แชร์

Keintiman itu Nyata

ผู้เขียน: Risca Amelia
last update วันที่เผยแพร่: 2025-11-11 21:12:55

Di sisi lain, Moza seperti terperangkap di alam bawah sadarnya. Ia bermimpi bercinta dengan Dastan dalam keintiman yang hangat dan menyesakkan. Siluet tubuh pria itu, sentuhan lembut di kulitnya, serta desahan napas di telinganya terasa begitu nyata.

Berulang kali, Moza berusaha keras untuk bangkit dari jerat mimpi. Namun, tubuhnya terasa berat dan tidak mampu. Seperti ada kekuatan tak terlihat yang menahannya setiap kali ia bergerak.

Hingga pada akhirnya, dengan sekuat tenaga, Moza berhasil me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Culuu Culkeng
mending dastan gak sih , dibanding yg lain , kalau dastan kan gak ada cela buat moza diganggu valen dan tuan muda yg lain , apalagi dastan kakak tertua
goodnovel comment avatar
Bisri Harnum Widari
Gamau tau. Aku pokoknya bgg bgt siapa papanya kayden. Alur dan jlan ceritanya gak bisa ditebak tp author up babnya dikit"
goodnovel comment avatar
Puji Lestari
rasain tuh valen
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pertemuan Pertama dan Terakhir

    Walau hatinya pedih, Reva tidak ingin menunjukkan kerapuhan di hadapan Baskoro. Ia pun menaikkan pandangan dan menjawab dengan mantap."Papa saya... juga sudah meninggal, Pak," jawab Reva dengan nada datar. "Bahkan sebelum saya lahir ke dunia ini."Mata Baskoro terbelalak. Ada kilat keterkejutan yang nyata, seolah jawaban itu adalah hantaman fisik bagi jiwanya. Namun sebelum ia sempat merespons, Reva sudah menyambung kalimatnya dengan tatapan lurus ke piring."Tapi saya beruntung karena memiliki ayah lain yang sangat menyayangi saya. Hanya saja... Beliau juga sudah tiada beberapa tahun lalu," pungkas Reva. Ia kembali menyuap potongan kecil daging ke mulutnya untuk menenangkan diri.Baskoro berdehem sejenak, mencoba menetralkan suaranya yang mendadak serak."Ternyata kita hampir senasib, Reva. Kamu kehilangan kedua orang tuamu, sedangkan saya... kehilangan putri saya."Gerakan tangan Reva terhenti di udara. Ia mendongak sejenak, untuk memastikan telinganya tidak salah mendengar."Jika

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Di mana Ayahmu?

    Taksi yang ditumpangi Reva berhenti tepat di depan restoran The Clarinet, sebuah restoran fine dining bertema mediterania yang sangat prestisius. Reva turun dengan langkah ragu. Jantungnya berdegup kencang, campuran antara waspada dan rasa penasaran yang membuncah. Saat melintasi area parkir, mata Reva tertuju pada sebuah sedan hitam panjang dengan plat nomor khusus. Itu mobil yang sama, yang terparkir di pengadilan kemarin.‘Baskoro sudah di dalam,’ batin Reva sembari menggigit bibirnya.Baru saja Reva hendak menyapa pelayan di pintu depan, pria tegap yang kemarin menghampirinya muncul dari balik pilar. "Selamat siang, Nona Reva. Anda sudah datang," sapa ajudan itu dengan nada formal yang sangat sopan. "Mari saya antarkan ke meja Tuan Baskoro. Beliau sudah menunggu Anda sejak sepuluh menit yang lalu."Reva hanya mengangguk kecil, mengikuti langkah pria itu melewati lorong-lorong restoran yang dihiasi lukisan abstrak. Mereka berhenti di sebuah area private di sudut ruangan, yang m

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kembalilah dengan Selamat

    Mendengar percakapan itu, Dastan pun menyambar ponsel dari tangan Moza. "Halo, Bara! Ini aku. Apa benar Kageo menghilang dari mansion?""Kak, kau sudah mendarat?" Elbara terkejut. "Iya, Kageo tidak kembali semalaman. Bibi Thalia bilang dia mungkin menginap di apartemen pribadinya. Tapi, aku baru saja mengecek lewat resepsionis dan apartemen itu kosong."Dastan langsung mematikan sambungan tanpa kata pamit. Ia beralih ke ponselnya sendiri, menekan nomor Kageo dengan harapan tipis yang tersisa. Namun, suara operator yang dingin kembali menyambutnya. “Nomor yang Anda tuju tidak aktif.”Suara mekanis tersebut membuat Dastan mengetatkan rahangnya. Terlihat jelas, bahwa ia belum bisa menerima kenyataan pahit mengenai keterlibatan sang adik. "Kau benar, Moza. Kageo menghilang. Dia yang membawa Kayden."Dastan terdiam sejenak, menatap kosong ke arah jendela. "Pantas saja ... di foto itu Kayden terlihat begitu nyaman memakan burger. Dia tidak menangis, tidak terlihat seperti tawanan. Itu ka

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Masih Belum Percaya

    Moza memperhatikan perubahan drastis pada raut wajah Dastan. Sesudah membaca pesan masuk itu, sorot mata suaminya meredup oleh kabut ketegangan, Dengan suara bergetar, Moza memberanikan diri untuk bertanya. "Dastan... apa pesan itu dari dia? Dari... Kageo?"Napas Dastan terdengar memburu. Ia menggeleng perlahan, seolah mencoba mengusir pikiran buruk yang mulai merayap. "Penculik itu baru saja mengirimkan lokasi pertemuan di luar kota," jawab Dastan."Aku tidak percaya bila Kageo yang melakukan drama murahan ini. Kau tahu sendiri, tubuhnya lemah. Kageo juga sangat menyayangi Kayden."Melihat sang suami masih belum percaya, Moza menghela napas panjang. Ia meraih tangan Dastan dan menggenggamnya erat. "Aku tidak bicara tanpa alasan, Dastan. Sudah lama aku mencurigai Kageo, tapi aku menahan diri untuk tidak mengatakannya padamu,” ungkap Moza.“Aku diam, karena aku tidak mau hubungan persaudaraan kalian rusak.”Dastan menyugar rambutnya dengan kasar, tampak frustrasi. Ia bangkit dan ber

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Takut Kehilangan

    Melihat kedatangan Dastan, Reva yang berdiri di dekat pintu langsung mengulas senyum lega. Ia mengangguk singkat ke arah Dastan, sebuah gestur penghormatan sekaligus tanda bahwa ia memberikan ruang pribadi bagi pasangan itu.Begitu Reva berlalu dan pintu tertutup rapat, dunia di dalam ruangan itu hanya milik mereka berdua.Dastan tidak membuang waktu. Langkah kakinya yang lebar membawanya dalam sekejap ke sisi ranjang."Sayang... kau dan bayi kita... kalian baik-baik saja?" suara Dastan parau, sarat dengan rasa khawatir yang mendalam. Dastan duduk di tepi tempat tidur, meraih tangan Moza yang masih terpasang infus."Aku hampir kehilangan akal sehat saat menerima pesan dari Bara. Katakan, bagian mana yang masih sakit?"Merasakan sentuhan tangan suaminya yang hangat dan kokoh, Moza tak mampu lagi menahan sesak yang menghimpit dadanya. Lekas saja, ia menghambur ke pelukan Dastan, menyembunyikan wajahnya di bahu sang suami.Sambil meremas kemeja Dastan, Moza terisak pelan. “Kemarin aku s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kehadiran Pria yang Dirindukan

    Elbara menyesuaikan letak jam tangannya. Matanya melirik ke arah pintu, seolah otaknya sudah menyusun peta perjalanan menuju kantor dan mansion."Moza, aku pergi sekarang. Reva, kau mau kujemput jam berapa nanti?"Reva menggeleng pelan, memberikan senyum tipis yang dipaksakan. "Tidak usah, Bara. Aku akan pulang dengan taksi saja. Aku masih ingin menemani Moza."Elbara mengangguk paham. "Hati-hati. Selalu aktifkan ponselmu."Dengan langkah lebar, pengacara muda itu meninggalkan kamar perawatan.Selepas Elbara berlalu, Moza menoleh ke arah Wulan yang masih setia berdiri di sudut ruangan."Wulan, pergilah ke kafetaria di lantai bawah. Beli makanan yang enak untuk dirimu sendiri, kau butuh tenaga.""Tapi Nyonya—""Ada Reva di sini. Pergilah," potong Moza lembut. Wulan akhirnya membungkuk hormat dan melangkah keluar, menutup pintu dengan pelan.Kini hanya ada Moza dan Reva di dalam ruangan. Suasana mendadak menjadi sangat privat. Moza memperbaiki posisi duduknya, menatap sahabatnya itu lek

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Permintaan Intim

    “S-saya Moza, pelayan baru” jawab Moza tergagap. “Saya sudah mengetuk pintu, tapi Tuan Muda tidak mendengar.”Pria itu terdiam. Matanya berhenti lama pada wajah Moza, seolah menikmati setiap detik kegugupan yang terpancar darinya.“Moza … seharusnya, kamu tetap menunggu sampai aku membukakan pintu.”

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pegang Tanganku Erat-erat

    Mendengar niat Abigail untuk menelepon Rezon, Moza berusaha untuk mencegah. Namun, gadis kecil itu sudah terlanjur menyuruh pengasuhnya untuk mengambil ponsel.“Bibi Nuri, telepon Paman Rezon sekarang.”Pengasuh itu lekas mengeluarkan ponsel mungil berwarna pink dari dalam tas.Moza ingin protes, t

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kebiasaan Aneh di Malam Hari

    Moza menahan napas. Entah mengapa Kageo malah memintanya untuk kembali besok pagi, padahal dia telah melakukan dua kesalahan beruntun.Meski begitu, ia tidak mau membantah. Lebih baik ia menuruti keinginan Kageo dulu, agar bisa segera keluar dari kamar ini.“Baik Tuan Muda Kageo. Saya permisi.”Tanp

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Penampilan yang Mengundang

    Moza bergegas keluar dari kamar Dastan, jantungnya masih berdebar tak menentu. Udara malam di koridor lantai dua terasa lebih dingin dari sebelumnya, seakan dinding mansion ini menyimpan rahasia yang hampir terbongkar. Moza bergegas menuju tangga utama untuk kembali ke lantai bawah. Namun, sayup-s

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status