” Kai memberi kode pada anak buah
Kai benar-benar sibuk. Dia memutuskan begitu banyak kontrak kerja sama. Pria itu tidak peduli dengan kerugian. Baginya balas dendam adalah hal paling menyenangkan.“Sayang,” sapa Keyla melihat Kai yang terus berkerja dari kamar perawatan.“Iya, Sayang.” Kai segera menutup laptop. Dia beranjak dari sofa dan mendekati Keyla.“Apa kamu sangat sibuk?” tanya Keyla.“Tidak, Sayang. Aku hanya memeriksa laporan. Apa aku mengganggu tidur kamu?” Kai mencium pipi dan dahi Keyla. Dia duduk di samping tempat tidur. Pria itu tidak pulang sama sekali. Terus berada di dalam kamar sang istri.“Tidak,” ucap Keyla tersenyum.“Apa ada yang sakit?” Kai mencium punggung tangan Keyla. Pria itu melihat ke perut Keyla.“Tidak lagi. Perutku tidak sakit lagi,” ucap Keyla mengusap perutnya. “Bagus. Besok kita pulang ke rumah. Aku akan menambah penjagaan. Bibi koki harus masuk ke villa dengan pengawasan,” jelas Kai.“Ya.” Keyla mengangguk.“Setelah benar-benar pulih. Kita adakan pesta pernikahan. Bagaimana? Apa k
Kai menunggu di luar ruangan. Pria itu terlihat gelisah. Dia merasa gagal melindungi Keyla yang selalu terluka sejak berada di sisinya. “Seharusnya aku tidak meninggalkan kamu di villa sendirian.” Kai mengepalkan jari-jarinya. “Aaarggh!” Kai meninju dinding hingga punggung jarinya berdarah. “Kai.” Luo menatap Kai.“Bagaimana keadaan Keyla? Apa dia sudah sadar? Apa luka berbahaya?” tanya Kai mencengkram pundak Luo.“Luka Keyla cukup dalam, tetapi sudah ditangani. Dia kehilangan banyak darah,” jelas Luo.“Apa ada darah untuk Keyla?” Kai benar-benar khawatir. “Tenang. Dia sudah ditangani. Sebaiknya obati luka kamu,” ucap Luo.“Tidak perlu. Aku mau bertemu Keyla,” tegas Kai.“Dia akan dipindahkan ke kamar pasien.” Luo menepuk pundak Kai. “Dia baik-baik saja kan?” tanya Kai.“Ya. Dia harus istirahat untuk memulihkan diri,” jawab Luo.“Dia baik-baik saja, Teman.” Luo tersenyum. “Syukurlah!” Kai terduduk di kursi tunggu.“Perketat penjagaan. Tidak ada yang boleh mendekati kamar Keyla!”
Yasmin melihat Kai keluar dari kamar Keyla dan pergi ke kamar lain. Wanita itu menyusul dengan hati-hati.“Tidak menutup pintu.” Yasmin tersenyum.Kai yang tahu hanya dirinya dengan Keyla di rumah membuat pria itu tidak pernah menutup apalagi mengunci pintu kamarnya. Dia mau istrinya datang dan masu
Yasmin datang ke kantor Geo. Wanita itu mendapatkan kabar bahwa Keyla dan Kai sudah kembali ke Cina.“Geo, apa yang kamu lakukan? Kenapa melepas Keyla?” Yasmin masuk ruangan Geo tanpa mengetuk pintu. Dia benar-benar marah dan kesal.“Apa kamu tidak punya sopan santun?” Geo menatap tajam pada Yasmin.
Yasmin masuk ke kamar Keyla. Dia menatap adik tirinya yang baru saja bangun dari tidur panjang.“Kak Yasmin.” Keyla cukup khawatir karena dia tahu kejahatan yang telah direncanakan sang kakak.“Kenapa kamu menjadi wanita penggoda, Keyla? Kenapa semua pria yang dekat dengan kamu akan jatuh cinta deng
Geo dengan mudah menemukan lokasi Keyla yang berada di hotel yang tidak jauh dari lokasi pemberhentian. Pria itu tahu bahwa sang anak magang dijemput oleh seseorang yang tidak dikenalnya.“Tuan Non Keyla berada di hotel ini,” ucap seorang pria pada Geo.“Siapa pria yang membawanya?” tanya Geo.“Kami







