ホーム / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 87 - Hasrat yang Diganggu

共有

Bab 87 - Hasrat yang Diganggu

作者: Apple Cherry
last update 公開日: 2026-06-03 08:13:45
Ciuman Javendra berubah menjadi begitu memburu, menuntut balasan dengan ritme yang cepat dan menekan. Ia tidak lagi memberi Sasa ruang untuk berpikir. Setiap lumatan dan hisapan di bibir Sasa terasa begitu panas, mengabsen seluruh sudut rongga mulut gadis itu hingga Sasa merasa pasokan udaranya menipis.

"Tuan... ah, s-sudah..." Sasa terengah-engah, mencoba mendorong bahu kokoh Javendra saat pria itu memberi jarak beberapa milimeter hanya untuk meraup oksigen. "Nanti... ada yang lihat..."

"Bi
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (8)
goodnovel comment avatar
Ratih Fitriya
dasar Amara keypo gnggu aj kegiatan orang yng lgi panas'nya
goodnovel comment avatar
NenengYhara
Amara makin ngamuk begitu liat Sasa ada dikamar javen.
goodnovel comment avatar
Marimar Chan
awas ya kamu Javen gak belain sasa🫠
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 492 - Terpikat

    Langkah kaki Helena terdengar perlahan menyusuri ruang kerja Arka Danuarta. Di balik mejanya, Arka duduk santai seraya menyesap kopi hitam. Pria itu menatap wanita paruh baya di hadapannya dengan senyum tipis yang penuh arti. "Aldebaran sudah tidak bisa berbuat apa-apa," tutur Helena dengan nada suara yang tenang namun terhitung dingin. Ia menarik kursi di hadapan Arka lalu duduk dengan anggun. "Dia cuma bisa terbaring dan melotot di ranjang rumah sakit. Pastikan wanita itu tidak punya celah sedikit pun untuk masuk atau mengklaim posisinya di keluarga Aldebaran Pratama." Arka menyandarkan punggungnya ke kursi, terkekeh pelan sebelum merespons santai. "Nyonya Helena... sepertinya istri Javendra itu sama sekali tidak tertarik dengan kedudukan, status sosial, atau harta keluarga suami Anda," sahut Arka seraya memutar cangkir kopinya. "Dia bahkan tidak pernah mencoba masuk ke lingkungan keluarga Aldebaran. Wanita itu cuma sibuk dengan urusannya sendiri, mengurusi ibu angkatnya yang s

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 491 - Pergerakan Lagi

    Dua hari kemudian, Sasa melangkah keluar dari apotek yang berada di lantai dasar gedung utama rumah sakit. Dua pengawal Maheswara berjalan siaga memantau dari jarak dua meter di belakangnya. Di tangannya, Sasa memegang kantong kertas berisi obat tetes mata dan beberapa suplemen tambahan untuk Bu Andini. Saat melewati lorong panjang yang mengarah ke area kafe dan lift utama, seorang pria berjalan dari arah berlawanan seraya membaca lembaran dokumen di dalam map tebal. Pria itu tampak sangat fokus sampai tidak memperhatikan langkah orang di sekitarnya. Pria itu mendadak menghentikan langkahnya tepat di depan papan pengumuman dinding. Sasa yang sedang berjalan agak cepat tidak sempat menahan langkahnya. Bahu Sasa menabrak bagian belakang lengan pria itu. Kantong kertas di tangan Sasa terlepas, membuat botol-botol obat berhamburan di atas lantai. Karena dorongan spontan itu, Sasa kehilangan keseimbangan dan tubuhnya hampir jatuh ke samping. Dengan gerakan cepat namun terukur, pria

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 490 - Orang Asing

    Pintu kaca ruang ICU bergeser pelan. Javendra melangkah masuk seraya melonggarkan ikatan dasinya yang terasa mencekik leher. Rapat bersama para investor luar negeri yang seharusnya berlangsung sampai malam terpaksa ia selesaikan lebih cepat. Ia menekan mereka untuk menyetujui poin-poin utama agar bisa segera kembali ke rumah sakit. Sasa yang sedang berdiri di dekat ranjang tampak sibuk memegang liontin perak berinisial J di lehernya seraya mengusapnya pelan. Mendengar suara pintu, ia mendongak dan langsung menoleh. "Mas Javen sudah kembali?" tanya Sasa. Tangannya pelan-pelan turun dari kalung tersebut. "Bukannya rapatnya baru selesai nanti malam?" Javendra mendekati Sasa dan langsung menarik napas lega saat melihat istrinya baik-baik saja. "Aku minta mereka percepat. Sisa detailnya biar tim legal yang urus besok pagi. Mas tidak tenang kalau terlalu lama meninggalkan kamu sendirian di sini." Javendra mengusap bahu Sasa pelan, namun pandangannya kemudian tertuju pada jemari Sasa yan

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 489 - Sikap Polos Sasa

    Suara derap langkah sepatu Javendra terdengar terburu-buru menyusuri koridor ruang perawatan intensif. Pria itu berhenti tepat di depan Sasa, meraih kedua tangan istrinya lalu mengusapnya pelan. Raut wajah Javendra yang tegas memancarkan kejengkelan yang amat sangat. "Sayang, aku harus ke kantor sekarang," ucap Javendra, suaranya berat dan sarat akan ketegangan. Sasa mendongak, menatap suaminya lembut. "Ada urusan mendadak ya, Mas?" "Rapat penting dengan investor luar negeri sore ini tidak bisa diundur lagi," jawab Javendra seraya meremas jemari Sasa, rahangnya mengeras rapat. "Bram sudah menanganinya tapi sepertinya masih butuh kehadiranku." "Para petinggi perusahaan mengancam batalkan investasi kalau aku tidak datang langsung. Sialan sekali mereka buat jadwal hari ini. Aku takkan biarkan mereka seenaknya begini." Sasa tersenyum tipis, mengelus lengan kemeja suaminya. "Tidak apa-apa, Mas Javen. Pekerjaan Mas kan memang penting. Di sini ada Ibu Amara dan para pengawal kok. Mas

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 488 - Pihak yang Salah Memilih Lawan

    Suara sirine ambulans meraung-raung membelah malam. Lorong rumah sakit swasta dipenuhi derap langkah terburu-buru dari tim medis yang mendorong ranjang darurat Aldebaran menuju ruang penanganan intensif. Kenzo berlari di samping ranjang dengan baju kusut dan tangan gemetaran. Di belakangnya, Helena melangkah lekas bersama pengacara pribadinya. Dua jam berlalu dalam keheningan yang tegang di depan ruang perawatan. Pintu ruangan akhirnya terbuka. Dokter spesialis saraf melangkah keluar membawa hasil rekam medis. Kenzo langsung menghambur mendekat. "Dokter! Bagaimana kondisi Papa saya?!" Dokter itu menghela napas panjang. "Tuan Kenzo, Nyonya Helena... Tuan Aldebaran mengalami serangan stroke parah akibat penyumbatan pembuluh darah di otak yang dipicu oleh tekanan darah tinggi mendadak." Kenzo memegang lengan dokter itu, matanya merah. "Tapi Papa selamat, kan? Papa bisa sembuh?!" "Tuan Aldebaran berhasil melewati masa kritisnya," tutur dokter itu pelan. "Tapi kerusakan sarafn

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 487 - Kondisi Aldebaran

    Di dalam ruang perawatan intensif, Javendra merengkuh tubuh Sasa dari belakang. Pria itu menenggelamkan wajahnya di leher Sasa, memeluk erat pinggang istrinya yang masih gemetaran oleh tangis yang tak kunjung mereda. "Sudah, Sayang... tenang, ya, aku ada di sini," bisik Javendra lembut. Jemari panjangnya terus mengusap rambut Sasa, berusaha menyalurkan ketenangan di tengah bunyi monitor jantung yang konstan. Sasa memutar tubuhnya perlahan di dalam pelukan Javendra. Wajahnya yang pucat dan basah oleh air mata menengadah, menatap suaminya dengan sorot mata penuh rasa bersalah. "Mas Javen... maafkan aku," bisik Sasa terengah-engah, jemarinya meremas kemeja Javendra kuat-kuat. "Aku cuma bikin Mas susah terus... Aku selalu jadi beban buat Mas..." Javendra mengecup dahi Sasa dengan dalam. "Jangan pernah bicara begitu. Kamu istriku, Sasa. Apa pun yang terjadi pada kamu dan Ibu, itu tanggung jawabku secara penuh." Amara yang berdiri tak jauh dari ranjang memperhatikan interaksi kedua

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status