Inicio / Rumah Tangga / Pembalasan Istri Yang Terluka / 21. Jangan Lakukan Tes DNA!

Compartir

21. Jangan Lakukan Tes DNA!

last update Fecha de publicación: 2025-10-28 20:56:42

"Dia menemui kamu dan memberikan ini?" tanya Arsa sambil mengangkat tinggi amplop yang ia pegang dan didapatkan dari Andira.

Setelah Arsa pulang, Andira mengajak makan malam dan mandi terlebih dahulu. Andira ingin memberitahukan saat waktu yang pas mengenai kehamilan Jenna. Ia menunjukkan amplop keterangan dari rumah sakit besar yang Jenna tinggalkan untuknya. Sengaja ia minta dari Jenna karena ingin ditunjukkan kepada Arsa.

"Dia bilang kalau dia hamil. Dan ... aku meminta dia melakukan serangk
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    75. Pertemuan Mertua Dan Menantu

    "Pak Arsa... Pak Firman datang untuk bertemu dengan Anda." Beritahu sekretaris kepada Arsa.Arsa yang sedang sibuk memeriksa berkas, menjawab, "Biarkan beliau masuk ..." Sekretaris undur diri dari hadapan Arsa. Pria itu meletakkan pulpennya di meja. Keningnya mengerut. Tak biasanya Firman datang menemui."Arsa..." panggil Firman yang membuka pintu ruangan kerja menantunya. Arsa tersenyum menyambut mertuanya. "Papa... ada apa? Tidak biasanya menemui ku..." Firman tertawa kecil. "Papa hanya ingin mengajak kamu makan siang bersama. Apa bisa?" Arsa mengerutkan kening mendengar Firman tiba-tiba ingin mengajaknya makan siang bersama. Matanya menatap curiga. Sebab, ia tahu bahwa Firman tak menyukainya.Apa mungkin hanya kebetulan Firman mau bertemu dengan Arsa? Atau mungkin hanya membahas kerja sama perusahaan yang dilakukan antara keduanya? Tak mungkin bila hanya sekedar basa-basi."Baik." Arsa menyetujui. "Ayo kita makan bersama..."Arsa mengajak ayah mertuanya makan di kantin sebelah

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    74. Belum Mengenal Sepenuhnya

    "Kamu kenapa murung begitu, Jenna?" Sherina masuk kamar putrinya. Ia berdiri di ambang pintu, terheran melihat wajah Jenna yang tampak sedih. Sudah beberapa hari ini semenjak Arsa tak pulang, Sherina dan Firman memutuskan untuk menginap di rumah putrinya."Mas Arsa, Ma..." Adu Jenna kepada ibunya dengan suara tertahan.Kening Sherina mengerut. "Ada apa dengan suamimu? Apa dia membuat kamu sakit hati?" Jenna menggigit bibirnya, kesal. "Bukan cuma sekedar sakit hati. Harga diriku merasa diinjak-injak oleh suamiku sendiri." Sherina tercengang dengan ucapan Jenna. Wanita paruh baya itu seakan mengerti bahwa ada sesuatu masalah yang pelik. Tapi, ia tak mengerti apa sebabnya."Bagaimana ceritanya sampai kamu merasa kena mental seperti ini?" tanya Sherina heran.Jenna menghela napas panjang. Ia mengadu kepada ibunya tentang apa yang terjadi di pusat perbelanjaan saat bertemu dengan Andira. Jenna mendramatisir cerita versi dirinya sendiri. Dia mengatakan bahwa Arsa memaki-maki dirinya di

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    73. Peradilan Semu

    Ruang kelas telah diubah menyerupai ruang sidang pengadilan. Meja‑meja disusun rapi, papan tulis besar di depan, dan suasana hening menekan. Satu pengacara wanita berpakaian rapi, setelan dress dan blazer merah maroon, high heels warna senada, nampak formal berdiri tegak di depan. Matanya tajam menatap lima belas orang mahasiswa duduk rapi, dan disertai wajah mereka yang tegang.Udara di kelas itu terasa kaku. Tidak ada sedikitpun suara bisikan. Tidak ada gerakan yang tidak perlu. Pengacara itu, Andira, seorang advokat berpengalaman sepuluh tahun, menatap satu per satu setiap wajah mahasiswa di hadapannya. Suasana itu bukan sekadar pelatihan biasa. Suasana itu disusun persis seperti sidang di pengadilan negeri. Aura ketegasannya membuat siapa saja yang berhadapan merasa kecil dan harus waspada."Kalian dengar baik‑baik, ya? Mulai detik ini, ruangan ini bukan lagi kelas. Ini adalah ruang sidang. Kalian bukan mahasiswa biasa, tapi penasihat hukum yang bertanggung jawab penuh atas nasib

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    72. Membandingkan

    "Lepaskan Mas ...," rengek Jenna berusaha melepaskan cengkraman tangan suaminya.Arsa menghempaskan tangan Jenna dengan kasar. Semenjak membawa pulang istri keduanya dari mall dan bertemu langsung dengan Andira, mereka tak berhenti bertengkar di jalan saat berada di dalam mobil. Jenna marah-marah karena tidak terima bahwa Arsa tidak membelanya di depan Andira. "Kenapa sih kamu nggak membelaku di depan calon mantan istrimu? Coba jelaskan kenapa?!" murka Jenna.Arsa menunjuk wajah Jenna. "Berhenti bersikap murahan dan memalukan seperti itu. Kamu terlihat seperti wanita tak tahu malu dan tak tahu diri!!""A-apa?!"Jenna shock mendengar Arsa menilainya bersikap murahan. Wanita yang baru saja mendapat gelar ibu muda itu menggeleng tak percaya. Ia tak menyangka bahwa suaminya bisa mengatakan hal yang menyakitkan padanya seperti ini."Apa kata kamu? Bisa diulangi sekali lagi?" Jenna menatap nanar suaminya. "Aku adalah wanita memalukan dan tak tahu diri? kenapa kamu bersikap seperti ini d

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    71. Pembelaan Yang Beralih

    “Dimana kamu sembunyikan Mas Arsa?” tanya Jenna dengan penuh emosi.Andira tertawa sinis. “Kamu tidak salah mempertanyakan dimana keberadaan pria itu kepadaku?”Jenna menuding wajah Andira. “Kamu masih istri sahnya. Tentu saja dia sebagai suami membagi waktunya bersama dengan kamu. Kamu itu jangan egois, ya? Yang membutuhkan Mas Arsa itu bukan cuma kamu.”Andira tertawa pelan melihat Jenna yang emosional melayangkan berbagai ucapan kepada dirinya. Andira menyimpulkan bahwa Jenna pasti sangat merindukan Arsa. Dan Arsa tidak diketahui dimana keberadaannya. Sekarang dialah yang dituduh menyembunyikan.“Memangnya kamu pikir ..., siapa yang membutuhkan Arsa? Aku?” Andira menunjuk dirinya sendiri.“Kalau kamu memang masih membutuhkannya, untuk apa menggugatnya cerai? Anak-anakmu bahkan sudah dirampas oleh Arsa karena kamu tak mau menyetujui Arsa menikah denganku. Selain itu, kamu juga berselingkuh,” ucap Jenna memiringkan bibirnya.Andira menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan terakhir

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    70. Siasat

    Apa harus demikian?” tanya Cindy sambil merapikan beberapa dokumen di dalam kotak kardus.Sembari meminum expresso hangat di tangan ... Andira menjawab, “tenang. Semuanya aman.”Wanita yang sedang dalam proses meresmikan status jandanya itu terlihat sangat tenang. Tenang, namun tatapan mata yang cukup tajam menerawang jauh. Seolah sedang menyusun rencana yang akan ia realisasikan. “Sudah selesai semuanya 'kan? Kalau sudah, panggil petugas cargo untuk mengangkut semua ini dan dipindahkan ke tempat yang aman,” saran Andira membuat Cindy dan Fauzan mengangguk..“Baiklah kalau begitu. Karena aku pulang kerjanya cepat, aku akan pergi berlibur sebentar,” ujar Fauzan sembari meregangkan otot tubuhnya.Hari ini Andira meminta kepada kedua karyawannya menuntaskan pekerjaan selesai dengan cepat. Andira juga ada jadwal untuk moot court bersama anak-anak fakultas hukum universitas di Jakarta. Jadi, dia lebih fokus menyiapkan materi untuk para calon praktisi hukum di masa depan.“Silakan gunaka

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    4. Rahasia Masa Lalu

    "Jadi ..., wanita itu ...."Andira terkejut karena mengetahui wanita yang merupakan selingkuhannya masih ada kaitan dengan masa lalu dengan orang tuanya. Tangannya mengepal di bawah meja. Ada emosi dan luka yang menyeruak dari dalam dada."Ibu mengenalnya?" tanya Cindy curiga dengan ekspresi wajah

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    3. Mencari Fakta

    "Akhir-akhir ini, setiap aku pulang aku tidak pernah bertemu dengan mereka." Arsa menatap wajah kedua anaknya yang tertidur pulas. Andira memperhatikan raut wajah sendu yang ditampilkan oleh Arsa. Ia mengetahui bahwa pria itu tengah merindukan kedua anak mereka. Dan tidak bisa bertemu karena kesib

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    2. Parfum Siapa?

    "Sebentar!" Interupsi Andira menghentikan langkah Arsa yang akan menaiki tangga.Andira melangkah mendekati Arsa. "Kenapa aku mencium aroma parfum seorang wanita di jasmu?""A-apa?!"Arsa melebarkan matanya mendengar pertanyaan yang dilemparkan oleh Andira. Pria itu terlihat, sedang mengingat aroma

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    1. Pengkhianatan

    "Pengkhianat kalian!" desisnya. Andira menatap tajam dua sosok manusia yang bermesraan di lobby hotel seberang jalan. Tangannya menggenggam erat setir kemudi dengan napas yang tertahan karena amarah. Ingin rasanya ia keluar dari mobil untuk melabrak mereka berdua. Namun, ia merasa saat ini belumla

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status