Share

Bab 106

Penulis: Mrs.Jeon
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 00:16:36

Menanggapi pertanyaan Helen, Tristan tetap tenang dan berkata dengan nada datar, “Aku bisa meninggalkan apa pun yang tidak disukai Scarlett.”

Helen tidak pernah menyangka Tristan akan mengatakan hal seperti itu. Ia menatap Tristan cukup lama sebelum akhirnya berkata, “Tristan, jangan lupa, Scarlett pernah ingin kamu mati.”

Dengan ketenangan yang membuat merinding, Tristan menjawab, “Aku bisa memaafkan dan melupakannya.”

Meski hal itu sebenarnya sangat mengganggunya, Tristan tidak ingin Helen me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Helen Rosnila
semangat update thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 158

    Scarlett menyindir, “Nathan sudah tidur pulas, kenapa kamu masih bangun?”Tristan tersenyum sendu. “Aku merindukan anak kecil itu. Bahkan aku sampai bermimpi menerbangkan helikopter hanya untuk menemuinya.”Scarlett tak kuasa menolak tatapan memohon Tristan yang seperti anak anjing itu.Melihat sikapnya yang mulai melunak, Tristan menggenggam tangannya dan menuntunnya masuk ke dalam rumah, seolah-olah ia sedang membawanya pulang ke kediaman keluarga King.Di kamar, Nathan tidur dengan tenang. Tristan membungkuk dan mengecup lembut kening bocah itu.Scarlett menaruh dua hadiah yang dibawa Tristan ke samping, lalu melepas mantel sambil berkata, “Set Lego yang kamu pilih terlalu sulit untuknya. Dia belum bisa memainkannya.”Tristan menyerahkan mantelnya pada Scarlett sambil tertawa kecil. “Nanti aku yang bantu dia.”Dalam momen itu, mereka benar-benar tampak seperti sebuah keluarga kecil.

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 157

    Scarlett pergi selama tiga tahun. Dan selama itu juga Tristan tidak merayakan Natal, maupun mengunjungi rumah keluarga lamanya, karena ia merasa terlalu malu untuk pulang.Bersandar di tempat tidur, Scarlett berkata, “Menghabiskan Natal di rumahmu rasanya kurang pantas.”Tristan tidak memaksanya. Ia hanya berkata, “Masih ada waktu sebulan lagi. Pikirkan saja dulu.”Scarlett tidak menolak secara langsung, hanya menjawab dengan gumaman pelan. Namun dalam waktu sebulan untuk berubah pikiran, tetap saja mustahil baginya untuk merayakan Natal bersama keluarga King.Setelah mengobrol beberapa saat, Tristan dengan enggan mengakhiri panggilan itu.Di tempat tidur, Scarlett menoleh ke arah Nathan yang sedang tertidur di ranjang kecilnya. Ia membungkuk untuk mengecupnya, lalu mematikan lampu kamar dan beristirahat.Beberapa hari berikutnya, Tristan harus bepergian untuk urusan pekerjaan. Scarlett menikmati ketenangan yang jaran

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 156

    Saat Tristan berbicara seperti itu, amarah Scarlett perlahan menguap, seperti uap dari masakan panas yang baru diangkat dari kompor. Tangannya terlepas dari pinggang Tristan, dan dengan nada pasrah ia bergumam, “Baiklah… terserah kamu.”Namun Tristan belum puas. Ia meminta janji untuk benar-benar rujuk kembali. Scarlett memberikannya dengan setengah hati—dan Tristan tahu itu. Baru ketika telepon dari Nathan masuk, Tristan akhirnya melunak dan, meski enggan, namun Tristan mengantar Scarlett pulang.Begitu mereka kembali ke kediaman keluarga Wilson, Summer berkomentar sinis, “Kamu ini sama saja dengan ayahmu dulu, sulit sekali ditemui. Kerjanya keluar terus.”“Ibu.” Scarlett menggendong Nathan yang berlari menghampirinya, mengecup pipinya, lalu menoleh pada Summer. “Tidak sedramatis itu.”Tentu saja, Scarlett tidak mungkin mengaku bahwa ia menghabiskan malam panas di apartemen Tristan. Summer past

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 155

    Ciuman Tristan yang membara, kehangatan samar dari napasnya, serta bayangan tentang perjuangannya melawan maut dalam mimpi membuat Scarlett berbisik, “Baik.”Tristan segera menyalakan mobil dan melaju langsung menuju Celestial Manor. Namun karena apartemen Scarlett lebih jauh, Tristan membawa Scarlett ke apartemennya karena lokasinya lebih dekat dan gedungnya tidak setinggi apartemen Scarlett.Saat itu, ia tak ingin membuang waktu sedetik pun. Yang ia inginkan hanyalah berdua saja dengan Scarlett.Tak lama kemudian, mereka sudah berada di dalam apartemennya. Tristan menyalakan lampu, menutup pintu, dan tanpa berkata apa-apa langsung menarik Scarlett ke dalam pelukannya, lalu menciumnya dengan penuh gairah.Scarlett bisa merasakan kegelisahan Tristan dan reaksi fisiknya yang begitu nyata. Di momen itu, kenangan-kenangan pahit perlahan memudar, tergantikan oleh masa-masa indah sebelum hubungan mereka retak, aksi-aksi heroik Tristan saat menyelam

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 154

    Begitu kata-kata Tristan terucap, ekspresi Helen langsung menggelap. “Tristan, apa maksudmu?” bentaknya.Tristan menatapnya lekat-lekat, pandangannya terkunci pada mata Helen, seolah berusaha menangkap sedikit saja petunjuk dari reaksi yang mungkin muncul di wajahnya.Setelah kebakaran tujuh tahun lalu, Helen dinyatakan “meninggal”, dan saat itu Tristan tidak terlalu memikirkannya. Namun tiga tahun lalu, Helen tiba-tiba muncul kembali. Kini, bukan hanya kembali dari kematian, ia juga menjadikan bukti itu sebagai alat tawar-menawar. Tristan tak punya pilihan selain memikirkan semuanya dengan lebih dalam. Segala pikiran yang berkecamuk sejak kunjungan ke rumah sakit pagi tadi mendadak terasa jernih saat ia berhadapan langsung dengan Helen.Setelah mendengar tuduhan tersirat dari Tristan, Helen membalas dengan tajam, “Kamu sudah kehilangan akal, Tristan. Kamu begitu terobsesi pada Scarlett sampai tidak mau menerima kebenaran yang jelas

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 153

    Di kursi mobil Maybach-nya yang mewah, Tristan menggenggam setir dengan kedua tangan. Ia baru saja meninggalkan rumah keluarga Wilson. Ponselnya yang tergeletak di kursi penumpang bergetar, menandakan ada panggilan masuk.Nama Helen muncul di layar, membuat ekspresi Tristan sempat menggelap. Namun pikirannya masih dipenuhi kekhawatiran tentang kunjungan dokter Scarlett yang tidak membuahkan hasil hari itu, sehingga dengan enggan ia menerima panggilan tersebut.“Tristan, ayo kita bertemu,” suara Helen terdengar jelas dan tegas.Tristan terdiam sejenak sebelum menjawab, membuat Helen kembali berbicara. “Kita perlu membicarakan kebakaran tujuh tahun lalu itu. Kurasa, meskipun kamu bisa menyingkirkanku, kamu tidak ingin semuanya hancur berantakan, apalagi kalau Scarlett ikut terseret.”Lalu ia menambahkan, “Aku bisa menyerahkan semua bukti itu padamu.”Dengan suara datar, Tristan menjawab, “Baik.”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status