Share

Kejutan yang Menanti

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2025-11-23 00:35:51

Sesudah terbebas dari kamar Kageo, Moza bergegas turun ke bawah. Ia berusaha keras untuk terlihat biasa saja, seolah tidak ada pengakuan cinta, tawaran pernikahan, atau penolakan menegangkan yang baru saja terjadi. Jantungnya masih berdebar, tetapi ia mengendalikan langkahnya agar tetap tenang.

Ketika ia sampai di meja makan, ternyata Abigail sudah selesai sarapan. Gadis kecil itu sedang mengenakan tas sekolah dan bersiap berangkat.

"Tante, kenapa lama sekali di atas?" tanya Abigail penasaran.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Altan Altan
kenapa cuma 1 bab yang bisa dibaca mn penasaran bgt Lg...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kiss The Devil

    Dengan napas yang memburu, Kageo melangkah lebar menuju pintu kamar. Pikirannya masih tertuju pada Dastan yang sedang ia hancurkan di layar laptop. Namun, gedoran di pintu terasa seperti gangguan yang tidak bisa dimaafkan.Cklek!Kageo membuka pintu hingga terbuka lebar. Di ambang, Pak Dani berdiri dengan wajah seputih kapas. Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya."Apa yang kau lakukan, Pak Dani?!" bentak Kageo, suaranya melengking rendah, penuh ancaman."Sudah kubilang jangan pernah menggangguku! Kau ingin aku memecatmu sekarang juga?"Pak Dani menelan ludah, suaranya bergetar hebat. "Maaf... maaf, Tuan Muda. Tapi di depan... ada tamu yang bersikeras ingin bertemu Anda. Dia tidak mau pergi."Kageo menyipitkan mata. "Siapa? Polisi?""Bukan, Tuan Muda. Itu... Dokter Cahaya."Jantung Kageo terasa berhenti berdetak. Nama itu terdengar seperti dentuman keras di kepalanya. "Kau yakin itu Cahaya? Jangan berbohong padaku!""Saya yakin, Tuan Muda. Saya hafal wajah Dokter Cahaya. Dokte

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pertarungan Sengit

    Dastan merasakan keringat dingin mengucur di punggungnya. Ancaman Kageo tentang "menyuntikkan sesuatu" terasa sangat nyata. Meski terjadi pertarungan batin dalam dirinya, Dastan meraih pena yang disodorkan pria bermasker. Dengan napas tersengal, ia terpaksa menggoreskan tanda tangan di atas materai.Sret! Sret!Usai menyerahkan miliknya, Dastan melempar pena itu ke lantai. "Sudah! Elan Medical sudah menjadi milikmu sekarang! Apa syarat ketiganya?!"Seringai tipis terbentuk di sudut bibir Kageo. Jemarinya tampak mengetuk-ngetuk meja. "Syarat ketiga adalah yang paling menarik,” pungkas Kageo. “Moza tadi mengirim pesan padaku, bahwa dia rela menukarmu dengan Kayden. Tapi, aku ingin memastikan secara langsung bahwa kalian benar-benar berpisah.”Dastan terperanjat. "Apa maksudmu? Kau masih menginginkan Moza?”"Tujuanku adalah mengambil semua yang kau miliki, karena semua itu lebih pantas menjadi milikku," ujar Kageo dingin."Telepon Moza sekarang juga. Katakan pada istrimu, kau akan menc

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Usaha Penyelamatan

    Mobil Elbara menderu di atas jalanan aspal yang mulai berlubang.Elbara mencengkeram kemudi dengan urat-urat tangan yang menonjol. Sementara di sampingnya, Aya menggenggam sabuk pengaman dengan wajah tegang. Kecepatan mobil itu nyaris menyentuh batas gila untuk ukuran jalanan luar kota yang berkelok.Akan tetapi, Elbara tidak peduli pada risiko kecelakaan. Di kepalanya hanya ada gambaran Kayden yang ketakutan, serta Dastan yang mungkin sedang mempertaruhkan nyawa."Sedikit lagi, Dokter. GPS menunjukkan koordinatnya berada di balik tikungan jalan ini," pungkas Elbara.Begitu mereka melewati sebuah tikungan tajam, tampak area perumahan sederhana dengan latar belakang pemandangan bukit. Dan di posisi paling ujung, berdiri sebuah bangunan rumah bercat putih. Elbara segera mematikan lampu utama dan menginjak rem dengan halus. Ia sengaja menghentikan mobilnya di balik pohon beringin besar, sekitar lima puluh meter dari rumah itu.Aya memajukan tubuhnya, menatap melalui kaca depan yang mul

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Tiga Syarat Gila

    Detik berikutnya, salah satu pria bermasker melangkah menjauh. Bayangannya memanjang di lantai semen yang retak.Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah ponsel dan menekan beberapa digit angka.Dastan tidak melepaskan pandangannya sedikit pun. Ia yakin, di balik sambungan telepon itu, si dalang sedang memantau setiap gerakannya.Benar saja, setelah berbisik singkat, pria itu menghampiri rekannya yang menjaga laptop. Sebuah anggukan kecil diberikan sebagai kode. Pria di depan meja segera mengetik di atas keyboard. Ia membuka aplikasi rapat online lantas mengetikkan serangkaian password. Detik berikutnya, layar laptop yang tadinya hanya menampilkan pendar biru kosong, kini berubah menjadi sebuah jendela visual yang menghantam jantung Dastan."Kayden...." bisik Dastan, suaranya tercekat.Di layar itu, terlihat sebuah kamar yang cukup nyaman dan terang. Dekorasi kamar itu terlihat cocok untuk anak lelaki. Kayden sedang tertidur nyenyak di atas ranjang empuk, memeluk sebuah bonek

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menghadapi Bahaya

    Berusaha mencari jalan keluar, satu nama mendadak terlintas di pikiran Elbara. Lekas saja ia meraih ponselnya, mencari kontak Thalia. Ia yakin kepala pelayan kepercayaan sang kakek itu mengetahui alamat rumah masa kecil Kageo.​"Halo, Bibi Thalia! Ini Elbara," ujar Elbara begitu telepon diangkat. "Katakan padaku, di mana alamat rumah masa kecil Kageo? Seingatku, ibunya Kageo punya dua rumah yang berbeda. Satu harus ditempuh dengan pesawat, dan satu lagi cukup dekat dari ibu kota."​Suara Thalia terdengar ragu di seberang sana. "Tuan Muda... Tuan Besar berpesan agar tempat itu dilupakan saja."​"Bibi, ini situasi genting. Tolong, beritahu aku alamat rumah ibunya Kageo yang terdekat," desak Elbara.​Setelah hening yang menegangkan, Thalia akhirnya memberitahukan sebuah alamat, tempat Kageo dibesarkan.​"Terima kasih, Bibi Thalia." Elbara mematikan ponselnya. Ia menatap layar GPS, memasukkan alamat tersebut. Sebuah titik merah segera muncul. Itulah petunjuk penting yang akan menjadi p

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Luka Masa Kecil

    Di dalam kabin mobil, udara terasa lebih dingin daripada hembusan AC. Elbara mencengkeram kemudi dengan buku-buku jari yang memutih. Tangan kirinya terus menekan tombol panggil di layar dasbor, mencoba menghubungi Dastan."Angkat, Kak... Angkat!" desis Elbara. Suaranya serak karena frustrasi.Setelah lima kali percobaan yang gagal, ia beralih menghubungi Moza. Hanya butuh dua nada sambung, sebelum suara sang kakak ipar yang parau menyambutnya.“Moza, apa Kak Dastan masih bersamamu? Aku ingin bicara.”"Dastan sudah pergi, Bara. Tolong... tolong susul dia," balas Moza. Suaranya terdengar begitu rapuh di seberang sana."Moza, tenanglah. Aku sedang di jalan bersama psikiater yang menangani Kageo," balas Elbara berusaha menenangkan. "Katakan padaku, di mana Kak Dastan sekarang?"Moza menyebutkan sebuah nama daerah, yang berjarak dua jam perjalanan dari ibu kota."Si penculik mengirimkan koordinat ke sana. Dastan pergi sendirian untuk melakukan pertukaran dengan Kayden,” tutut Moza parau.

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Selamatkan Aku

    Setelah Kageo menghabiskan sarapannya, Valen segera menyentuh lengan pria itu. Membantunya untuk bangkit berdiri dari kursi. "Kita pergi sekarang, Kageo. Banyak hal yang harus kita lakukan,” ujar Valen bersemangat.Moza yang mendengarnya dari kejauhan, buru-buru menghampiri gazebo untuk mengambil n

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Tugas atau Perangkap

    Semalam setelah berhasil menidurkan Abigail, Moza menyelinap ke kamarnya di paviliun belakang. Berharap bisa menemukan ketenangan dalam tidur yang lelap.Tak terasa pagi datang terlalu cepat. Seperti pelayan lain, Moza bangun pada pukul enam dan bergegas mengantri di kamar mandi pelayan. Ketika se

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Keintiman itu Nyata

    Di sisi lain, Moza seperti terperangkap di alam bawah sadarnya. Ia bermimpi bercinta dengan Dastan dalam keintiman yang hangat dan menyesakkan. Siluet tubuh pria itu, sentuhan lembut di kulitnya, serta desahan napas di telinganya terasa begitu nyata.Berulang kali, Moza berusaha keras untuk bangkit

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Selalu Sempurna Bila Ada di Dekatmu

    Berusaha melawan keraguan di hatinya, Dastan perlahan membuka atasan piyama Moza. Jemarinya yang besar membuka kancing satu per satu, lantas menarik kain itu ke bawah sebatas pinggang.Hanya dalam hitungan menit, tersingkaplah tubuh mulus Moza yang hanya tertutup bra hitam berenda. Kulit pucatnya y

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status