MasukMenjelang malam, ketika Tristan menelepon untuk menanyakan keadaan Scarlett, Chelsea pun dengan enggan bangkit dari sofa. Scarlett mengantar Sandy dan Chelsea hingga ke lift, lalu Chelsea bertanya dengan nada penuh harap, “Scarlett, apakah tidak masalah jika bibi datang lagi besok?”Scarlett tersenyum lembut. “Bibi Chelsea, aku akan sangat senang jika Bibi datang.”Raut wajah Chelsea langsung dipenuhi kegembiraan. “Bibi akan memasakkan makan siang untukmu. Kamu suka ayam rebus dengan kentang kecil dan sup jamur, bukan? Besok akan bibi buatkan untukmu.”“Terima kasih, Bibi Chelsea,” jawab Scarlett dengan tulus, tidak ingin menolak perhatian sehangat itu.Setelah mengantar Sandy dan Chelsea pergi, Scarlett kembali ke kamarnya. Tak lama kemudian, Tristan datang. Melihat banyak hadiah di ruangan itu, Tristan mengira Zoe dan Bruce yang datang berkunjung, tetapi Scarlett menjelaskan bahwa itu adalah hadiah dari Sa
Keesokan harinya, Chris datang berkunjung.Beberapa hari terakhir, ia sangat sibuk di kantor, ia membantu meringankan beban Scarlett. Ia takut jika sesuatu yang serius terjadi pada Scarlett, maka dirinya akan menyesal seumur hidup.Setelah Chris pergi, Sandy datang membawa berbagai makanan. Ia mengungkapkan betapa khawatir dirinya terhadap Scarlett, bahkan sempat mengusulkan untuk berhenti bekerja demi membantu merawatnya.Namun, Scarlett langsung menolak gagasan itu.Sandy memiliki kecintaan yang sama terhadap dunia hukum seperti dirinya. Scarlett tidak ingin Sandy mengorbankan impiannya demi dirinya.Setelah menyiapkan beberapa potong buah untuk Scarlett, Sandy duduk di sampingnya dan berkata, “Ibuku mendengar tentang kondisi kesehatanmu dan ingin menjengukmu. Apa itu tidak masalah?”Setelah mendengar dari Sandy bahwa Scarlett sedang sakit, Chelsea, ibu Sandy, merasa sangat khawatir dan ingin menjenguknya di rumah sakit.Sambil menatap Sandy, Scarlett berkata, “Mungkin kurang tepat
Ruangan itu mendadak hening sesaat setelah pertanyaan polos Nathan menggantung di udara.Scarlett bahkan belum sempat menjawab ketika Nathan kembali berbicara dengan wajah serius khas anak kecil.“Teman sekelasku, Jonah. Tahun lalu ibunya juga masuk rumah sakit. Waktu pulang, Ibu Jonah membawa adik perempuan untuknya. Jonah bilang adiknya lahir waktu ibunya berada dirumah sakit.”Penjelasan lugu itu langsung membuat Scarlett tertawa pelan.Ia mengacak rambut Nathan dengan penuh sayang sebelum berkata lembut, “Kalau begitu, Ibu akan berusaha memberimu adik perempuan secepatnya.”Mendengar janji itu, wajah Nathan malah berubah semakin serius.“Tapi ada juga Lily,” katanya lagi. “Lily bilang ibunya pulang dari rumah sakit jadi lebih cantik.”Kali ini Scarlett tertawa lebih keras.“Sepertinya ibu Lily pergi ke spa, bukan ke rumah sakit,” godanya.Nathan langsung men
“Demi menenangkan orang tuamu dan agar mereka tidak terus khawatir, kamu bahkan rela melepaskan karier yang paling kamu cintai.” Dan belum lagi soal Lucian, yang meninggalkan Scarlett dalam pengasuhan Chris. Sebenarnya Scarlett ingin menanyakan hal itu, tetapi pada akhirnya ia memilih untuk tidak melakukannya.Tristan mengerti. Beberapa tahun terakhir ini, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya, Scarlett menjalani semuanya dengan berat.Pengertian Tristan membuat Scarlett tersenyum pasrah.Ya, ia memang telah meninggalkan profesi yang paling dicintainya. Ia merindukan sensasi membela klien di ruang sidang, suasana penuh ketegangan, serta kewibawaan dari semua itu.Saat Scarlett tersenyum tipis, Tristan menggenggam kedua tangannya. “Scarlett, mulai sekarang aku akan tetap di sisimu. Biarkan aku yang menangani semua beban berat di perusahaan.”Tristan mengucapkan janji itu, tetapi Scarlett tetap diam.Saat ini
Saat Tristan menerima telepon dari Summer, ia sedikit terkejut. “Bu, Scarlett sedang tidur atau mandi?”“Tidak,” jawab Summer sambil menghela napas. “Dia pingsan di kantornya. Joshua yang sedang mengantarkan dokumen menemukannya pingsan, lalu segera membawanya ke rumah sakit.”“Tapi Tristan, jangan khawatir. Scarlett sudah sadar sekarang. Dia baru selesai menjalani pemeriksaan dan sudah kembali ke kamarnya. Dokter menyarankan rawat inap beberapa hari untuk observasi.”Mendengar Scarlett berada di rumah sakit membuat jantung Tristan berdegup kencang. “Bu, aku segera ke sana.”Ia langsung menutup telepon dan bergegas menuju rumah sakit.Saat Tristan tiba, Bruce, Zoe, Gary, dan Angel sudah berada di sana, sementara Chris baru saja pergi setelah menerima telepon dari rumah.Melihat Tristan datang, Scarlett mencoba mencairkan suasana. “Hanya gula darah rendah, tapi semua orang bert
Ada yang menerobos masuk ke dalam ruangan Tristan seolah-olah tempat itu miliknya sendiri, Bruce langsung menjatuhkan dirinya ke kursi di seberang meja kerja Tristan dengan sikap santai penuh percaya diri. Dengan seringai usil, ia berkata, “Bro, kamu benar-benar bikin geger di sini! Scarnet Technology sedang jadi bahan pembicaraan di seluruh Woodland. Kamu kembali untuk membuat kekacauan, ya?”Sejak Tristan kembali, perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya di Woodland mulai kesulitan, bahkan saham beberapa di antaranya merosot tajam. Sementara itu, Tristan terus sibuk mengakuisisi dua perusahaan lain dan membawa perusahaannya berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.Godaan Bruce hanya dibalas tatapan santai Tristan. “Aku tidak mengusikmu, kan? Anggap saja itu bantuan dariku.”Bruce terkekeh sambil menyilangkan kaki. “Perusahaanku punya saham di perusahaan Letty. Kamu pasti tidak berani macam-macam denganku.”Tatapa
Nicole memiliki kulit yang cerah dan tubuh yang mudah menarik perhatian. Namun, ada sebuah bekas luka bakar yang menutupi area cukup luas di sisi kanan perut hingga pinggangnya—jejak cedera parah yang tak mungkin dipulihkan. Biasanya, pakaiannya menutupi bekas luka itu, sehingga tak ada satu pun ta
Amarah Tristan yang meledak tiba-tiba, disertai hentakan keras ke dinding, membuat Scarlett merasa seolah dadanya dihantam hingga napasnya nyaris terputus.Ia mencengkeram pergelangan tangan Tristan dengan sekuat tenaga. Wajahnya memerah saat ia meronta dan terengah-engah. “Tristan… lepaskan aku…”
Saat Scarlett kembali ke kota, Tristan sudah diliputi rasa jengkel. Pembicaraan tentang perceraian yang tak henti-hentinya, ditambah kemunculan anak secara tiba-tiba, benar-benar membuatnya muak. Karena itu, ketika Scarlett dengan tegas menyangkal identitas Nathan, Tristan sama sekali tidak berniat
Keesokan malamnya, saat Scarlett makan malam bersama Nathan, Bruce, dan Zoe, Zoe langsung meledak begitu mendengar bahwa Scarlett menolak saham yang ditawarkan Tristan.“Ya ampun, apa kamu tahu berapa nilai King International? Setelah bertahun-tahun Tristan begitu pelit, akhirnya dia mau buka dompe







