Inicio / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 497 - Rasa Sesak Sasmaya

Compartir

Bab 497 - Rasa Sesak Sasmaya

Autor: Apple Cherry
last update Fecha de publicación: 2026-09-10 00:05:47

"Terima kasih banyak ya, Bu," tutur Sasa jujur. "Terima kasih karena Ibu Amara sudah mau membuka hati dan memaafkan Mas Javen atas semua masalah di masa lalu."

Di seberang telepon, Amara terhenyak seketika. Tangannya yang memegang ponsel gemetar. Ia sama sekali tidak menduga kata-kata seperti itu yang akan keluar dari bibir menantunya.

Sasa melanjutkan kalimatnya dengan nada teratur dan hangat, "Aku sungguh amat bersyukur atas kebaikan hati Ibu Amara. Dari lubuk hatiku yang paling dalam, ak
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 514 - Sisi Psikopat Javendra (3)

    Isakan pelan Sasa yang tertahan di balik bantal terdengar begitu menyayat hati di tengah keheningan kamar yang dingin. Tubuhnya yang mungil masih gemetar hebat, meringkuk ketakutan di bawah selimut tipis yang ia cengkeram erat. Bekas memar kebiruan di pergelangan tangan dan lehernya tercetak jelas, menjadi bukti nyata atas perbuatan kasar Javendra beberapa saat lalu. Javendra duduk di tepi ranjang dengan telapak tangan yang menutupi wajahnya. Napasnya berat, dadanya terasa sesak seolah dihantam bongkahan batu besar. Tatapannya tertuju pada punggung Sasa yang naik turun tidak teratur akibat tangis yang ditahan. Rasa penyesalan yang begitu dahsyat mendadak meremukkan seluruh kesombongan dan dominasi yang baru saja ia agungkan. "Sasa..." panggil Javendra dengan suara parau bergetar. Pria itu mengulurkan tangannya perlahan, mencoba menyentuh bahu Sasa. Namun baru saja jemari Javendra menyenggol sedikit kain selimut, tubuh Sasa langsung menggigil dan melonjak tersentak ketakutan.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 513 - Sisi Psikopat Javendra (2)

    Javendra tidak menjawab. Pria itu melangkah maju dengan gerakan lambat namun pasti, memutus jarak di antara mereka hingga Sasa tersudut menghantam pinggiran ranjang besar Maheswara. "Mas..." Javendra menangkup kedua pipi Sasa dengan telapak tangannya, menengadahkan wajah istrinya. Ibu jarinya mengusap bibir bawah Sasa dengan penekanan yang agak kasar, seolah ingin menghapus bayangan senyuman yang pernah diberikan wanitanya pada pria lain. "Kamu milikku, Sasa," bisik Javendra dengan nada suara rendah, dalam, dan penuh keheningan yang menakutkan. "Tubuhmu, napasmu, senyummu... semuanya cuma milikku." Sasa menahan napas, dadanya naik turun cepat saat merasakan dominasi murni yang terpancar dari tubuh Javendra—sebuah ancaman terselubung yang menandakan bahwa kontrol emosi sang penguasa telah runtuh sepenuhnya. Cengkraman jemari Javendra pada rahang Sasa terasa begitu kencang hingga Sasa merintih kesakitan. Pria itu menyudutkannya ke tepi ranjang, menutup setiap celah dengan tub

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 512 - Sisi Psikopat Javendra (1)

    Arka mengusap bahunya yang terasa sengal bekas cengkraman Javendra. Rasa sakit itu disusul oleh tawa pelan yang berangsur-angsur pecah menjadi kekehan mengejek. Pria itu menepuk-nepuk kerah kemejanya, menyunggingkan senyum miring seraya mengambil kembali gelas wiskinya. "Peringatan pertama?" cetus Arka, menatap punggung Javendra yang baru melangkah dua tindak menuju pintu. "Kamu cuma mematikan satu anak perusahaan logistik, Javendra. Kamu pikir itu cukup untuk membuatku berlutut?" Javendra menghentikan langkahnya. Pria itu tidak berbalik, namun posisi tubuhnya membeku seketika. Arka melangkah perlahan mengitari meja, menyilangkan lengan di dada dengan sorot mata yang penuh kegilaan dan provokasi. "Kamu tahu apa yang paling menarik dari Sasa? Dia kelihatan sangat polos. Kulitnya yang bersih, tubuhnya yang mungil, dan tatapan matanya yang sangat rapuh saat menatap pria asing." Bram di sudut ruangan membelalakkan mata, refleks menyentuh senjata di balik jasnya. "Tuan Arka, jaga m

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 511 - Peringatan Kecil Javendra

    Dua mobil hitam berbingkai kaca gelap berhenti tepat di area parkir bawah tanah sebuah klub privat di pusat kota. Tempat itu merupakan area eksklusif milik keluarga Danuarta, lokasi di mana Arka biasa menghabiskan waktu bersama relasi bisnis kelas atasnya. Javendra melangkah keluar dari kabin mobil dengan gerakan tenang namun mengintimidasi. Jas hitam yang melapis kemejanya terpasang rapi, sementara sorot matanya benar-benar hampa dari kehangatan. Bram melangkah cepat di samping Javendra, diikuti oleh empat pengawal berbadan tegap. "Semua jalur keluar di lantai ini sudah kita kunci, Tuan. Arka berada di lounge privat nomor tiga bersama dua rekannya." "Suruh rekannya keluar," perintah Javendra tanpa memperlambat langkahnya. "Aku hanya butuh Arka." Pintu ganda berornamen emas itu didorong paksa oleh pengawal Javendra. Suasana di dalam lounge privat yang semula diwarnai denting gelas wiski dan gelak tawa mendadak senyap seketika. Dua pria paruh baya yang sedang berbincang dengan Ark

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 510 - Saat Javendra Bergerak

    Sebuah tamparan pelan namun penuh intimidasi mendarat di pipi wanita itu. Arka mencengkeram rahangnya kencang, menatapnya dengan mata mendelik membakar. "Panggil namamu Sasa!" bentak Arka rendah namun penuh penekanan yang gila. "Sebut namamu Sasa di depanku!" Wanita itu terisak ketakutan, air matanya menetes membasahi jemari Arka. "I-iya... Saya Sasa... Saya Sasa, Tuan..." Seringai kepuasan terbit di wajah Arka. Pria itu membungkuk, menempelkan bibirnya di leher wanita itu seraya meraba gaun putih yang dikenakannya. Arka memejamkan mata, membiarkan fantasi gelapnya bekerja sepenuhnya. "Kamu harusnya milikku..." bisik Arka di tengah napasnya yang memburu, mendominasi tubuh wanita bayaran itu dalam permainan obsesinya. "Javendra tidak berhak atas dirimu... Dulu dia mengambil perusahaanku, tapi kamu... kamu yang akan jadi piala kemenanganku untuk menghancurkannya..." Wanita itu hanya bisa merintih pasrah di bawah kungkungan Arka yang makin hilang kendali, tenggelam dalam obsesi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 509 - Pria Gila vs Javendra

    Hening sejenak di seberang saluran. Helena menarik napas panjang dengan berat. "Baik... Aku akan serahkan dokumen itu besok pagi. Tapi kamu harus pastikan Javendra tidak bisa menyentuhku!" "Tentu saja," jawab Arka dingin sebelum memutus sambungan telepon secara sepihak. Arka melempar ponselnya kembali ke atas meja, lalu mengambil kembali gelas kristalnya. Seringai tipis bermunculan di sudut bibirnya saat ingatan masa lalu berputar di kepalanya. Beberapa tahun lalu, Danuarta Group hampir menguasai proyek megah di sektor energi darat. Namun, dalam satu malam, Javendra Maheswara menghancurkan seluruh rencana tersebut. Javendra melindas reputasi Danuarta Group di hadapan para investor asing, membuat nama Arka diinjak-injak dan dipermalukan di dunia bisnis hingga perusahaannya kehilangan triliunan rupiah. Penghinaan itu tak pernah sekalipun dilupakan oleh Arka. "Kamu menghancurkan kebanggaanku dulu, Javendra..." gumam Arka pelan pada udara kosong. "Sekarang mari kita lihat bag

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status