หน้าหลัก / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 99 - Perjalanan Yang Mendebarkan

แชร์

Bab 99 - Perjalanan Yang Mendebarkan

ผู้เขียน: Apple Cherry
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-05 00:04:45
Waktu menunjukkan pukul 17.30 sore ketika Javendra akhirnya melangkah keluar dari dalam mansion mewah miliknya.

Di sampingnya, Sasa berjalan dengan langkah yang sangat pelan dan ragu.

Suasana di sekitar area halaman depan terasa begitu sepi dan lengang, karena tepat sepuluh menit yang lalu, seluruh pelayan termasuk Bi Surti dan Juwita sudah diperintahkan untuk kembali ke pondok khusus pelayan.

Sasa terus-menerus menundukkan kepala, merasa sangat aneh dan tidak nyaman dengan pakaian yang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (13)
goodnovel comment avatar
Ovy Mamanya Arum
ya gmna ga bengong, pasti sasa bgtu terheran" krna baru memasuki pesawat bahkan bukan pesawat biasa, ini jet pribadi javen, jd d maklumi yaaa
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Javen jangan ngasih harapan terus kalau mau bikin sasa jatuh di kemudian hari
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
maklumlah javen baru peetama kali dan sasa ngga pernah bayangkan ini sebelumnya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 748 - Dua Ibu yang Luar Biasa

    Sasa terdiam sebentar sebelum mengangkat wajahnya. Ia menatap Javendra dengan senyum kecil, kemudian mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi suaminya. "Aku akan selalu ada selama kamu juga mengizinkanku berada di sisimu, Mas." Javendra tidak langsung menjawab. Ia mendekat dan mengecup kening istrinya sebelum menyentuhkan bibir mereka dalam ciuman singkat. Sasa membalas ciuman itu dengan lembut. Ketika mereka kembali saling menatap, ia mengusap pipi Javendra sekali lagi, lalu tersenyum. Javendra merengkuhnya kembali. Untuk sementara, ia memilih menikmati waktu bersama istrinya tanpa membicarakan pekerjaan. Masalah yang menunggunya di kantor bisa kembali dipikirkan besok pagi. Malam itu, ia hanya ingin berada di dekat Sasa dan memastikan istrinya merasa nyaman. ** Pada waktu yang hampir bersamaan, di ruang perawatan VVIP Rumah Sakit Maheswara, Amara sedang duduk di samping ranjang Bu Andini. Ruangan itu cukup tenang. Cahaya lampu di dekat tempat tidur menerangi wajah Bu An

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 747 - Kamu Menjadi Tempatku Pulang

    Menjelang malam, mansion Maheswara mulai sepi. Para pelayan menyelesaikan pekerjaan mereka, sementara lampu-lampu di sepanjang koridor telah dinyalakan. Setelah memastikan Sasa berada di dalam kamar, Amara berpamitan untuk berangkat ke rumah sakit. Ia berencana menggantikan penjagaan Bu Andini agar orang-orang yang sejak pagi menemaninya bisa beristirahat. Sasa sempat mengantar ibu mertuanya sampai ke ruang depan. Setelah mobil Amara meninggalkan halaman mansion, ia kembali ke kamar untuk melanjutkan kegiatannya. Di dalam kamar tidur utama, beberapa pakaian bayi terhampar di atas ranjang. Sasa duduk bersila sambil melipat satu per satu pakaian tersebut, kemudian menyusunnya berdasarkan ukuran sebelum memasukkannya ke dalam keranjang yang sudah disiapkan. Ia mengambil sebuah baju kecil berwarna putih dan memeriksa jahitannya. Setelah memastikan tidak ada bagian yang mengganggu, ia melipatnya dengan hati-hati lalu meletakkannya bersama pakaian lain. Sasa baru saja mengambil pa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 746 - Perhatian Ibu Mertua

    Di teras depan mansion Maheswara, Sasa duduk di kursi rotan sambil menikmati udara sore. Sebuah meja kecil berada di hadapannya, dengan segelas air putih yang sesekali ia teguk ketika tenggorokannya terasa kering. Angin bertiup melewati taman, membuat beberapa helai rambut ikalnya bergerak di sekitar wajah. Dari tempat duduknya, Sasa bisa melihat para pelayan yang sedang merapikan tanaman di dekat jalan setapak. Sesekali, ia memperhatikan bunga-bunga yang mulai bermekaran di antara dedaunan. Sejak Dokter Rini menyarankannya untuk mengurangi aktivitas, Sasa memang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam mansion. Ia memahami alasan di balik anjuran tersebut, terlebih setelah kejadian kelelahan yang dialaminya kemarin. Meski begitu, sesekali ia masih merindukan kegiatan di luar rumah, terutama menjenguk Bu Andini di rumah sakit. Sasa baru saja mengalihkan pandangan ke arah taman ketika terdengar langkah kaki mendekat dari dalam mansion. "Sasa," panggil Amara. Sasa menoleh dan mend

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 745 - CEO yang Selalu Sibuk (2)

    Langkah Javendra terdengar di sepanjang koridor mansion Maheswara. Bram berjalan di belakangnya sambil membawa tablet hitam yang sejak tadi digunakan untuk memeriksa laporan. Keduanya baru saja menyelesaikan pembicaraan singkat sebelum Javendra memutuskan membawa asistennya ke ruang kerja pribadi untuk membahas masalah yang baru dilaporkan. Begitu memasuki ruangan, Javendra berjalan menuju meja kerja marmer hitam di dekat jendela. Ia berhenti di sisinya, lalu berbalik menghadap Bram yang baru saja menutup pintu. "Bram, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Javendra sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Bram segera mendekat. Ia membuka layar tabletnya untuk memastikan laporan yang akan disampaikan sudah sesuai dengan data terbaru. "Maaf, Tuan Javendra. Saya baru saja menerima laporan dari tim investigasi finansial dan divisi keamanan siber satu jam lalu, tepat sebelum Anda pulang ke mansion." Javendra mengerutkan kening. Ia baru saja menyelesaikan masalah yang melibatkan

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 744 - CEO yang Selalu Sibuk

    Sasa tersenyum mendengar ucapan itu, tetapi ia bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda dari cara suaminya memandangnya. Javendra memang selalu menunjukkan kasih sayang, tetapi kali ini ada kelegaan yang sulit dijelaskan dalam sorot matanya. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti," lanjut Javendra sambil menggenggam tangan istrinya. "Mungkin suatu hari nanti aku tidak lagi bisa mengendalikan semua hal seperti sekarang. Namun, selama aku masih bisa pulang dan menemukanmu di sini, aku akan baik-baik saja." Sasa terdiam sejenak. Ia mengenal Javendra sebagai pria yang selalu percaya diri menghadapi masalah. Suaminya jarang membicarakan kemungkinan kehilangan kekuasaan atau kegagalan, apalagi dengan nada setenang itu. Karena itulah, ucapan Javendra membuatnya bertanya-tanya. Apakah ada sesuatu yang terjadi di kantor? Apakah suaminya sedang menghadapi masalah yang belum sempat diceritakan kepadanya? Sasa ingin bertanya lebih jauh, tetapi ia memilih untuk tidak mendesaknya. Jika

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 743 - Aku Beruntung Memiliki Kamu

    Siap, dialog Javendra akan menggunakan aku-kamu, bukan saya-kamu. Berikut revisi lengkapnya dengan gaya bicara Javendra yang konsisten. Sinar matahari siang menyinari taman depan mansion Maheswara. Udara masih terasa sejuk setelah hujan pagi tadi, sementara aroma tanah basah bercampur dengan wangi bunga yang tumbuh di sepanjang jalan setapak. Di salah satu sudut taman, Sasa duduk di atas alas kecil dengan sebuah pot keramik di hadapannya. Ia mengenakan dress katun longgar berwarna putih gading yang dipadukan dengan cardigan rajut tipis. Kedua tangannya terbungkus sarung tangan kain, sementara sebuah sekop kecil tergeletak di samping pot. Rani berlutut di dekatnya sambil memegang kantong berisi bibit bunga marigold. Sejak tadi, pelayan itu terus memperhatikan setiap gerakan Sasa. Bahkan ketika Sasa hanya menggeser pot sedikit, Rani sudah bersiap membantunya. "Nyonya, biar saya saja yang memasukkan tanahnya," ujar Rani ketika melihat Sasa hendak mengambil sekop. Sasa menggelen

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status