Share

Bab 200 - Kencan

Author: Apple Cherry
last update publish date: 2026-06-30 00:52:22
"Ran, kita ini cuma pelayan di sini. Tidak boleh mencampuri atau mencari tahu urusan para atasan, jadi sebaiknya kita tidak perlu memikirkan hal itu lagi, apalagi sampai penasaran."

Rani terdiam sejenak, lalu mengangguk setuju sambil mengulas senyum tipis. "Iya juga sih, Sa. Kamu benar. Tugas kita di sini kan cuma bekerja, bukan mengurusi kehidupan mereka. Maaf ya, aku malah jadi bergosip."

Belum sempat Sasa menyahut ucapan sahabatnya itu, langkah kaki terburu-buru terdengar mendekati ruang
Apple Cherry

aku kasih bonus ya, malam ini udah update 4 bab.

| 47
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Kiana chandra Putri
dah mulai jatuh cintrong thor
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
aaaaa tarik javen bawa terbang ke awan sasanya hhhh
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
sasa keknya bakalan dibawa kehot3l apa didalam mobil ya 🫣 hhh terpesona nggak tu javendra liat sasa yang tampil menawan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 711 - Untittled

    Sasa spontan menahan tawa. Di sisi lain, Kenzo kembali bertanya kepada Javendra tentang pengamanan yang akan diberlakukan setelah Sasa pulang. Javendra menjelaskan bahwa ia sudah mengatur penjagaan tambahan di kediaman mereka, termasuk memastikan orang-orang yang tidak berkepentingan tidak bisa masuk sembarangan. Kenzo masih mengajukan beberapa pertanyaan. Javendra menjawab semuanya, tetapi semakin lama ekspresinya semakin masam. “Kenzo, aku sudah menyiapkan pengamanan. Para pengawal juga sudah mendapatkan instruksi baru. Apa masih ada hal lain yang ingin kamu periksa?” “Bagaimana dengan pengawasan di sekitar rumah?” “Sudah.” “Pintu masuk samping?” “Sudah.” “Orang-orang yang bertugas malam?” “Sudah, Kenzo.” “Bagus. Pastikan semuanya berjalan sesuai rencana.” Javendra menatapnya beberapa saat. “Kalau kamu ingin sekalian memeriksa jadwal para pengawalku, katakan saja. Aku bisa memberikan salinannya.” Kenzo mengernyit. “Aku tidak perlu jadwal mereka.” “Syu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 710 - Bertengkar Lagi...

    “Mulai sekarang, Ibu tidak akan membiarkanmu pergi ke mana pun tanpa ditemani. Walaupun cuma sebentar.” Sasa berkedip. “Bahkan kalau aku cuma ingin ke taman sebentar?” “Iya. Harus ada yang menemanimu.” “Kalau ke ruang makan?” “Ibu atau Javendra akan menemanimu.” Sasa menatap Amara, lalu melirik suaminya yang justru mengangguk setuju. “Kalau ke minimarket di depan rumah?” “Tidak perlu ke minimarket dulu,” jawab Javendra cepat. “Apa pun yang kamu butuhkan, bilang saja. Aku bisa meminta seseorang membelinya.” Sasa membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Ia ingin mengatakan bahwa semuanya terdengar berlebihan. Ia mengerti mereka khawatir, tetapi dirinya masih bisa berjalan, berbicara, dan melakukan beberapa hal sederhana. Dokter memang menyuruhnya beristirahat, bukan melarangnya bergerak sama sekali tanpa pengawasan. Namun, melihat wajah Amara yang sungguh-sungguh dan Javendra yang seolah siap membuat daftar larangan sepanjang satu halaman, Sasa mengurungkan niatnya.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 709 - Cemasnya Javen yang Berlebihan

    “Benar. Namun, ada beberapa hal yang perlu Ibu dan keluarga perhatikan. Kondisi kandungan Ibu masih lemah setelah kejadian kemarin. Tubuh Ibu mengalami tekanan yang cukup besar, baik secara fisik maupun emosional. Jadi, meskipun sekarang kondisinya sudah membaik, bukan berarti Ibu boleh langsung kembali beraktivitas seperti biasa.” Senyum lega di wajah Sasa perlahan berubah menjadi ekspresi serius. Ia mendengarkan dengan saksama ketika dokter melanjutkan penjelasannya. “Untuk sementara, Ibu perlu banyak beristirahat dan menjalani bed rest sesuai anjuran. Hindari aktivitas yang menguras tenaga, jangan mengangkat benda berat, dan jangan memaksakan diri ketika tubuh terasa lelah. Kalau dokter menyarankan istirahat di tempat tidur, itu harus benar-benar dijalankan.” Javendra mengangguk. “Baik, Dok. Lalu, bagaimana dengan pemeriksaan selanjutnya?” “Kontrol rutin satu bulan sekali, sesuai jadwal yang akan kami berikan. Namun, kalau muncul keluhan sebelum jadwal kontrol, jangan menun

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 708 - Sasa sudah Boleh Pulang

    Pagi itu, suasana ruang perawatan VVIP terasa lebih tenang dibandingkan kemarin. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar, menerangi ranjang tempat Sasa berbaring. Wajahnya sudah terlihat lebih segar, meskipun tubuhnya masih terasa lemas setelah kejadian yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Javendra duduk di kursi di samping ranjang. Sejak membuka mata, Sasa sudah mendapati suaminya berada di sana. Bahkan ketika ia bangun untuk mencuci muka dan berganti pakaian, pria itu tidak benar-benar meninggalkannya sendirian. Seorang perawat memang sempat membantu, tetapi Javendra tetap menunggu tidak jauh dari pintu kamar mandi. Awalnya, Sasa menganggap suaminya hanya sedang memastikan kondisinya membaik. Namun, ketika Javendra kembali menanyakan apakah ia merasa pusing, mual, nyeri, atau mengalami keluhan lain, Sasa mulai menyadari bahwa perhatian suaminya kali ini sedikit berbeda. “Mas, aku baik-baik saja,” ujar Sasa sambil merapikan bantal di belakang punggungnya. “Kamu s

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 707 - Dua Pria Posesif

    Amara berdiri beberapa langkah dari mereka. Tatapannya berpindah dari wajah Kenzo yang menyimpan noda darah di ujung bibir, ke tangan Javendra yang masih mengepal. Ia tidak membutuhkan penjelasan panjang untuk menebak apa yang baru saja terjadi. Amara menghela napas, lalu mendekat. “Kalian sudah bukan anak kecil lagi. Bertengkar seperti ini tidak akan menyelesaikan ego kalian.” “Dia yang mulai, Bu,” ujar Javendra. Kenzo langsung mendengus. “Kamu yang memukulku!” “Karena kamu tidak bisa berhenti bicara!” “Javendra!” tegur Amara. Pria itu langsung menutup mulut, meskipun wajahnya masih menunjukkan ketidakpuasan. Amara kemudian menatap Kenzo. “Dan kamu juga. Apa tidak bisa kalian membicarakan masalah tanpa saling memancing sampai begini?” Kenzo mengalihkan pandangan. Ia tidak ingin mengakui bahwa dirinya memang sudah melampaui batas, terlebih setelah menyadari alasan di balik kecemasannya sendiri. Amara mengamati keduanya bergantian sebelum kembali menghela napas. “

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 706 - Javendra Kesal

    “Kalau kamu masih ingin mengurus Sasa seperti ini, sekalian saja ambil alih semua tanggung jawabku!” bentak Javendra. “Kamu yang mengawasinya, kamu yang memutuskan semuanya. Aku tinggal menyingkir, begitu?” “Jangan memutarbalikkan ucapanku!” “Lalu apa namanya kalau bukan itu?” Javendra tertawa sinis. “Sejak tadi kamu terus menyalahkanku, mempertanyakan keputusanku, bahkan seolah-olah aku sengaja membiarkan Sasa berada dalam bahaya. Apa kamu pikir aku tidak tahu betapa besar risiko yang dia hadapi tadi?” “Kalau kamu tahu, seharusnya kamu lebih berhati-hati!” “Aku sudah mengakui kelalaianku, Kenzo! Aku juga sudah mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini. Apa lagi yang kamu inginkan dariku?” “Memastikan hal seperti ini tidak terulang!” “Dan aku sedang melakukannya!” Suara mereka mulai menarik perhatian beberapa orang yang melintas di lorong rumah sakit. Namun, keduanya terlalu dikuasai emosi untuk memedulikannya. Kenzo maju selangkah. Tatapannya menusuk, seolah b

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status