FAZER LOGINTerlibat skandal dengan mantan calon ayah mertuanya, Eve harus membayar skandal tersebut dengan sebuah pernikahan demi membersihkan reputasi Ronan. Mendorong Eve untuk balas dendam atas pengkhianatan sang mantan dan saudari tirinya.
Ver maisPimpinan Voss Tech, tertangkap basah memainkan daun muda. Tepat setelah putus dengan tunangannya.
Ronan Voss, duda karismatik atau manipulator perasaan gadis muda yang polos? Alasan Calista Vane memutuskan hubungan setelah lima tahun pertunangan, Ronan Voss berselingkuh. Bahkan gadis muda tidak menghentikan petualangan cintanya. “Polos, eh?” Ronan melempar ponselnya ke meja. Tak perlu membaca isinya untuk mengetahui sampah apa yang mereka tulis. Semua ini gara-gara … “Bocah sialan!” umpat Ronan. Melepaskan kancing mansetnya dan menggulung lengannya. Bekas gigitan terlihat sangat jelas. Tak begitu menyakitkan, tetapi gadis sialan itu benar-benar menggores harga dirinya. “T-tuan?” Asisten Ronan, Jack melangkah masuk. Dengan ponsel dalam genggaman dan layarnya baru saja mati. “Asisten tuan Matteo baru saja menghubungi.” Mata Ronan terpejam. “B-beliau memiliki anak gadis yang seumuran dengan …” “Cari tahu di mana gadis sialan itu.” “Alaric baru saja menghubungi, gadis tersebut bernama Eve. Anak dari nona Sintia.” “Apa kau bilang?” Mata Ronan terbuka. Tatapan tajamnya menusuk Jack. “Anak sambung.” “Bukankah anaknya …” “Anak kandungnya yang akan menikah dengan tuan Andrew.” “Apa yang kau bilang, hah?” “Tuan Andrew berselingkuh dengan saudari tirinya.” Ronan membeku, hanya sedetik. Detik berikutnya sudut bibirnya terangkat. Membentuk seringai dan matanya berkilat licik. “Jadi karena itu bocah sialan itu memanggilku ‘Voss sialan’?” *** Tamparan Sintia mendarat di pipi Eve dengan keras. “Gadis muda yang ada di pemberitaan, itu kau, kan?” Eve menggeleng. Lebih untuk dirinya sendiri. “Setelah semua kekacauan yang kau buat di restoran, sekarang kau juga ingin menghancurkan hubunganku dengan tuan Ronan.” Kepala Eve terangkat, menatap langsung wajah Sintia. “Kekacauan kau bilang?” Mata Sintia berkedip dengan cepat. “Anakmu yang berselingkuh dengan tunanganku.” “Mereka jatuh cinta.” “Katakan itu saat pertama kali dia datang ke rumah ini dan kau menghinanya. Kalian berdua menunjukkan ketertarikan kalian pada Andrew setelah tahu kalau dia adalah pewaris yang disiapkan oleh Voss Tech.” “A-apa kau bilang?” Mulut Sintia menganga dan Zoe maju ke depan. “Kau juga menyukainya karena ternyata dia seorang Andrew Voss, kan?” tambah Zoe tak terima. “Aku tidak tahu dia seorang Voss sampai kalian yang memberitahuku dan Andrew mengatakan sendiri padaku, di hari kalian …” Eve melemparkan tatapan mencemoohnya. “Telanjang bersama di hotel. Di hari ulang tahunku.” “Cara yang sama ibumu mengusir ibuku dari rumah ini.” Eve mendengkus lagi. “Apa mungkin kau menggunakan cara yang sama juga untuk menikahi ayah Zoe.” Sintia menggeram, sekali lagi tangannya terangkat dan Eve mengangkat wajahnya. Siap menerima tamparan selanjutnya. Yang membuat Sintia berhenti, terpaksa menahan amarahnya. Jika sampai gadis ini menggunakan tamparannya untuk menghancurkan semua rencananya, maka selesailah sudah. “Lagipula sebentar lagi kami juga akan menjadi keluarga.” Sintia menurunkan tangannya. “Aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini.” “Aku tidak peduli dengan pemberitaan itu.” “Apa pun itu. Sebaiknya kau diam atau aku akan mengusirmu dari rumah ini.” “Ini rumah ayah dan ibuku.” “Sebelumnya, tapi sekarang …” “Surat wasiat sudah sangat jelas. Kalau aku meninggalkan rumah ini sebelum waktunya, rumah ini tidak akan pernah jatuh di tangan kalian.” Pandangan Eve beralih pada Zoe. “Karena kau menghancurkan rencana masa depanku dengan Andrew, aku sama sekali tidak berminat menikah dan meninggalkan rumah ini untuk lima tahun ke depan. Atau sepuluh tahun lagi. Mungkin?” ”K-kau …” “Keluar kalian dari kamarku.” Eve membalikkan badan dan berjalan ke sofa. Dengan posisi memunggungi Sintia. “Kalian bisa mengambil Andrew sialan itu dariku, aku tidak butuh sampah seperti dia, tetapi tidak dengan semua yang diberikan ayah untukku. Semua ini adalah hasil kerja keras ayah dan ibuku, bahkan sebelum bertemu denganmu.” Mulut Sintia hanya bisa menganga, napasnya naik turun dengan keras saat menarik sang putri keluar dari kamar Eve. “Aku tidak ingin dia mengganggu atau menghalangi jalanku untuk menikah dengan Andrew, Ma. Kalau kita tidak mendapatkan semua yang ditinggalkan ayahnya, Andrew tidak akan melirikku lagi. Dia butuh galeri seni ayahnya untuk menambah nilainya sebagai pewaris Voss di masa depan. Apa yang …” “Sshhh, tidak bisakah kau diam dulu. Kita harus membereskan dia dulu. Tetapi kau tahu kalau kita bahkan tidak bisa sembarangan bertindak untuk menyingkirkannya.” “Lalu apa yang akan kita lakukan?” “Sekarang kita harus membersihkan skandal yang dia buat. Aku juga tidak ingin dia merusak rencanaku untuk menikahi Ronan Voss.” “Mama yakin gadis itu memang dia?” Sintia mengangguk, “Itu pakaian yang dia pakai saat di restoran, kan?” Zoe tampak mengingat, kemudian matanya membelalak tak percaya. “Dan mama percaya dengan yang dikatakannya? Kalau dia mengira paman Ronan adalah Andrew?” “Dia tidak pernah bertemu dengan Ronan atau keluarga Voss. Kita memastikan keluarga Andrew memang tidak tahu tentang dia, kan?” Zoe mengangguk. “Lalu apa yang harus kita lakukan?” Sintia kemudian tersenyum. “Kita hanya perlu mengganti pemeran prianya?” Kening Zoe mengernyit. “Kau ingat ayah dari temanmu, duda yang sangat menyukai Eve.” Kepala Zoe langsung mengangguk penuh semangat dan saat matanya bertemu dengan mata Sintia, kedua wanita itu langsung tersenyum.Pagi Eve belum pernah terasa begitu melegakan sejak dirinya memergoki Andrew di hotel bersama Zoe. Pun kelegaan itu hanya beberapa saat saja, ketika suara dering ponsel di nakas mengalihkan pandangannya dari dinding kaca. “Di bawah?” Eve melompat turun dari ranjang, nyaris terjungkal ke depan karena terserimpet selimut. ‘Kau baik-baik saja?’ “Y-ya.” Eve akhirnya berdiri dengan kedua kakinya dan berjalan menuju lift. “T-tapi kenapa kau ada di bawah?” ‘Kenapa? Aku sudah mengatakan akan menjemputmu besok pagi, kan?’ Mata Eve terpejam dan telapak tangannya menempel di atas kepala. “Y-ya, aku lupa. Aku turun sebentar lagi, beri aku lima menit.” ‘Oke.’ Tepat setelah Ronan menyelesaikan jawaban singkat pria itu, Eve mendengar denting lift dan pintu lift di depannya bergeser terbuka. Tubuh Eve membeku. “Hanya lima menit?” Ronan menurunkan ponselnya. “Bukan lima menit sepuluh detik? Atau dua puluh detik lagi? Aku tak keberatan …” Eve tersadar, mundur ke belakang dan kedua lenganny
“Kau tahu dia ayahku?” “Sekarang aku tahu.” Tangan Eve mendorong dada Andrew menjauh. “Dan balas dendam? Kau sudah tak cukup berarti untuk mendapatkan perhatianku sebesar ini, Andrew.” “Tak cukup berarti kau bilang? Hanya sebatas ini lima tahun hubungan kita bagimu?” Eve tertawa mengejek. “Hanya sebatas ini bagimu hingga kau mencampakkanku dengan cara pengecut seperti ini! Kau tak punya hak untuk mendikteku harus dengan cara apa aku memandang hubungan kita, pengecut.” Andrew sempat terpaku dengan semburan kata-kata Eve yang mengena tepat di dadanya. Kedua tangannya mengepal kuat dan rahangnya masih mengeras. “Dia ayahku.” “Lalu?” “Lalu kau bilang?” Eve membuang mukanya. Ia tahu kesepakatan rencananya dan Ronan akan membuatnya terus berada di sekitar Andrew. “Kau bilang tak akan muncul di hidupku lagi.” Eve mendengkus keras. “Aku bilang, kita tak perlu repot bertatap muka dan berbasa-basi. Seperti sekarang.” Andrew menggeram. “Kita tidak bisa saling mengabaikan kalau kau ben
Mata Eve perlahan terbuka, bersama ingatan yang samar-samar mulai jelas di kepalanya. Berita, ibu tirinya yang ingin mengusirnya keluar negeri seperti lima tahun yang lalu. Mulutnya yang dibekap dan …Eve terlonjak hingga duduk dan napasnya dengan keras. Kepalanya bergerak ke samping dan menemukan dirinya tengah berbaring di sofa panjang. “D-di mana aku?” tanyanya pada satu-satunya pria yang berdiri di samping dinding kaca dengan posisi memunggunginya.Kedua kakinya melompat turun, mencari satu-satunya pintu yang ada di ruangan luas tersebut. Apakah ia sudah sampai di negara mana pun yang dipilih Sintia secara acak untuk membuangnya?“Buka pintunya!” teriak Eve menemukan pintu yang dikunci. Tubuhnya berputar mengarah pada pria berjas hitam. Yang kini berputar menghadap gadis itu. Raut Eve seketika membeku. “K-kau?”Ronan menurunkan ponsel dari telinganya. “Kau sudah siuman?”“Di mana ini?”“Masih di bandara. Salah satu VIP Room.”Eve kembali mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka.
“Lepaskan, Ben. Lepaskan, Josh. Kalian lupa siapa yang paling berhak memerintah di rumah ini, hah? Ayahku yang mempekerjakan kalian!”“Maafkan kami, Nona. Kami hanya …”“Kau benar-benar akan melakukan ini padaku?”“Nona …”Eve membungkuk dan menggigit punggung tangan Ben, tetapi Josh berhasil kembali menangkapnya.“Jangan biarkan dia lepas, Josh!” teriak Sintia yang baru saja keluar dari dalam rumah. Di belakangnya Zoe memerintah pada pelayan untuk mengambil tali.“Tutup mulutnya. Sangat berisik,” perintah Sintia, berhenti di depan Eve. Yang menggeliat berusaha lepas dari cekalan Ben dan Josh. Kedua pria itu mengambil sapu tangan yang diulurkan Sintia dan membekapkannya ke mulut Eve.Setelah mulut dan kedua tangannya terikat, Eve didorong masuk ke dalam jok belakang.“Aku mengikuti dari belakang. Kita ke bandara.” Sintia mengambil kunci mobil yang diulurkan pengawal. “Aku harus memastikan orangku melakukan tugasnya dengan baik.”“Ma, aku ingin ikut.” Zoe menyusul langkah Sintia menuju


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.