Masuk“Tidak bisa. Saya harus melakukan ini karena sudah sepakat dengan Pak Tio. Pak Tio memberi tugas kepada saya seperti itu dan saya harus menjalaninya dengan baik agar Pak Tio percaya kepada saya dan tidak mempermalukannya,” balas Anthonius dengan intonasi penekanan dan berat hati mengeluarkan banyak karyawan yang terlibat dalam skandal antara karyawan dengan Direktur Keuangan.Puluhan karyawan wanita menangis sesenggukkan setelah mendengar jawaban darinya. Ia tidak memberi keringanan sama sekali terhadap rekan kerja yang memohon.“Kalian boleh keluar dari setelah menandatangani surat pemutusan hubungan kerja ke email kalian masing-masing dan setelah menandatangani surat itu maka uang pesangon kalian masuk ke rekening masing-masing,” ucap Anthonius dengan tegas dan memerintahkan sistem Adrian untuk mengirim surat pemutusan hubungan kerja ke email masing-masing yang terlibat dalam skandal.Beberapa rekan kerja memohon kepada Anthonius sambil memegang kaki dan berlutut kepadanya, tetapi t
“Iya, kami mau bukti karena kami tahu bahwa Pak Gery adalah orang baik dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain,” jawab beberapa rekan kerja dengan intonasi penekanan sambil melotot dan menunjuk Anthonius.Anthonius menghela napas panjang sambil menatap lamat dan mengangguk-angguk ketika mendengar semua permintaan rekan kerja yang meminta bukti bahwa Gery melakukan penggelapan dan pencucian dana perusahaan.Anthonius hendak menjentikann jari telunjuk dengan ibu jari kepala dipukul oleh Anton menggunakan balok kayu berukuran besar dan panjang. Semua rekan kerja membulatkan bola mata ketika Anton memukul kepalanya.Anthonius hanya terdiam tanpa mengeluarkan rintihan sama sekali, meskipun kepala bagian belakang mengeluarkan banyak darah.Anthonius membalikan badan ke arahnya tanpa ekspresi, tetapi tangan mengepal erat ketika melihat Anton yang kembali lagi ke kantornya, padahal telah diborgol dan dibawa pergi dari perusahaan.“Ke-kenapa Bapak tidak pingsan atau mati setelah balok k
Semua orang mengernyitkan dahi saat melihat dan mendengar suara Anthonius yang masih normal, meskipun dipukul berkali-kali dan tidak terlihat seperti lemah atau kehabisan tenaga.Tatapan aneh dari semua rekan kerja kepadanya membuat dirinya menyadari bahwa memiliki kekuatan berkali-kali lipat dari pria normal.“Kenapa kalian menatapku seperti itu? kalian tidak pernah melihat seorang pria dipukul berkali-kali, tetapi masih berdiri normal dan tidak ada rintihan sama sekali?” tanya Anthonius sambil tersenyum miring di hadapan banyak rekan kerja yang memandang aneh sekaligus takut kepadanya.Semua rekan kerja terdiam dengan alis saling bertautan dan tidak berani menanyakan apa pun kepadanya karena Anthonius terlihat tidak mengalami kesakitan bagian tubuh lainnya.Bahkan, darah yang hadir di wajahnya muncul, tetapi tidak meringis dan merintih, seperti Gery.“Kalau kalian tidak pernah melihat pria dipukul beberapa kali sampai babak belur seperti ini lalu berdiri masih tegak dan tidak membun
“Siap, pulang kerja, aku datang ke sana.”Anthonius hendak melangkah mendekati mereka yang panik dan menangis sambil menatap ponsel, tetapi ditahan oleh Anastasia.“Kenapa kamu menghalangi jalan saya? Ada apa denganmu sampai merentangkan tangan?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil meletakkan kedua tangan di pinggang.“Mereka berbahaya kalau sedang mengamuk,” jawab Anastasia berbisik sambil melotot.“Kalau sikapmu begini malah mereka curiga kepadamu karena mereka tidak menyukaimu,” balas Anthonius dingin lalu menyingkirkan Anastasia dari hadapannya.“Apakah Bapak yang melakukan ini semua?” tanya Anastasia saat Anthonius melewatinya dan mendekati mereka yang menangis tersedu-sedu.Anthonius berbalik badan setelah mendengar pertanyaan dari rasa penasaran Anastasia. “Iya. Aku yang melakukannya dan asal kamu tahu, saya melakukan ini untuk kepentingan perusahaan!” balas Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.Anthonius pergi dari hadapan Anastasia setelah men
“Saya pernah melakukan kesalahan besar yang bisa membuat saya hamil. Saya pernah melakukan hubungan badan dengan Gery di berbagai tempat. Saya pernah melakukan itu di kantor dan tidak tahu kalau ada kamera pengawas yang disimpan olehnya di ruangan itu karena saat saya memasuki ruangan itu, saya tidak melihat apa pun di dalamnya. Bahkan, kamera ruangan keuangan menghadap ke arah pintu masuk dan keluar, tetapi tidak pernah berfungsi sama sekali. Kamera pengawas yang ada di ruangan keuangan mati. Jadi, siapa pun bisa melakukan pergerakan apa pun di dalam, mulai dari pencurian atau penyebaran uang untuk melakukan pencucian uang,” jawab Anastasia dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat dan terisak saat teringat perbuatan bejatnya.Anthonius tahu soal dia melakukan hubungan badan di kantor dan memiliki akses ke kamera pengawas yang ada di dalam ruangan dan kamera itu diletakkan di dinding dan berukuran kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh siapa pun.Anthonius lega mendengar pengaku
Anastasia membisu sambil mengedipkan mata sekilas setelah mendengar pertanyaan Anthonius yang meragukan jawabannya.“Bapak meragukan cara saya?” tanya Anastasia dengan intonasi penekanan.“Tidak, tapi kamu sudah lihat cara mereka memandangmu tadi di lantai satu lalu ada berita seperti ini, mereka percaya denganmu?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.“Tidak sama sekali,” jawab Anastasia secepat kilat lalu mengedipkan mata sekali setelah mengeluarkan jawaban yang memang kenyataan seperti itu.Anastasia menyadari perbuatannya yang tidak diinginkan oleh beberapa rekan kerja ketika dia kembali bekerja di perusahaan Tio sebagai Sekretaris atau Asisten Pribadinya.Anthonius menjentikkan tangannya setelah mendapatkan jawaban darinya.Hitungan detik, ia mendapatkan gambaran tentang sosok yang merekam Anthonius dan Anastasia dari depan ruangan berasal dari Sistem Adrian.Ponsel Anthonius yang digunakan untuk install aplikasi atau sistem Money Games berbunyi dengan s







